Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Rumah sepi ngapain?


__ADS_3

Karena memang di masa yang lalu baby tidak pernah bisa bebas untuk bepergian seorang diri maka saat ini setelah dia menikah ia merasakan kebebasan yang Hakiki di mana dia hanya perlu mengajak suaminya untuk berpergian dan ayah Vallen tidak akan menyulitkannya dengan menyuruh baby membawa Bodyguard banyak-banyak.


Jadi rencananya ketika di rumah tidak ada orang sama sekali karena orang tuanya baby pergi dan juga kedua Kakaknya mengikuti orang tuanya untuk berkenalan dengan klien bisnisnya, maka baby ingin mengajak Gustav untuk pergi ke tempat lain yang mungkin belum pernah dia datangi sama sekali.


"Emang kamu mau kemana?" tanya Gustav ketika baby kesekian kalinya merengek ingin berpergian hanya berdua.


"Emangnya mas gak pernah brpergian ya?"tanya baby dengan nada geram, mas Gustavnya ini emang gak romantis dan bahkan tidak pernah berpergian sama sepertinya.


Lengkap sudah penderitaan baby ketika gustaf hanya menggelengkan kepalanya tanda dirinya memang belum pernah berpergian ke tempat teman yang menurut baby romantis itu.


"Haiz, kalau gini ini berarti Aku terjebak dalam pernikahan cupu vs cupu!" katanya dengan kesal.


"Baby!" geram Gustav kesal, tapi sejurus kemudian dia melirik kearah istri kecilnya itu dan melihat bahwa baby dalam posisi cemberut, tiba-tiba dia merasa kasihan dan sadar bahwa baby ini selama hidupnya hanya terkurung di rumah dan tidak bisa kemana-mana gara-gara overprotektif nya ayah Vallen kepada baby.


"Oke mas akan ajak kamu ke sebuah tempat yang kata teman mas, ini bagus dan romatis." kata Gustav yang teringat dengan kata mantan teman kuliahnya yang sering membicarakannya di grup kuliahnya di aplikasi chat yang ia juga ikuti, tapi jangan harap ia akan iikutan chat di sana, karena semua temannya tahu kalau Gustav itu es balok yang ga pernah bicaara walau mereka tahu kalau Gustav itu baik dan suka menolong, apalagi kalau sama lawan jenis, pasi ia akan jauuuhhhh lebih dingin dan berkesan selalu menghindar, padahal wajahnya tu tampan banget.


" Ini sudah jam berapa?" tanya Gustav kepada istrinya itu.


Istrinya yang bingung dengan maksud dan tujuan Gustav bertanya hanya melirik kearah jamnya lalu menjawab dengan nada malas.


" 7 malam, dibilangin enggak usah mikirin jam malam yang dikasih sama ayah Vallen kepada kita soalnya ayah Vallen dan Seluruh keluargaku pergi ke perjamuan makan malam yang mungkin akan sampai larut malam jadi kita masih punya banyak waktu untuk berpergian terlebih dahulu." kata baby dengan penuh harap kalau suaminya itu akan membawanya pergi jalan jalan sebelum blan madunya. Ia sabar menanti kesibukan Gustav mereda karena itu alasan Gustv tidak bisa honey moon terlebih dahulu, karena ia harus menanti pekerjaan Gustav yang bejibun itu sedikit bisa di kurangi lalu ia akan merancangkan libur 3 hari agar ia bebas tugas dan menikmati tubuh istrinya digarap dengan baik selama 3 hari di masa honey moon itu.


"Hmm ... kamu mau tidur dulu?" tanya Gustav dengan nada sayang kepada baby.


"Engak ah, nanti kamu buang aku di hutan." kata baby sambil meringis ketika melihat suaminya melotot dengan perkataan istri kecilnya yang seperti biasa gak ada filternya.


"He h ehe maaaaffff!" kata baby melihat suaminya melengos dan gak mau menatapnya lagi.


"Becanda mas!Jangan marah ya ya..." katanya sambil bergelendotan di lengan kekar suaminya itu, bak aanak monyet.

__ADS_1


Gustav hanya mendengus kesal melihat kalau dirinya lagi lagi harus luluh dibawah tatapan puppy eyes milik istri kecilnya yang manja dan kalau ngomong suka gak ada filter, ya tapi memang cuman sama dirinya saja Baby itu bisa tampil apa adanya tanpa sekat kayak gini. Kalau di rumah ayah Valen ia mana berani?


"Jangan suka ngomong yang enggak enggak, ingat ya, kalau ucapan itu doa." kata Gustav memperingatkan dengan suaranya yang tegas tapi sambil mengelus kepala sang istri karena ia tidak mau Baby salah paham dengan perkataannya.


"Iya mas, aku minta maaf." kata baby dengan segera, ia sih niatnya hanya bercanda tapi ia tahu kalau bercandanya tadi keterlaluan, lalu ia melemparkan pandangannya ke luar dan melihat kalau sisi kanan dan kiri jalan yang di lalui mobil Gustav itu gelap, ia sontak mendekatkan tubuhnya pada lengan suaminya serta merapatkannya tanpa jarak.


"Kenapa?" tanya Gustav keheranan.


"Kita gak salah jalan kan mas? Aku gak takut sama manusia atau penjahat mas!Tapi kalau sama mahluk tak kasat mata aku ngeri loh mas." katanya dengan nada takut takut, membuat Gustav hanya bisa tertawa saja melihat ketakutan di mata istrinya itu.


" Iya aku tahu kalau kamu yang katanya juara bela diri gak bakalan takut sama penjahat, tapi kamu kalau sama aku kalah terus loh kalau berkelahi ...."


"Kapan kita berkelahi?Mas mau nyoba nantangin ilmu aku?" tanya Baby dengan mata melotot lebar.


"Kamu itu loh, mas belum selesai bicara, maksud mas, kamu selalu kalh berkelahi sama mas di atas ranjang." Astaga, ingin rasanya baby meng - lakban bibir suaminya itu agar tahu skon, istrinya lagi takut diajak berputar di tempat gelap dan seperti tempat jin buang anak begini, malah diajak mesum, eh mikir mesum i tempat kayak begini juga gak boleh ding! Ih amit amit.


"Massss, tempatnya ini serem, kayak tempt jin buang anak!Kamu malah omes sih!" rajuk Baby dengan kesal.


"Aduh kenapa mas?Gak boleh ya ngomong gitu?" tanya baby takut takut, mungkin ada perkataan yang ga boleh diucapkan selama melewati jalan itu kayak urban urban legend gitu.


"Lha kamu ini fitnah si jin, coba kapan kamu tahu kalau jin itu buang anak? Siapa tahu anaknya dimasukin ke dalam botol kayak film jinny oh jinny?" Astaga, suaminya ini kayaknya ngajak berantem deh!Itu kan hanya sekedar perkataan baby saja yang biasa di ucapkan oleh orang orang yang mengsinonimkan tempat yang sepi dengan tempat jin buang anak.


"Auk ah lap!!" kata baby yang mulai kesal, jadi ia memonyongkan bibirnya dan menyesal mengajak ngomong suaminya itu.


Tapi Gustav malah ketawa sambil mengusap kepala istrinya ittu dengan sayang.


"Sebentar lagi kayknya sampai deh." katanya dengan nada lembut, agar istrinya yang tadi ia goda tidak marah lagi.


"Nanti kita pulangkah?Kayaknya ini jauh loh dari rumah." katanya sambil menoleh ke kanan dan kiri.

__ADS_1


"Ya kalau gak bisa pulang ya nginep, nanti biar mas yang bicara sama ayah dan ibu. Lagian rumah kan sepi, ngapain ?" katanya santai, membuat Baby juga ikutan santai, syukurlah dengan adanya Gustav ia bisa dengan santai menghadapi hidup.


Lalu tiba tiba Gustav berhenti di sebuah tempat yang sangat gelap daan sepi, benar benar sepi karena tak ada rumah penduduk dan tidak ada penerangan sama sekali.


"Ini kayaknya tempat yang dituju deh!"


"Apaan romantis, gelap gini." kata Baby sambil mengeluh.


"Keluar dulu, kita buktikan kata teman aku." kata Gustav sambil keluar dari mobil.


Dengan ogah ogahan baby keluar dan langsung menempel ketat sama Gustav dan memehang lengan Gustav seolah Gustav bakal ilang.


"Mas, takut!" kata baby dengan suara lirih.


"Sssttt diam dulu!" katanya sambil melihat ke sekeliling.


"Coba kamu lihat itu diatas kamu...."


"Aaaaaa...."


.


.


.


TBC


Wkwkwk emang apa yang dilihat sama baby ya? Besok ya guys...

__ADS_1


Jangan lupa kasih vote soalnya besok hari vote sedunia dan juga kasi like, hadiah dan komen yang banyakkkkkkk. Kalau banyak vote dan hadiah serta like, langsung up lagi yang lebih banyak. Happy reading!!


__ADS_2