Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 49.


__ADS_3

Rencana tinggal rencana, seharusnya Vallen dan istrinya akan berada di Singapura selama satu minggu, selain untuk menjalankan terapi mereka juga Rencananya akan melakukan honeymoon yang tertunda. Tetapi karena adanya masalah yang muncul di Bagaskara grup juga di perusahaan Vallen, yaitu Weston Group, jadi Vallen memutuskan untuk segera pulang ke Indonesia.


Apalagi Papa dan Mama Anin yang mendengar kasus yang terjadi di Bagaskara grup mendesak Anin untuk segera pulang. mereka yang masih belum tahu tentang status Vallen menganggap bahwa Anin itu bisa naik jabatan karena kemampuannya sendiri. zpadahal saat ini Bagaskara grup sama sekali tidak memiliki kontribusi yang lebih besar daripada apa yang saat ini dimiliki oleh Vallen.


Papa dan Mama Anin sangat senang karena sekarang jabatan anaknya lebih tinggi daripada keponakannya. mereka merasa bahwa Anin akan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi setelah dia menjabat menjadi CEO.


" Maaf ya Sayang kalau besok kita harus pulang Padahal rencananya Mas pengin ngajak kamu honeymoon di Singapura ini, selain memanfaatkan waktu Mas untuk berobat dan terapi, Mas juga ingin supaya kita benar-benar menjadi suami istri yang sebenarnya." kata Vallen dengan tegas, tapi perkataan Vallen itu membuat Anindia menjadi malu karena ini mengindikasikan bahwa suaminya ini ingin segera mendapatkan haknya. Tentu saja Ini bukan hal yang salah karena memang sah-sah saja kalau suaminya ini ingin Anin melayani dirinya sebagai istri yang seutuhnya. Tapi sejujurnya Anindia masih bingung bagaimana dia memulai untuk melayani suaminya ini.


" Ga apa apa sih mas! Kalau masalah hak mas sebagai suami.. ehm.. Anin pasrah saja. Dimana saja mas mau, Anin sebagai istri tidak akan menolak untuk menyerahkan hak Mas." kata Anindya dengan nada yang sangat Lirih, terus terang saja dia mengungkapkannya dengan malu-malu, bahkan pipinya udah merona karena tidak bisa menutupi rasa malu yang timbul gara-gara ucapan vulgar yang dia katakan kepada suaminya itu.


" Jadi kamu mau kalau mas, malam hari ini melakukannya sama kamu?" tanya Vallen dengan hati yang berdebar-debar, dirinya adalah seorang laki-laki yang normal, selama ini dia menjaga kehormatan Anin karena dia merasa belum layak.


Dia bukan suami yang bisa menafkahi istrinya pada waktu itu. Tapi sekarang tentu kondisinya sudah berbeda, dirinya adalah seorang laki-laki sejati yang juga membutuhkan kehangatan dari istrinya itu.


Kecantikan istrinya seringkali membuat dirinya lupa diri, dari dulu pun dia kerap menahan diri untuk tidak melakukan hal yang melebihi batas. Tentunya Vallen tidak akan melewatkan acara yang sudah dia nanti-nantikan sejak dahulu, dengan izin dari istrinya yang masih tampak malu-malu dia memulai apa yang belum pernah dirinya coba sejak dulu.


Anggukan dari istrinya yang malu-malu itu membuat Vallen menjadi bersemangat. ini berarti Vallen sudah mengantongi izin untuk melakukan yang lebih jauh kepada istrinya.


" Mas mulai ya sayang..." kata Vallen meminta izin sebelum melakukan yang lebih jauh, karena saat dia sudah on, otomatis dia sudah tidak bisa lagi berbalik.

__ADS_1


Vallen memulainya dengan sangat lembut karena dirinya tahu ini juga kali yang pertama bagi istrinya. Ciuman lembut di bibir istrinya yang manis mulai menjadi semakin menuntut, tangan Vallen yang tadinya hanya memeluk sekarang sudah mulai membelai daerah terlarang dari istrinya.


Anindya yang tadinya nya terlihat pasrah mulai mengalungkan kedua lengannya di leher suaminya, pertanda bahwa dia menyerahkan seluruh permainan itu ke tangan suaminya.


Mungkin benar keduanya masih belum memiliki pengalaman di dalam hal seperti ini, baik Vallen maupun istrinya belum pernah melakukan hubungan intim terhadap lawan jenis. Jadi bisa dibayangkan betapa kakunya Anin dalam menanggapi keintiman yang dilakukan oleh suaminya. Mungkin kalau laki-laki dia akan lebih gampang mengalir begitu saja mengikuti hasrat yang yang ada di dalam pikirannya.


Anin berusaha untuk melayani apa yang suaminya inginkan, walau dengan malu-malu dan tindakan-tindakan yang kaku. Vallen sadar ini yang pertama buat istrinya jadi dia harus bertindak sangat hati-hati untuk bisa merobohkan benteng pertahanan yang dimiliki oleh istrinya.


Benar saja saat terjadi penyatuan itu Anin berteriak dan mengeluarkan air mata, padahal Vallen sudah berusaha sedemikian rupa untuk berhati-hati dan melakukannya dengan lembut.


Vallen yang kasihan dengan istrinya yang merasa kesakitan dan mengeluarkan air mata, sontak mendiamkan miliknya yang sudah berada di setengah perjalanan untuk merobohkan benteng milik istrinya itu.


" Jangan, mas terusin saja.." katanya sambil menyembunyikan wajahnya di balik kungkungan tubuh kekar suaminya.


Dikode seperti itu tentunya Vallen tidak menyia-nyiakan kesempatan lagi, tapi dia tetap menstimulasi istrinya dengan ciuman dan belaian yang sangat lembut. Dia bahkan memperlakukan istrinya seperti kristal yang gampang pecah sehingga dia harus mengayunkan tubuhnya dengan sangat hati-hati. Ayunan yang dilakukan oleh Vallen benar-benar perlahan yang membuat istrinya yang tadinya kesakitan merasa ada sebuah kenikmatan yang lain saat Valen melkukannya.


Bahkan Sekarang istrinya tidak lagi meringis kesakitan bahkan saat ini istrinya malah mengeluarkan suara-suara yang merdu yang membuat Vallen semakin bersemangat untuk melakukan penyatuan itu menjadi sebuah kenikmatan yang tiada tara buat keduanya.


Dan setelah mereka berdua mendapatkan kenikmatan dari penyatuan itu, Vallen yang tadi ada di atas tubuh istrinya, menggulingkan badannya ke samping agar tidak menindih istrinya.

__ADS_1


Mereka berdua benar-benar mendapatkan rasa yang belum pernah mereka nikmati sebelumnya, olahraga itu membuat mereka berdua ngos-ngosan dan sibuk mengatur ritme nafas mereka yang yang naik turun begitu cepat.


Dan setelah mereka berdua sudah bisa menetralkan ritme nafasnya, Valen lalu memandang wajah istrinya yang tampak kelelahan namun herannya justru terlihat tambah berkilauan. Entah ini efek dari keringat yang membanjiri tubuh mereka ataukah efek dari berhasilnya penyatuan mereka pada malam hari ini.


Vallen tentu saja merasa bahagia karena bagi istrinya Vallen adalah yang pertama mengambil kehormatan yang disimpan oleh istrinya untuk dipersembahkan kepada suaminya kelak. Vallen lagi-lagi melirik kearah sprei yang sudah tidak beraturan, dia melihat ada bercak darah tanda dia berhasil merobohkan benteng yang dijaga oleh istrinya selama bertahun-tahun itu.


" Sayang, Terima kasih ya sudah memberikan yang pertama dan yang terbaik itu buat Mas." kata Vallen lirih sambil memeluk tubuh polos istrinya yang sudah memejamkan mata karena mungkin dia sudah sangat kelelahan.


Anin yang memejamkan mata masih dapat mendengar perkataan Vallen yang diucapkannya dengan sangat lirih, tapi dia sudah tidak sanggup untuk sekedar menjawab apa yang sudah diungkapkan oleh suaminya itu. Dia memilih untuk melanjutkan tidur tanpa membersihkan apa yang sudah mereka lakukan tadi.


.


.


.


TBC


Hai readers !! Welcome back!!

__ADS_1


Yeay... sesuai permintaan udah unboxing yaaa.. dan maaf kalau hari ini agak sedikit telat update, dan maaf kalau hari ini mungkin hanya bisa satu kali update saja. terus terang thor lagi sedikit hectic di real life, doakan saja supaya badai lekas berlalu!! Jangan lupa untuk Tetap support dengan like, vote dan juga spam comment! Happy reading!!


__ADS_2