
Jendral itu mengejar Qira yang pergi kemana penjahat itu tadi katakan. Ia kepo dan kagum akan Qira. ia baru tau jika Qira adalah seorang perempuan, ia pkir Qira tadi adalah seorang pria. Saat sudah berada disamping Qira ia mehat Qira dari samping, tak nampak cemas, hanya saja Qira nampak sedikit menghela nafas sedari tadi. “ Nona...” Gumamnya lagi namun tak digubris oleh Qira.” Saya hanya mau mengucapkan terimakais—“
“Simpan terimakasih mu itu. Sekarang bantu aku mencari anak-anakku.” Ujarnya membuat jendral itu tertegun. Ia menganguk saja karena tak paham. Apa dia ibu dari Heqi dan juga Qeqe? Tapi bukankah ibu mereka sudah meninggal ditujuh tahun yang lalu? Atau dia adalah ibu sambungnya mereka? Pikiranya berkelana meninggalkan tuannya tanpa ia sadari Qira menariknya menuju suatu lembah.
Lembah yang dipenuhi dengan ular, dan itu membuat jendral itu tertegun, ia menatap kebawah, disana ada banyak ular yang berbisah membuat ia tertegun.” U uu ularnya banyak skeali nona..” ujarnya dengam gugup menatap kebawah. Disana ada ular yang bahkan besarnya sebesar pohon kelapa membuat ia meneguk saliva kering.
Qira menatap kebawah dan menatap keatas. Disana ia melihat anak-anaknya ikat dipuncuk gunung oleh beberapa orang, lalu matanya menatap sekeliling, mereka kesana menggunakan apa? Dan ternyata mereka adalah kawanan dari pemilik dari ular ini membuat ia sedikit khawatir dan gusar. “Disana..” Gumam Qira kepada jendral itu membuat jenderal itu menatap arah pandangnya Qra.
Nampak raut wajahnya menadi masam dan tertegun. Disana ada putra mahkota Shen yang diikat dengan tali, dibawahnya ada banyak ular yang melompat untuk memakannya, lalu disampingnya ada Heqi dan Qeqe yang juga diikat dengan tali.. dan yang jadi pertanyaannya dimana lingling? Dan itu membat Qira ngin menangis saat ini. namun ia terus bersabar dan berfkir positip.
“Ayah.. ibu.. tolong..!!” Teriak Heqi keras dikalah itu dengan suara yang putus-putus membuat Qira semakin tak bisa berfikir secara jerni. sungguh ia ingin melompat saja saat ini dan memeluk anak-anaknya erat. Tapi bagaimana jika ia dimakan ular?
“Heqi.. Qeqe,. Shen.. bagaimana ini?” Tanya jendral itu khawatir. Ia meringis melihat merea yang diikat diatas pohon dan didahan dipenuhi dengan ular itu.
__ADS_1
Qira menatap jendral itu tajam.” Kakak Zing... kau jangan teriak ya.. aku akan membantu anak-anakku. “ Ujar Qira membuat jendral itu terkejut lalu menatap Qira dengan tatapan bingung. iya.. dia Jendral Zing.. jendral yang menyayangi Qira. Hanya saja ia sudah menjadi jendral dari kerajaan Barat karena sebenarnya dia itu memiliki adik, dan adiknya berpindah tugas. Jadilah mereka berdua itu sekarang bekerja sama antar kerajaan. Kerajaan iblis dan kerajaan Barat sekarang sudah bersatu dan berkepemimpinan dua.. hanya itu saja kog.
Qira menghentakkan kakinya lalu mengeluarkan ilmu apinya kebawah lembah itu. dan itu membuat ular itu melengkingkan keras karena panas. Qira tak sampai disitu. Ia menentangkan selendang dari hanfunya panjang lalu melompat dari sana, tanganya menahan berat badannya, ujung selendangnya mengait keujung gunung. Tangan kirinya sibuk mengeluarkan ilmu apinya dengan kekuatan besar. Kakinya mengeluarkan ilmu angin membuat ular disana terporak poranda, ada banyak yang hangus dan ada banyak yang mengeling dan mengelinjing.
Namun saat Qira ingin sampai. Selendangnya dipotong oleh orang dari atas membuat ia jatuh.. untung saja saat ia jatuh ia sibuk memainkan ilmu anginnya supaya ia tetap bisa bertahan dan melangkah cepat. Dan ia bisa. Ia bisa mendarat dibatu bebatuan disamping gunung itu bagaikan cicak. Ular dbawahnya menunggu dan mengelinjing ingin menyantapnya namun kaki Qira lebih dulu menedang muncung siapan itu.. ia menginjak kepala ular itu lalu naik. Beberapa kali setengah tangannya mengeluarkan ilmu api supaya ular itu menyingkir.
Disana ada Heqi yang diikat dan dapat melihat ibunya. Ia melihat Qira yang berjuang disana, ada Qeqe juga yang menatap ibunya.” Ibu.. Tolong hik shiks..” Tangisan Heqi pelan dikalah melihat ibunya menantang maut. Ibunya sangat hebat dan kuat membuat ia bangga.
Qra yang mendengar itupun tersenyum dan kembali berjuang. Dan perjuanganya tak sia-sia. Ia sampai keujung gunung itu. Disana ia melihat ada ratusan orang berbaju hitam yang berlambang sakte terate, dan ada Lingling yang berada dipelukan salah satu pria disana. Ia memiliki mata yang sama persis seperti ular, namun memiliki wajah yang sangat tampan, ia cukup dewasa dan juga sangat gagah. Beberapa sisi wajahnya diisi dengan sisik ular.
Salah satu pria yang cukup matang disana maju dnegan seringaian licik.” Kau ibu dari anak yang mana hm? Ambil yang mana anakmu asal kau bisa. Kecuali ini dan itu..” Ujarnya menunjukan Lingling dan putra mahota Shen. Putra mahota Shen nampak sudah sangat lemah, mana tega Qira meninggalkan pura mahkota Shen.
“Nona.. kau sangat hebat memiliki kekuatan seperti itu.. siapa kau sebenarnya?” Tanya dari pria tua disana. Rambutnya sudah dihiasi beberap uban yang mengitari kepalanya. “kau sangat cocok ntuk bergabung dengan sakte kami.. kami membuka pendaftaran untukmu nona..” Ujarnya lagi dengan nada getarnya.
__ADS_1
Qira menatap mereka tajam. Tanpa mereka sadari. Qira memainkan hanfunya. Dan
srap.. Qra berlari dan mendekap tubuh mungil anak-anaknya. Tak lupa putra mahota Shen. Tangan kirinya memotong tali-tali yang ada. Kecepatan mengalahkan angin itu mampu membuat mereka tercengang. Mereka bahkan tak dapat melihat pergerakan Qira.
Namun ketika Qira ingin sampai kedaratan lagi mereka menjulak Qira membuat ia terperosok dan menangkap apapun yang ada disekitarnya..”Ibu..” peliknya Heqi dan Qeqe keras dikalah mendapatkan hal seperti itu. Mereka memekik takut saat ni. Mereka bisa melihat mulut ular yang mangap meminta mereka jatuh. Mereka seakan menunggu jatuhnya mereka.
Tangan Qira menyentu baju yang menonjol disana dan bertahan.” Qeqe.. kau naik keleher ibu nak. Qeqe.. kau peluk erat leher tu. Ibu tak bisa menyangga tubuh kalian. karena putra Mahkota Shen sangat lemah untuk bertahan. Putra mahkota shen. Bertahanlah..” Gumamnya dengan gemetar tanganya menahan berat badan anak-anaknya keras.
“Ibu.. biks hiks..” Heqi menuruti semua arahan ibunya. Begitu pula Qeqe. Menahan tubuhnya dan memeluk Qira erat. Putra mahkota Shen yang lemah memeluk Qira dnegan apa-adanya. jadilah Qira sekarang menjadi penyangga untuk tiga anak sekaligus.
Bolehkah Qira egois terhadap anak orang? Tidak.. karena ia seorang dewi dan ia tau itu. Ia tak boleh egois dan harus berjuang untuk kehidupan anak-anaknya dan orang lain.
“Hahahah.. ternyata kau masih bertahan rupanya..!!” Ujar dari pria tua diatas sana. Diikuti beberapa orang yang ada disana. Mereka menatap Qira penuh dengan kasihan.
__ADS_1
Qira meghela nafas. Ia merasakan bebatuan yang menimpahkan tubuh mereka membuat ia mendongak. Ia bisa melihat jika mereka menginjak-nginjakkan kakinya disana membuat bebatuan berjatuhan menimpah tubuhnya dan anak-anaknya.
Qira menghela nafas kesal.” Kalian bertahan ya.. dan tutup mata kalian. Dekap ibu serat mungkin jangan sampia jatuh. Jikapun kalian buka mata kalian, maka kalian harus menjadi tangguh seperti bu. dengar.. kalian harus menjadi anak yang tanggu. *** boleh cengeng dakalah tertimpah masalah. Harus tenang dan juga berani..” Ujarnya keras kepada anak anaknya sembari mengelak batu-batu itu. Tangannya sudah tak lagi bisa menyangga dengan baik.