Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 162.


__ADS_3

Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Mampir di Rebirth: Pembalasan dendam tuan muda.. author by nophie. Up 1x ya, promotekan juga ya...


Happy reading, guys!!


***


Belum apa-apa sudah di cegat oleh pengawal pamannya saja. Vallen dan juga Erik saling bertatap muka, mereka Langsung mengirimkan sinyal bahaya kepada Revan dan juga tuan Wong. Mereka memikirkan langkah selanjutnya karena para pengawal itu sudah mendekati mereka dan mengetuk jendela mobil di mana mereka ada.


Percuma saja tadi dia memakai mobil yang super canggih kalau tahu-tahunya di hadang seperti ini. mending tadi naik mobil biasa saja! pikir Vallen sambil tetap terdiam. Wajah Vallen dan Erik terpasang datar dan dingin.


" Maaf, Tuan Billy menyambut kedatangan kalian di rumah besar milik Tuan Billy. Tenang saja Kalian tidak usah takut, karena tuan bili sudah mempersiapkan perjamuan makan yang eksklusif untuk menyambut kedatangan kalian." kata pegawai yang berbaju serba hitam dan bercelana hitam dengan nada hormat dan sopan.


Vallen dan Erik tidak menjawab apa-apa, mereka hanya menganggukkan kepalanya dengan tatapan wajah yang tetap datar dan dingin. Mereka Tahu paman nya sudah menyiapkan jebakan yang lebih besar daripada semuanya itu. Mungkin pamannya menyiapkan makanan yang sudah dibumbuhi racun sehingga ketika Vallen memakannya dia kan langsung mati ditempat. Memikirkan hal itu dia langsung berpikir bahwa dia tidak akan makan makanan yang disuguhkan oleh pamannya itu.


Mereka digiring untuk masuk kedalam sebuah jalan yang tidak seperti yang mereka bayangkan semula.


Vallen berbisik lirih kepada Erik, mungkin mereka ini dibawa melingkari jebakan bom yang kemungkinan besar ditanam oleh pamannya Vallen itu.

__ADS_1


Lokasi tempat mereka berputar itu pun dapat diakses oleh Tuan wong dan Revan, sehingga secara tidak langsung para pengawal milik pamannya itu memberikan Jalan yang aman tanpa mereka melewati alur areal bom yang ditanam oleh pamannya Vallen.


Alat penyadap yang ditaruh oleh Tuan wong itu benar-benar tidak dapat ditangkap oleh pengawal Paman Billy. Salah satu alat penyadap disembunyikan Tuan Wong di contact lens yang dipakai oleh Erik dan juga Vallen. Jadi apa saja yang dilihat oleh Vallen dan juga Erik, bisa diakses Bebas oleh Tuan wong dan juga Revan.


Bahkan saat ini mereka pun mengikuti secara perlahan tanpa diketahui oleh anak buah Tuan Billy karena mereka mengambil jalur yang sangat jauh dengan Valen dan Erik lalu berhenti sekitar 100 meter dari tempat Vallen dan juga Erik di hadang tadi.


Dari situ mereka Meminta nasehat dengan kepala pengembangan teknologi yang dimiliki oleh Tuan Wong. Mereka akan mengirim sinyal dari satelit yang mereka miliki untuk meneliti apakah ada hidden camera di seputaran jalan tersebut.


Ternyata benar mereka memiliki beberapa spot hidden kamera yang udah langsung bisa dimatikan lewat satelit yang dimiliki oleh Tuan Wong itu.


Setelah kepala pengembangan teknologi milik Tuan Wong sudah membereskan setiap hidden camera yang ada di seputaran markas besar milik Paman Billy, lalu Tuan wong dan Revan beserta pengawal yang lainnya langsung bergegas menyusul Vallen dan Erik mengikuti peta yang ditinggalkan oleh mereka. Akan tetapi karena sinyal yang diberikan oleh Kepala pengembangan teknologi milik tuan wong itu kodenya hati-hati. Jadi mereka hanya membawa satu mobil saja untuk mengikuti mobil milik Vallen dan Erik sedangkan dua mobil yang lainnya sebagai back up dari Revan dan juga tuan Wong.


Sambil mendengarkan sinyal dari kepala perkembangan teknologinya Tuan wong juga memantau kondisi dari Erik dan juga Vallen melalui contact lens yang dipakai oleh mereka. Sejauh ini baik-baik saja karena pamannya Vallen masih belum kelihatan di sana. Mereka berdua Hanya duduk dan diam di dekat makanan yang sudah disusun oleh koki dan juga pelayan milik Tuan Billy.


***


" Keponakan kesayangan aku, Bagaimana rasanya masih hidup setelah berkali-kali mau dibunuh?" Kata paman nya dengan nada sarkas, Sambil tertawa terbahak namun sama sekali tidak menyentuh ke matanya. Karena mata pamannya Vallen itu benar-benar menyiratkan dingin dan datar.


" Terima kasih atas perhatiannya! Tapi lebih baik Paman memperhatikan diri sendiri saja, dan kalau Paman cuman butuh uang, tidak perlu segan untuk meminta. Tidak perlu sampai ada adegan dan drama pembunuhan serta modus-modus yang lainnya. Karena harta itu bisa dicari namun kenyamanan sebuah keluarga itu tidak akan pernah bisa dimiliki tanpa adanya ketenangan hati." Sindir Vallen dan nada lembut namun menusuk di telinga Billy.

__ADS_1


Darah Bill otomatis menggelegak naik mendengar perkataan keponakannya yang menyindir dirinya dengan nada lembut namun menusuk.


" Kamu anak kecil tahu apa? Kamu tidak pernah ada di posisi di mana aku berada! Kamu tidak pernah ada di posisi dimana kamu selalu disudutkan! Kamu juga tidak pernah ada dimana kamu selalu menjadi kambing hitam dari segala masalah yang terjadi di dalam keluarga! Aku melakukan ini bukan hanya karena harta. Aku bisa mencarinya dengan tenaga dan kekuatan ku sendiri. Aku melakukannya karena Aku membenci mereka. Dan kenapa aku mau membunuh ibumu? Karena ibumu melahirkan keturunan setan terkutuk. Keluarga apa yang bisa menjadi andalan. Kalau aku tidak bekerja dengan kekuatanku sendiri mana mungkin aku mendapatkan kekayaan semegah ini." teriaknya dengan nada yang kasar dan menggelegar.


Sampai seluruh pengawalnya merasa sedikit ketakutan ketika mendengar apa yang diungkapkan oleh Bill.


Berbeda dengan Vallen yang merasa kesal dan marah dengan apa yang dikatakan oleh pamannya itu, menurutnya bahwa pamannya itu sangat egois. Bagaimana tidak bisa dibilang egois, karena saat ini pamannya hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak pernah memikirkan kondisi orang lain terutama keluarganya yang lain. Dia tidak pernah tahu bahwa kakaknya yaitu ayah kandung dari Vallen itu sangat menyayangi adiknya itu. Bahkan dia mau menukar warisannya itu untuk diberikan kepada adiknya. Tapi kenyataan itu memang tidak pernah diketahui oleh pamannya Vallen. Sehingga dia selalu menganggap bahwa dirinya adalah orang yang yang tersingkir dan menjadi Biang Kerok dari masalah di keluarganya.


.


.


.


TBC


Jangan kuatir tinggal 3 episode lagi dan cerita ini akan tamat. tapi jangan buru-buru di un favorite. karena ceritanya akan berlanjut di Season 2 tentang anak-anak dari valendra dan juga Anindya. Tapi memang ceritanya akan dilanjutkan setelah menyelesaikan Rebirth: Pembalasan dendam tuan muda.. author by nophie. ☝🏻☝🏻 Bakal Crazy up mulai besok...


Thank you readerssss

__ADS_1


__ADS_2