
“Bajinga*n kurang ajar kau...1” Qira marah dengan tubuhynya semakin panas.
Ia mengeluarkan pisaunya dari balik baju.
Slap..
Slap..
Karena panas ditubuhnya membuat serangan itu tak satupun terkena Xiolenyei. Ia menggaruk tengkuk nya yang panas dan geli.. ia mengerang kepanasan dan menahan gejolak yang tak bisa Qira jabarkan.
“Hhhahha...” Xiolenyei tertawa keras melihat Qira seperti itu. Ia menyerungai dengan mengigit bibir bawahnya. Ia mendekati Qira dengan gaya elegannya membuat Qira menutup kepalanya.
“Jangan men aghhhkkk. Mendekat baj bajjinggan...!” Teriak Qira sembari mengusap tubunya.
Qira menghentakkan kakinya lalu menyalurkan ilmu apinya kepada Xiolenyei. Dengan muda pula iolenyei menghindar lalu memeluk tubuh Qira.” Dapat.. kau akan menjadi milikku tunanganku.. Cup..” Ia mencium bibit tipis Qira.
Mata Qira berkabut. Ia tak memiliki akal sehat. Bubuk perangsang ini sangat bekerja dengan baik. Ini bahkan sangat kuat membuat Qira menggerang dan meminta lebih dalam ciuman itu.
Disela ciuman itu Qira tak sadar jika ia dibawah kesuatu tempat. Lebih tepatnya disebuah pondok. Didalam sana bauh dufa sangat kental. Dufa itu adalah wangi-wangian perangsang untuk pengantin baru membuat Qira semakin panas. Ia bahkan menggeiat dengan tak tahan pada tubuhnya.
Otaknya berkata jangan sentu aku. Tapi tidak dengan tubuhnya. Ia mengoleh kekanan dan kekiri. Qira tak tahan. Ia tak bisa seperti ini.
ughhhhhhh. Qira melenggu. Ia memukul dada Xiolenyei saat nafasnya tersengkat membuat Xiolenyei melepaskan pangutanya. Ia menatap Qira dengan menyalah.
Ia membanting tubuh Qira diatas ranjang yang sudah diberi bubuk perangsang. Semua nuansa itu ada bubuknya membuat ia juga berkabut. Ahh, ia bahkan terkena membuat Qira setangah mati menolak. Ia bahkan memukul kepalanya sendiri karena meminta kesadaran.
“Jangan mendekat Settan...”! Teriak Qira susah.
Keringatnya sudah mencucur dipelipis, dahi dan juga lehernya membuat Xiolenyei semakin berkabut.
“Kau menolakku didepan banyak orang...! Aku akan mendapakanmu. Mendekatlah..” Xiolenyei merangkak menaiki kasur.
Qira kalap. Mengarang. Tubuhnya tak bisa menolak Xiolenyei. Ia bahkan mendekat lalu mencium bibir Xiolenyei dengan rakus membuat Xiolenyei juga membalasnya. Xiolenyei mengelus punggung Qira dengan satu tanga, sedangkan tangan lainnya menahan tenggkuk Qira supaya ciuman itu semakin dalam.
Uggh..
Qira melenggu saat Xiolenyei mencium dan sedikit menyedot dibagian leher putih Qira. Qira meremas kepla Xiolenyei.
Tapi sesaat setelahnya.
Brak..
Pintu itu diterjang oleh seseorang dengan mata yang menyala marah. “Lepaskan istriku...!” Bentaknya. Ya, dia adalah kaisar Zauhan. Matanya menyalah dengan marah. Ia sedari tadi mencari Qira karena khawatir. Dan ia.mendengar suara Qira digubug membuatnya mendekat.
Qira melepaskan ciuman itu.” To tOlong.. Tolong..” Ia tak bisa menahan diri lagi. Ia bahkan ”Tunggu pembalasanku...!” Ia pemukul dada dan tubuhnya sendiri. Ahh, ia sangat lemah dan juga rapuh saat ini membuat kaisar Zauhan semakin marah.
Kaisar Zauhan memasuki rumah itu lalu langsung memberi satu pukulan tepat pada kepala Xiolenyei. Xiolenyei yang saat itu jga terpengaruh obat juga menyerang kaisar Zauhan.
Dengan mengibaskan tanganya saja. Xuolenyei menabrak dinding.
Xiolenyei bangkit dengan melawan kaisar Zauhan. Tapi sayangnya dengan mudah kaisar Zauhan menedang perutnya membuat ia memuntahkan darah segar. Matanya menyalah dengan menatap kaisar Zauhan. Ia berdiri lalu pergi keluar dari gubuk itu.
“Jangan kabur kau...”
“Tolong..” Kaisar Zauhan yang tadinya mau mengejak Xiolenyei menjadi berhenti saat mendengar suara tersiksanya Qira. ia kembali lalu mendekati Qira.
Qira kabut mata. Ia memeluk kaisar Zauhan lalu menciumnya rakus membuat kaisar Zauhan menegang. Kaisar Zauhan baru sadar jika Qira sedang terpeharuh obat perangsang. “Qira... Lepas..” Gumamnya.
Qira tak mau melepaskannya. Akal sehatnya hilang, yang ada hanya nafsu. Obat itu sudah bereaksi sepenuhnya ditubuh Qira. yang ada ditubuhnya saat ini hanya nafsu.
Dengan cepat Qira menahan kaisar Zauhan. Ia tak mau melepaskan kaisar Zauhan. Tapi kaisar Zauhan memberontak tanpa sadar dengan dufa dan bubuk perangsang disekitarnya. Sedikit demi sedikit ia ikut terangsang membuat ia membalas ciuman Qira.
__ADS_1
“Maafkan aku... aku akan tangung jawab...!”
Itulah kalimat yang kaisar Zauhan katakan.
Malam iitu adalah malam dimana kaisar Zauhan mengambil kesucian Qira dengan kalap mata, begitu juga dengan Qira. ia bahkan tak sadar dengan tubuhnya sendiri. Tapi setiap kaisar Zauhan meminta lebih. Ia pasti akan berpamitan dan melakukanya dengan lebut. Membuat Qira semakin kalap mata.
(Maaf kyun author yang nggak bisa jabarain terlalu jauh. Soalnya dosa author udah banyak, nggak kuat mau menanggung dosa para pembaca juga. Dan pada intinya ini bagian cerita. Maaf kyun, jika sedikit melenceng dari yang awal. Tapi ini bagian dari Endnya nanti. Jadi sabar sampai habis ya.. soalnya OTW menuju End hehe..)
“Sepertinya keluar dari rencana Tuan..” Ucap pria yang menjadi pelayan tuannya ia melihat kejadian Qira sedar tadi. Bahkan bisa dikatakan jika ini adalah rencana mereka.
Rencana mereka itu adaah membuat Qira melakukannya dengan Xiolenyei dan membuat perperangan antara Xiolenyei dan kaisar Zauhan, dan pada akhirnya Qira kembali pada kaisar Zauhan.
“Mau bagaimana lagi? Kita tidak mungkin memunculkan wajah pada mereka bukan?” Tanya sang tuan yang juga sedikit kesal.
“Tapi dengan ikatan mereka seperti ini pasti akan membuat Qira semakin berharga dimata kaisar Zauhan dan tak akan membiarkan Qira pergi begitu saja. Kita hanya tinggal membuat Qira diperebutkan saja. Kita hanya menunggu perperangan itu terjadi...!”
Tuannya menyeringai kejam. “Kebetulan yang menguntungkan..” Gumamnya sembari menatap hal yang terjadi.
.
.
.
.
Qira menggeliat saat sinar mata hari menyerangnya. Ia bisa merasakan jika tubuhnya seperti tertimpa beton yang beratnya bertonton. Ia bergerak gelisah dan baru sadar jika ada tangan yang membelitkan perutnya dan kakinya yang dibelit secara erat. Tubuhnya terkunci dibawah selimut yang sama.
Dudghhh..
Qira merasakan janjungnya berdetak satu kali namun terasa jatuh berkeping-keping. Ia menatap kesampingnya dengan takut....
Hancur..
Kalimat itulah yang sekarang terlintas dibenaknya. Hancur lebur. Ia mengingat malam tadi, ia ingat dengan cepat dikala ia meminta kepada kaisar Zauhan, ia ingat dimana ia yang mencium kaisar duluan dan kaisar Zauhan yang mengambil kesuciannya.
Bugh..
“Dasar sialan. Pergi kau dari disini...!” Teriak Qira setelah menendang kaisar Zauhan hingga membuat nya tersungkur.
Kaisar Zauhan yang tersungkur karena terkejut itupun bangkit lalu menatap Qira.” Ada apa?” Tanyanya. Ia bahkan tak ingat apa yang terjadi semalam.”Ada apa Qira?” Tanyanya serak.
Qira menahan selimut ditubuhnya. Ia mau menangis, tapi air matanya enggan untuk keluar. Ia mematung dengan tubuh yang sangat keram, tapi hatinya lebih keram lagi.
Kaisar Zauhan yang baru sadar akan dirinya yang tak mengenakan sehelai benangpun mematung. Ia mengingat kejadian semalam membuat ia membulatkan mata. Ia baru tau apa yang membuat Qira marah.
“Qira... Maafkan aku, aku..”
“Diam...!”
Qira menahan sesak didadanya. Ia tak bisa menyalahi kaisar Zauhan. Karena itu kehendaknya. Kaisar Zauhan hanya menolongnya dan masuk jebakan Xiolenyei. Ia harus bersyukur atau marah? Bersyukur karena xiolenyei tak mendapatkan apa yang ia kehendaki atau marah karena kaisar Zauhan yang menghilangkan kesuciannya?
“Qira..”
“Aku bilang diam.. pergi kau dari hadapanku..!” Teriak Qira. ia sangat malu dan juga marah.
Kaisar Zauhan mematung, ada rasa bersalah yang menyergap dihatinya. Ia mau mendekat tapi tertahan. Ia mau mengatakan pada Qira, tapi Qira sekaan enggan menatapnya. Ia harus apa? Ia memungut pakaiannya lalu memakainya.
Qira memungunginya dengan bahu yang bergetar membuat hati kaisar Zauhan tersayat-sayat.”Maafkan aku,..” Ia memeluk Qira dari belakang.
Qira memberontak..” Kau jahat.. Kau kejam Zou. Kenapa kau menerima ajakanku semalam,,” Ia menangis dengan terisak.
__ADS_1
“Aku tak tau. Aku terpengaruh obat Qira... Tapi aku berjanji akan bertangung jawab. Jangan menangis...” Kaisar Zauhan merasakan bahagia. jujur saja, ia sangat bahagia bisa memiliki Qira seutuhnya, tapi ia juga merasakan sakit saat melihat Qira seperti ini. ia tak suka, ia benci Qira yang menangis seperti ini.
Qira tak bergeming. Ia tau yang salah disini bukan hanya kaisar Zauhan saja, tapi juga dirinya. Ia tak bisa hanya menyalahkan kaisar Zauhan, karena dirinya juga sangat bersalah..
..
Setelah kejadian itu membuat Qira menjauhi kaisar Zauhan. ia lebih banyak diam, ia tak tau akan jadi apa hidupnya. setiap malam dia menangis, sedangkan kaisar Zauhan tak bisa berbuat banyak. Ia bahkan selalu mendapatkan serangan dari Qira membuat dirinya kualahan.
“Hari ini kita akan kembali keistana..” Ucap kaisar Zauhan pada Qira yang hanya mengaduk-ngadukkan makanannya.
Qira tak bergeming, kecerianya hilang, wajah datarnya menjadi kosong. Ia hanya menganguk atau menggeleng saja jika ditanya.
“Kau mendengarkanku? Apakah Yuan akan mengikuti kita?” Tanya kaisar Zauhan yang masih gencar mencari tofik pembicaraaan.
Qira ta menjawab. Ia masih diam tak mau bicara membuat kaisar Zauhan tak tau harus apa.
Kaisar Zauhan memegang tangan Qira lalu mengengngamnya. Matanya penuh dengan ketulusan.” Mafkan aku..! aku tak tau harus apa? Apakah kau bisa mengendalikan suatu hal dimalam itu? Tidakkan? Begitu juga dengan aku, aku tak bisa mengendalikanku,. Tolong jangan membuat aku seperti ini, kau menyalahkanku disebelah disi saja. Tolong mengertilah Qira...” Ucap kaisar Zauhan frustasi.
Qira diam tak bergeming, dia diam karena ia tau dimalam itu tak ada yang salah, ia diam karena tak tau harus berkata apa. Menyalahkan takdirkah? Atau menyalahkan Xiolenyei? Ia tak tau. Ia tak bisa berniat apa-apa. Ia kan membunuh Xiolenyei dengan tanganya sendirinya. Ia berjanji akan hal itu.
“Hey Qiraa... Apa yang kau takutkan? Kita sudah menikah. Aku akan selalu berada disisimu selamanya. Aku akan bertanggung jawab dan melindungimu setiap waktu, jadi jangan seperti ini, jangan membuatku takut. Aku tak suka kau hidup tanpa jiwa seperti ini.” ia menangkup wajah Qira dengan tangan kekarnya.
“Kau seorang kaisar. Aku tak suka berbagi, aku tak mau dkhianati, aku tak mau ada selir, aku tak mau ada orang ketiga diantara kita. Apa kah kau bisa melakukanya untukku?” Tanya Qira lemah.
“Tentu. Aku bisa, aku tak akan mencari perempuan lain dari padamu.aku mencintaimu Qira, tolong beri aku kesempatan untuk mengisih ruang dihatimu.” Kaisar Zauhan menyatukan keningnya dengan kening Qira.
“Jika kau mengangkat selir ? atau itu permintaan rakyatmu?” Tanya Qira menerpa wajh kaisar Zauhan.
Kaisar Zauhan menatap mata Qira lekat..” Bahkan aku akan turun tahta disaat itu juga. Demimu dan untukmu.”
Qira memeluk kaisar Zauhan yang sudah memilikinya seutuhnya. Ia menangis dengan diam.” Aku akan menerimamu. Tapi jika kau mengkhianatiku atau membawa selir, maka aku akan pergi. Bahkan aku lebih baik mati.”
Kaisar Zauhan meletakkan kepala Qira didadanya dengan tersenyum tipis.” Tidak akan. Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Aku akan setia Qira... Jangan menangis..”
Qira mengeratkan pelukanya. Ia tau jika hatinya mulai merasa nyaman dengan kaisar Zauhan, tapi rasa takut direlung hatinya membua ia tak berani melangkah lebih jauh pada kaisar Zauhan. “Aku mencintaimu Qira.. Cup..” Kaisar Zauhan mencum pelipis Qira dalam-dalam. Menikmati da menghayati dengan hatinya.
Kaisar Zauhan lega saat Qira sudah menerimanya. apakah kejadian alam itu adalah penyatu mereka? Entahlah, tapi yang pasti kaisar Zauhan sangat mensyukuri hal itu.
Sedangkan Qira? dia mau membenci kaisar Zauhan, tapi ia tak mau jika dirinya menyesal dikemudian hari. kaisar Zauhan harus tanggung jawab, karena ia menyiapkan kesuciannya untuk suaminya, dan skeraang Qira melakukan hal ini untuk suaminya. Ia akan berusaha untuk menerima kaisar Zauhan.
Jika dengan marah akan membuat ia seperti semula, ia tak keberatan, karena itu ia memilih memaafkan dan menerima apa yang terjadi dengannya
....
.
.
.
Ada yang nggak Suka? sebenarnya udah mau End. karenanya udah kayak gini hehe...
.
.
.
.
Like komen and vote yaa....
__ADS_1