Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 12.


__ADS_3

“Siapa anak tuan Willy Weston?” tanya Andrew ingin  meyakinkan diri.


“Tuan muda Valendra Weston.”


“Valendra maksudmu yang baru saja masuk bersama dengan


istrinya itu?” tanya Andrew meyakinkan.


“Benar itu adalah tuan muda kami, Tuan Valendra Weston,


anak pemilik Resort ini. Bahkan kabarnya dia yang akan menjadi pewaris tunggal


Weston grup.” Kata Afgan masih dengan nada hormat.


Ini sungguh menjadi tamparan yang sangat keras untuk


Andrew, yang tadinya menghina Valen sedemikian rupa, tiba tiba Ia juga takut


kalau karena dendam Valen akan membalas dirinya melalui perusahaan keluarganya.


Karena bukannya dia tidak tahu kalau Weston grup sangat mampu untuk melakukan


itu semua, karena sebagian besar dari rumah sakit yang dimiliki keluarganya


investasinya dimiliki oleh Weston grup.


“Kamu tidak mengada ada kan?” tanya Andrew takut kalau


ternyata apa yang ia dengar hanya kabar burung saja.


“Sayangnya tidak tuan. Kemarin malam tuan Willy sendiri


yang mengatakan itu semua, memang ini masih di sembunyikan keberadaannya. Belum


ada seorang pun yang tahu, tapi tentunya akan ada harga yang harus dibayar


kalau sampai ada orang yang berani melawan atau melakukan penghinaan kepada


tuan muda. Dan itu sudah diinstruksikan oleh tuan Willy sendiri kalau barang


siapa yang melakukan pembullyan kepada anaknya akan berurusan dengannya. Apa


yang anda alami adalah bagian dari kata kata tuan Willy.” Kata Afgan


menjelaskan.


“Baiklah kalau begitu saya akan masuk untuk meminta maaf


secara langsung kepada tuan muda anda.” Kata Andrew dengan nada lirih, tidak


bisa se sombong tadi.


“Maaf, kalau hari ini tuan muda ada acara yang tidak bisa


di tinggalkan.” Kata Afgan lagi, karena ia tahu persis, Valen sedang ada acara


penting bersama dengan istrinya dan ia pasti tidak akan mau di ganggu.


“Lalu kapan saya bisa bertemu?” tanya Andrew dengan


sabar.


”Saya akan memberikan info itu kepada anda besok.” Kata


Afgan memberikan solusi.


“Baiklah kalau begitu saya akan pulang!”


“Maafkan atas ketidak nyamanannya.”


“Saya tahu, dia memiliki hal untuk menolak saya, karena


ini semua kan miliknya.” Kata Andrew dengan nada lirih, ia tidak menyangka


kalau ini bakal terjadi padanya, tadinya ia  ingin menunjukan pada Anin kalau dirinya lebih berharga daripada Valen


tapi pada kenyataannya dia malah yang dipermalukan. Tapi ia bukan orang yang tidak tahu tata cara di dalam dunia bisnis, siapa yang kuat akan menguasai yang lemah, dan ia tahu diri saat ini ia ada jauh di bawah Valen, ia harus meminta maaf sebelum semua yang ia miliki dihancurkan keluarga Weston.


***


Sementara itu di dalam ruangan yang di pakai oleh Valen,


Anin merasa canggung dengan kemewahan yang disajikan disana untuk sekedar makan

__ADS_1


malam bersama suaminya itu.


“Mas, emang kamu itu dapet uang berapa sih? Kok kamu


sampai mau mengajak makan malam bersama semewah ini.” Tanya Anin dengan nada


cemas, ia takut kalau Valen tidak bisa membayar.


“Tenang aja, mas pasti bisa bayar kok, lagian ini semua


sudah mas bayar, jadi kamu tidak usah cemas.” Kata Valen bisa membaca kecemasan


istrinya.


Sekalipun Anindiya terlahir dari keluarga yang


berkecukupan, tapi sejak kakeknya meninggal, nenek Arka menghentikan bantuannya


dan lebih mementingkan dirinya sendiri dan juga cucu kesayangannya yaitu There.


“ Mas, kamu dapet uang dari mana sih? Ini kan mahal


banget loh!” kata Anin sambil berbisik lirih, takut didengar oleh pramusaji


yang sedang menghidangkan makanan.


“Sssttt, kita nikmati dulu saja ya makanannya.” Kata Valen


sambil memakaikan serbet ke tubuh Anin pertanda ia ingin menikmati makan malam romantis


dengan diiringi musik yang sengaja di sewa untuk membangun suasana.


“ Maas, makanannya enak, makasih ya!” kata Anin saat ia sudah selesai menikmati makanannya, ia ingin


menghargai suaminya. Dan Valen hanya mengangguk saja, ia grogi bagaimana ia


akan memulai acara lamarannya.


“Nin! Ehm mas mau kasih kamu sesuatu.” Katanya dengan sedikit


gugup


“Aduh mas, kamu gak usah  beliin macam macam.” Kata Anin tidak enak hati, dia sudah cukup senang


seperti ini.


“Maaf kalau selama ini mas belum pernah mengajak kamu


seperti ini dan juga belum pernah memberi kamu  perhatian yang seperti ini, maukah kamu


menerima yang mas kasih dan menjadi istri mas yang sesungguhnya?” tanya Valen


dengan cepat, untuk menghilangkan kegugupan yang ia rasakan.


“Mas, apa ini?” tanya Anin ketika Valen menyodorkan


sebuah cincin permata yang sudah ia beli kemarin untuk melamar kembali


istrinya.


“Itu tanda aku melamar kamu kembali dan menjadi suami


kamu yang sebenarnya. Dulu aku melamar kamu dengan cincin yang diberikan kakek,


kalau sekarang aku melamar dengan apa yang aku miliki.” Kata Valen yang membuat  Anin terharu, cuman ia belum mengira kalau cincin itu benar benar asli, Anin hanya berpikir kalau itu cincin emas dengan batu permata yang palsu.


“Cincinnya bagus banget mas, makasih ya! Aku sangat suka


dengan pilihan kamu ini mas.” kata Anin sambil menatap cincin yang diberikan


oleh suaminya, membuat Valen langsung memakaikan cincin mahal itu ke jari


tangan Anin yang lentik. Anin melihat cincin yang sudah melingkar di jarinya


dengan perasaan bahagia.


“Aku kan sudah jadi istri kamu yang sah, mestinya kamu


tidak usah memberikan cincin yang cantik seperti ini, dan melamarku lagi.” Kata


Anin dengan sendu, ia terharu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.


“Makasih ya Nin kalau selama ini kamu mau membelaku. Dan selalu mau berada di sisiku.” Kata

__ADS_1


Valen sambil mengecup tangan Anin yang dihiasi oleh cincin permata yang mahal


itu, ini adalah skinship terintim yang pernah Valen lakukan kepadanya selama


setahun pernikahan mereka, membuat ada perasaan aneh di hati Anin yang


membuatnya merona malu.


“Tentu mas! Kamu kan suami aku, dan aku juga


berterimakasih kamu mau susah susah membuat acara romantis seperti ini. Gak


akan pernah aku lupakan.” Kata Anin dengan nada malu malu, membuat Valen merasa


apa yang ia sudah lakukan tidak sia sia.


Sampai kemudian mereka pulang ke rumah, Valen dan Anin


tidak melepaskan genggaman tangannya, karena Anin merasakan kenyamanan yang


lebih saat bersama dengan Valen, begitu pula sebaliknya.


***


Keesokan harinya, Anin kembali harus berkutat dengan persiapan


Pesta Perayaan kemenangan Bagaskara mendapatkan tender. Dan lagi lagi Anin


diminta oleh nenek Arka untuk memastikan kedatangan bu Susan dan CEO baru


mahkota Horeka.


“Nin kau sudah cek semua undangan yang ada?” tanya nenek


dengan nada tegas.


“Sudah nek! Semua kolega bisnis dan juga para wartawan


sudah juga diundang untuk meliput acara kita ini.” Kata Anin sambil menyerahkan


berkas berkas yang ada.


“Ya sudah kamu pastikan kedatangan dua tamu kehormatan


kita, jangan sampai mereka tidak datang!” kata nenek sambil mengibaskan tangannya,


karena ia sedang tidak ingin diganggu, dan Anin pun segera pergi meninggalkan


ruangan nenek Arka, karena pada dasarnya tadi ia hanya ingin menyerahkan berkas


berkas yang harus ia tanda tangani oleh nenek.


Tiba tiba tanpa ketukan dan pemberitahuan, ada seseorang


yang kemudian masuk ke ruangan nenek Arka, membuat nenek Arka kesal.


“Kamu itu apa tidak pernah di ajarkan sopan santun? Masuk


ke ruangan nenek tanpa mengetuk pintu.” Kata nenek dengan nada sarkas.


“ Aduh nek!! Biasanya nenek tidak pernah memperhitungkan


hal itu. Apakah ini karena nenek mau mengangkat Anin menjadi direktur


pelaksana, menggantikan aku?” tanya There dengan nada marah, ia mendengar kabar


kalau ia bakal diturunkan jabatannya digantikan oleh anak sialan itu.


Nenek tercekat, bagaimana cucunya ini tahu tentang


rencananya? Tapi sebenarnya itu adil dan sah saja, karena Anin lah yang


berhasil mendapatkan tender kontrak dengan Mahkota Horeka kan?


.


.


.


TBC


hai readers, thor akan coba up 1 episod lagi hari ini, ditunggu ya!! Jangan lupa like dan favoritkan cerita ini yaa.Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2