Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 46.


__ADS_3

Di sisi lain, There yang belum mengetahui kejadian pengalihan jabatan nenek kepada Anin, masih memikirkan Bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan Vallen dan merebutnya dari Anin.


Bahkan dia juga belum tahu kalau bukan hanya itu saja, jabatan yang tadinya dimiliki oleh There sudah dibatalkan karena semua pemegang kepentingan menginginkan There untuk lengser. Apalagi pemegang saham terbesar saat ini adalah keluarga dari Vallen maka secara otomatis Vallen sudah memberikan notes kepada Aldi untuk melakukan perombakan besar-besaran terhadap seluruh jajaran direktur.


Pemegang kekuasaan terbesar di Bagaskara saat ini adalah Vallen dan Anindya sebagai istrinya, bahkan kalau dihitung secara kepemilikan saham, Vallen lebih berkuasa daripada keluarga Bagaskara karena dia memiliki 75% dari total saham yang ada di Bagaskara grup. sedangkan Anin dan juga keluarga Bagaskara yang lainnya hanya memiliki sisanya itupun dibagi-bagi antara nenek There, keluarga Dewa dan juga keluarga Eka yang adalah papa dari Anin.


Saat ini There udah melangkah memasuki kantor Bagaskara dan dia sedang menuju ke ruangan kantor nya yang memang dikhususkan untuk wakil dari nenek.


Tapi tiba-tiba dirinya terkejut karena dia melihat Aldi ada di sana sedangkan kantor yang biasa dia pakai itu tidak pernah ada seorangpun yang boleh masuk kecuali dirinya sendiri.


" Eh, apa yang kamu lakukan disini?" tanya There dengan nada marah karena dia tidak suka kalau kantor nya itu dimasuki oleh orang asing tanpa seizinnya. Sedangkan Aldi yang mendongakkan kepalanya menatap Tere yang barusan masuk ke dalam ruangan itu hanya bisa menatap dengan tatapan datar dan dingin seolah-olah tidak peduli dengan protes yang dilakukan oleh There kepadanya.


Tindakan Aldi itu sontak membuat There menjadi kesal dan dia kembali membentak Aldi dengan nada yang sangat tinggi.


" Eh, kamu tidak tuli kan ? Saat ini aku bertanya kepada kamu, Apa yang sedang kamu lakukan di dalam kantor ku?" teriaknya marah.


" Justru saya hendak bertanya balik kepada kamu sebetulnya apa yang sedang anda lakukan di sini? Apakah anda tahu bahwa mulai dari kemarin saat kericuhan terjadi nenek langsung mencopot jabatan kamu secara tidak hormat dan kamu tidak memiliki hak lagi ada di tempat ini? Jadi silakan Anda pulang saja!!" jelas Aldy dengan suara datar.

__ADS_1


" Tidak mungkin!! Tidak mungkin nenek melakukan hal itu kepadaku !! Nenek tidak mungkin mencopot jabatan aku begitu saja, apalagi dengan tidak hormat. Bahkan ia juga tidak memberitahukan apa-apa kepadaku tentang hal ini. Bukankah semuanya ini salah dari kakek harga sehingga membuat semua pemegang saham dan penyetor investasi di Bagaskara grup menjadi hengkang?" teriak There balik dengan nada marah. Dia menganggap Aldy terlalu lancang.


" Sudahlahh!!! Silahkan kamu pergi dari tempat ini sekarang saat ini kamu tidak memiliki kepentingan apapun untuk ada di kantor Bagaskara kecuali waktu rapat pemegang saham dan itu pun kamu tidak bisa melakukan apa-apa dan tidak bisa berkontribusi apa-apa, karena nilai saham mu hanya sedikit bahkan lebih kecil dari milik papa kamu." jawab Aldi dengan nada sinis.


" Aku akan melaporkan kamu kepada nenek dan semua tindakan kurang ajar kamu itu akan dilaporkan kepadanya sehingga kamu akan dipecat." teriak Tere lagi. Amarahnya sudah memuncak.


Dia kesal kepada Aldi yang dianggapnya bertindak di luar batas, padahal biasanya Aldi ini sangat sopan dan hormat kepadanya. Entah kenapa hari itu dia bertindak kurang ajar. Sebetulnya memang Aldi ini sudah memendam terlalu lama rasa kesal dan jengkel melihat tingkah laku There. Jadi ini merupakan kesempatan yang baik kepadanya untuk membalas dendam pada There yang biasanya semena-mena kepadanya, dia balikkan keadaan, dia yang bertindak semena-mena kepada There.


" Dasar kamu ini benar-benar cucu yang durhaka! Kamu malah mau melaporkan tindakan yang akan membuat nenek kamu semakin sakit, padahal sekarang saja dia sudah ada di Rumah Sakit. Kamu sengaja ingin menambahi bebannya dengan tindakan-tindakan kamu yang kekanakan dan konyol itu. memang kamu ini ingin membunuh nenekmu secara perlahan-lahan."


Perkataan dari Aldi itu sontak membuat There menjadi terkejut dan dia marah kenapa tidak ada seorangpun yang memberitahukan kepadanya tentang kondisi nenek. Sekalipun There ini adalah orang yang kejam tapi dia sayang kepada nenek, karena selama ini nenek lah yang sering membantu dia dan selalu mengajaknya untuk bersenang-senang.


" Kalau kamu memang ingin protes kepada nenek silakan saja! Berangkat ke rumah sakit dan kamu bisa bertanya kenapa nenek mundur dan menaikan Anin? Bagaskara sudah diambang hancur!! Dan kalian keluarga Bagaskara hanya bisa berfoya foya saja." sahut Aldy dengan suara tinggi. Dia juga sangat kesal dengan kelakuan keluarga Bagaskara terutama si There.


" Tidak mungkin!! Tidak mungkin nenek melakukan hal itu kepadaku !! Nenek tidak mungkin mundur!! Tidak mungkin nenek menyerahkan jabatan sebagai pimpinan kepada Anindya, kalaupun nenek ingin mundur nenek pasti menyerahkan Jabatan itu kepadaku. Ya! Kamu pasti bohong!"


" terserah saja Apa katamu! aku tidak peduli! silakan kamu cek sendiri sama nenek kamu. kalau sudah tidak ada lain yang kamu ingin tanyakan silakan kamu keluar dari tempat ini. ini tempat untuk bekerja bukan untuk bermain-main!" sahut Aldi dengan nada sarkas. There semakin kesal dengan apa yang dilakukan oleh Aldi, dia merasa Aldi bertindak kurang ajar. Dia hanya seorang bawahan tapi berani sekali dia mengatakan hal-hal yang seperti itu kepadanya.

__ADS_1


" Baik, aku akan bertanya kepada nenek. Aku akan segera ke rumah sakit dan memastikan segalanya. Dan yang paling penting adalah aku akan memastikan bahwa nenek akan memecat kamu segera! Karena kamu sudah bertindak kurang ajar kepada cucu kesayangannya." kata There dengan nada kesal. tapi Aldi hanya tersenyum smirk dan dengan tatapan yang mencemooh dia balik menjawab.


" Silakan saja kamu mengadu kepada nenek kamu itu! Dan aku akan melihat apakah dia akan bisa menuruti apa yang menjadi keinginanmu. Dasar anak manja!" kata Aldi dengan nada yang memprovokasi, Entah kenapa dia merasa senang hari ini dia bisa melakukan apa yang dari dulu dia idam-idamkan. Dari dulu memang dia ingin sekali mengata-ngatain orang yang ada di hadapannya ini, tapi memang kakek Arka selalu menahan dirinya untuk tidak melakukan itu alasannya sih agar kondisi tidak semakin ricuh dan menjaga supaya tetap kondusif. Jadi ketika Vallen memberikan dia kuasa untuk bisa menegur keluarga Bagaskara yang melanggar, dirinya sangat senang sekali.


" Urhhh, lihat saja aku akan membuat kamu hancur! Aku akan memastikan bahwa kamu akan dipecat dan tidak ada satu perusahaan pun yang mau mengangkat kamu menjadi pegawai mereka! Aku juga akan pastikan kalau Anindya akan menerima akibatnya. Aku tidak akan tinggal diam melihat kehancuran kalian!!" kata Tere dengan nada berapi-api, Dia sangat kesal, marah, dengan perilaku Aldi yang terkesan pembelaan Anin dan memojokkan dirinya.


" Terserah kamu! Dasar orang gila!" kata Aldy sambil menatap punggung There yang menjauh, dan menutup matanya ketika There membanting pintu ruangan di mana dia saat ini ada. Aldi hanya bisa tersenyum sambil mematikan alat recorder yang sejak tadi merekam semua percakapan mereka.


" Justru akulah yang memastikan kalau kamu tidak bisa lagi mengganggu cucu Arka Bagaskara yang sering kamu tindas!" kata Aldi dengan nada lirih. Dia masih menatap ke arah pintu yang tadi dibanting oleh Tere dengan pandangan yang tidak dapat diartikan oleh siapapun.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Hai readers, Terima kasih ya buat atensi kalian akan cerita ini. Jangan lupa tetap like dan gift ya ! Spam komen juga tetap aku tunggu. Happy reading!!


__ADS_2