
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
" Sayang?"
" Mas Valen??"
" Sayang... gimana dengan anak anak dan ayah?" tanya Valen bahagia, karena Anin baik baik saja.
" Anak anak dan ayah ada di dalam. Kita bergantian berjaga disini. Tadi Lios sempat nangis, gak tahu kenapa." katanya dengan nada bahagia. Ia senang bisa ketemu dengan Valen. Pertanda ia akan aman.
" Kita harus segera keliar dari sini. Kita harus cari tempat yang aman. Bagaimana kamu bisa kesini?" tanya Valen sambil mengkode mr Wong kalau yang didalam sini adalah istrinya.
"Jadi gini mas.." Anin menceritakan apa yang terjadi setelah di dalam hutan.
FLASHBACK
" Itu Nyonya, menurut GPS itulah lokasi di mana mereka berada cuman memang mereka tadi sudah bilang bahwa mereka akan bersembunyi supaya saat pasukan itu dan mungkin mendahului Nyonya, mereka tidak akan terlihat dan tergapai." kata pengawal itu sambil menunjuk sebuah arah yang tidak terlalu jauh lagi dari langkah kaki mereka.
" Baiklah, beri tanda untuk mereka untuk segera berjalan lagi. Kali ini tujuan kita adalah tempat base camp yang ditunjuk oleh kak Revan." kata Anindya dengan nafas sedikit tersengal. Ia mempercepat langkahnya. Dia tidak mau nerhenti sebelum ia mencapai desa itu.
" Nyonya kita sudah memberi tanda kepada pasukannya yang membawa anak-anak dan juga Ayah nyonya, dan mereka akan keluar saat kita melewati tempatnya." kata para pengawal yang sudah menghubungi pengawal yang membawa Liam dan Lios juga Ayah Vallen.
" Bagus!! Tapi kita ada di track yang benar kan?" tanya Anin kemudian.
__ADS_1
" Iya... menurut maps ini benar." kata pengawal itu.
Lalu tiba-tiba semak-semak yang ada di samping kanan kiri mereka bergerak-gerak sehingga mereka tahu pasti kalau ada orang di sekitar situ.
" Ada orang!" kata Anin lirih.
Namun pengawal Aanindya langsung membuat kode siulan tertentu yang dimengerti bahwa dirinya adalah orang yang dicari atau dinanti oleh pengawal anak-anak dan juga pengawal Ayah Vallen.
Tiba tiba mereka muncul disana. Anindya sangat bahagia karena melihat anak-anaknya dan juga Ayah mertuanya baik-baik saja. Sekalipun kelelahan Itu muncul di wajah Ayah mertuanya itu.
" Gimana keadaan ayah?" tanya Anindya setelah menggendong anak anaknya dan menciumi mereka satu persatu.
" Ayah baik-baik saja Nak! Kamu tidak usah khawatir! Tadi ayah cemas melihat kamu belum datang-datang. Tapi ayah rasa lebih bijaksana kalau kita tidak tinggal di tempat ini sekarang. Kita harus segera berangkat dan bersembunyi di tempat yang lebih aman. Karena tadi ayah sudah berusaha menghubungi teman Ayah mengatakan bahwa ini adalah sebuah pasukan yang sangat berbahaya. Makanya kita harus bisa menghindari dan bersembunyi tanpa jejak. Bagaimana pun sangat mudah bagi mereka untuk mendapatkan jejak kita." kata Ayah sambil menghampiri Anin.
" Ayah tidak usah khwatir sama Anin. Anin justru cemas dengan kondidi kaki ayah. Gini saja, ayah harus mau digendong secara bergantian oleh para pengawal. Karena kaki ayah baru saja sembuh. Gimana?" tanya Anin kepada semua pengawal juga. Pengawal hanya mengangguk tanda setuju. Supaya perjalanan mereka tidak bertambah lama.
" Baiklah demi kebaikan bersama, ayah nurut saja." kata ayah Valen.dengan bijaksana. Mereka kembali berangkat tanpa menyia-nyiakan waktu. Anindya tidak sempat beristirahat dia hanya meminum air yang dibawa di dalam ransel yang dibawa oleh para pengawal. dia harus menyemangati dirinya sendiri untuk terus berjalan tiada lelah sampai mencapai tujuannya.
Rupanya hanya dalam 10 menit mereka bisa mencapai rumah penduduk pertama ada di desa bagian utara itu, tapi sayangnya tempat itu ternyata sudah lama ditinggalkan oleh para penduduknya, terbukti dengan tidak adanya lagi tanda-tanda kehidupan di desa Utara itu.
Ini adalah hasil yang mengecewakan bagi mereka, karena berarti mereka harus segera mencari rumah yang dimaksud oleh Revan. tYpi dengan tidak adanya orang di desa itu berarti mereka harus pasukan pembunuh itu sendirian. Sedangkan mereka tidak mengerti medan disana.
" Gimana nih? Ternyata Desa ini adalah desa yang sudah ditinggalkan oleh para penduduk di sini." tanya Anindya dengan putus asa.
Sebenarnya dia sendiri sudah lapar dan kelelahan dia juga kasihan melihat anak-anaknya tapi untungnya anaknya sama sekali tidak rewel. Bahkan mereka tertidur lelap di bawah gendongan para perawat.
__ADS_1
" Nyonya, ada satu tempat yang kelihatannya ada orangnya. tapi kita tidak tahu sih itu orang baik atau orang jahat! biar saya akan melihatnya terlebih dahulu!" kata salah satu pengawal yang tadi bersama-sama dengan Anindya.
Anin hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya karena dia sendiri sudah tidak punya cara lain selain memohon pertolongan kepada 1 orang yang ada di tempat ini karena mungkin dia lebih tahu tentang kondisi di tempat ini.
Ternyata benar seorang kakek tua yang ada di tempat ini adalah satu-satunya orang yang masih ada di tempat ini.
Tempat jni gersang dan mati, tapi emang dia tidak mau pindah. menurutnya tempat ini adalah tempat di mana istrinya dikuburkan jadi dia tidak mau meninggalkan istrinya sendirian.
Lalu para pengawal meminta pertolongan kepada kakek tua ini supaya mereka bisa sembunyi. Ternyata yang lebih mengejutkan adalah kakek tua ini mengetahui tempat persembunyian yang sangat bagus untuk mereka sehingga tidak ada seorangpun yang bisa masuk atau tidak ada seorangpun yang bisa mengetahuinya kalau bukan orang yang dari daerah tersebut.
Bahkan orang yang memiliki ilmu untuk mengetahui jejak seseorang pun tidak akan pernah dapat mengetahui tempat persembunyian itu. Karena tempat ini tertutup dengan air. Air biasanya menyamarkan jejak seseorang.
Kakek tua itu mengantarkan mereka satu persatu masuk ke dalam tempat persembunyian yang berada dibalik air terjun. Lalu kakek tua itu langsung menghapus jejak yang ada di dekat tempat itu supaya orang-orang jahat itu tidak bisa menemukan jejak mereka.
Kakek yang sudah terbiasa melakukan hal itu pun masuk dari jalan sebrangnya dan menghilang dibalik air terjun, setelah melewati batu batuan sungai yang dangkal itu.
Tempat persembunyian yang menurut Anindya ini sangat bagus sedikit melegakan pemikiran Anindya. Jadi mereka menggelar bekal mereka dan mulai makan beserta dengan kakek tua itu. Ini semua mereka lakukan supaya mereka bisa bertahan hidup. Untung saja tapi Anindya sudah memasak banyak makanan dan juga membawa semuanya jadi mereka tidak akan kelaparan.
.
.
.
TBC
__ADS_1