
" Jadi baby Ly disana? Baiklah saya akan langsung menjemputnya kesana." potong ayah Valen dengan cepat.
" Tapi?" bahkan sebelum Gustav menyelesaikan perkataannya sambungan telepon itu sudah diputus sepihak membuat Gustav hanya bisa menatap ponselnya dengan tatapan kesal.
Ken, asisten pribadi gustaf hanya bisa mengulum senyumnya karena ternyata hari ini dia melihat bahwa ayah Vallen jauh lebih ganas dibandingkan Gustav sendiri.
" Ken, kita pulang sekarang! aku takut nanti Nana akan diapa-apain sama ayahnya itu. bagaimanapun anak sudah membuat ayahnya menjadi kesal." kata Gustav yang khawatir dengan kondisi Nana. Padahal kalau seandainya Gustav tidak mengijinkan Tuan Vallen untuk masuk ke dalam rumah besarnya tentunya Tuan Vallen tidak akan bisa masuk kedalam rumahnya kan? sebenarnya mungkin gustav hanya rindu melihat Nana saja.
" Baiklah tuan saya akan segera mempersiapkan mobil sehingga Tuan bisa segera pulang ke rumah besar." kata asisten pribadinya itu sambil segera berlalu dari ruangan kantor Dimana saat ini dirinya dan juga tuan muda Gustav berada.
Gustav segera melihat CCTV di mana saat ini Nana berada. ternyata Nana masih ada di dalam kamar pribadi miliknya, bahkan saat ini mungkin karena tidak ada pekerjaan apa apa yang harus dilakukan selama di kamar pribadi miliknya maka Nana berguling-guling kesana-kemari di kasur besar milik Gustav itu.
Perilaku kekanak-kanakan yang ditunjukkan oleh Nana, walaupun Nana tidak tahu bahwa dirinya saat ini masih dalam pengawasan dari Gustav, membuat tuan muda yang biasanya dingin dan datar itu terlihat mengeluarkan senyumnya yang tipis, tanda bahwa sebenarnya dia sangat terhibur dengan apa yang dilakukan oleh Nana.
Tapi setelah dia mengingat kembali bahwa ayahnya Nana akan menjemput Nana pulang, seakan ada lubang yang menganga di dalam hatinya yang membuatnya merasa kesepian.
__ADS_1
Kehadiran Nana selama dua hari ini sungguh membuat dirinya menjadi bahagia. Kesedihan akibat kehilangan kakek Dimitri pun sirna saat melihat kelucuan serta bantahan-bantahan yang diberikan Nana saat merasa bahwa tuan muda Gustav memberikan perintah yang aneh-aneh.
Gustav bergegas turun kebawah dan segera masuk ke dalam mobilnya yang sudah disiapkan oleh asisten pribadinya di lobi pintu kantornya. Mereka bergegas pulang kerumah besar karena ingin menyambut Ayah Vallen yang hendak mengambil Nana di rumah Gustav. Namun apakah nantinya dia akan tega menyerahkan Nana kepada tuan Vallen?
***
Sementara itu Nana sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Gustav yang sudah diberitahukan kepada kepala pelayan yang ada di rumah besar milik Gustav itu. Nana sudah mempersiapkan uang yang akan ditransfer sebagai ganti rugi kontrak kerja yang sudah ditandatangani bersama Gustav. Dirinya tidak mau lagi mengambil resiko akan kemarahan ayahnya yang lebih lagi kalau sampai dia menunda kepulangannya ini. Wajah Nana benar-benar sudah lesu, karena dia harus mengakhiri pelariannya sampai disini. Dia merasa sia-sia sudah apa yang sudah dia lakukan, sampai dia getol menabung dan menyisihkan uang yang agar dirinya bisa menikmati kebebasan keluar dari Sangkar Emas yang diberikan Ayah Valen kepadanya. karena pada akhirnya dia harus rela menyerahkan uang yang sudah ditabung nya itu sebagai ganti rugi kontrak kerja yang sudah dibuat oleh Tuan Gustav. semua baju-baju miliknya udah dipersiapkan, toh dirinya tidak membawa baju banyak di dalam tasnya. jadi setelah dirinya menyerahkan uang kepada tuan muda gustaf, dia akan segera pergi untuk bisa pulang kembali ke rumah milik keluarga Weston.
Kepala pelayan sudah memberitahukan bahwa tuan muda Gustav sampai di depan rumah, jadi Nana harus segera bersiap untuk menyambut kedatangan dari tuan muda tersebut. Nana memang sudah siap dengan barang bawaannya dan juga uang yang akan segera dia transfer kepada tuan muda gustaf sehingga setelah dia melakukan transaksi itu dia akan segera bisa keluar dari rumah besar milik tuan muda Gustav. dia bergegas turun untuk menyambut tuan muda Gustav di di teras depan rumah. sambil menunggu gustaf, tiba-tiba Nana merasa gugup sehingga tanpa sadar dia memilih memilin baju miliknya sehingga kusut. Gustav yang sudah datang pun menatap Nana yang seperti sudah tahu bahwa ayahnya akan datang karena baju yang dipakainya bukan lagi baju yang diberikan olehnya sebagai asisten pribadi di rumah besar ini. tetapi Gustav memilih untuk diam lalu masuk kedalam ruang keluarga dan menghempaskan tubuhnya yang kelelahan di sofa besar di ruang keluarga itu. Nana yang mengikuti tuan muda Gustav itu ingin segera memberikan uang kompensasi pembatalan kontrak kerja antara dirinya dan juga tuan muda Gustav serta bisa cepat meninggalkan tempat itu.
" Saya hendak berhenti bekerja dan saat ini saya akan membayar semua denda atau penalti kontrak kerja yang sudah saya tanda tangani bersama dengan tuan muda." Kata Nana sambil melirik kearah ekspresi Gustav yang hanya datar dan dingin saja.
" Bagaimana kamu bisa membayar denda yang begitu besar? Kan katanya kamu orang miskin yang gak punya duit? Jangan-jangan kamu merampok di kamar pribadi saya tadi dan menyerahkan uangnya itu untuk membayar kebebasan kamu?" tanya Gustav dengan sengaja menindas Nana karena dia ingin mengetahui kejujuran langsung dari bibir seksi milik Nana itu dan bukan mengetahui dari orang lain.
Karena sejujurnya gustaf pun tidak rela kalau Nana pergi dari hadapannya saat ini. Dia sangat percaya bahwa denda penalti itu dapat dengan mudah di bayar oleh Nana maupun oleh keluarganya. dia hanya ingin kejujuran yang keluar dari mulut wanita yang sudah membuat hatinya nyaman.
__ADS_1
" Bukan! Saya tidak mencuri! Saya hanya harus melakukan ini supaya ayah saya tidak akan mengejar tuan Gustav. Jadi sebenarnya saya ini melarikan diri dari rumah karena saya bosan dikurung di rumah melulu. Keluarga saya adalah keluarga Weston. Tadinya saya ingin bisa keluar negeri sendirian tapi ternyata saya tetap tidak bisa keluar negeri karena saya memakai identitas palsu oleh karena itu saya pasti akan cepat ketahuan. Jadi saya terpaksa bekerja di cafe hits Lembang rencananya setelah keadaan mereda, saya akan berangkat bersenang-senang, tapi apa daya malah sekarang saya terperangkap di sangkar lain yang lebih menyedihkan statusnya. Saya cemas dengan tuan muda, karena kedua kakak saya pun sudah mengetahui jejak saya ada di sini. Saya tidak ingin lebih merepotkan dan membuat tuan susah, maka saya harus segera melarikan diri dari tempat ini dan pulang, dan kemudian pasrah untuk tinggal di dalam rumah penjara emas itu lagi karena ayah saya pasti tidak akan mau melepaskan saya lagi setelah ini dan saya akan terkurung selamanya di rumah." jelas Nana dengan mata yang berkaca-kaca membuat Gustav hatinya semakin teremas melihat kenyataan tersebut. Gustav tidak tega melihat awan mendung yang menggelayuti wajah cantik milik Nana itu. Entah bagaimana ceritanya kemudian Gustav memberikan penawaran konyol kepada Nana untuk menolong nanah keluar dari sangkar emas milik Ayah Vallen.
" Kalau memang benar apa yang kamu katakan tadi, saya bersedia menolong kamu dengan beberapa syarat. Tapi saya pastikan kalau kamu akan bisa keluar dari sangkar emas tuan Valendra Weston, gimana?"
.
.
.
TBC
Hai readers,
Jangan lupa untuk selalu vote dan gift yang banyak dan like. Komen positif juga ditunggu.
__ADS_1
Lumayan memberi semangat thor untuk update terus. Kalau ada yang kasi kopi, 2 biji saja, update langsung !!! Ditunggu, happy reading!