
Valen hanya diam ketika melihat istrinya panik mengatur semua pemegang saham yang tiba-tiba ingin melakukan penarikan investasi mereka secara besar-besaran. memang ini adalah salah satu cara Valen untuk menguasai kekayaan seluruh saham Bagaskara grup, kemarin Revan juga ayahnya sudah mengkode dirinya untuk melakukan pembelian atas penjualan saham yang nantinya akan dijual secara massal. Pastinya ini sudah diperhitungkan oleh Tuan Wili bahwa harganya akan jauh di bawah pasar. Weston group memang sengaja membiarkan Bagaskara ada di titik terbawah supaya mereka bisa membelinya dengan harga murah dan mengembangkannya kembali ditangan anaknya yaitu Vallen.
Ini juga salah satu cara untuk Vallen membalaskan dendam dengan cerdas, karena dahulu Valen dihina serta di diinjak-injak harga dirinya oleh keluarga Bagaskara. Jadi sebetulnya sangat mustahil bagi Vallen untuk bisa bersama dengan There walaupun There menjual harga dirinya serendah-rendahnya. Rasa dendam yang ada di dalam hati Vallen saat dirinya terutama istrinya direndahkan oleh keluarga Bagaskara membuatnya bersemangat untuk membuat Bagaskara ada di titik terbawah dalam kancah perbisnisan.
Bagaskara Grup sudah semakin kacau, para pemegang saham yang lain hanya berpikir untuk melakukan gerakan penjualan besar besaran gara gara perkataan Arga. Sedang si Arga hanya bisa tersenyum sinis melihat kondisi chaos yang diakibatkan oleh dirinya. Padahal final bomb -nya belum ia gunakan. Hanya perkataan sarkas dan niatan ia menjual invest begitu saja sudah membuat pemegang saham dan inveztor lainnya kebakaran jenggot.
" Kalian pasti tidak tahu bahwa di dalam perusahaan ini keadaannya buruk. Keamanannya sudah dibobol oleh hacker baru saja. Aku semakin ingin membuang sahamku ini." katanya sembari menyulut emosi orang lainnya menyulitkan Anin dan Aldi menenangkan mereka. Valen kasihan melihat kondisi istrinya tapi ia sendiri memang brrmain disini agar ia bisa mempersembahkan Bagaskara grup untuk istrinya tercinta.
" Itu tidak benar!! " kata Anin dengan kesal, karena para pemegang saham tambah menggila. Membuat Anin Aldy kewalahan dan aksi dorong dorongan pun tak terhindarkan membuat Anin yang tak siap menjadi terjatuh. Valen pun kesal dan marah, tidak tahan melihat istrinya terpojok.
" Cukup!! Kalau kalian memang ingin segera menjual saham kalian silahkan hubungi ini. " teriaknya penuh amarah sambil melempar sebuah kartu nama yang langsung diambil secara berebutan oleh para prmegang saham yang kalap. Valen langsung menghampiri istrinya dan menolongnya berdiri.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Aldy dengan nada datar.
" Aku hanya menyelamatkan tempat ini dari orang orang serakah macam mereka." kata Valen sambil menujuk kumpulan orang-orang yang sudah berebut kartu nama yang dilemparkan oleh Vallen.
" Tapi.."
" Kamu tenang saja dan aku akan membantu kalian menyelesaikan masalah di Bagaskara grup ini." kata Valen kepada Aldy, sambil ia memeluk istrinya dengan posesif, tujuannya hanya satu supaya istrinya terlindungi dari tindakan anarkis orang-orang yang serakah akan uang. Tindakan Vallen itu membuat There semakin bahwa Vallen itu adalah pewaris tunggal dari Weston grup. Vallen seperti membuktikan dirinya bahwa dirinya memang orang kaya sehingga dia bisa melakukan apa saja untuk membeli saham dari Bagaskara grup.
__ADS_1
" Jadi, Kamu benar-benar adalah pewaris tunggal dari Weston Group? Dan kamu mengakuinya sekarang? Jadi sebenarnya aku tidak salah kira!" kata There dengan nada senang. There menepis keberadaan Anin dan kemudian dia memeluk Vallen dengan tidak tahu malu nya.
Vallen yang tidak menyangka dengan kelakuan There menjadi kaget kemudian dia mendorong tubuh There wanita itu jatuh terjerembab karena kerasnya dorongan dari Vallen.
Anin pun yang kesal karena ditepis oleh There dan melihat There memeluk suaminya dengan mesra, menjadi marah.
Kondisi Anin yang sudah gemas dengan chaos yang terjadi, memutuskan untuk keluar dari ruangan yang terasa menyesakan.
" Anin, tunggu!" kata Vallen kebingungan melihat Anin pergi berlalu meninggalkan dirinya yang kebingungan di ruangan yang mulai sepi karena mereka para pemegang saham langsung pergi saat mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau, yaitu nomor telepon orang yang akan membeli saham mereka. Mereka sudah tidak peduli lagi apakah mereka akan menjualnya dengan merugi, asalkan mereka dapat menjualnya dengan cepat. mereka tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh Arga itu hanyalah supaya mereka dapat menjual saham mereka dengan harga murah, dan memang inilah yang diinginkan oleh Weston grup.
" Aninnnn.." Vallen memanggil Anin yang pergi meninggalkan dirinya dengan begitu cepat, tapi karena langkah Vallen lebih panjang dari Anin sehingga dia bisa menyusul istrinya itu. Sedangkan There yang hendak menyusul Valen, tangannya dicekal oleh Aldi. Karena sebagai wakil dari nenek seharusnya There tidak mengurusi urusan Anin dan Vallen, dia harusnya malah menyelesaikan masalah yang timbul saat ini tapi dasar memang si There ini tidak becus untuk mengurus masalah perusahaan sehingga kemudian adalah yang menjadi tumbal.
" Lepaskan!" kata There dengan geram kepada Aldy.
There juga melirik kearah Arga yang hanya tersenyum sinis memandang kekacauan yang sudah dia buat tadi.
" Kakek Arga!! There tidak menyangka kakek membuat nenek susah. Katanya kalian dulu saling mencintai! Kenapa kakek tega melakukan hal ini kepada nenek. Padahal kakek sendiri tahu kan nenek juga baru keluar dari rumah sakit. Kelakuan kakek ini akan membuat nenek bisa masuk lagi ke rumah sakit." kata There yang kesal dengan kelakuan kakek Arga yang membuat Bagaskara grup di ujung tanduk.
" Wanita itu pantas mendapatkan apa yang saat ini aku lakukan kepadanya, bahkan dia juga pantas mendapatkan apa yang lebih besar dari ini nantinya. Aku juga tidak peduli kalau dia akan mati setelah mendengar semuanya ini, karena dia pantas menerimanya." kata kakek sambil berdiri lalu meninggalkan ruang perjamuan itu. Meninggalkan Aldy dan There, kedua orang yang hanya bisa bengong mendengar perkataan kakek yang kesannya kasar.
__ADS_1
" Dasar kakek-kakek tua yang kurang ajar, Untung saja nenek tidak mendengar hal ini. bisa-bisa dia akan terkena serangan jantung saat mendengar bahwa laki-laki yang sangat ia cintai itu ternyata tidak lain dan tidak bukan hanyalah seorang badjingan yang memanfaatkan kondisi." gunam There dengan suara lirih, dia juga tidak ingin kalau Aldi mendengar apa yang dia katakan.
Sementara itu, Aldy masih dengan kebingungan mengatur Strategi apa yang harus dilakukan sekarang karena dengan penjualan saham besar-besaran seperti ini akan mengakibatkan harga saham Bagaskara turun dan juga akan mengakibatkan Bagaskara bisa bangkrut dalam sekejap.
Sedangkan Vallen yang sudah bisa mengejar keberadaan Anin langsung menarik lengan Anin, istrinya itu, sehingga tubuh Anin berbalik ke arah Vallen.
" Ada apa, sayang?" tanya Vallen dengan nada lembut, karena dia melihat Anin dalam posisi yang sangat kesal. Mungkin ini karena tadi There memeluk dirinya, mungkin juga istrinya ini cemburu dengan kelakuan There, sepupunya itu.
" Gak apa apa." seperti biasa wanita kalau merasa cemburu dia malah tidak ingin memperlihatkan nya di hadapan laki-laki yang ia sukai.
" Jangan cemburu, kan sudah Mas katakan berulang-ulang kali kalo Mas Vallen tidak pernah merasa ingin didekati oleh There, cuman wanita kotor itulah yang seringkali mendekati Mas, Tapi percayalah tidak ada sedetikpun pemikiran Mas untuk bisa berdekatan dengan wanita itu, begitu pula dengan wanita lain sekalipun." kata Valen sambil merengkuh tubuh istrinya. Anin yang tidak pernah menerima perlakuan intim dari Valen jadi kebaperan dan merasa nyaman dengan perlakuan suaminya itu.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Ada yang baper nih.. next episode kira kira bisa belah durenkah? Kalau banyak yang like baru thor kasi Valen kesempatan.
Jangan lupa like dan spam komen yang banyak. Happy Reading.