
Kaisar Wey diam, karena ia tak tau bicara apa. Ia sangat mengkhawatirkan Qira. tapi dalam hati yang paling dalam ia yakin jika Qira disana baik-baik saja. Qira kuat dan berbeda membuat ia yakin jika Qira pasti akan pulang. Mau bicara apa? toh saat ini ia ta bisa melakukan apa-apa, ditambah perang dilakukan selama dua minggu lagi membuat ia harus melangkah dengan cara yang benar.
Kaisar Alexon menghembuskan nafas beratnya.” Kita harus membantu kaisar Wey berperang sebelum membantu Qira aku yakin Qira bisa menjaga dirinya melebihi kita yang mau menjaga dia disana.” Ia melirik kaisar Wey yang membuatnya iri. Iyaa, Qira mementingkan ayah angkatnya dari pada ayahnya sendiri.
Kakak-kakak Qira tak bisa berkata apa-apa lagi jika ayah mereka sudah memutuskan. Mereka harus menyabarkan hati untuk menjemput Qira. “Iya. Lagi pula kita tidak bisa sembarang masuk kerajaan barat bukan? Apa lagi kita yang dari keluarga istana, bisa-bisa kita yang dibunuh, bukan Qira. atau kita akan membuat Qira semakin dalam keadaan bahaya. Jadi mari kita berpikir sebelum bertindak.” Ucap Zian Lii selaku manusia paling dingin dari pada lainnya.
Kaisar Alexon setuju. Ia mengangguk membenarkan.” Benar.” Ia melirik putra mahkota Jin Yu yang berasal dari kerajaan iblis itu.” Kita kembali kempermasalahan kita. yaitu membantu kerajaan Awan dua minggu lagi. Putra mahkota Jin Yu, bagaimana bisa kau datang kesini dan menerima untuk membantu kaisar Wey berperang, bukankah awalnya kau tak mau?” Tanyanya. Ia harus menepis terlebih dahulu masalah Qira dan menyelasikan permasalan kerajaan awan.
Putra mahkota Jin Yu berdiri, ia memberikan surat pada kaisar Zauhan yang berisih tentang Qira yang meminta bantuan untuk membantu ayah angkatnya kaisar Wey berperang. “Putri Qira memintaku untuk membantu ayahnya kaisar Wey untuk berperang. Karena aku sudah mengangapnya sebagai sahabat sekalis adikku yang tersayang, gadis pertama yang membuatku malu selama tujuh turunan dan tujuh lautan dan tujuh samudra itu. Aku akan membantu kerajaan awan sebaik mungkin.” Ucapnya panjang lebar.
Semua orang disana menatap putra mahkota iblis itu terkekeh , mereka melupakan sejenak permasalahan Qira. Jin Yu memang tak mencintai Qira, bukan tak mencintai, hanya saja ia lebih tertarik menjadikan Qira adiknya dan sahabatnya. Karena sebelumnya tak ada yang berani menyuruhnya menggunakan hanfu, menarik paksa tanganya ditengah keramaian dan semua kekonyolan itu. Saat bersama Qira ia bisa merasakan jika ia hanya manusia biasa bukan sang putra mahkota yang disegani. Entahlah, kenapa ia tak mau Qira menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya. Yang ia mau hanya melindungi Qira sebagai adiknya. Qira terlalu unik dan menarik, atau Jin Yu saja yang tak tau jika ia mencintai Qira entahlah.
“Awalnya dikerajaan saya sangat terkejut saat melihat burung elang membawa surat masuk saat melakukan rapat mingguan, tapi saat kami baca itu dari putri Qira membuat ayah saya sangat senang. Ia juga menyukai Qira sedari pertemuan saat Itu. Disana ia meminta bantuan supaya kami bisa membantu kerajaan awan karena ia sudah mengangap ayahku kaisar Xing sudah menjadi ayahnya juga. Tentu saja ayahku tak bisa menolak PUTRI Qira sebagai anak perepuannya yang tanggu. Karenanya kami membantu yang kalian untuk melawan kaisar kerajaan dewa.”Jekas putra mahkota kerajaan Iblis.
Kaisar Wey tersenyum tipis mendengar hal itu, dulu ia sempat meminta bantuan pada dua kerajaan ini, tapi tak ada yang mau membantu karena melihat kerajaan dewa yang sangat kuat, tapi dengan Qira memintanya membuat mereka dengan cepat mengangguk, begitu besar pengaruh Qira ternyata. Kaisar Wey semakin menyayangi Qira. meksipun jauh, Qira masih saja memikirkannya.’Semoga kau disana baik-baik saja gadis kecilku.’ Batin kaisar Wey.
“Kami juga seperti itu kaisar Wey. Kami diminta oleh Qira untuk membantu kau berperang, disini juga ada Cho dan Chao yang juga diminta oleh Qira membantumu.” Ia melirik dua pemuda yang sudah menjadi pria sukses karena menggembangkan usaha Qira itu.
Chao dan Chio berdiri karena dilirik.” Kami juga awalnya sangat senang saat tau jika itu surat dari Qira. sudah lama sekali tak bertemu Qira membuat kami sangat rindu. saat kami tau jika Qira meminta bantuan untuk melindungi kerajaan Awan membuat kami turun tangan juga. Kami tak memiliki banyak bantuan, hanya saja kami masih memiliki seribuh pasukan anak yatim piatu yang sudah kami didik dalam ilmu bela diri dan berpedang, ada juga tiga ribu pelayan sekaligus penjaga ruko yang akan turun tangan. Awalnya kami hanya mengabarkan tapi ternyata mereka menawarkan diri untuk membantu kerawaan awan. Kata mereka ini adalah balasan untuk Qira yang sudah mengubah hidup mereka. Mereka sangat menyayangi Qira.” Ia mengucapkan itu dengan senyum bangga. Ada setitik embun diujung matanya karena terharu akan pelayan yang dimiliki Qira.
Pelayan Qira itu diambil dari orang jalanan, Qira membuat beberapa rumah besar untuk menampungnya. Bukan hanya itu, Qira juga mengajarkan mereka banyak hal, jika perempuan Qira mengajarkan memasak dan juga sedikit ilmu pedanng dan ilmu bela diri.
Belum lagi Qira memiliki anak yatim, ia juga mengajarkan banyak ilmu bela diri membuat mereka kuat, tak terlantar, tak pernah kekurangan keuangan ataupun baju. Qira mengurus mereka sangat baik. Ada juga dari keluarganya yang awalnya sangat miskin membuat istri dan anak-anaknya kurus kering karena tak makan, disana Qira membantu, dengan baiknya Qira mengulurikan tangan, mengajaknya untuk bekerja meskipun tak memiliki kemampuan apapun. Qira mengajarkan mereka memasak, menjadikan mereka pelayan dan digaji 5kali lipat dari pada ditempat lainnya. Jadilah keluarga merka tak pernah kekurangan apapun lagi, anak mereka tak pernah kelaparan lagi, anak mereka bisa membeli mainan dan istri mereka menjadi cantik dan terawat. Jika membayangkannya saja membuat mereka sangat bangga dan menyayangi Qira. bagi mereka Qira itu seperti maikat yang diturunkan oleh Dewa.
Bagaimana mungkin mereka melupakan hal itu? Qira juga tak pernah meminta untuk dibalaskan budinya, hanya saja ketika mereka mendengar dari Chao dan Chio jika Qira membutuhkan bantuan membuat merka tersenyum sneang. Mereka diberi kesempatan untuk membalas budi Qira. walaupun mereka harus mati dijalan perang, tapi mereka yakin jika mereka mati dalam keadaan senyum, iya.. merka tersenyum banga karena sudah membantu Qira.
Kaisar Alexon tertawa sembari menghapuskan air matanya.” Putriku memang sangat baik. Hanya saja aku ayahnya sangat jahat. Aku bahkan tak pantas disebut ayahnya.” Gumamnya sedih. Ia tak bisa membayangkan betapa kejamnya ia dulu. Bahkan Qira tak mau memanggil ia ayah.
Kaisar Wey juga menangis.” Terimakasih Qira... Kau sangat baik.” Gumamnya. Ia tak menyangkah Qira sudah melakukan hal sebesar ini untuk membantunya. 5ribu pasukan saja itu sudah banyak, belum lagi pasukan kerajaan awan dan juga kerajaan langit. Ia yakin jika ia bisa memenangkannya.
“Karenanya. Kita harus menang untuk dalam peperangan ini. jangan sampai kita mengecewakan Qira..” Sahut Xian Lii tegas membuat mereka melihat asal suara.
“Pasti kita akan menang dan akan membuat Qira bangga memiliki kita. kita tak boleh membuat Qira merasa gagal untuk melindungi Qira.” Ucap Juang Lii semangat.
Terjadilah semangat mereka membara untuk membantu kerajaan Awan. Dengan mengeluarkan para kakak-kakak Qira untuk membantu kaisar Wey, hanya saja Lian Lii tak ikut untuk mengurus kerajaan langit, sedangkan kerajaan Iblis akan menurunkan Jin Yu dan juga kaisar Xing. Katanya mereka merindukan peperangan dan pertempuran, kerajaan langit akan memberi sepuluh ribu pasukan, begitu juga kerajaan iblis. Sunggu, mereka yakin jika merka akan menang dan akan membuat Qira tak akan kecewa. Percayalah.
Mereka harus melupakan sakit hati antara sesama sebagaimana kaisar Wey yang membenci kaisar Alexon yang tega membunuh Qira dan kaisar Alexon yang iri dengan kaisar Wey yang sudah menggeserkan ia sebagai ;ayah’ Qira. mereka harus mendahului perang sebelum menjemput Qira. benar bukan?
__ADS_1
...
Dingin menusuk kulit mulus seorang gadis yang sekaranga sedang memoleskan cream buatannya pada kue ulang tahun yang ia tulis ‘SELAMAT ULANG TAHUN KAKAK KIM’ Di sela-sela gigi bawah dan atasnya ada ujung tangkai buah ceri sebagai penghias. Kue itu sangat cantik. Kue yang berwarna merah karena mendapatkan pewarna dari buah naga itu dihiasi sedemi kian rupa cantiknya, ia beri bentuk seperti love dengan taburan buah-buah segar bercampur cream yang sangat indah. Saat selesai dihias membuat Qira tersenyum puas lalu meletakkan tangkai ceri dibagian cream kosong tempat yang memang ia siapkan.
Pukpuk... ia menepuk tanganya untuk membersikan tepung-tepung lalu mengusap keringatnya.” Selesai..” Ia tersenyum manis dan bahagia melihat karyanya sendiri.
“Wahh.. Ini sangat cantik nona..” Ucap sang pelayan itu melihat karya kue Qira. ia baru pertama kalinya melihat kue secantik ini. ia bahkan sedari tadi menahan air liur karena tak tahan untuk mencicipi makanan yang sangat asing dimatanya ini.
Qira mengangguk. “Aku tau... Kau baru pertama kalikan melihatnya?” Qira memberikan krim yang sama pada cake yang lainnya. Ia tak menghiasinya hanya memberi saja.
Pelayan itu bermur 25tahun, Qira meminjam dapur sedari dua jam dan membayarnya nanti. Ia memilih membuat kue untuk kakak Kim malam ini. “Iya nona. Bisakah lain kali aku belajar? Jika nanti aku bisa, pasti aku jual dan banyak yang mau membelinya.”
Qira terkekeh.”Nanti akan ku ajarkan. Tenang saja...” Ia memberikan kue yang sudah ia beri cream itu.” Ini ciciplah.”
Dengan cepat pula pelayan iyu menerimanya. Disana ada banyak pelayan yang mengintip. Merka iri karena pelayan itu diberi untuk mencicip masakan Qira.” Hey.. ayo kemari. Aku sudah buatkan yang kalian, “ Panggil Qira pada pelayan yang berada diambang pintu.
Mereka gelagapan. Tapi tak urung untuk masuk, terjadilah acara dempet-dempetan untuk masuk, untunglah mereka bisa masuk setelah sekian lama dengan usaha yang lumayan besar.
“Ummm.. Sangat enak dan manis... aku suka..” Ucap pelayan yang pertama yang Qira suruh cicip itu.
“Iya benar. Ini sangat enak. Apa lagi yang lembut ini, rasanya manis gimana ya. Kuenya uhh lembut, pas masuk mulut aku kayak lumpur tapi manis.” Jelas pelayan lainya.
“Itu untuk siapa nona? Kakak Kim siapa? Kakaknya nona? Atau pujaan hatikah?” Tanya yang lain melihat kue yang jauh lebih menarik itu.
Qora mengangkat kue itu. Kue itu ia letakkan diatas nampan yang sudah ia hiasi juga. “Ini memang untuk seseorang yang special. Sudahlah, aku mau pergi, nanti dia sudah menungguku lagi.” Ucapnya.
“Sangat cantik kuenya. Pasti rasanya juga sanget enak.” Sahut pelayan lain.
Qira terkekeh.”Terimakasih ya karena sudah memberiku sewa tempat ini. kalian memang terbaik, nanti lain kali aku akan mengajak kalian masak yang lain. *** aku pergi dulu sekarang ya.”
“Benarkah nona?” Tanya mereka berbinar.,
Qira mengangguk.” Sampai jumpa.”
Qira meningalkan mereka dengan senyum, sedangkan mereka masih berebutan untuk mencicipi sisa kuae yang lainnya. Qira menyewa kedai ini karena memang kedai ini yang paling sepih, ditambah jika dikedai pasti lebih lengkap bahannya membuat ia tak harus pergi kesana kemari. Qira juga mengambil gitar yang tak jauh dari nya. Ia menyandang gitar yang memang sudah jadi itu dipungungnya. Karena ia berikan sarungnya.
Dengan senyum mengembang tanpa mau memikirkan hal yang membuat ia marah, ia melangkah meningalkan kedai dengan bahagia. ia harus bertemu dengan kakak Kim secepatnya bukan? Ahh, rasanya membuat ia mau senyum-senyum malu gitu.
__ADS_1
Benar. Qira masih mencintai kakak Kim. bukan kaisar Zauhan., tapi saat ini ia tak bisa bersama kakak Kim, memikirkan hal itu membuat Qira sedikit menghembuskan nafasnya. Susah jika berurusan dengan takdir memang......
...
Lain ditempt sini, ada sosok disini. Ia menatap rembukan dengan syahdu.
Menikmati tiupan angin genit yang menggerayangi tubuh bak dewa yunani itu.
Bulan malam ini begitu terang dan buat membuat ia tenang dan juga bahagia, ternyata ia sudah dewasa. Ia sedang menunggu Qira sang pujaan hatinya. ia berharap jika Qira tak melupakan janjinya untuk kesini,”Apakah Qira melupakan janjinya?” Gumamnya pahit.
“Tidak. Ia tak akan lupa.” Ia memejamkan matanya disana, ia memilih duduk diatas batu dengan menenangkan hatinyayang memang selalu damai itu, menciptakan orang selalu nyaman untuk berada disisinya. Ia sudah menunggu sedari sore disini untuk bertemu Qira. apakah Qira menemuinya? Itulah yang ia pikirkan.
Senyum Qira mengembang saat melihat kakak Kim yang sedang memunggnginya.
Qira sekarang menggunakan hanfu putih serasi dengan hanfu kakak Kim yang juga putih. Qira menjentikkan tangannya diatas kue itu, karena disana ada lilin yang Qira ukir sendiri, karena memang itu lilin besar, masa iya dia beri lilin besar diatas kue. “Happy birdday to you.. heppy birth day to you. Happy birtday happy birtday. Happy birt day to you..” Nyanyi Qira lembut dari belakang. Ia berjalan secara berlahan menuju kakak Kim.
Kakak Kim yang mendengarkan nyanyian itu membuat ia membaikkan tubuhnya, disana ia bisa melihat bidadari yang sangat cantik. Ditanganya ada kue yang sangat cantik. Ia berdiri lalu mendekati Qira. “Apa yang kau ucapkan itu? Dan apa ini?” Tanyanya lembut. ia tersenyum bahagia tak bisa menutupi rasa bahagianya terhadap kedatangan Qira dan hadianya.
“Kau harus berdoa dulu lalu tiup lilinnya ya. Nanti aku jelasi, nanti lilinnya cair dan merusak kuenya.” Jelas Qira.
Kakak Kim terkekeh. Ia menutup matanya untuk meminta apa yang ingin ia minta, lalu meniupkan lilin itu hinga mati membuat Qira tertawa. “Teerimakasih Qira.
Qira terjekeh. Ia bahagia bisa melakukan hal ini pada orang yang ia cintai. “Arti nyanyian aku tadi. Aku mengucapkan selamat ulang tahun pada kakak. Dan ini kue aku buatin sendiri loe buat kakak.” Ucap Qira tersipu.
Kakak Kim tersenyum lalu menarik Qira lebih dekat. Ia mengusapkan kepala Qira lembut “Terimakasih karena sudah mau datang dan mengucapkan ulang tahun padaku.” Ingin sekali rasanya ia mencium kepala Qira, tapi ia takut Qira marah padanya. Iya takut dengan perbutanya Qira tak nyaman. Ia menghargai Qira melebihi dirinya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Yuhuuuu... Dekat And moga masihbada ynag like komen and vote ya hdhe