Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 39.


__ADS_3

" Bu Anin, ada yang mau bertemu dengan ibu." kata Aldi sambil menunjuk ke arah laki laki paruh baya itu.


" Oh ya? Saya dengan Anindya, rasanya saya tidak asing dengan bapak. Maaf, dengan bapak siapa?" tanya Anin dengan suara ramah. Anin menoleh ke arah Aldi yang sekalipun sopan dia menatap laki laki ini dengan penuh amarah. Anin jadi bingung siapa yang sedang ia hadapi, kenapa Aldi terkesan kesal dan marah?


" Saya adalah Arga Bagaskara!" Anin langsung teringat dengan kilasan kilasan kejadian lampau tentang memorynya bersama Kakek Arka.


Valen pun hanya menatap Arga dengan dingin. Entah kenapa dengan melihat Arga, ada kilasan kilasan masa lalunya di kepalanya.


Vallen mengingat bahwa ketika dia jatuh wajah laki-laki itulah yang terakhir dilihat. Valen memang masih belum mengingat apakah laki-laki itu yang menolongnya atau malah yang ingin membunuhnya. Kepalanya sedikit pusing ketika melihat orang itu, karena kilasan kilasan aneh itu membayangi kepalanya.


" Kakek Arga?" tanya Anin dengan suara tegang.


" Anindya Bagaskara. Kamu tambah cantik dan kudengar kamu juga cucu Arka yang paling cerdas dan mengagumkan sehingga kamu bisa membawa Bagaskara meraih keuntungan dengan kerjasama nilai 1 milyar yang kamu dapatkan dari Mahkota Horeka?" kata Arga dengan sedikit sarkas, karena dia tahu siapa dibalik kesuksesan Anindya.

__ADS_1


" Bukan Kek! Anin memang mendapatkannya karena keberuntungan,kalau itu yang kakek ingin tegaskan. biasanya meskipun kakek memiliki saham lebih dari 30% di tempat ini tapi kakek tidak pernah menghadiri rapat pemegang saham juga rapat gabungan semacam ini. Apakah ini berarti kakek ingin berkecimpung lagi di dalam dunia bisnis di Bagaskara grup? Karena setahu Anin, kakek selalu mengirim orang dan tidak pernah menghadiri rapat semacam ini secara langsung." kata Anin balik sarkas dengan kakek Arga, meskipun dia tidak mengetahui secara detil permasalahan kakek Arga dengan kakek Arka cuman dia merasakan bahwa kakek Arka di hari akhirnya itu menderita karena kelakuan kakek Arga dan juga nenek.


" Anindya!! Cukup!! Dia itu teman baik nenek!" There yang tiba tiba nimbrung itu sedikit banyak membela Arga karena dia tahu silsilah nenek dan kakek Arga, There tahu bahwa kakek Arga dan nenek memiliki hubungan spesial di masa lalu.


Anin, Aldi dan juga Vallen kompak memutar bola matanya dengan jengah karena mereka kesal dengan kelakuan There yang bisanya hanya menjilat saja.


" Terimakasih, mohon kalian tidak melupakan aku adalah salah satu pemilik saham terbesar di Bagaskara grup, Jadi kalian bisa mengingat bahwa di hari-hari akhirnya kakek kalian itu juga memiliki hutang yang sangat besar sehingga aku harus menyelesaikannya. dan memang kalau ingin dicari siapakah sumber dari permasalahan keuangan di Bagaskara grup tentu tidak pernah bisa lepas dari nenek kalian yang serakah dan juga cucu kesayangannya yang mata duitan." kata kakek Arrga sambil melirik kearah There yang kemudian salah tingkah karena dia tahu yang dimaksudkan oleh kakek Arga adalah dirinya. Ketiga orang yang lainnya hanya bisa mengulum senyum, mereka tidak tahu kenapa kakek Arga sekarang malah membela Bagaskara grup ketimbang membela nenek dan juga There yang memang menjadi biang permasalahan di Bagaskara grup.


" Seharusnya pengangkatan wakil CEO harusnya melalui rapat pemegang saham dan juga rapat gabungan seperti ini bagaimana kalian bisa memilih seorang kandidat yang tidak kompeten sama sekali bahkan seringkali membuat Bagaskara grup merugi miliaran gara-gara tingkahnya yang tidak masuk akal." kata Arga dengan raut wajah sombong. dia tidak merasa punya kewajiban untuk merasa berterima kasih atas sanjungan dan belaan dari There tadi karena dia mengenal betul siapa si There itu. Saat dia melihat Tere sama seperti dia melihat nenek Arka alias Dita Ayu Anggraini, wanita ambisius penuh dendam yang menghancurkan hubungannya dengan Arka Bagaskara, sepupunya sendiri. sehingga di akhir hayatnya Arka Bagaskara masih saja memiliki kesalahpahaman dengan dirinya.


" Tapi aku sebagai pemegang saham terbesar kedua di Bagaskara grup tidak pernah memberikan tanda tangan kepada kalian untuk meloloskan seorang wakil CEO yang tidak memiliki kompetensi sama sekali, Untuk itulah saat ini aku datang ke tempat ini. Rasanya aku sudah tidak ingin berinvestasi di Bagaskara grup jadi aku ingin menjual saham yang aku miliki di Bagaskara grup ini. sahamku senilai 30% akan aku jual semuanya. Aku juga akan menarik semua investasi yang pernah aku tanamkan di tempat ini jadi siap-siap lah kalian semua menjadi miskin karena investasi yang ditanamkan di tempat ini merupakan aset yang tidak ternilai." kata Arga yang membuat seluruh orang yang ada di situ berbisik-bisik karena mereka takut kalau nanti Bagaskara grup merugi sehingga membuat investasi mereka juga turut merugi bersama dengan Bagaskara grup. Mereka segera mendatangi Aldi untuk mengurus investasi mereka di bagaskara grup dan menarik seluruh investasi mereka juga sama seperti yang dilakukan oleh kakek Arga. There dan Anin menunjukkan wajah panik karena kalau sampai semua menarik investasinya di bagaskara grup maka bisa dibayangkan kalau sebentar lagi bagaskara grup akan gulung tikar. sedangkan vallen yang mengikuti seluruh drama yang tersakiti hadapannya itu hanya diam dan menatap arga dengan tatapan dingin.


Memang sebenernya inilah yang menjadi skenario yang disusun oleh Erik untuk menghancurkan Bagaskara grup. Dan Weston yang mendalangi serta membiayayai kekacauan ini hanya ingin supaya Vallen bisa membalas kan dendam nya dengan keluarga Bagaskara yang sudah sering menghina dan merendahkan Valendra Weston.

__ADS_1


There secara otomatis kebingungan karena dengan begitu dirinya atau jabatannya akan sangat terancam juga terancam miskin karena bagaskara ambruk. Nenek mungkin sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi kalau seandainya kakek Arga dan orang-orang itu mengambil seluruh investasinya dan juga menjual sahamnya yang besar itu. Sebenarnya akan sangat mudah apabila dirinya belum berpisah dengan Allan sehingga Allan bisa mengambil bagian 30% itu dan membeli semua saham yang dimiliki kakek Arga.


" Tunggu sebentar, bapak-bapak pemegang saham yang terhormat.Ini sebetulnya adalah tricky issues yang dilakukan oleh bapak Arga Bagaskara karena dia memiliki dendam tertentu dengan pemilik perusahaan ini. Jadi bapak-bapak pemegang saham jangan merasa terkecoh ingat bahwa kita masih ada kontrak satu milyar bersama dengan mahkota horeka. Mahkota horeka berafiliasi dengan Weston grup jadi saya rasa kita masih cukup kuat walaupun kakek Arga menjual sahamnya juga investasinya." seru Anin dengan nada sedikit panik.


.


.


.


TBC


Oops, apakah Valen bakal bantu Anin meredakan ketegangan?

__ADS_1


Jangan lupa untuk terus support thor dengan gift dan like ya.. Spam komen juga. Happy reading!!!


__ADS_2