Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
permainan menarik


__ADS_3

Dengan langka tegas, mata tajam ia terus menjahui Kaisar Alexon ayahnya.


"Putrii..... " teriak Chao sambil berlari menuju Qira..


"Putri kau tak apa?, Naiklah kepunggungku!, biar ku gendong.mm" Ucap Chao cepat. Oa membungkuk didepan Qira.


"Cepat panggil tabib! " Teriak Chio.


"Tidak apa apa. Aku tidak apa-apa, Aku hanya butuh istirahat... " Jelas Qira yang menolak mereka.


Dengan langkah pasti Wolf menggendong Qira tanpa persetujuannya,. Ia melangkah maju tanpa tau kediaman Qira.


"Hey...! Apa yang kau lakukan..." teriak Qira.


Tapi Wolf sama sekali tak bergeming, masih menggendong aQira " Tunjukan jalannya...." Ucapnya tegas.


Pertunjukan itu disaksikan oleh kaisar dan putra mahkota, ada rasa getir dihati mereka. mata mereka sendu.


'Rasanya sakit melihat adikku digendong orang lain' batin Putra mahkota


.'Maafkan aku Zhizhi, mungkin aku telah membuatmu kecewa tapi hatiku belum terima kau meninggalkanku demi dia ' Batin kaisar.


Kediaman Qira adalah kediaman Barat, letaknya jauh dari kediaman naga, Alasannya Ayahnya tidak mau meliat wajah Qira dari Bayi.


Sesampainya mereka di kediaman Qira dikedianan ini Bisa dilihat, Kediamannya paling keci dari kediaman lain.


Qira dan yang lain masuk, Debu bertebaran dimana mana, sarang laba laba sudah memenuhi kamar ini, '*S*emenjak Putri Qira pergi, sepertinya tempat ini sama sekali tidak dirawat, tak ada yang mengharapkan kehidupanmu putri' Fikir Qira.


"Putri, kau tunggu didepan saja, biar kami membersikan dulu kamar putri..." kata Shu Jin. Ia menatap Qira sedih. Ia tau betapa sakitnya hati Qira yang tak dianggap diistana ini.


"Baiklah, aku akan tunggu didepan" Jawab Qira. Ia melangkah keluar kediaman itu.


Shu Jin memberikan kamar Qira yang dibantu oleh Chao dan Chio. Sedangkan Qira Ia bertedu dibawah pohon Besar didekat kediamannya, kediamannya ini dinamakan kediaman bulan.


Qira yang terlalu lelah tertidur dibawah pohon. Wolf yang melihat pun membetulkan posisi Qira, Ia meletakkan kepala Qira dipangkuannya, Ia menatap Qira dan mengelus lembut rambut Qira. Ia sama sekali tak tahu jika hidup Qira seberat ini, "Wajar saja jika kau tak mudah tersenyum, hanya saja kau orang yang hangat untuk orang orang yang kau sayangi..." Gumamnya.


"Apa kau tau masalah Qira Leon?" Tanya Wolf tanpa memandang Leon. Ia masih pokus melihat wajah Qira.


"Tidak, Dia sama sekali tidak cerita, kami berteman sudah lama, dia merapatkan privasinya dengan rapat, Ku kira Shu Jin adalah ibunya..." ujar Leon sambil menatap Qira. Ada rasa sedih yang mendalam direlung hatinya.

__ADS_1


"Seharusnya Aku sebagai sahabat tahu, aku gagal menjadi sahabat sekaligus kakaknya" Lanjut Leon sedih, Matanya sudah mengalir air mata, sejujurnya ia sudah lama tak menangis, Semenjak ibunya meninggal ia tak lagi tau bagaimana rasanya bahagia, sedih dan menangis, ia hanya tahu marah dan benci. Tapi, semenjak datangnya Qira ia mulai mengenali semua itu.


"Aku tahu!, Semua itu bukan salahmu!, Mulai dari sekarang kita harus menjaga Qira," Ucap Wolf dengan tegas.


"Kau benar, Tak akan ku biarkan siapapun menyakitinya..." Ucap Leon dengan samangat 45.


"Putri... Kediaman putri sudah bersih..." Ucap Shu Jin yang menemui Qira. Ia menatap Qira yang tertidur dipangkuan Wolf. Wajahnya damai dan tenang.


"Baiklah Ayoo." Jawab Wolf, Ia mengangkat Qira dan menggendongnya menuju kekamarnya. Ia sama sekali tak berniat membangunkan Qira.


Sesampainya dikamar ia hanya melihat kasur tak layak pakai. Bahkan kasur itu sangat keras, lebih mirip dengan balok kayu. hanya ada bantal.


"Apa ini kasur Qira?" Tanya Wolf dingin.


"Benar tuan, Ini kasur Qira dari kecil.." Jawab Shu Jin dengan suara sedih.


"Baiklah. Kau pergilah dari sini. Tinggalkan aku. Wolf dan Qira disini" Sahut Leon.


"Tap--"


"cepat. Tidak ada bantahan. Kami tak akan melakukan apapun dengan Qiqi..." Jawab Leon. ia tahu mereka berfikir aneh aneh.


"Baiklah...." Dengan ragu. Shu Jin yang di ikuti Chao dan Chio pergi kedepan kediaman.


Wolf sebenarnya ragu, Tapi ia tak punya pilihan lain. ia meletakkan Qira ditubuh Leon. (disisinya Leon).


Taklama kemudian


Tok tok tok....


Ada ketokan di pintu kamar. Wolf bergegas kedepan Pintu dan membukanya


."Ada apa? " Tanya Wolf.


"Maaf tuan. Saya tabib istana nama saya Xuali. Saya ditugaskan untuk melihat keadaan putri Qira" Ujarnya. Tabib ini memiliki umur setengah abat mubgkin. Atau lebih.


"Baiklah tunggu sebentar..." Jawab Wolf. ia juga kasihan melihat luka Qira. Padahal Qira sama sekali tak terluka cxcxcx..


"Qiqi bangunlah, ada tabib yang akan mengobatimu...."Wolf yang membangunkan Qira.

__ADS_1


Qira mengerjapkan matanya. Ia melihat ada leon disampingnya, "Tabib? "Tanyanya.


"Iyaa. Dia dari istana katanya..." Jawab Wolf yakin.


"Baiklah, suruh dia masuk" Ucap Qira.


Dengan langka pasti Wolf keluar dan menyuruh tabib Xuali masuk. Ia diikuti 5 Pelayan dibelakangnya.


"slSalam kepada putri" Ucap tabib dan pelayan pelayang itu hormat.


"Hnn...." Gumam Qira. Ia melihat mereka, ia mulai melihat apa yang difikirkan mereka dan tujuan mereka datang kesini. Senyum Sinisnya mengembang.


"Perkenalkan nama saya Tabib Xuali. Tabib dari istana untuk mengobati luka tuan putri. Dan ini adalah pelayan yang diutuskan untuk menyiapkan keperluan putri".


'sejak kapan Kaisar perhatian kepada putri' fikir Shu Jin


Crasss........


Tampa pikir panjang Qira memenggal kepala salah satu pelayan disana dengan pedang. Entah dari mana, Mereka sama sekali tak tahu. Kepalanya menggelinding di kaki mereka, muka mereka terkena darah pelayang itu, bau amis sudah tercium.


Suasana mencekam, bahkan mereka semua gemetar ketakutan, ' *M*engapa ia memenggalnya. apa salahnya" Batin mereka.


'*S*ejak kapan Qiqi menjadi kejam, Dia bukan Qiqi " Batin Shu Jin Chao dan Chio.


"Itu akibatnya jika kalian berniat membunuh atau menyakitiku!. Jangan harap kalian bisa membunuhku dengan racun busuk kalian itu..." ujar Qira tegas. Ia menatap mereka dengan tajam nan dingin bagaikan bisa membekukan apapun dihadapannyam


Mereka semua menggigil ketakukan. Bagaimana bisa putri yang dulu lemah dan penyakitan tahu bahwa mereka ditugaskan membunuh dan memberi racun?.


"Kalian saya beri kesempatan hidup. saya tahu kalian mata mata kaisar... " Ucap Qira sambil menunjuk 4 pelayan tersisa " Dan kau adalah utusan dari selir Mei, Kau ditugaskan untuk menabur obat dilukaku supaya terinfeksi dan menjadi luka yang mengerikan bukan. ? Setelah itu kau akan membunuhku dengan racun supaya kematianku tak diketahui orang Bahwa aku mati karena selir Anjing itu" Jelas Qira dingin.


Tabib Xuali gemetar ketakutan. Ia terduduk lemas " Mohon ampun putri, saya salah, maafkan saya, saya hanya ditugaskan oleh selir Mei... " Ucapnya gemetar. Ia mencium lantai untuk memohon ampunan.


"Baiklah. Kau bilang kepada selir Mei. bahwa kau sudah melakukan tugasmu, Haha aku Hanya ingin sedikit bermain main kepada mereka..." Ujar Qira dengan wajah yang sulit di artikan.."Jika tidak. Mungkin keluargamu tak akan mampu melihat dunia yang indah ini lagi...."Lanjutnya dingin


"Ba baik putri...." ujar tabib. Sedangkan para pelayan yang tersisa gemetar. apa yang akan dilakukan putri? apakah mereka juga akan dibunuh?.


"Dan kalian sebagai mata mata kaisar. lakukan sesuai tugas kalian. Katakan saja apa yang kalian lihat. Tapi jika secuil saja kalian memenyentu atau mengusik ketenanganku. Jangan salahkan aku jika nasib kalian sama dengan teman kalian..." Ucap Qira tegas.


"Ba baik putri..." Jawab mereka terbata-bata dengan agak serentak.

__ADS_1


"Ahh yaa... Katakan kepada kaisar. Kita akan memulai permainannya..." Ucap Qira dengan senyum yang sulit di artikan.


Semua orang tak dapat mengenal Qira yang sekarang. Mereka tak tahu apa yang ingin dilakukan gadis itu. Muka itu? senyum itu?.


__ADS_2