Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Surat wasiat untuk Gustav


__ADS_3

" Sesungguhnya kakek bukan hanya ingin berterima kasih dengan kamu untuk waktu-waktu kakek yang begitu luar biasa di mana Kakek bisa bersama-sama dengan kamu dan di akhir akhir waktu kakek ini kamu selalu ada buat kakek. Berbeda waktu saat kakek bersama dengan ibu kamu, kakek bahkan tidak pernah punya waktu untuk ibu kamu dan keluarga kakek dulunya. Jadi dengan bersama-sama dengan Gustav cucu kesayangan kakek membuat kakek merasa sudah bisa menebus waktu-waktu keluarga yang sempat hilang saat kakek sibuk bekerja dulu. Tapi Kakek sadar kalau waktu kakek itu tidak akan panjang apalagi dengan kondisi tubuh kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan seperti ini. Sebenarnya kakek ingin menanti saat-saat Kakek bisa menemani kamu menemui keluarga Ayah kandungmu, dan sebenarnya kakek juga kepingin bisa melihat kamu menikah dan memberikan kepada kakek ciciit yang lucu yang bisa bermain dengan kakek sepanjang waktu. Yah mungkin kakek sudah tidak memiliki banyak waktu lagi di dunia ini." kata kakek dengan tatapan sendu.


Apa yang dilakukan kakek di dalam videonya sontak membuat keharuan meliputi semua orang yang ada di ruangan tersebut. Tak terkecuali, tuan Victor selaku kuasa hukum dari kakek Alexander noxa Dimitri.


Gustav pun tidak sanggup untuk menahan air mata yang meluncur dengan cepat di kedua belah pipinya.


Bukannya cengeng tetapi kedekatannya dengan kakek Dimitri itu memang benar-benar dekat. Apalagi beberapa bulan terakhir ini saat kakek Dimitri dalam kondisi yang jatuh bangun dalam artian sering sekali kakek Dimitri dirawat di rumah sakit gara-gara kondisi tubuhnya yang sudah drop, maklumlah selain sudah tua kakek Dimitri juga memiliki penyakit jantung.


" Kurasa Kamu tidak akan kaget mendengar kakek menceritakan apa saja yang bakal kamu miliki. Selain sertifikat tanah di beberapa tempat baik di Indonesia maupun di luar negeri yang tak yakin kamu juga sudah mengenali satu persatu, 2 perusahaan besar dan beberapa saham besar di perusahaan multi nasional. Tapi kakek cuman minta satu hal bahwa perhiasan milik mendiang ibumu dan milik mendiang nenekmu itu semua bakal turun ke calon cucu menantu kakek. Jadi kakek hanya berharap kamu akan segera mendapatkan jodoh yang memang kamu inginkan. Dan sebelum kalian menikah nanti jangan lupa bawa calon cucu menantu kakek ke makam kakek ya. " katanya dengan wajah sendu.


" semua harta warisan kakek surat-surat berharga dan juga emas batangan Sudah ditulis dengan rapi oleh Tuan vektor agar dapat diserahkan kepada mu untuk kamu inventaris kan jadi kamu tahu apa-apa saja yang harus kamu lakukan. Kakek yakin bahwa Ryu dan juga Ken akan membantu kamu semaksimal mungkin, karena mereka bukan lagi sebagai seorang asisten tapi juga keluarga dekat kamu sekarang." kata kakek lagi.


" Pihak keluarga Ayah kandungmu kemarin sudah berkata sama kakek bahwa mereka meminta agar nama belakangmu berubah menjadi nama keluarga mereka tapi kakek menolak karena hanya kamulah yang akan menurunkan nama Dimitri untuk keturunanmu selanjutnya tapi kalau kamu memiliki dua orang anak laki-laki boleh lah salah satunya memakai nama keluarga dari ayah kandungmu." kata kakek memberikan wejangan kepada cucu kesayangannya itu.


" Baiklah kek, Gustav pasti akan menuruti apa yang menjadi kehendak kakek." katanya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda dia akan menuruti apa yang menjadi wasiat kakeknya itu. Tapi perkataan kakek selanjutnya yang membuat dirinya menjadi ragu-ragu.


" Kakek tahu waktu Ayah Billy akan meninggal Dia sudah mewasiatkan agar kamu membalaskan dendamnya dengan menyakiti keluarga Weston, Kakek harap kamu tidak akan mengikuti apa yang menjadi kehendak dari ayah Billy, seperti yang kakek pernah bilang bahwa dendam itu akan berputar seperti lingkaran setan Apabila kamu mengikuti lingkaran itu maka kamu tidak akan pernah bisa keluar dari lingkaran itu. Akan terus-menerus ada orang yang membalas dendam karena ada berada di lingkungan lingkaran tersebut. Maka akan lebih baik kalau kamu mengikhlaskan saja semua yang sudah terjadi, biarlah dendam itu terkubur di dalam tanah sampai selama-lamanya. Dari dulu kakek tidak pernah setuju dengan keinginanmu menolong Ayah Billy membalaskan dendam untuk keluarga Weston. Juga dari dulu ketika keluarga Weston ingin menjalin hubungan kerjasama dengan keluarga Dimitri, kakek selalu menjaga jarak agar kamu tidak pernah bertemu dengan keluarga Weston. Bukan karena kakek dendam dengan keluarga Weston tapi karena kakek tidak mau kamu akan membenci keluarga Weston padahal kamu tidak pernah tahu apa yang dilakukan oleh ayahmu justru menyakiti keluarga Weston. jadi kakek pingin kamu mulai membuka wawasan kamu dan mulai menjalin hubungan yang baik dengan keluarga Weston." kata kakek dengan suara tegas dan berwibawa, Gustav tahu persis kalau kakek sudah berkata seperti itu berarti dia harus melakukan apa yang menjadi kehendak kakek. Gustav hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar kemudian mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia mau melakukan apa yang kakek mau.

__ADS_1


Setelah pembacaan surat wasiat dari kakek selesai, Gustav, Tuan Victor dan juga para asistennya menandatangani surat wasiat itu bahwa surat wasiat itu sudah bisa disahkan dan dilaksanakan mulai dari sekarang.


Setelah menjabat tangan dari Gustav, Tuan Victor langsung berpamitan untuk undur diri dan segera melaksanakan surat-surat dan meng inventarisasikan semua berkas-berkas dan harta kekayaan yang dimiliki oleh Tuan Alexander noxa Dimitri yang semuanya diberikan kepada cucu satu satunya yaitu Gustaf Alexandro Dimitri.


Gustav memijit keningnya dengan lelah karena perkataan dan wasiat yang diberikan kakek padanya dia menatap ke- empat kepingan CD lainnya yang berisikan pesan-pesan yang direkam oleh kakek sebelum dirinya meninggal dunia.


" Tuan muda, pelayan sudah menyiapkan makan malam." kata asistennya dengan nada hormat.


Gustav sedikit kaget karena ternyata tidak terasa hari sudah mulai petang, padahal perasaan tadi Ketika tuan Victor pulang itu masih sore, tanpa terasa hari sudah petang saja.


Sebenarnya Gustav belum merasakan rasa lapar karena dia masih terlalu sedih memikirkan bahwa saat ini kakeknya berada di sana sendirian.


Gustav berjalan ke arah meja makan dengan langkah malas. Sesampainya di sana ia meminta semua asisten dan Kepala pelayannya yaitu om Hen untuk ikut duduk dan menemaninya makan. Semuanya menatap Gustav dengan wajah sendu. Mereka semua tahu akan kedekatan kakek Dimitri dan juga Gustav. Mereka membiarkan Gustav dalam kesedihannya hari ini.


.


.

__ADS_1


.


TBC


Hai readers.. jangan lupa untuk cek karya thor yang ini ya...


❤difavoritkan


🧡dilike


💙dikasih gift


💚Bintang 5 juga


💛Jangan lupa votenyaaa🤣makasih


__ADS_1



__ADS_2