Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Gangguan


__ADS_3

Gustav yang melihat itu hanya bisa menaruh makanannya dan menyusul baby ke atas, tanpa berpamitan dengan ayah dan ibu mertuanya. Ia juga kesal melihat istrinya digituin sama ayah mertuanya.


Anin menaruh sendok dan garpunya dan melipat tangannya di atas dadanya sambil menatap suaminya dengan intens sehingga membuat suaminya ini sedikit jengah, dan ikut menaruh sendok garpunya di piring.


"Ada apa sayang?" tanya Valen pura pura tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab istrinya tampak merajuk kepadanya.


"Sebenarnya apa sih yang menajdi permasalahannya?Dan tolonglah, jangan melakukan hal itu disini, ini ruang makan, ini meja makan, kamu kalau mau bahas yang berkaitan dengan hal hal bisnis, bisa kamu taruh di ruang kerjamu, bukankah aku selalu mengatakan itu sama kamu, duo kembar dan juga Baby?" tanya Anindya yang kesal dengan apa yang dilakukan Valen yang membuat anak dan menantunya jadi kesal dan melakukan aksi walk out.


" Maaf sayang, aku mungkin kelepasan. Biar aku nanti yang akan berbicara sama Baby dan Gustav, hmm?" katanya dengan lembut dan penuh penyesalan, ia tahu seharusnya ia lebih bijak dengan tidak mencampur adukan masalah bisnis dan masalah kerja.


"Aku tahu kalau kamu mungkin banyak pikiran dan ...."


"Sebenarnya itu menyangkut masalah keamanan buat Baby saja, sayang. Tindkan arogan yang ia lakukn kepada salah seorang anak rekan bisnis ku sedikit membuat aku resah, aku takut kalau meeka akan melakukan ha hl yang tidak diinginkan kalau menilik ke aroganan Baby kepada anaknya itu." kata Valen sambil menghela nafasnya dengan sedikit keras tanda ia takut kalau mereka mencelakakan Baby.


"Hey, tapi Baby itu sudah ada yang melindungi." kata Anin dengan wajah penuh sayang kepada Valen, ia thau betapa Valen sangat menyayangi anak perempuan satu satunya itu.


"Tidak begitu sayang, justru pangkal dari semua permasalahan yang ada adalah Gustav sendiri." keluhnya dengan sedikit kesal melihat menantunya tenryata laris manis. Ya ia sadar walau mantunya itu sudah berusia hampir 2 kali lipat baby tapi wajahnya dan bodynya benar benar membuat wanita wanita muda itu rela melemparkan diri di ranjang panas sang CEO. Apalagi menilik harta kekayaan Gustav dari keluarga Dimitri, pasti tidak akan ada orang yang menolak jika dinikahi Gustav. Bahkan dengar dengar kelaurga Hadiwijaya juga akan menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepada Gustav karena Nia pun sebagai pewaris tidak akan mengambil dan mewarisi kekayaan Hadiwijaya karena suaminya aja keturunan sultan.


" Apa Maksud kamu Ayah?Aku tidak mengerti dengan maksudmu Bagaimana bisa Gustav itu adalah penyebab dari semuanya ini?" pada akhirnya Anindya pun memutuskan untuk tidak melanjutkan makan siangnya bersama dengan suaminya malah membahas tentang apa yang menjadi permasalahan Vallen marah kepada baby.


"Jadi ceritanya dia si Gustav menantumu itu disukai oleh Felicia Sunarto, yang adalah anak perempuan Suwiryo Sunarto, dia termasuk jajaran orang yang mendapatkan uang dan jabatan dari dunia gelap. Dia bukan orang dari undergound site karena sebetulnya ia lebih jahat dari itu. Sebenarnya aku mmang belum pasti dengan apa yang sebenarnya baby lakukan kepada Feli itu. Mungkin baby hanya berusaha untuk mempertahankan diri dan mempertahankan suaminya, karena menurut apa yang aku dengar Feli ini sudah lama menyukai Gustav."


"Ayah apalagi kalua kamu tidak yakin apa yang dilakukan oleh Baby, kenapa kamu malh marah sama Baby, aku rasa ini tidak adail baginya."

__ADS_1


"Tapi sayang aku takut kalau di sampai diapa apain oleh Sunarto brengsek itu. Setidaknya jangan berkonfront langsung dengan orang orang macam itu, bisa saja laporkan langsung sama aku karena aku bisa menidak namun dengan cara yang halus." kata Valen dengan kesal.


" Ayah kita tidak bisa menyalahkan baby, Lagian dirinya hanya mencoba untuk mempertahankan miliknya saja, kan ayah bisa ngomong ya lebih baik baik lagi dan jangan di meja makan seperti ini." kata Anin dengan bijaksana.


"Maaf, nanti ayah akan panggil mereka berdua. Boleh ayah minta asupan dulu sebelum ..."


"Yah, gausah mesum bin omes deh! Mau dilanjutin makan apa langsung ..."


"Langsung makan ibu saja boleh?" tanya Valen mnggoda istrinya.


"Engga ... selesaikan dulu masalah ayah sama mereka terlebih dahulu dan ibu gak akan kasih jatah sama ayah kalau belum selesai masalahnya."


"Astaga ibu, itu jatah ayah loh."


***


Sementara itu Baby yang kesal, dan menangis meninggalkan meja makan menuju ruang tidurnya, langsung melepaskan kekesalannya di ruang tidur besar miliknya tanpa tahu kalau sebentar lagi suaminya akan menyusul dirinya untuk menghibur Perasaan hati istrinya yang sedang kesal.


Ketika ia sedang membenamkan wajahnya pada bantal untuk meluapkan segala perasaan dan rasa kesalnya di sana tiba-tiba ada sebuah tangan yang besar yang merangkul bahunya yang kecil lalu menepuk-nepuk punggungnya dengan sayang.


Tiba tiba baby mendongakkan kepalanya dan memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan aliran air mata pada sesosok wajah tampan yang saat ini sedang menatap dirinya dengan penuh rasa kasih sayang.


"Jangan nangis dong ah, nanti wajahmu semakin cantik sehingga membuat mas kepingin terus menerus menciumi dan melakukan hal yang iya-iya kepada kamu." bisiknya dengan suara lirih namun jelas sekali tendensi adalah untuk menggoda istrinya supaya tidak sedih lagi.

__ADS_1


"Dasar suami omes!" katanya dengan nada manja seperti biasanya. Gustav sempat cemas kalau Baby akan ngembek panjang, namun pada kenyataanya Baby cepat pulih.


"Mas syang dan cinta sama kamu, jadi kamu jangan suka nangis ya." kata Gustav menenangkan Baby yang kembali mellow mendengar perkataan dari suaminya yang terlampau sayang dan mencintainya.


"Makasih ya sayang, aku juga gak tahu kenapa ayah kok marah marah sama Baby karena biasanya ayah itu snagat sayang sama Baby." sahutnya dengan nada sendu.


"Sudahlah gak usah dipikirin yang penting ada mas Gustav yang sayang sama baby, okey?" kata Gustav dengan santai walau dalam hati ia juga bertanya tanya apa yang emnyebabkan ayah mertuanya kesal dengan istrinya karena setahunya ayah mertuanya emmang sanagat menyayangi anak perempuan satu satunya itu.


Gustav langsung mencium kening baby dan menghapus air mata di wajah baby dengan kecupannya, sehingga Baby terlena dan mendalami setiap ciuman suaminya itu dengan seduktif membuat Gustav pun melakukan hal yang sama.


Tapi tak selang beapa lama, tiba tiba bunyi ketukan pintu menganggu acara baby dan Gustav yang lagi dalam tahap serang menyerang.


Tok tok tok...


.


.


.


TBC


Ish ibu menganggu deh, yuk langsung cuxzz dikasi jempol dan juga komen yang banyak. Juga hadiah dan vote soalnya biar bisa up lagi dngan penuh semangat, karena hari ini harus urus anak yang kena copid, semoga cepat semuh dan thor semangat untuk nulis dengan kecepatan maksimal.

__ADS_1


Happy reading!!


__ADS_2