
"Yang menyerang Aku tadi sudah dibawa oleh Mertuaku ke markasnya, Mungkin kita bisa mengorek keterangan dari mereka berlima yang menyerang aku tadi." katanya sambil menyuruh semua orang untuk masuk kedalam mobilnya masing-masing dan pergi ke rumah mertuanya itu supaya bisa segera mengetahui sebenarnya siapa yang menjadi dalang dari kejadian tadi.
Sesampainya Gustav ke rumah besar keluarga Weston, dia langsung mencoba menemui istrinya terlebih dahulu sedangkan orang orangnya menunggu di mobil dan sebelum Gustav perintahkan maka mereka tidak berani melangkah.
"Sayang.. baby?" kata Gustav sambil mencari keberadaan istrinya yang tidak ia temukan di ruangan bawah sehingga ia langsung menuju ke kamar istrinya. Ia hendak melihat keadaan istrinya terlebih dahulu karena ia takut kalau baby shock atau gimana, bagaimana pun saat ini baby sedang mengandung jadi Gustav akan lebih memperhatikan baby istrinya itu dan anak dalam kandungan istrinya itu.
Setelah ia membuka pintu kamarnya ia melihat baby yang ada di dalam ruangan kamar tidurnya itu, sedang menatap balkon bawah, dengan wajahnya yang lesu dan cemas.
"Sayang..."
"Eh, mas Gustav, kamu gak pa pa kan mas?" tanya Baby yang tampak cemas, ternyata baby juga mencemaskan suaminya dan sama begitupula dengan Gustav yang mencemaskan istrinya.
"Mas kan gak pa pa !Gimana kamu sudah bilang sama ayah kalau kamu hamil?" tanya Gustav dengan nada senang berharap kalau istrinya akan berbicara sama ayahnya tapi ternyata istrinya hanya menggelengkan kepalanya, mungkin karena tadi baby dan juga ayahnya sibuk membahas masalah penyerangan black mask tadi.
"Ya sudah mau cerita sama ayah dan ibu sekarang?" tanya Gustav dengan nadda sayang sama istrinya ini.
Istrinya hanya mengangguk anggukan kepalanya membuat Gustav yang gemas langsung memeluk tubuh istrinya dan langsung menciumi wajahnya dengan brutal, membuat istrinya geli karena bulu bulu halus di wajah Gustav membuatnya geli.
"Mas, sudah dong!" rengek Baby dengan nada manja dengan suaminya itu membuat Gustav menghentikan aksinya yang membuat istrinya memohon mohon ampun itu.
"Ya udah ayo turun ke bawah, kirain tadi kamu udah bilang sama ibu dan ayah." kata Gustav sambil memeluk istrinya dan mmbelai lengan istrinya dengan sayang.
"Nunggu kamu aja mas, kayaknya kalau aku ngomong sendiri kok kurang afdol." katanya dengan manja, membuat Gustav serasa tambah sayang saja dengan gadis yang dinikahinya itu.
__ADS_1
Lalu Gustav membimbing istrinya itu sambil bercanda ria di sepanjang perjalanannya ke ayah dan ibu mertuanya. Ia menjaga langkah baby menuruni tangga dan berharap sehabis ini mereka akan bisa mendapatkan kamar di bawah agar baby tidak usah naik turun kalau ada di rumah keluarga Weston.
"Bu... yahhh.." panggil Baby yang sudah sampai di lantai bawah lalu berjalan menuju ruangan keluarga dan ruangan dapur yabg takbersekat itu serta berharap kalau ibunya dan juga ayahnya berada di sana karena memang seringkali ibunya ada di sana.
Namun ternyata mereka tak mendapati Valen dan juga Anin ada di sana.
Baby lalu juga mngecek taman belakang karena kalau tidak di ruangan keluarga maka Anin biasa berada di taman belakang yang menjadi satu lokasinya dengan kolam renang seehingga mereka biasa berbincang santai di sana.
Akhirnya mereka bisa menemukan ibu Anindya yang sedang ngeteh sore sendirian, tanpa adanyanya Ayah Valen, menurut Gustav kemungkinan ayah sedang berada di penjara bawah tanah karna sedang menginterogasi orang orang yang tadi tertangkap. Katanya kemungkinan itu adalah berasal dari organisasi Black mask.
"Mas, cuman ada ibu tu, gimana? " bisik Baby kepada Gustav tapi pergerkan mereka sudah diketahui oleh ibu sehingga ibu yang kesepian di taman belakang langsung melambaikan tangan untuk memanggil mereka berdua mendekat ke mejanya supaya bisa menemaninya berbincang-bincang.
baby dan Gustav langsung saja menghampiri ibu yang sedang duduk di taman belakang sendirian dan ingin menceritakan kepada ibu tentang berita bahagia yang baru saja Gustav dan baby dapatkan dari rumah sakit.
"Ada apa nih? Kok kalian kelihatan bersinar dan berbahagia seperti itu?" tanya Anin dengan nada menyelidik seakan dia bisa merasakan kalau anak dan menantunya itu membawakan sebuah berita bagus untuk mereka.
"Iya bu, emang kita lagi bawa berita baik buat ibu dan ayah, tapi karena Ayah tidak ada Jadi ibu dulu yang mendengar berita baik dari kami berdua." kata baby dengan senyum misterius yang menghiasi wajahnya.
" Loh, ada apa emangnya?" tanya ibu dengan nada penasaran tentunya.
"Tebakan ibu benar jadi saat ini baby sedang hamil 5 minggu." jelas Gustav tanpa basa-basi Dan ketika mereka melihat ekspresi wajah ibu yang sangat berbahagia mereka tahu bahwa memang berita ini yang dinantikan oleh ibu Anin dan mungkin juga Ayah Vallen.
"Wah selamat ya nak! Ibu sangat sama dengan berita ini jadi ibu akan segera mendapatkan cucu dari kalian?" tanya Anindya dengan wajah penuh kebahagiaan karena sebentar lagi dirinya tidak akan kesepian lagi karena ada tangis bayi di tempat ini, anindia tahu bahwa baby masih terlalu muda untuk mengurus anaknya seorang diri jadi kemungkinan dirinya yang akan banyak tidak aktif untuk mengurus cucu pertamanya itu Sedangkan Gustav kemungkinan akan banyak tinggal di rumah keluarga Weston ketimbang berada di rumahnya sendiri karena ayah Valen tidak mungkin mengijinkan kalau istrinya tidur di rumah keluarga Dimitri.
__ADS_1
"Nanti, Baby akan membutuhkan ibu untuk mengajari baby melakukan dan merawat anak baby itu ya, bu!"
"Kamu tenang saja, yang penting kamu punya banyak anak, masalah yang mengurus, biar ibu dan babysitter saja, soalnya kamu kan mesti kuliah juga kan?" tanya ibu dengan nada ingin tahu.
Baby melirik ke arah Gustav dan berharap Gustav lah yang akan menjelaskan sama ibu.
"Bu, Baby akan kuliah dari rumah lewat daring, supaya ia lebih memperhatikan kehamilan dan anaknya nanti, masalah kuliah gampanglah pokoknya, Gustav akan atur agar Baby nyaman dan tak terbebani." kata Gustav dengan nada antusias.
"Oh ya sudah, yang penting masalah anak kalian, kalian gak usah cemas, ada ibu yang akan emmbantu kalian, biar ibu dan baby sitter aja yang urus, kalian bersenang senanglah." kata ibu dengan nada ceria, seakan ia akan mendapat mainan baru.
"Gustav, ayah menunggu kamu di bawah ..." kata ayah yang tiba tiba muncul dengan wajah yang terlihat keruh.
Gustv yang mengerti bahwa ayah tak ingin ibu tahu langsung berpamitan sama ibu dan istrinya, lalu segera mengikuti ayah mertuanya dengan langkah besar.
.
.
TBC
Ada apa gerangan dengan tawanan yang dibawa valen?? Tunggu besok ya...
Akan up terus mulai besok 1 hari 1 secara teratur, kalau bisa 2 akan di up sama thor 2 x sehari, kala ada konten vulgar akan di up di maam hari, wk wk dengan sinyal 21++ kalau ada tulisan kayak gitu lebih baik di skip aja ya. Jangan lupa like, komen, dan juga hadiah serta vote ya. Happy reading!!
__ADS_1