Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Negosisasi


__ADS_3

"Ayo..." perintah Gustav dengan nada lirih, tapi sebelum ia masuk ke ruangan itu, tiba tiba pintu ruangan terbuka lebar...


Brakk!!


"Arrrrrgghhh!" jerit seorang wanita dengan seragam office girl yang tubuhnya terpelanting jatuh yang menabrak dada bidang dari Gustav yang terburu-buru ini masuk ke dalam ruangan ganti office boy, sedangkan wanita itu dengan seragam yang sama juga ada keluar dari ruangan ganti tersebut.


Wajahnya seketika pucat pasi ketika melihat siapa yang ia tabrak, masa sebelum perang dia sudah ketahuan? Dasar apes!


"Kamu? Beraninya kamu datang ktempat ini setelah apa yang kamu lakukan?" tanya Gustav dengan nada kesal.


"Emang apa yang aku lakukan?"


wanita itu masih juga berusaha mengelola rasa yang membuncah di hatinya, percampuran antara cinta dan beci karena Gustav masih saja menolak cintanya.


" Apa yang kamu lakukan dengan baju OB kantor yang saat ini kamu pakai? Kamu gak bilang kalau saat ini kamu sudah diterima kerja jadi OB di kantorku kan? Apa semiskin itukah kamu saat ini?" tanya Gustav dengan nada sarkas.


"ehm aku emang mau menemui kamu dan aku tahu inilah satu satunya cara supaya aku bisa bertemu dengan kamu, karena kalau seandainya aku menemui kami dalam posisi terhormat kamu juga takkan mau menemui aku kan? Lebih baik aku menyamar menjadi OG aja supaya kamu mau menemui aku!" katanya dengan sedikit mengiba.


"Omong kosong!" sergh Gustav dengan emosi yang meningkat.


"Astaga apa sebegitu tak prcayanya kamu sama aku?"


"Kelas!Kamu juga adalah dalang dari keracunana yang menimpa istriku, dan ingatlah kalau aku takkan melepaskanmu!"


"Sperti saat oini kamu telah memenjarakan Khalid dan juga papaku?" tanya Fely dengan nada sendu.


"Mungkin!Tapi itu belum semuanya, aku tetap menginginkan kalau kamu sebagai dalang yang masuk ke penjara dan aku akan pastikan itu takkan lama lagi."


"Gustav, mas... aku lelah!Aku lelah mencintaimu dalam diam. Aku lelah berpura pura kalau aku baik baik saja padahal pada kenyataanya aku tidak baik baik saja. Penolakan kamu itu begitu menyakitkan dan aku tak bisa!"


"Kalau tak bisa ya jangan!Aku tak pernah memaksakan kamu untuk melakukannya dan aku juga sudah muak dengan cara cara kotor kamu untuk mendekati aku!BUkan lelah, tapi muak, jijik dan tidak suka!Tolong hargai kalau aku sudfah menikah dengan Baby dan dia adalah istri yang kuinginkan." katanya dengan tegas, membuat perasaan hati Fely tambah sakit dan hancur berkeping keping.


Ia tak menyangka bahwa masig saja kisah cintanya ditolak, bahkan Gustav sama sekali tak bisa menghargai keberadaannya.


"Begini sajalah Fel, aku akan berbaik hati padamu, aku akan mengeluarkan Sunarto dari penjara dan kamu, namun syaratnya kamu enyahlah dan jangan pernah menenui aku lagi. Aku akan berbaik hati bukan karena aku ada perasaan sama kamu namun karena aku maasih meringankan tangan aku untuk wanita. Gimana?Tapi terus teang saja aku takkan melepaskan Khalid bregitu saja, anggap saja dia sebagai tumbal, karena ia bahkan melakukan yang lebih jahat dari itu.


Fely tidak tahu lagi apa yang harus ia perbuat. Untuk maju dan menetapkan hati mencintai Gustav jelas tak mungkin karena Gustav sama sekali tak menatap padanya. Namun untuk mundur, ia sebenarnya masih sangat mencintai Gustav.


"Mas, aku mau nanya untuk yang terakhir kalinya sebelum aku pergi menjauh dan menerima tawaran kamu, apakah kamu pernah mencintai aku barang sedikit?Mungkin sebelum kamu bertemu dengan istri kamu?" tanya Fely kepada Gustav dengan nada sendu.


"Tidak!Sama sekali!Dan bukan hanya sama kamu, namun emang aku tidak pernah merasakan getaran cinta selain dengan Wilhelmina Chalyondra Weston, satu satunya pemilik hatiku. " sahut Gustav dengan nada tegas dan tanpa ada basa basi di sanaa.


"Baiklah!aku akan pergi... tolong bebaskan papaku dan aku akan mengajak dia untuk pergi ke luar negri. Aku harap kalau aku takkan menemui kamu lagi, karena sebetulnya aku tak bisa berpisah dengan kamu." katanya dengan suara lirih.


"Aku akan mengurus segalanya !Ken akan menemui dan membantu seluruh prosesnya!"kata Gusav dengan suara enteng, namun Fely menggelengkan kepalanya tanda ia menolak apa yang di tawarkan oleh Gustav.


"Biarlah aku akan mengurus semuanya sendiri, aku takkan lagi mengganggumu, kamu hanya perlu mengeluarkan papaku dan mengantarnya ke tempat ini, nanti aku akan mengurus sisanya."sahut Fely dengan suaranya yang lembut tanpa adanya gairah sama sekali seakan saat ini posisinya ia sudah mati rasa.


"Baiklah kalau itu yang menjadi mau kamu, nanti Ken akan mengurus keberadaan papa kamu dan kamu tenang saja!" Gustav menunjuk Ken dengan dagunya, karena selama tadi Fely berbincang dengan Gustav, Ken berada di belakang Gustav dan hanya turut menyimak saja.


"Ya.."


"Saya harap kamu mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan ini, dan ini adalah kesempatan keda buat kamu, jadi aku harap kalau kamu akan mematuhi yang menjadi kesepakatan bersama ini." peringat Gustav, dan kali ini ia merasa yakin kalu Fely akan mematuhi kesepakatan mereka dan menjalankan kesepakatan itu dengan benar karena itu emang yang menjadi harapannya, ia sjuga sudha lelah selalu berselisih dengan fely, karena wanita itu menyukai dirinya.


"Ken, urus semuanya dengan baik karena ku akan mengurus istriku yang akan ke rumah sakit, ingat!Semuanya harus seprti yang kita sdha bahas semula. " kata Gustav kepada Ken, dan kemudian Gustav langsung beranjak dari ruangan OB itu serta langsung ke arah Lobby dimana mobilnya memang sudah siap di sana karena kali ini ia memakai supir pribadi agar bisa bersantai menghadapi perjalanan dari kantor ke rumah sakit untuk bertemu istrinya yang akan kontrol ke sana. Jujur Gustav merasa lega karena paling tidak black mask dan juga Khalid sudah tertanggulangi sehingga ia sedikit lega karena keamanan Baby dalam kontrol.


Di perjalanan ke rumah sakit, Gustav menerima telepon.

__ADS_1


Drrtt drttt..


ID caller penelepon adalah mertuanya, ada apakah gerangan?


"Halo ayah, ada apa?" tanya Gustav dengan cepat.


"Gustav, istrimu ternyata..."


Astaga ada apa ini?Wk wkw kw


Tunggu next episode yaaa.


.


.


.


TBC


spill bab untuk Suamiku Kekasih Mamaku


**Letta mengikuti Hans memasuki sebuah suite dimana dia harus mau gak mau merasa takjub dengan kemewahan kamar yang sangat luas itu.


Mau tak mau dengan berduaan saja bersama Hans, membuat dirinya yang masih perawan dan juga tidak pernah... catat!!! tidak pernah berhubungan dekat dengan s eorang laki laki tentu saja membuat dada Letta berdebar kencang, bahkan ia takut kalau ternyata sekalipun ia masih muda tapi ia memiliki penyakit jantung. Tau gak rasanya jantung itu berlompatan tak mau berhenti gitu?


Nah, itulah yang saat ini ia alami...


Apalagi saat Hans melepaskan jas dan kemejanya, kemudian menggantinya dengan kaos rumahan berwarna putih ketat sehingga mencetak jelas otot otot tubuhnya yang sangat menggoda iman seorang


wanita.. eh gadis kecil berusia 20 tahun yang sama seklai belum pernah melihat


Oh my God, demi apa coba, ia buka celana panjangnya juga…


“Arghhhhh… jangannnnn disini! Kenapa om gak buka buka di kamar mandi saja, disini kan masih ada anak kecil?”


tanyanya dengan nada kesal dan ingin rasanya ia mengumpat semua umpatan kasar yang ia kenal, hiiiyyy ! Hans tak menghiraukan perkataan istri kecilnya itu.


Letta bahkan masih mengenakan baju pengantinnya yang maha indah serta berusaha memalingkan wajahnya yang memerah bak tomat busuk.


“ Kamu sendiri emangnya mau terus pakai baju pengantin? Gak mau rugi dengan make up kamu yang membuat kamu kelihatan dewasa ya?” cemoohnya dengan nada sinis. Astaga ini laki laki mulutnya kayak boncabe level 50, ngeselin banget ya!


Om om itu menatap Letta dengan mengangkat alisnya sedikit dan sudut bibirnya ada senyum samar yang membuatnya  semakin tampan, orang gak akan tahu kalau om om ini usianya hampir 40 tahun, karena wajahnya yang baby face.


“Emang om bawain bajuku?” tanya Letta dengan nada kesal.


“Pilih aja baju yang kamu mau, ada di lemari situ, k alau kamu ingin mengganti baju kamu, asisten aku yang sediain


jadi aku juga gak tahu selera bocil macam kamu itu apaan!” katanya dengan nada yang lagi lagi ngeselin. Orang ini kayaknya memiliki dua kepribadian karena kadang ia baik, kadang ia ngeselin kayak gini.


Wajah Letta sudah ditekuk 12 dan membuatnya tambah menggemaskan, justru itu yang dicari oleh Hans.


Wajah marah si Letta itu menggemaskan dan tampak lucu! Oh my God, kayaknya ia benar benar Pedo**l, saat ia usia 19 tahun ada  bayi wanita lahir dan itu  adalah Aletta dan kemudian ia memutuskan untuk menikahinya. Hu huh u… harga dirinya akan jatuh kalau teman teman sekolah jaman dulu tahu ia menikahi anak kecil kayak gini.


“Terima kasih!!” sahutnya dengan nada  sarkas.


Letta segera menunaikan apa yang disuruh oleh laki laki itu karena ia tak mau banyak membantah dan malah membuatnya semakin banyak berinteraksi dengan laki laki yang nyebelin itu.

__ADS_1


Dia bangkit berdiri dan menuju ke lemari yang ditunjuk oleh Hans, suaminya itu, lalu segera membuka lemari itu.


Ia sungguh terkejut ternyata baju yang ada di sana ada banyak, ataukah ini milik mamanya? Tapi gak mungkin mamanya pendek dan sedikit lebih gemuk dibandingkan dirinya, sedangkan tubuhnya ini setinggi 170cm dan dengan berat tak sampai 48 kg, Kutilang, eh tapi jangan salah sekalipun begitu, ia memiliki postrur tubuh yang benar benar menakjubkan karena ********** yang bulat dan menantang dan juga bemper belakangnya yang


mencuat membuat ia layak menjadi model pakaian dalam Victornya Seksi wk wkwkwk.


“ Itu baju yang dibeli asistenku, jadi jangan pikir kalau itu baju miliki mama kamu,” katanya seakan tahu apa yang


saat ini ada di dalam pikirannya, padahal wanita itu bahkan belum bilang apa apa sama  laki laki tua dihadapannya itu.


“Hemm, aku gak ngomong apa apa kok! ” katanya sambil menghindar, kayaknya Hans ini adalah laki laki indigo, padahal aku belum ngomong apa apa tapi ia tahu aja, pikirnya dalam hati.


Letta langsung mengambil pakaian yang diinginkan yaitu piyama lengan pendek dan juga celana pendek di atas lutut seperti kebiasaannya di rumah., tanpa ingat kalau ia membutuhkan penutup dada kalau ia tak mau singa magadasgkar itu menerkamnya, namun namanya juga lupa dan emang kebiasaannya di rumah emmang seperti itu, dan kalau gak begitu ia gak bisa tidur.


 Letta menuju kearah kamar mandi karena suaminya sudah pakai pakaian tidur yang hanya kaos putih dan boxer… ingat boxer ya bukan celana pendek, sehingga itu nya, ah sudahlah!


 Di kamar mandi, Letta berusaha melepas baju pengantin yang maha rumit namun seperti cerita klise kisah pengantin dadakan, ia gak bis a lepasin baju sialan itu dengan tangannya.


Kalau mau minta tolong, ia enggan banget karena itu berarti sang laki laki bisa lihat punggungnya yang polos


dong!!! Ogah! Emang ia belum membuat kontrak apa apa sih, yang kayak di novel novel itu, namun ia agak gak


rela melepas mahkotanya bersama kekasih mamanya, apalagi dulu ia pernah melihat kalau Hans mencium bibir mamanya, huekkk!!


Namun gimana ya enaknya?? Disobek aja? Ya gak mungkin, ia aja gak tahu ini sewa atau beli. Ya kalau beli, kalau


sewa???


Kan berarti besok harus dikembalikan ya? Kalau rusak ia harus ganti. Padahal ia juga tahu kalau keluarga Hans itu


tajir, jadi gak mungkin kalau harga  gaun pengantin itu pasti mahal. Ehm, coba diingat dulu, rekening tabungannya ada berapa juta ya? Buat ganti baju yang nantinya sobek ini, soalnya dia ogah banget minta tolong sama om Hans buat bukain gaun ribet ini.


Ya Tuhan, masa di malam pertama ini malah ia harus tekor bayar kerusakan baju pengantin? Tapi ia  masih muter muter gimana caranya melepas gaun sialan yang sayangnya indah saat melekat di badannya.


Sementara itu di luar kamar mandi, Hans jadi bingung apakah istri kecilnya itu memutuskan untuk tidu di kamar


sehingga gak keluar keluar walau sudah ditungguin sebegitu lama? Ia bingung namun ia mencoba bersabar.


Kemudian di menit yang ke 30 ia mulai resah, takut kalau istri kecilnya itu ketiduran di kamar mandi dan tenggelam di bath tube, sehingga ia harus melakukan sesuatu.


Hans mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya dengan pelan.


“Letta, are you okey?” tanya Hans dengan nada cemas, secemas perasaan Letta yang sampai sekarang belum bisa


melepas gaun pengantinnya itu.


Letta tak mau menjawab, karena posisinya saat ini baju pengantinnya itu masih melekat di tubuhnya, kalau ia


buka pintu tentu om Hans tahu kalau ia belum ganti baju.


“Letta, kamu kenapa? Aku dobrak pintu


ini kalau kamu gak segera menjawab!” katanya dengan nada marah sekarang, ia menganggap Letta sedang bermain main dengannya.


 “Eh sebentar, om aku kebelet soalnya..” sahut Letta dengan cemas, membuat setidaknya Hans lega, Letta bukannya tenggelam di dalam bath tube.


Sebagai orang kaya, pasti semua berita tentangnya itu bisa mengisi tabloid gossip.

__ADS_1


Ia sama sekali gak bisa bayangin kalau besok Headline newsnya adalah, “ Telah ditemukan wanita cantik yang meninggal gara gara tenggelam di bath tube. “ bagaimana dengan kredibilitasnya sebagai pewaris tunggal?


cuzz baca di aplikasi ya gengssss***!!


__ADS_2