
Awan begitu cerah, tapi tidak dengan hati yang sekarang sangat menduka. Lapangan begitu banyak terisi manusia, lautan nyawa menangis dengan jasat tak bertuan itu harus dimakankan dengan cara dibakar. Kaisar Alexon tak kuasa membendung air matanya bolehkah seorang raja menangis?
Kaisar Alexon menangis karena telah menganiaya Qiira kecil. Ia menyesal sudah mempercayai suatruhal yang tak harus ia percayai. Qira sedari kecil tak bahagia, dan ia belum sempat memperbaiki apa yang harus ia perbaiki. Bagaimana ini?
Sedangkan kakak-kakak Qira saling berpelukan, sedangkan Lian Li dan Xian Lii sekarang masih disamping Qira. mereka masih mau menatap wajah pucat sang adik. Wajah damai dan juga penuh luka itu. Dengan tangan yang mengepal supaya tidak menangis secara histeris. Guang Lii? Juang Lii? Tanpa mereka sadari jika dua beradik itu memilih diam tak sangup melihat Qira dikemakamkan..
“Pembakaran mayat yang mulia Putri Zhu Qira Han akan dilaksanakan...” Ucap sang tetua mengumumkan.
Lian Lii sekakin terisak saat melihat kayu-katu itu sudah diletakkan minyak tanah, hanya menaruh perihnya saja, sampai suara kegaduhan datang membuat mereka menoleh.
Disana terdapat keluarga kerajaan Awan berbondong-bondong sampai dengan kereta kencan.
Kaisar Long Wey yang hanya menggunakan kuda sekarang langsung melompat dan melangkah cepat menuju peti mati Qira. keluarganya yang lain bingung, siapa yang mati? kenapa mereka tak mengetahui hal ini? apakah karena ini mereka dibawah keisni?
“Qira...” Teriak kaisar Long Wey saat melihat mayat itu. Mayat yang menggunakan hanfu putih bersih sebagaimana adat disana. Gadis mungil yang mengajarkannya akan warnah gadis sombong yang selalu membuatnya terkekeh dan tertawa.” Katakan jika ini bukan kau gadis kecilku....” Ucapnya serak.
“Siapa yang meningal?” Tanya Kenzi saat mendekat disana. Tapi semua orang diam dengan keheningan, wajah murng sangat kentara.
“Kakak...” Teriak Eul dan Elel yang baru sampai. Ia digendongan oleh Chao dan Chio.
Merka berlari menemui mayat Qira disana. Dengan derai air mata merka tak mempedulikan dua kaisar dan para pangeran disana. Begitu juga dengan Shu Jin , Chao dan Chio. keluarganya Qira selama dua tahun dihutan kematian.
Jantung serir Xia berdetak cepat mendengarkan nama Qira. siapa yang meningal. Ia menggeleng takut.” Pasti bukan Qirakan?” Tanyanya pada peraisru Feng disampingnya.
Permaisuri Demg pun mengeleng. Ia memeluk selir Xia,” Ayo kita lihat siapa itu..” Ucapnya perlahan.
Diluar ia melihat jika kaisar Long Wey kejam dan sombongnya menangis diatas petih mati seseorang, entah kenapa hati merka takut sekaligus sakit. Siaa dia? Kenapa ia menangis sehisteris itu.
“Kakak Qira.... Kakak huaa..” Tangis Eul dan Ele pecah sembari memeluk Qira yang lemah, Qira yang kaku dan pucat.
Kaisar Long Wey melihat itupun mengintip kebelakang, keluarganya masih diam ditempat tak tau harus apa. Merka tak tau apa-apa. Ia mendekati selir Xia dan permaisuri Feng. “Qira kita sudah tiada...” Ucapnya dengan bibir yang berhetar.
Selir Xia mengeleng kuat.” Jangan bercanda yang mulia...!” Teriaknya kencang. Ia menepis tangan kaisar Long Wey yang ingin mengelus pundaknya.” Qira menyuruhku untuk selalu sehat, selalu makan banyak. Ia berjanji akan kembali, mana mungkin ia ingkar janji dan mau meninggalkanku yang mulia, jangan membual padaku...!” Bentaknya lagi. Ia masih ingat surat dariQira yang menyuruhnya selalu sehat dan makan banyak, ia ingat Qira yang berjanji akan kembali. Mana bisa ia menerima apa yang akan terjadi.
“Itu benar yang mulia. Qira tidak mungkin pergi meningalkan kita dia gadis yang kuat...!” Bentak permaisuri Feng.
“Tenanglah. Mari ikuti aku..” Ucap kaisar Long Wey lembut, tak marah ia ketika istri-istrinya memarahinya. Karena ia sadar jika Qira sudah mendapatkan hati istri-istrinya.
“Hikshikshiks.. Qira.” Tangis kedua wanita itu pecah saat melihat mayat Qira. mereka datang sembari memeluk Qira.” Qira kau pembohong. Kau bilang kau akan kembali dan tau mau kami sakit, tapi kenapa kau membohongi kami Qira. bangun Qira..” Teriak selir Xia...
Shu Jin tak berani memeluk Qra. Ia hanya mengelus wajah Qira. ia tau ia siapa, ia hanya pelayan tak punya jabatan sampai suara kaisar Alexon membuat ia mendongak.” Shu Jin. Peluk lah putriku untuk yang terakhir kali, ia pasti akan merindukan pelukanmu. Pelukan pelayan yang membesarkannya.” Ucapnya parau.
__ADS_1
Dengan cepat Shu Jin memeluk Qira dan mencium pipinya.” putri... Kenapa kau pergi?” Tanyanya pedih. Gadis yang ia besarkan telah tiada membuat ia pilu.
Kenzi? Ia mematung ditempat. kakinya gemetar melihat pemandangan itu. Qira dikelilingi oleh orang yang sangat menyayanginya. Ia tak mau mempercayai takdir, apakah takdir begitu mebenci Qira? padahal Qira baru saja memberinya surat tentang ia mencintai Kenzi tapi hanya sebatas kakak.
Kaisar Alexon mengambil nafas dalam. Ia menggigit bibir bawahnya dalam sebelumnya. “ Acara akan segera dilaksanakan.... acara dimana putriku. Puri Zhu Qira Han akan dikediamkan dengan dibakar,,” Ucapnya piluh dengan air mata yang jatuh.
Tangis semua orang semakn pecah. Selir Xia dan selir Feng pingsan membuat kaisar Long Wey menyuruh pelayan membawah mereka kekediamannya, dan sekarang ada Kenzi disampingnya. Ia mendekati Qira. dengan lutut yang terjatih ia menatap Qira. “Qira...” Ia mengelus pipi Qira lembut tak bisa membendung air mata. “Bolehkah aku menciummu untuk yang terakhir kali?” Tanyanya pelan. Ia mengelap air matanya lalu mencium kening Qira dalam menyalirkan rasa kasih sayang. Dengan senyum masam ia melepaskan ciumannya. “Kau gadis terhebat yang pernah aku kenali Qira..” Ucapnya pada Qira...
Sedudah Kenzi. Kaisar Long Woy yang mendekati Qira, ia memang memberi ruang untuk Kenzi sng putra. “Halloo gadis kecilku?” Ucap kaisar Long Wey sembari menyeka air matanya, ia menatap wajh pucat Qira.
“Ayah cengeng ya? Padahal sudah tua.. hehe..” Ia tertawa masang mendengar kata-katanya.” Ayo bangun, aku mau mendengar kau mengejekku gadis kecil..” Ujarnya lagi bagaikan Qira masih hidup.
Kaisar Long Wey mendekatkan dirinya pada Qira. ia memeluk Qira dalam menyalurkan rasa sayang.” Biarkan aku yang menggendong Qira diatas Qira...” Ucapnya lantang membuat orang lain diam.
Kaisar Alex? Ia bahkan tak berfikir sejauh itu. Ia bahkan masih duduk diatas tahtanya. Ia melihat kaisar Long Wey yang mengangkat tubuh Qira dari petih dengan air mata dipipi. “ Biarkan aku yang mengantar putriku ditempat terakhirnya..cuppp..” Ia mencium kening Qira dalam. “Putriku. Putri kecilku...” Gumamnya pelan dengan bibir yang bergetar. sungguh Qira lebih dari anak baginya. Bahkan ia menyayangi Qira sama seperti ia menyayangi Kenzi anaknya.
Kaisar Aleon merasa malu, disini dia ayahnya, kenapa kaisar Long Wey yang memikirkan hal itu. Kenapa ia menjadi ayah yang sama sekali tak berguna untuk Qira? kenaoa...!
“Aku juga akan mengatarkan putriku...” Ucapnya lantang lalu turun dari tahta. Ia mendekati kaisar Long Wey dan mengambil sebagian tubuh putrinya.
Tak ada sahutan dari kaisar Long Wey, karena memang Qira anak dari kaisar Alexon. Ia sama-sama meletakkan Qira diatas kayu yang sudah disusun, dengan air mata tiada henti mengalir. Kaisar Alexon diam menatap wajah Qira. kaisar Long Wey pun diam. “Selamat jalan gadis kecil. Kita akan bertemu lagi nanti cupp..” Kaisar Long Wey mencum pelipis Qira. cupp cup cup.. ia mencium semua bagian wajah Qira sayang, tapi bagian paling dalam adalah dihidung, ia menangis dengan air mata yang menetes dimata Qira. ia tak sanggung melepaskan gadis kecilnya,
Kaisar Alexon melihat itupun terjaru, sayang sekali kaisar Long Weu pada anaknya. “Terimakasih Long Wey..” Ucapnya pada kaisar Long Wey yang baru melepaskan Qira.
“Buat apa?” Tanya kaisar Long Wey serak.
“Karena kau. Qira bisa merasakan bagaimana kasih sayang seorang ayah sebnarnya. Terimakasih.” Ucapnya parau. Ia akui jika ia sudah kalah, kalah talak akan kaisar Long Wey, bagaimana bisa kaisar Long Wey lebih bisa menyayangi Qira jauh melebihi sayangnya pada Qira? siapa ayahnya Qira dan siapa yang lebih menyayangi Qira, ia malu.
Kaisar Alexon mencium pelipis Qira. mata, pipi, hidunya Qira untuk perpisahan. Lalu merka mundur kebelakang. Xian Lii dan Lian Lii bagaikan mayat hidup, tak bergeming. Saat kaisar Alex mengangkat tangan tanda boleh membakar kayu barulah air mata Lian Lii mencucur lagi...
Api semain membesar dengan yang lain menatapi api itu, tubuh Qira semakin lama semakin hangus, bauh tubuh terbakar semakin pekat. Eul dan Ele menangis histeris layaknya adik ditingal kakak, kakak-kakak Qira diam bagaikan patung tanpa Fungsi. Sunggu kejam sekali dunia kepada mereka.
Kaisar Alexin maju satu langkah dihadapan kaisar Long Wey. Lalu maju lagi sampai diatas podion tempat singasananya. Ia menatap kibara api yang semakin membsar berwarna orange itu. Tapi yang membakar anaknya. Ia mengangkat satu tanganya lalu mengpalkannya menuju langit, matanya berkata melihat anaknya. “Aku bersumpah...!” Ucapnya tegas membuat semua mata melihatnya diatas podium itu piluh. Mata mereka semua memerah “ Aku sebagai kaisar Alexon Lii Yuan ayah dari Putri Zhu Qira Han bersumpah diatas Tanah dan dibawah langit, disaksikan oleh seluruh rakyatku dan juga dewa matahari. Aku akan membunuh siapa yang sudah berani membunuh putriku meskipun nyawaku taruhannya...!” Ucapnya lantang.” AKU BERSUMPAH DEMI BUMI DAN LANGIT. MATAHARI SEBAGAI SAKSI BAHWA AKU AKAN MEMBUNUH MANUSIA BIADAB ITU. AKU BERSUMPAH...!” Uacpnya lagi memiluhakan.
“Hidup yang mulia.. Hidup yang mulia...!” Teriak para rakyat melihat kepiluhan hati sang raja. Disana dikelilingi oleh seliruh rakyat kerajaan Langit didepan lapangan khusus untuk tempat kematian keluarga kerajaan.
Kaisar Long Wey pun ikut maju tanpa memijakkan kaki menuju podium. Ia menatap kobatan api yang menghanguskan tubuh Qira.” Aku bersumpah... aku kaisar Long Wrey bersumpah akan membalas apa yang putriku rasakan. Aku bersumpah demi dewa dan langit. “Ucapnya lantang membuat para rakyat kembali bersorak bahagia,
“Aku kaisar Xing juga bersumpah akan membantu kalian kawan...!” Ucap kaisar Xing dari arah gerbang membuat semua orang melihat kesana. Ternyata ia terlambat, sebab dibelakang mereka ada pangeran Iblis alisan Jin Yu.
Kaisar Alexon terhharu melihat orang begitu banyak menyayangi Qira. seterusnya... Xian Lii.. Lian Lii. Semuanya bersumpah apkan membalas apa yang Qira rasakan dan akan menyerang erajaan Barat secepatnya. Percaya lah jika kerajaan Dewa ikut serta untuk melawan kerajaan Barat.
__ADS_1
Dan sekarang bukan lagi kerajaan Lawan melawa kerajaan Dewa, tapi lima kerajaan melawan kerajaan Barat untuk membalas kejahatan kerajaan Barat kerajaan Barat.
Kenapa bisa 5kerajaan? Karena awalnyakan kerajaan Dewa dibantu dengan kerajaan Timur untuk melawan kerajaan Awan. Dan kerajaan Awan dibantu oleh dua kerajaan sekaligus yaitu kerajaan iblis dan Langit, tapi sekarang mereka memiliki dendam yang sama, yaitu kematian Qira. demi Dewa. Xiolenyei tak ikhlas jika Qira mati ditangan kaisar Zauhan. ia saadr jika ia mencintai Qira dan menyayangi Qira. membuat ia membantu kerajaan Langit. Ia melupakan dendamnya pada kerajaan Awan. Nanti jika sudah selesai permasahan qira barulah merka akan menyelesaikan masalahnya lagi.
...
Dengan tubuh dibalutkan mantel bulu kakak Kim mengendong Qira menuju puncak bukit es. Dimana disana akan tingal seorang Qira dan ia. Ia akan melakukan apapun demi Qira. iyaa... katakan saja ia sudah gila, iya.. dia sudah gila. Gila karena cinta. Andai Qira tak mengatakan jika ia mencintai kakak Kim saat itu, mungkin ia tak akan segila ini. sunguh.
Dingin sangat menusuk tubuh dikutub ini, tapi tidak untuk kakak Kim, dingin, tapi tak masalah baginya, apalagi ini demi Qira. sudah sehrian lebih ia menaiki bukit ini membuat ia bertemu satu goa membuat ia tersenyum.” Sayang. Lihatlah, Dewa memberkati kita. disini ada goa..” Ucapnya pada Qira yang sudah kalu.
Ia memasuki goa itu tanpa takut, tapi saat ia masuk membuat ia terkejut, didalam sanaj bukan hanya ada dirinya dan Qira, tapi juga ada satu kakek petapa membuat ia ak enak hati dan memilih pergi saja.
“Siapa kau?” Kakak Kim mendadal diam tak bisa menjawab. kakinya bagaikan tertancap dengan nafas memburuh karena lelah.
Ia memberanikan diri untuk menoleh dan mendaatlan petapa itu berada dibelaakngnya. Mata petapa itu menatap Qira dipekukannya. ‘Sudah Mati’ Gumamnya yang masih sangat didengarkan oleh Kim.
Kakak Kim menatap petapa itu, petapa yang rambutnya sudah memutih, mata biru dan juga sudah sanat tua, siapa dia? Batinnya.
“Maafkan saya sudah mengganggu tuan saya kira goa ini tidak ada yang menempatinya membuat saya masuk saja.” Jelasnya jujur,.
“Apa yang mau kau klakukan disini?” Tanyanya pada Kakak Kim.
Kakak Kim tersenyum tipis.” Saya mau membawa kekasih saya kesini, supaya ia tetap abadi.” Ucapnya membuat petapa itu terkejut.
“Ini bodoh atau gila?” Begitulah batin petapa itu membuat ia menggelengkan kepala.
“Mari duduk disini. Kau bisa tinggal disini bersama ku.” Ucapnya pada kakak Kim.
Kakak Kim menata petapa itu serius” Serius Tuan?” Tanyanya penuh harap, karea dikutub ini itu susah menemukan goa. Apalagi Qira harus ditempat yang memang harus sesuai dengan kebutuhannya.
Kakek itu menganguk.” Letakkan saja kekasihmu disana... dia bisa kau letakkan disana supaya masih tetap abadi,” Ucapnya pada kakak Kim.
Kakak Kim mengangguk penuh harap, ia bahkan tak berfikir jika kakek ini jahat atau baik, yang penting Qira sudah memilih tempat tinggal.
.
.
.
Komen like and vote yey. menuju ENd.
__ADS_1