Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 10.


__ADS_3

Valen memiliki rencana untuk memberikan cincin itu


sebelum acara pesta perayaan di Bagaskara hotel. Tetapi ia ingin memberikan


kepada Anin dengan suasana yang berbeda dan dengan tempat yang tidak biasa.


Revan menyarankan untuk mengadakan dinner romantis dan


selain memberikan cincin itu, Revan juga saran supaya Valen melakukan lamaran


ulang supaya ia bisa tahu seberapa dalamnya cinta Anin kepada Valen, secara


selama ini Valen selalu dibela oleh Anin.


Valen setuju dengan ide Revan serta menerima usulan untuk


mengadakan acara kejutan itu di salah satu hotel milik ayahnya yaitu Weston


hotel and resort, yang merupakan tempat termewah dan termahal di Indonesia. Konsep


resort pinggir pantai menyatu dengan mall, hotel dan apartement yang merupakan


tempat kalangan jetset, dimana harga makanannya mencapai puluhan juta rupiah


dan hanya orang tertentu yang memiliki kartu akses yang bisa masuk. Valen yang


ingin segera mewujudkan mimpinya memberikan kejutan kepada Anin langsung


meminta Revan untuk mengantarnya kesana.


Valen langsung turun dari mobil, dan menyuruh Revan


meninggalkannya karena Revan baru saja menerima panggilan telepon dari tuan


Willy untuk menjemputnya di Bandara, sehingga mau tidak mau Revan harus


meninggalkan Valen di teras lobby Weston resort.


Valen dengan langkah penuh percaya diri mencoba untuk


memasuki Weston resort tapi langkahnya dihentikan oleh sekuriti yang berjaga di


depan pintu lobby meminta kartu akses untuk bisa memasuki resot dengan harga


termahal itu.


“Maaf pak, kartu akses saya terbawa oleh asisten saya,


dan dia sedang menjemput ayah saya, pak Willy Weston, pemilik Weston grup.”


Kata Valen dengan penuh percaya diri, tapi tentu saja ucapannya tidak dipercaya


oleh petugas sekuriti itu, dan kemudian mencemoohnya dnegan kata kata sarkas.


“Ha ha ha saya juga anak dari pak Willy, kalau semua


mengaku anak pak Willy, mungkin pak willy itu anaknya banyak sekali, mas!”


cemooh salah satu petugas sekuriti itu dengan wajah mengejek.


Valen hanya terdiam, ia tadi juga lupa untuk meminta


kartu akses kepada Revan, karena tadi Revan juga terburu buru ingin menjemput


ayahnya.


“Ada apa ini? Saya hendak masuk ke dalam, kalian malah


menutupi jalan untuk masuk.” Kata seorang laki laki yang tinggi dan tampan.


“Oh pak manager Ruben, biasalah, pasti ada orang yang mau


masuk tanpa menggunakan kartu akses.” Kata sekuriti itu menjelaskan.


“ Ya diusir aja, gampang kan?” kata manager itu dnegan


sombong.


“ Tapi orang ini mengaku anak dari tuan Willy, pak


manager!” kata sekuriti itu dengan penuh hormat kepada pak manager itu.


“Halah, itu pasti kebohongannya saja, sudahlah! Usir saja


dan lakukan tugas kalian seperti biasa.” Kata manager itu sambil melenggang

__ADS_1


masuk ke dalam, sedangkan Valen masih ada di sana dan hanya bisa menggelengkan


kepala, untung saja ayahnya belum mengesahkan keberadaannya, jadi ia bisa


mendapati orang orang yang bakal jadi benalu di dalam perusahaannya. Orang


orang seperti ini harus diberantas sampai ke akarnya supaya tidak menghambat


perusahaannya kelak.


“ Sudahlah mas! Masnya keluar baik baik saja, jangan


sampai kami harus melakukan kekerasan.” Kata sekuriti itu dengan nada tegas,


membuat Valen hanya bisa menyingkir dan mengangkat teleponnya guna menelepon


Revan. Revan pun mengetakan bahwa dirinya dan tuan Willy sedang dalam


perjalanan ke sana karena tuan Willy juga ingin bertemu dengan Valen. Dan Valen


diminta menunggunya, sedangkan Revan pun langsung menelepon GM hotel itu untuk


mengantar Valen menunggu di ruangan CEO.


Dengan tergesa GM hotel itu segera turun dan menemui


Valen yang masih menunggu di teras lobby dengan diacuhkan oleh para sekuriti


hotel itu.


“Tuan muda Valen!” sapa sang GM dengan nada hormat,


membuat Valen yang sedang menunggu ayah dan asistennya jadi menoleh kea rah


orang yang menyapanya. Sedang di belakang pak GM, para sekuriti juga membungkuk


menghormati GM yang tiba tiba turun kebawah. Raut terkejut tak dapat mereka


sembunyikan kalau ternyata GM yang mereka hormati malah menunduk penuh hormat


kepada orang yang mereka usir.


Valen yang masih diam saja tidak menanggapi sapa dari


“Tuan muda, saya diminta tuan Revan untuk mengajak anda


menunggu di ruangan tuan Willy.” Kata sang GM yang belum Valen ketahui namanya.


‘ Tapi saya tidak memiliki kartu akses untuk masuk ke


dalam.” Sindir Valen dengan nada santai.


“Anda adalah tuan muda kami, mana mungkin kami akan


meminta kartu akses kepada anak pemilik tempat ini?.” Tanya sang GM dengan nada


heran.


“  Tadi saya diusir


karena kartu akses saya dibawa oleh asisten saya, si Revan!” jelas Valen sambil


menunjuk para sekuriti dengan dagunya, membuat sekuriti di Weston resrt menjadi


bergidik ngeri, ternyat orang yang mereka ejek itu adalah anak dari pemilik


tempat ini.


“Maaf.. maafkan kami tuan! Kami tidak tahu kalau anda itu


anak tuan Willy!” kata sekuriti yang tadinya mengejek Valen.


“Katanya kamu juga anaknya tuan Willy!” sindir Valen


lagi.


“ Maaf tuan, saya tidak berani.” Katanya sambil berlutut


memohon pengampunan kepada Valen, tapi Valen hanya bisa menatap orang itu dengna


tatapan dingin dan datar, sehingga sang GM yang bernama Afgan langsung mengambil


keputusan untuk memecat kedua sekuriti itu.


“Pak Afgan, anda juga punya pegawai bernama Ruben kan?”

__ADS_1


tanya Valen dengan nada dingin.


“Oh iya benar, apakah tuan muda mengenalnya?” tanya sang


GM dengan nada hormat.


“Tidak! Orang itu tadi yang memprovokasi mereka untuk


mengusir saya, rasanya tidak adil kalau sekuriti ini dipecat sedangkan dia


tidak.” Kata Valen dengan dingin tapi sebelum sang GM menjawab, tuan Willy dan


Revan datang menghampiri Valen yang masih saja berada di teras lobby.


“Nak, kamu kan ayah suruh menunggu di ruangan CEO.” Kata tuan


Willy dengan nada berwibawa, ia tidka suka melihat ada bawahannya yang berani


menghina anak tunggalnya itu.


“ Valen sedang mengurus pegawai ayah yang tidka beretika.”


“Ayo, ayah juga ingin mendengarnya. Kita akan berbincang


di ruangan ayah!” kata Willy sambil mengajak semua untuk naik ke ruangan CEO.


Mereka semua mengikuti tuan Willy untuk naik ke ruangan


CEO, dan menjelaskan semuanya di sana termasuk juga Ruben yang tadi menghina


Valen sebegitu rupa. Dan langsung memecatnya tanpa mau mendengar alasan yang


diungkapkan oleh Ruben dan kedua sekuriti tadi, peritiwa itu membuat Willy


mendesak anaknya agar mau dipublikasikan supaya tidak akan ada lagi orang yang


menghinanya.


“Ayah sudah pernah bilang untuk segera mempublikasikan


kamu sebagai pewaris ayah, tapi kamu selalu menolak!” kata Willy dengan kesal.


“Ayah, saya masih belum terbiasa, biarlah saya banyak


belajar dahulu dengan Revan agar saya lebih paham dengan dunia ayah.” Katanya dengan


santun tapi terkesan jauh, ya Valen masih merasa canggung berada di dekat


ayahnya, karena ia masih saja belum bisa mengingat dnegan jelas apa saja yang


ia pernah perbuat dnegan ayahnya ini.


“Ayah rasa kamu harus check up  ersama ayah ke Singapura untuk menyembuhkan


amnesia kamu! Ayah juga ingin kamu mengingat semua kenanagan kita.” Kata Willy


dengan nada sendu.


“Akan Valen pikirkan, biarlah sementara ini Valen mengurus


keluarga terutama melindungi istri Valen terlebih dahulu.” Kata Valen dengan


tegas.


“Ayah sudah mendengar semuanya dari Revan, ayah akan


membantu kamu untuk membuat keluarga Bagaskara itu bertekuk lutut kepadamu.” Kata


Willy dnegan nada geram.


Valen hanya diam dan mengangguk, kemudian setelah mereka


mengatur reservasi untuk acara kejutan untuk Anin, Valen langsung meminta


diantarkan pulang karena hari sudah sore, Anin pasti sudah sampai ke rumah.


Valen sudah tidak sabar menanti besok malam dimana acara kejutan itu di helat.


.


.


.


 TBC

__ADS_1


__ADS_2