Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 138.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update.


Happy reading!!


***


" Ada apa?" tanya mr Wong dengan nada ketus.


" Tuan, kamar dalam kondisi tidak aman."


" Ada berapa penyadap yang kamu temukan."


" Banyak... kita minta ijin untuk menyisir kamar yang lain." katanya dengan nada terbata. Ia tahu sebntar lagi pasti mr Wong meledak dalam amarah.


" Apa???"

__ADS_1


" Maaf tuan. Kami harus memastikan kalau tempat itu bersih. Kami khawatir kalau tempat itu tidak aman itu juga akan mempengaruhi kondisi keamanan tempat kita." kata pengawal yang memberikan info kepada tuan wong mengenai penyisiran di kamar perawat itu.


" Laksanakan! Lebih baik kita beritahu istrimu, supaya nanti dia tidak akan kaget kalau pengawal-pengawal ku menyisir ke kamar kamar tidur." kata Tuan wong sambil bergegas keluar dari ruang tempat mereka berbincang tadi.


Revan, Vallen, dan juga Ayah Willy tidak tinggal diam, mereka juga turut memeriksa barang bawaan yang sudah disiapkan oleh para perawat di juga pengawal. Kalau pengawal sih mereka tidak terlalu khawatir. Pengawal-pengawal mereka itu adalah pengawal yang terpilih dan benar-benar setia. Orang-orang baru di jajaran orang yang diajak oleh Vallen hanyalah para perawat. Termasuk perawat Ayah Willy.


" Kita interogasi perawat Liam dan Lios dan juga perawat ayah." usul Revan dengan nada tegas. Iya takut kalau seandainya di antara perawat itu masih ada mata-mata yang disusupkan oleh paman Valen.


" Musnahkan dulu semua alat penyadap yang kalian temukan di kamar perawatan di kemudian kita akan menyisir kamar-kamar yang lain sekalian juga kamar utama yang aku miliki." kata Tuan wong sambil bergegas mengikuti anak buahnya yang membawa alat deteksi untuk penyadap. Sedangkan Vallen langsung kekamar anak-anaknya di mana Anindya berada di sana. Valen langsung aja mengajak semuanya untuk keluar dari kamar supaya pengawal-pengawal milik Tuan wong bisa segera menyisir kamar dan juga tempat yang dipakai oleh Vallen dan juga yang lainnya. Ternyata setelah disisir satu persatu anak buah dari tuan wong hanya menemukan alat penyadap di ruang perawat itu saja. Berarti perawat Itu tadi Belum sempat untuk menyebarkan alat alat penyadap di tempat-tempat lain.


" Tuan Wong, tapi kami masih Curiga dengan lorong yang kita lewati sebelum sampai ke pulau ini. Bisa jadi mereka menaruh alat alat penyadap supaya orang bisa menangkap sinyal dari tempat ini kemudian mengetahui bahwa mereka terakhir kali ada di tempat ini." kata pengawal itu yang kemudian membuat Tuan wong berpikir keras.


Dan bisa jadi perawat itu menaruh sesuatu di sana supaya ditemukan oleh pihak Hunter Dead.


Pihak Hunter Dead itu sangat kuat karena mereka memiliki peralatan yang canggih dan super modern. Bisa jadi mereka menaruh alat yang bisa memberikan sinyal di mana mereka terakhir berada. Maka pemikiran pengawal ini bisa jadi benar. Tuan wong langsung Segera menyuruh pengawalnya untuk menyisir lorong rahasia rumah besarnya dan juga pintu depan Lorong yang menghubungkan antara lorong rahasia dan juga pulau pribadinya. Tuan wong sangat geram dengan perawat tadi. Untung saja pengawalnya sangat cerdas dan bisa menemukan mata-mata itu.

__ADS_1


Kalau tidak, bisa-bisa mereka semua habis di tangan Hunter Dead. Paman Bill memang sangat luar biasa dia menyewa pembunuh bayaran yang sangat tangguh. Untung saja Mister Wong memiliki peralatan yang mumpuni untuk menangkal penyadapan dan juga untuk menangkal orang yang ingin menghubungi dunia luar dari pulau pribadinya.


" Kalau begitu segera kamu menyisir daerah lorong Rahasia sampai ke rumah besar jangan lupakan pintu dan juga areal pantai Kemungkinan dia menaruh atau membuang sesuatu di sana yang bisa menjadi tanda ataupun penyadap atau Spyware yang digunakan untuk Hunter Dead memantau Pulau ini." kata Tuan Wong dengan nada memerintah.


" Kamu selidiki sekalian pengawal dan juga perawat yang dibawa oleh Tuan Vallen, bisa jadi mereka juga penyusup." lanjut kata Tuan Wong dihadapan Revan dan juga Ayah Billy karena Vallen sedang menyusul Anindya di dalam kamar. Sebetulnya kamar tempat Anindya masuk tadi sudah di sisir oleh keamanan dari tuan Wong. Dan mereka juga sudah mengeluarkan alat penyadap yang ada di dalam ruangan itu. Jadi ruangan yang dipakai oleh Anindya sudah bersih dari alat alat penyadap.


" Kalau para pengawal aku bisa jamin 100% mereka adalah orang-orang yang setia dan sudah melewati beberapa peristiwa sebelum mereka ikut di dalam pelarian ini. Jadi untuk para pengawal aku bisa jamin tetapi memang kalau untuk perawat Ayah Billy dan juga perawat dari anaknya Vallen itu adalah orang-orang baru yang ikut dalam perjalanan ini." kata Revan dengan nada tegas, memang dia juga sudah merasa kecolongan saat mengetahui bahwa salah satu perawat dari keponakannya itu adalah mata-mata yang disusupkan oleh hunter dead suruan dari Paman Bill.


" Oke kalau begitu kita bisa skip untuk pengawal-pengawal yang dibawa oleh Tuan Vallen kamu hanya memfokuskan pada dua orang itu saja perawat dari anaknya dan juga perawat dari ayahnya." kata tuan wong memberikan instruksi kepada kepala pengawal yang mengawal seluruh penyisiran terhadap alat alat penyadap dan juga kemungkinan-kemungkinan bahwa ada mata-mata yang menyusup di sana.


" Saya sudah memerintahkan beberapa pengawal kita untuk menyisir bagian luar bagian areal pantai dan juga bagian pintu depan Lorong yang menghubungkan antara rumah besar dan juga pulau pribadi sedangkan lorong sampai ke rumah besar akan diselidiki dan juga disisir oleh pengawal kita yang berada di rumah besar. Memang kami juga menaruh curiga untuk di areal depan rumah besar juga karena bisa jadi pihak perawat tadi sudah melemparkan sesuatu di depan pagar maupun di rumah besar. kalau perlu kita benar-benar harus membereskan dari awal mula perjalanan kita supaya tidak ada jejak yang mengarah ke tempat ini." kata kepala pengawal itu dengan nada hormat sekaligus kemudian pergi keluar untuk memantau pengawal-pengawal lain yang sudah turun ke areal pantai dan juga ke area lorong rahasia.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2