Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 155.


__ADS_3

Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Happy reading, guys!!


***


" Hah??? Terjun dari karang dan nyemplung ke perairan lepas?"


" Iya kamu segera beritahu mereka untuk menyari kita di sana." kata anggota tim 1 sambil menunjuk ke arah perairan lepas disamping areal karang. Sebenarnya polisi itu sedikit bergidik ngeri memgingat kepandaiannya bukanlah itu. Walau ia bisa sih kalau cuman berenang.


Tapi dia juga bergegas mengikuti langkah dari anggota tim 1. Dia tidak mau ketinggalan karena waktu terus berjalan.


10 menit bukanlah waktu yang lama, bahkan untuk mencapai daerah Karang membutuhkan waktu yang lebih dari itu. Maka mereka harus segera mencapai daerah Karang. Sembari mereka juga berdoa agar anggota tim satu yang masih hilang bisa bertemu saat mereka ke arah Karang karang itu.


Tapi ternyata setelah mereka berlarian menerobos pepohonan yang rimbun untuk sampai ke daerah Karang, mereka tetap tidak menemukan anggota tim satu yang terhilang.


Mereka melongok ke arah Pantai yang cukup jauh dari arah karang. Mereka lagi menimbang-nimbang untuk segera melompat dari arah menuju ke perairan laut lepas.


Polisi sudah mengabarkan kepada orang-orang nya tuan wong melalui satelit yang bisa diakses lewat chip yang dia bawa. Jadi nantinya mereka akan dijemput oleh kapal selam yang yang dikemudikan oleh tim 2 dan 3. Tapi sebelumnya mereka masih menunggu satu anggota tim satu yang masih terhilang tadi.


" Bagaimana nih enaknya? kita sudah tidak punya waktu banyak lagi untuk mencari teman kita!" gurat cemas tidak dapat hilang dari anggota tim satu yang lainnya karena mereka mengkhawatirkan kondisi dari teman mereka yang terhilang itu tapi polisi yang ada di situ langsung berkata bahwa mereka juga harus memikirkan diri mereka masing-masing yang masih selamat.

__ADS_1


Waktu terus berjalan dan hanya tersisa sekitar 2 menit. Mereka harus segera melompat ke arah laut dengan cepat dan berenang sejauh mungkin dari pulau tersebut karena bisa jadi efek dari bom itu bisa mencapai ke arah perairan.


Lalu polisi itu berpikir menyuruh kedua temannya yang dari tim satu untuk segera terjun ke perairan itu. Dan akhirnya kedua orang dari tim 1 yang selamat memutuskan untuk segera terjun ke laut lepas dan berenang sejauh mungkin dari pulau pribadi itu.


Titik koordinat tempat bertemu mereka dengan kapal selam adalah dekat kapal milik Tuan wong yang turut serta dalam penyusupan dari jauh. Tapi entah bagaimana mereka bisa mencapainya, mereka pun tidak.tahu, yang penting mereka bisa menjauh dulu dari pulau yang bakal meledak.


Mereka segera terjun satu persatu menuju ke perairan laut lepas yang segera berenang sebisa mereka untuk menjauhi Pulau pribadi akan segera hancur oleh bom yang dipasang oleh pasukan pasukan tim satu tadi.


Karena kedua orang dari tim satu itu merupakan anggota dari pasukan katak, jadi sudah jelas memang mahir dalam berenang dan menyelam.


Jadi mereka lebih unggul di dalam perairan laut lepas ini daripada polisi sang penembak jitu. Di kedua orang dari tim satu itu memantau dan mengawasi polisi yang mengikuti kayuhan mereka dalam berenang di perairan laut lepas, mereka juga takut kalau Pak polisi itu tidak sanggup berenang lebih jauh maka mereka akan menolongnya dengan menarik tubuh polisi itu.


Tapi apa yang menjadi kekhawatiran mereka rupanya tidak terjadi karena polisi itu cukup sigap dalam mengarungi laut lepas serta berenang sejauh mungkin dari pulau pribadi milik Hunter Dead.


Dua orang yang memang merupakan pasukan katak yang sering berhubungan dengan air dan berenang tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam melakukan hal itu berbeda dengan pak polisi yang sehari-hari bekerja nya adalah sebagai penembak jitu.


Kelelahan mulai tergambar dari raut wajah polisi itu. Lalu tiba-tiba mereka mendengar suara keras, ternyata bom yang mereka tanam tadi meledak dengan begitu hebatnya.


Sampai desingan angin dari Pulau pribadi itu mendorong air lautan menjadi bergolak kencang, beserta batu-batuan karang dan pasir yang turut hancur terpental jauh, lalu jatuh menghujani di perairan yang sedang mereka arungi.


Mereka seperti terseret dalam gelombang air tsunami yang kencang dan membuat tubuh mereka seperti masuk ke dalam blender. Tersedot air laut dan kemudian terhempas agak jauh dari tempat mereka berenang tadi.

__ADS_1


Bahkan tak sedikit batu batuan yang terpental masuk ke dalam air itu mengenai tubuh mereka yang sekarang ada di dalam air lait yang mengganas.


Walau memiliki kepndaian berenang yang mumpuni, berada di dalam gelombang dahsyat air laut yang terguncang akibat ledakan bom membuat mereka berdua kelimpungan juga.


Belum lagi dihujani dengan batu batuan dengan ukuran lumayan yang sesekali juga mengenai tubuh mereka, membuat tingkat kesulitan mereka dalam mengarungi lautan lepas jadi bertambah. Untungnya, berbekal dengan latihan tiap hari, mereka berhasil menjauh meninggalkan tempat jahanam yang membuat mereka merasakan jadi jus buah yang diblender.


Tapi saat mereka muncul di perairan dengan jarak yang gak terlalu jauh, mereka melihat bahwa sang polisi tidak muncul bersama sama dengan mereka. Pak polisi itu bahkan seperti hanyut entah kemana. Mereka menoleh ke kanan dan kekiri, berusaha mencari mungkin pak polisi itu mengapung di sekitaran mereka. Tapi nihil,ereka tidak mendapati apapun.


Kedua orang dari tim 1, berusaha mencari jalan untuk bisa mencari polisi yang ikut dalam pelarian ini. Mereka menyelam kembali, takut polisi itu tertimpa batu atau terjepit karang. Tapi mereka tidak melihat apapun sampai nafasnya sesak dan balik lagi ke atas.


Mereka cemas melihat teman yang sudah menolong mereka tadi tak kelihatan batang hidungnya. Mereka mencoba menyelam kembali dan dengan mata terbuka mereka berusaha mencari-cari wujud tubuh dari pak polisi yang kemungkinan masih ada di dalam air.


Sehingga mereka mencoba berteriak siapa tahu mereka akan mendapatkan sesuatu itu dan mendengar sesuatu. Tapi sampai mereka berteriak pun mereka tidak mendengar ada tanda-tanda kehidupan dari pak polisi itu.


" Bagaimana ini? Kita sendiri tidak tahu arah mana yang harus kita tuju dari sini." kata salah satu orang dari tim 1 itu bertanya kepada temannya yang lain.


" Sialll!!! Rupanya kita terlambat sepersekian menit, jadi kita terlempar ke antah berantah begini. Ini sama dengan bunuh diri perlahan. Kita coba balik aja ke pulau itu.. Asapnya bisa menjadi pegangan arah kita. Sambil mencari keberadaan pak polisi penolong kita tadi. Siapa tahu ia ada di sekitaran perairan dekat pulau." katanya sambil mengajak temannya balik ke arah kepulan asap yang membumbung tinggi, sebagai patokan arah.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2