
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
" Heiiii!!! Kalian.tidak bisa pergi begitu saja!! " Komandan berteriak karena Valen dan mr Wong dan anak buah mereka sudah melangkah pergi. Lalu Komandan berdecak kesal dan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk tetap tinggal disana sedang ia dan sebagian pasukan akan mengiringi Valen.
Komandan polisi Nawa sudah mengejar Valen dan Mister Wong yang udah berangkat terlebih dahulu. Komandan memerintahkan anak buahnya untuk mengejar mobil yang dikendarai oleh Vallen.
Tentu saja mobil yang dikendarai oleh Valen itu melaju dengan gila-gilaan. Vallen seakan tidak peduli dengan traffic jam yang saat ini ada di hadapannya. Anak buah komandan Nawa bahkan merasa kewalahan dalam mengejar Laju kendaraan milik Vallen. Begitu pula dengan anak buah Vallen yang menaiki mobil yang lain. Mereka juga melaju dengan kecepatan yang gila-gilaan, seakan mereka tidak mau kalah dengan bosnya.
Komandan polisi Nawa sudah mendapatkan konfirmasi bahwa sudah ada juga anak buahnya yang melaju ke panti asuhan milik Vallen itu. Mereka dihubungi oleh pihak pengawal dari Vallen yang berjaga-jaga di seputaran panti asuhan. Bahkan komandan polisi itu juga sudah mendapatkan kabar terbaru tentang siapa-siapa saja yang sudah menjadi korban di daerah pemukiman itu yang berada di daerah sebelum panti asuhan.
Rupanya benar seperti apa yang dipikirkan oleh Mister Wong bahwa Hunter Dead benar-benar berbahaya. Melihat korban yang berjatuhan di sana dapat diperkirakan bahwa baku tembak yang terjadi sangatlah sengit. Tapi korban jiwa di pihak pembunuh bayaran itu juga tidak sedikit.
Komandan polisi itu bisa memperkirakan bahwa orang-orang dari pihak pembunuh bayaran yang lolos tentu saja akan sangat mudah kalau hanya mengalahkan anak kecil, seorang wanita dan seorang laki-laki paruh baya yang sudah tidak berdaya.
Setelah mendengarkan kabar itu komandan polisi langsung menyuruh anak buahnya untuk memacu mobilnya, bukan lagi untuk mengejar Vallen tetapi untuk segera tiba di lokasi pemukiman daerah selatan secepatnya. Karena anak buah dari komandan polisi yang sudah berangkat itu mungkin tidak tahu-menahu tentang lawan yang saat ini mereka akan hadapi. Bisa jadi mereka malah menjadi korban yang berjatuhan selanjutnya. Jadi komandan polisi Nawa harus segera sampai di sana untuk memberitahukan tentang kondisi itu.
__ADS_1
Rupanya Vallen tidak menuju ke arah pemukiman warga bagian selatan namun langsung mengarah ke bagian pemukiman warga daerah Utara tempat yang sekiranya akan dituju oleh istrinya itu. Area base camp Yang mau dijadikan tempat pertemuan yang sudah disampaikan melalui Revan juga sudah diinfokan kepada Vallen, begitu pula dengan pihak Anindya yang juga sudah diberitahukan tentang posisi letak pertemuan itu.
Mudah-mudahan saja sebelum Valen sampai ke sana Mereka sudah sampai di sana dengan selamat.
Komandan polisi sudah tidak mempedulikan posisi Vallen saat ini. Dia lebih memikirkan anak buah anak buah miliknya yang tidak tahu-menahu tentang lawan tangguh yang saat ini mereka akan hadapi.
Jadi dia Ingin secepatnya sampai ke arah sana supaya mereka bisa diberi info tentang siapa lawan mereka sebenarnya. Komandan polisi Nawa juga sudah memberitahukan melalui walkie-talkie yang mereka miliki untuk berhubungan satu sama lain. Jangan melakukan penyerangan terlebih dahulu! Dan lebih baik sekarang memantau dari jarak yang jauh supaya mereka tahu posisi pembunuh bayaran itu terletak dimana saja dan masih ada tersisa berapa orang.
Menurut anak buah komandan polisi itu yang sudah ada di sana mereka mengatakan bahwa korban sekarat yang dari pembunuh bayaran itu tidak bisa dimintai keterangan walaupun dirinya seharusnya masih bisa bicara.
Komandan Nawa juga memerintahkan mereka untuk segera memanggil ambulans yang ternyata sudah mereka lakukan sebelum komandan Nawa mengusulkan hal itu.
Beberapa korban yang merupakan anak buah dari Vallen sudah langsung diberangkatkan ke rumah sakit terdekat sedangkan korban yang dari pembunuh bayaran itu rata-rata sudah meninggal dunia dan hanya ada satu orang itu saja yang masih hidup dalam keadaan sekarat.
Sesampainya komandan polisi itu ke area Pemukiman yang dituju dia langsung mendatangi korban yang dimaksud oleh anak buahnya. Lambang lencana yang tertera di baju yang dipakai oleh orang itu sama dengan yang ditemukan di tempat maksiat tadi. Pertanda sebelum ke arah sini mereka tadi pasti lagi dari arah tempat maksiat sana.
Komandan polisi tidak langsung mengintrogasi orang tersebut melainkan dia langsung menuju ke anak buahnya yang menyusuri jalan ke arah panti asuhan. Dia harus cepat menghubungi anak buah yang pembunuh bayaran yang tersisa. Menurut kalkulasi dari korban hidup yang berasal dari anak buah Vallen mengatakan bahwa jumlah pembunuh bayaran yang lolos masih sekitar 10 sampai 15 orang. Mereka benar-benar orang-orang yang sangat tangguh. Ya iyalah tangguh karena mereka memang dididik dari sejak bayi untuk melakukan pembunuhan. Dan ini merupakan pembunuh bayaran internasional yang harganya sangat mahal.
__ADS_1
Untuk mengusut pembunuh bayaran internasional seperti ini saja pihak kepolisian seperti dirinya tidak bisa kalau tidak menggandeng interpol.
Komandan Nawa dan anak buahnya yang baru saja datang itu langsung menyusul mereka yang sudah pergi ke arah Panti Asuhan dan sesampainya mereka di sana keadaan Panti Asuhan sudah kosong melompong dan pintu-pintu bekas seperti itu bekas didobrak dan ditembaki secara brutal.
Melihat kondisi seperti itu komandan polisi langsung menyiapkananak biah.yang dibawanya supaya berjaga-jaga sedangkan anak buah yang tadinya udah berangkat masih berkeliaran dan berjaga-jaga di daerah Panti Asuhan dan Belum berani memasuki areal hutan. Mereka langsung saling berkoordinasi dan saling berbagi info tentang orang orang tersebut. Rupanya pembunuh bayaran ini belum lama memasuki area hutan. Polisi masih sempat melihat pembunuh bayaran itu menembaki satu persatu pintu yang ditemui dan merangsek masuk. Karena sudah di info oleh komandan untuk hanya berjaga dan sudah diinfo bahwa korban sudah melarikan.diri dan bersembunyi. Membuat mereka tidak melakukan tindakan yang berbahaya.
Komandan polisi Nawa langsung berusaha menghubungi Vallen melalui telepon genggamnya agar dia bisa mendapatkan ancang-ancang kira-kira Valen dan anak buahnya sudah sampai di mana. Tapi teleponnya tidak ada respon sama sekali, karena ponsel Valen dalam keadaan off.
Akhirnya ia menghubungi Revan yang tadi menginfokan tentang kasus di tempat Alicia. Terhubung!! Mudah mudahan ia bisa mendapatkan info peta lokasi dimana Valen, dari Revan.
.
.
.
TBC
__ADS_1