Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 76.


__ADS_3

Hai readers, i am back!!


Thor bakal stabil up 2 ep per hari tapi waktunya masih belum dapat dipastikan.


Jangan lupa untuk terus nge like, vote dan gift yaaaa....


Kutunggu!! Happy reading!!


***


" Untuk melepaskan There, saya rasa tidak mungkin! Tidak ada yang bisa menjamin bahwa Tere tidak akan melakukan kesalahan yang sama. malah mungkin ketika Tere keluar dari penjara dia akan merasa bahwa itulah kemudahan dari kebodohan dari Vallen dan juga Anindya. Mungkin Vallen akan bisa membantu kalau seandainya itu hanya sekadar keringanan hukuman, agar There tidak sampai mengalami hukuman seumur hidup ataupun hukuman mati. Apakah itu sudah cukup?" tanya Willy dengan aura yang sabar dan aura kebapakannya yang kental.


Bahu Dewa merosot, pengharapannya agar anaknya akan mendapatkan pengampunan secara full dari Valen pun gagal. Tapi paling tidak dia bisa menarik nafas lega karena setidaknya Ayah Vallen sungguh bijaksana dengan memberikan keringanan atas tuntutan kejahatan yang sudah dilakukan oleh anaknya itu.


Padahal dia juga sadar kalau apa yang dilakukan oleh Tere itu bisa melukai bahkan menghilangkan nyawa cucu dan menantu kesayangan dari ayah Willy.


" Terima kasih tuan Willy. Saya sudah mendengar bahwa selain anda itu merupakan seorang pebisnis yang hebat anda juga memiliki jiwa ksatria yang luar biasa dan kebijaksanaan sebagai seorang pemimpin yang baik. Kenalkanlah nama saya Dewa Bagaskara, saya adalah paman dari menantu anda dan saya sudah lama mengagumi jiwa bisnis yang anda miliki." kata Dewa dengan nada hormat karena dia merasa bangga bisa bertemu dengan salah seorang pebisnis yang terkaya di Indonesia.

__ADS_1


Vallen hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal mengingat apa yang dulu pernah di katakan oleh Dewa dan Anna bahwa dirinya adalah seorang laki-laki miskin dengan bibit bebet bobot yang tidak pantas bersanding dengan keponakannya. Sekarang begitu mereka tahu bahwa Ayahnya adalah orang terkaya se-indonesia, kata-katanya berubah! Begitulah manusia, mereka hanya memandang dari harta jabatan dan tahta, mereka tidak pernah memandang ke segi manusianya.


" Maafkan juga kalau dulu saya dan istri selalu menghina dan melecehkan anak tunggal dari tuan Willy. Saya minta maaf ter khusus untuk Vallen yang dahulu sering saya serta dengan kata-kata yang menghujat bahkan menghina melecehkan. Sekarang saya sadar inilah karma yang saya petik dari kelakuan saya yang buruk di masa lampau. Mudah-mudahan Vallen bisa menerima permintaan maaf dari saya dan istri." kata Dewa dengan nada penuh penyesalan. Ana pun hanya bisa menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya, Seandainya dia bisa memutar waktu dia ingin sekali tidak melakukan hal-hal yang yang jahat seperti itu. benar kata suaminya ini adalah karma yang harus mereka tuai karena mereka sudah melakukan hal-hal yang buruk dimasa lalu.


" Saya rasa permintaan maaf yang tulus dari kalian sudah diterima oleh anak saya. Saya hanya bisa berharap ini adalah pelajaran yang sangat berharga untuk kalian juga untuk Tere anak kalian. Mudah-mudahan jaksa penuntut umum bisa melihat perubahan dan penyesalan dari anak kalian sehingga ada keringanan hukuman untuk Tere." kata ayah Willy dengan bijaksana, Ayah Willy mengerti apa yang saat ini dirasakan oleh Vallen dan dia juga tidak bisa banyak berharap kepada Valen yang kemudian tetiba ramah dengan om dan tante Anin yang sering menyakiti dirinya. Kenyataan Valen adalah pewaris tunggal dari Weston grup menampar keras harga diri mereka. Bahkan Dewa dan Anna sampai harus bersujud di kaki Valen agar bisa mendapatkan pengampunan dari orang yang sering mereka lecehkan.


Valen hanya mengangguk kaku, saat ayahnya menatapnya sendu.


Akhirnya setelah berbasa basi dan bercakap dengan tuan Willy, Dewa dan istrinya pun berpamitan untuk menjenguk There di penjara.


Valen sedari tadi hanya diam dan menatap paman dan bibi Anin dengan datar.


Sesampainya Vallen di ruang rawat inap istrinya, dia melihat bahwa istrinya sedang tidur. Valen tidak mendapati siapa-siapa di dalam ruang rawat inap istrinya itu padahal tadinya dia berpikir bahwa ayahnya akan menjenguk Anindya. Kemungkinan ayahnya harus kembali ke kantor lebih dahulu karena memang tidak ada yang mengurus kantor. Sebab dirinya sendiri masih sibuk mengurus istrinya yang ada di rumah sakit. Untung saja Dokter tadi sudah memberikan info bahwa besok siang Anindya sudah dapat pulang dari rumah sakit.


Valen lalu mendekati tempat tidur istrinya itu dan menatap wajah istrinya yang terlihat tambah cantik dan pipinya sedikit chubby.


Dia mengelus kening istrinya itu dengan sayang, dan kemudian mengecupnya dengan lembut. padahal Valen sudah melakukannya dengan hati-hati, Tapi tetap saja tindakannya itu membuat istrinya bangun dari tidurnya.

__ADS_1


" Sebenarnya apa sih yang terjadi dengan Om Dewa dan Tante Ana? " tanya Anindya dengan rasa ingin tahu. Valen menjadi bingung Apakah dia harus berkata jujur atau lebih baik diam saja, tapi mengingat bahwa dirinya sudah pernah berjanji untuk selalu mengatakan kejujuran di hadapan istrinya maka ia mengatakan walau tidak semua diceritakan secara detil, daripada nanti Anin mendengar dari orang lain.


Sebelum bercerita Valen menghela nafasnya dengan kasar. Dia mencoba menceritakan itu dengan singkat. Anin cukup shock mendengar There berniat membunuhnya karena menginginkan Valen. Sekalipun apa yang dilakukan oleh There itu sudah keterlaluan, lagi lagi Anin meminta suaminya untuk memaafkan sepupunya itu. Untung tadi Valen tidak membiarkan Anin bersama om Dewa. Bisa bisa dia akan merengek agar There dibebaskan. Tidak semudah itu bagi Valen untuk membiarkan There berkeliaran bebas. Hati There belum bisa ditebak. Anin kembali memohon suaminya agar meringankan hukuman There.


" Sudahlah kita tidak usah membahas masalah There. Biar There diurus sendiri oleh keluarganya. Kita tidak ada kapasitas untuk mengurus dia." kata Valen dengan nada dingin. Anin pasrah, suaminya sudah mengkode agar dirinya tidak turut campur dalam masalah sepupunya itu. Anin melihat ada yang berbeda dengan Valen. Suaminya itu lebih tegas dan cenderung datar dengan keluarganya, baik dengan papa amamnya maupun dengan keluarga yang lain. Sebenernya Anin tidak bisa banyak menyalahkan suaminya. Karena dulunya keluarga Bagaskara itu terlampau menghina suaminya. Dan setelah suaminya menemukan siapa jati dirinya dan bahkan sudah bisa mengingat sedikit banyak dari masa lalunya, Valen berubah lebih pasti dalam mengambil langkah.


" Pikirkan saja bagaimana kamu menepati janji." kata Valen sambil tersenyum smirk.


" Eh?!"


.


.


.


TBC

__ADS_1


Apa yang dijanjikan oleh Anin?


Ha ha ha jangan tegang ya readers, hbs ini up 1 lagi.


__ADS_2