
Hai hai Readersku sayang!!! Welcome back!!! Ini adalah update kesekiankalinya🤣. Dijamin pasti puas kan karena author hari ini updatenya banyak kalii. Eits!! Jangan lupa untuk tetap like, vote dan juga memberikan gift yang banyak, supaya autornya semakin bersemangat dalam mengupdate cerita. Oh ya sembari menunggu update-an cerita ini bisa cek karya-karya author yang lain.
Ditunggu like, share, vote dan giftnya. Happy reading!!
***
" Ini baby sitter Anna yang akan menjaga baby Leo." kata Erik sambil menunjuk pada seorang gadis yang seumuran dengan istrinya dan wajahnya sangat cantik. Tapi anehnya wajahnya itu loh, bisa mirip banget sama Anin. Ini sebenarnya Erik sedang mengejeknya atau gimana sih? Erik kan tahu kalau sekarang dirinya sedang LDR dengan istrinya. Masa malah dikasi babysitter yang serupa wajah istrinya.
Saat dikode oleh Valen, Erik malah pura pura tidak melihat kode keras dari bosnya itu.
" Hmm, oke.. kamu bisa keluar sekarang." kata Valen dengan sedikit gugup. Anna yang menatap bosnya dengan tiada berkedip membuat Valen semakin kesal. Sebetulnya Erik melihat semua yang dilakukan oleh Anna kepada Vallen dia menganggap ada yang aneh dengan perilaku baby sitter baru ini memang Erik mendapatkan babysitter ini dari seorang yang a gen penyalur baby sitter.
Rasa-rasanya Anna itu lebih cocok untuk menjadi seorang model atau lebih tepat menjadi seorang penggoda karena wajahnya cukup menarik tapi terkesan ja**ng.
Tapi karena Eric memang membutuhkan seorang baby sitter untuk mengasuh bayi dari seorang kerabat jauhnya. Kerabatnya ini sudah memiliki 10 orang anak dan mereka mengalami kesulitan dalam ekonomi sehingga bantuan dari Vallen itu akan membuat keluarga mereka bisa bernafas lega.
Mereka rela meminjamkan bayi yang kira-kira baru 1 bulan mereka lahirkan, yang adalah anak ke-10, demi mendapatkan imbalan uang yang cukup besar serta biaya kehidupan untuk keluarga mereka.
Anna yang dikode oleh Vallen untuk segera keluar dan mulai mengurus bayi yang merupakan kerabat jauh Erik itu, malahan meminta waktu untuk bisa berduaan dengan Vallen.
" Tuan, apakah saya bisa berbicara empat mata terlebih dahulu kepada tuan, agar saya bisa menentukan apa yang bisa saya lakukan terhadap bayi dari tuan Vallen. Ini merupakan prosedur normal yang biasa dilakukan oleh agen baby sitter agar penyewa jasa bisa merasa puas." kata Anna dengan selipan nada-nada mendesah, merayu, pokoknya aneh banget deh. Tidak biasanya seorang baby sitter melakukan hal ini kepada tuannya, bukankah yang diurus adalah anaknya.
__ADS_1
Erik menatap babysitter itu dengan tatapan tajam, keningnya mengernyit tanda dia bingung, kok ada seorang babysitter dengan permintaan yang cukup aneh, bukannya berpusat kepada anak yang akan diasuhnya tetapi malah berpusat kepada tuan atau Papa dari si anak. Ini aneh tetapi Eric berusaha mengikuti saja apa yang di mau oleh si babysitter ini, sejauh mana permainan dari babysitter ini.
Jujur kecurigaan Erik mengarah kepada Paman Bill, Eric cukup curiga kalau orang ini adalah suruhan dari Paman Bil, tapi karena dia belum memiliki bukti yang bisa dipertanggungjawabkan jadi dia hanya diam dan berusaha mengamati serta mengikuti apa yang menjadi skenario yang akan dimainkan oleh si babysitter ini.
Begitu pula dengan Vallen, dari wajahnya yang mirip dengan Anindya istrinya, Valen sudah cukup curiga bahwa ini pasti jebakan. Tapi sama dengan Erik, Vallen juga ingin mengikuti apa yang menjadi permainan dari skenario milik si babysitter ini.
Vallen mengkode Erik untuk keluar dan dia juga sudah memberikan kode kepada Erik untuk merekam CCTV yang ada di di ruang kerjanya itu. Dan Erik memahami kode dari Vallen, dengan anggukan kepala dia segera keluar dari ruang kerja hanya milik Tuan mudanya itu.
" Duduk! Apa yang ingin kamu bicarakan." kata Vallen sambil mempersilakan babysitter itu untuk duduk di depan kursi serta dihalangi oleh meja kebesaran milik Vallen.
" Tuan Saya hanya ingin tahu beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh sang bayi dan biasanya ini akan kami tanyakan kepada orang yang terdekat, karena orang terdekat dari si bayi adalah tuan jadi saya ingin bertanya." kata babysitter itu sambil duduk dihadapan Vallen.
Jawaban Valen membuat babysitter itu harus berpikir keras, bagaimana caranya dia bisa mendekati Vallen karena berarti dia tidak bisa mendekati melalui anaknya karena Vallen sendiri tidak memiliki kedekatan khusus dengan anaknya itu.
" Ada lagi yang ingin ditanyakan? Kalau tidak ada yang ingin ditanyakan silakan kamu keluar dari ruangan ini karena saya mau melanjutkan pekerjaan saya!" kata Vallen dengan nada kesal karena melihat babysitter ini malah termenung dan bengong dihadapannya.
Memang sih yang wajahnya sangat mirip dengan istrinya tapi entah kenapa, dia merasa ada yang lain dengan perempuan ini yang membuat Vallen jijik dan tidak suka.
Padahal Valen sendiri tidak pernah merasakan hal ini pada wanita lain sekalipun sebenarnya dia memang tidak pernah melirik wanita lain selain istrinya sendiri.
" Oh eh.. iya, tidak ada tuan!" katanya dengn tergagap. Ia harus mikirkan cara lain untuk mendekati majikannya itu. Lumayan, kan tuannya itu tampan dan jomblow.
__ADS_1
" Ya udah sana keluar dari tempat ini! Lain kali kalau kamu ingin menanyakan tentang bayi itu, kamu bisa tanyakan kepada Bu Siti atau mama mertuaku. Jangan pernah sekali sekali kamu menanyakan tentang bayi itu kepadaku, untuk urusan rumah tangga kamu boleh tanya kepada Mbok Siti kalau kamu butuh sesuatu atau ingin mengambil gajian kamu bisa menghubungi Mbok Siti juga." kata Vallen sambil menatap berkas-berkas yang ada di hadapannya, dia bahkan tidak menoleh ke arah babysitter itu salah sekali. Sedikitnya perilaku dari Vallen itu membuat Anna menjadi kesal, tapi apa boleh buat jabatannya disini hanya seorang babysitter.
Ana langsung keluar setelah menunduk dan memberikan hormat kepada Vallen.
" Sialan!! Dasar orang yang dingin dan datar. Emang gak lihat wajah dan tubuhku yang menggoda. Kita lihat saja nanti. Kamu pasti akhirnya akan bertekuk lutut di hadapanku. Bukankah wajahku sekarang mirip dengan mantan istri kamu yang sudah meninggal itu?" Gunam Anna dengan suara lirih takut kalau ada orang yang mendengar umpatan-umpatan yang keluar dari mulutnya barusan.
Tapi dia lupa saat ini dia ada di rumah besar milik Valendra Weston, dimana seluruh bagian dari rumah ini ada CCTV yang langsung terhubung di monitor milik kepala keamanan, tangan kanan dari Erik.
Dan Erik memang disuruh memantau gerak-gerik mencurigakan dari babysitter yang akan di sewa oleh Vallen itu. Jadi tentunya Erik sudah menempatkan sesuatu yang akan membuat dia mudah untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh babysitter itu, termasuk percakapannya barusan.
Memang perkataannya tadi itu masih sedikit membingungkan, tapi ini menjadi dasar untuk Erik mengungkapkan siapa sebenarnya babysitter ini.
.
.
.
TBC
Dah mulai muncul pelakor ya gengs!! Mau ta basmi pake obat nyamuk🤣🤣... tapi hei hei siapa dia???
__ADS_1