Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 79.


__ADS_3

Jangan lupa untuk terus dukung thor dengan like dan vote, serta gift yang banyak. Sesuai janji hari ini thor akan up 2 episode ya.


Tapi kalian para readers juga jangan lupa pencet like dan vote serta kasih gift yang banyak. Gratis kok!!


Ditunggu terus dukungan dan cintanya ya. Sweet komen juga dinantikan. Happy reading yow!!


***


Kehebohan akibat pingsannya mertua Valen berdampak pada bubarnya rapat pada pagi itu. Orang pada heboh, karena ada orang yang pingsan.Revan langsung menghandle kekacauan yang ada.


Valen jadi tidak mengerti kenapa mertuanya jadi pingsan. Apa belum makan? Apa ada sesuatu yang lain?


Ia langsung mendekati mertuanya dan paman Anin langsung berkata.


" Maaf, Nak! Tadi om bilang sama mertua laki laki mu kalau kamu itu anak tuan Willy. Trus kemudian mertua kamu jadi pingsan seperti ini. " Valen mengernyitkan keningnya tanda dirinya tidak mengerti mengapa mertuanya malah pingsan setelah mendengar kalau dirinya anak tuan Willy. Tapi karena dirimya juga tidak terlalu respek dengan mertuanya, jadi ia hanya membiarkan saja. Dan meminta para pengawalnya untuk mengangkat tubuh mertuanya dan membawanya ke rumah sakit. Sedangkan mama mertuanya masih nangis nangis belum ngerti apa yang terkadi, karena ia tadi tidak mendengar apa yang dikatakan Dewa kepada Eka.


Demi Anin, Valen turut mengikuti papa mertuanya ke rumah sakit, sedangkan mama mertuanya hanya diam dan menangis takut kalau kalau suaminya meninggal. Karena emang suaminya itu memiliki riwayat penyakit jantung.


Sesampainya di rumah sakit, yaitu rumah sakit yang sama dengan rumah sakit yang dipakai Anindya, Valen langsung memerintahkan pihak Rumah Sakit agar segera menangani Papa mertuanya itu dan apabila sudah selesai menangani Papa mertuanya di UGD, Vallen juga memesan ruangan VIP yang berdekatan dengan milik Anindya.


Setelah ditangani di UGD ternyata Papa mertua sekedar terkejut saja tapi karena memang jantungnya bermasalah sehingga ketika mendengar kabar yang cukup mengejutkan dirinya menjadi di shock.


Karena dinggap sudah melewati masa kritisnya dan sudah tidak berbahaya pasien langsung dibawa ke ruangan rawat inap yang dituju. Di sana Vallen juga turut mengikuti perkembangan Papa mertuanya itu, ini bukan karena Vallen sebagai menantu yang berbakti Tetapi lebih karena dia sudah berjanji kepada Anindya untuk tidak mengusik orangtuanya itu.


Saat Valen memasuki ruang rawat inap VIP di mana Papa mertuanya ada, ternyata Papa mertuanya itu sudah sadar. Eka langsung saja bangun dan duduk, ini membuat istrinya juga kaget karena tiba-tiba suaminya itu tu seperti ketakutan saat melihat Vallen masuk ke dalam ruangan rawat inap itu.


" Ada apa sih pa?" tanya mama mertua Valen kepada suaminya.


" Uh uh uh..." suaminya tergagap dan menunjuk Valen dengan wajah ketakutan yang kentara.


Ini membuat istrinya dan Valen bingung juga.


Yang lebih mengejutkan lagi Eka langsung mencabut kabel infusnya dan sujud di hadapan Vallen menantunya itu. Eka bahkan tidak menghiraukan teriakan teriakan dari istrinya yang menyuruhnya untuk tetap tinggal di atas ranjang tempat tidurnya. Bagi Eka yang penting adalah mendapatkan pengampunan langsung dari Vallen sebagai menantunya yang sering dia sia-siakan itu.


Valen terkejut dengan apa yang dilakukan oleh papa mertuanya itu, dia juga tidak mengerti mengapa wajah papanya ini begitu ketakutan padahal setahunya Dewa hanya memberitahukan identitas dirinya sebagai pewaris tunggal dari Weston Group. Apa istimewanya itu?

__ADS_1


" Ma .. maa mmaaaf" kata Eka dengan terbata dan gagap. Dadanya sakit saat ia melakukan hal itu. Nafasnya tersengal sengal. Dia baru saja mendapatkan serangan jantung. Seharusnya ia tidak melakukan hal yang ekstrem macam ini.


Valen langsung mengangkat mertuanya dan tidak menghiraukan perkataan papa mertuanya itu.


Para ajudan yang mengikuti Valen juga membantu tuannya untuk menaikkan kembali pasien dan memanggilkan dokter sesegera mungkin agar papa mertua tuannya itu bisa segera diperiksa.


Dokter merasa kesal karena ketelediran pasien, masih sakit tapi susah melakukan aktifitas yang dilarang,bahkan sudah berani mencabut selang infus yang dipasang oleh dokter UGD.


Valen juga tidak enak dengan dokter karena penyebab dari semuanya itu adalah dirinya. Tapi dia hanya diam saja melihat Papa mertuanya kembali dipasang infus dan alat-alat lainnya untuk mendukung kemajuan kesehatan dari papa mertuanya itu.Valen juga belum memberitahu kepada istrinya tentang kondisi Papa mertuanya.


" Tuan, lebih baik pasien dijaga agar tidak melakukan aktivitas-aktivitas berat terlebih dahulu karena Kondisinya masih lemah." jelas sang dokter dengan nada datar. Vallen hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan tenang sampai akhirnya dokter dan beberapa perawat langsung keluar dari ruangan.


Mama mertua Valen masih saja menangis takut kalau Papa Anindya kenapa kenapa, dia cukup heran dengan papanya yang tiba-tiba bersujud di hadapan menantunya yang sering dihina nya itu.


" Memangnya papa punya salah apa sama kamu? Kok dia sampe sujud sujud kayak gitu?" tanya mama mertuanya dengan mata yang masih sembab dan wajah penuh air mata.


" Gak tau ma!" sahut Valen singkat.


Tiba tiba ada suara ketukan pintu, ajudan Valen langsung keluar untuk mengetahui siapa yang menjadi tamu disitu.


" Nak Valen?" sapa Dewa, sedangkan Anna hanya mengangguk sopan.


" Oh? Mau menjenguk papa?" tanya Valen basa basi.


" Iya.."


" Saya akan keluar dulu menemui Anindya. Takut kalau di cemas berlebih sangat berpengaruh dengan kandungannya." kata Valen dengan santai. dia Lalu bergegas keluar dari ruang rawat inap milik Papa Anin dan langsung masuk ke ruangan dimana Anindya dirawat.


Sedang Dewa langsung dicecar oleh kakak iparnya, Apa yang sebenarnya dikatakan Dewa kepada kakaknya itu sehingga membuat Eka menjadi pingsan dan kumat penyakit jantungnya. Lalu Dewa menceritakan secara detil apa yang sudah dia katakan kepada kakaknya itu, informasi dari peristiwa itu membuat sang kakak ipar juga menjadi terkejut. Baru dia sadar bahwa suaminya itu tadi sebenarnya mau meminta maaf tentang apa yang sudah dia lakukan dulu karena ternyata kenyataan yang sebenarnya menampar mereka adalah bahwa menantunya yang sering mereka injak-injak yang sering mereka menghina itu adalah seorang yang kekayaannya bahkan lebih besar dan lebih tinggi daripada keluarga Bagaskara.


Semantara di kamar Anin, Vallen melihat bahwa istrinya sudah manyun berat, Anindya kesal karena Vallen tidak mengijinkan dirinya menemui Papa yang sedang dirawat juga di kamar yang berdekatan dengan dirinya.


" Sayang, ga usah dimonyong monyongkan gitu bibirnya. Ntar kalau dicipok baru tahu rasa." canda Valen dengan ringan, berusaha membuat Anin kembali riang. Tapi Anin membuang wajahnya ke tempat lain. Sehingga Valen tambah gemas.


Dia menubruk istrinya, memeluk tubuhnya dan menciumnya dengan gemas. Membuat Anin jadi kegelian. Akhirnya kemarahannya runtuh hanya karena tingkah gaje suaminya.

__ADS_1


" Ada kabar baik sayang."


" Apa?" katanya dengan nada manja. Mereka masih berpelukan di atas ranjang milik Anin.


" Sore ini kamu sudah boleh pulang dari rumah sakit." kata Valen sambil mengecupi pipi istrinya yang chubby chubby menggoda.


" Asik!!" kata Anin sambil bersorak. Dia sudah bosan di kamar ini terus.


" Hmm, senengnya yang mau pulang!" sindir Valen smbil mencubit hidung mancung istrinya.


" Bosan tauk. Udah pingin masuk kerja!" kata Anin bahagia.


" Ada kabar buruknya. "


" Apaan?"


" Kamu dipecat dari Mahkota horeka." kata Valen dengan santai.


" Pasti ini kerjaan kamu!" teriak Anin kesal.


" Naik jabatan kok! Ha ha ha jadi owner sekaligus pengawas aja. Kamu ga perlu ngantor. CEO diganti Aldy. Jadi biar Aldy yang akan laporan sama kamu." kata Valen sambil memeluk istrinya yang menepis kehadirannya.


" Mas, tapi nanti aku bosan." keluh Anin manja. Anin sadar di kehamilannya yang sudah masuk bulan yang kedua, dirinya mudah merasa lelah dan inginnya cuman tidur. Tapi kadang kalau tidur mulu juga bosan, bikin bingung nih moodnya.


" Melayani aku aja, aku ga bakalan bosan kok!" goda Valen sambil mengeratkan pelukannya.


Anin memutar bola matanya dengan kesal, sedang suaminya hanya tertawa melihat tingkah istrinya yang lucu.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Wahhh 1300 kata nih... next episode ada kejutan


__ADS_2