
Hai Readers..
ini up ke 2 ya...
Jangan lupa untuk memberikan like, gift dan vote untuk autor. Biar autornya cepat sembuh!!
Happy Reading!!
Mampir di Rebirth: Pembalasan dendam tuan muda.. author by nophie. Up 1x ya, promotekan juga ya...
***
" Tuan Muda, pak pengacara dari tuan besar sudah menunggu di rumah besar. Katanya ia diberi mandat untuk memberikan surat wasiat dan kado buat tuan muda yang sengaja dititipkan kepada tuan Victor." sela asisten pribadinya, Ken.
Setelah menghapuskan air mata yang ada di pipinya dan juga di matanya dengan sebuah gesekan yang kasar dari tangannya sendiri, Gustav bergegas untuk mengikuti langkah dari Ken yang sengaja meninggalkan dirinya terlebih dahulu karena Ken tahu bahwa bosnya pasti tidak ingin dirinya melihat airmata yang ada di wajah Bosnya itu.
Sesampainya di dalam mobil, Ken langsung memerintahkan supir pribadi milik Tuan mudanya itu untuk segera Melarikan mobilnya diiringi dengan pengawal-pengawal yang ikut konvoi di mobil milik Tuan mudanya itu.
Hanya membutuhkan waktu 30 menit dari tempat pemakaman Tuan Dimitri ke rumah besar milik Alexander no Dimitri. rumah besar itu hanya ditempati oleh Alexander Rosa Dimitri dan juga Gustav Alexandro Dimitri beserta semua pelayan-pelayan dan juga para pengawal yang mengawal temanan dari keluarga Dimitri itu.
Gustav bergegas masuk ke dalam ruang kerja milik kakeknya itu dan mendapati bahwa kuasa hukum dari kakeknya itu sudah menunggunya di dalam ruangan kerja milik kakeknya itu.
Dengan wajah datar dan suara yang dingin Gustav langsung menyapa Tuan Victor sebagai kuasa hukum dari Alexander noxa Dimitri alias kakeknya.
__ADS_1
" Tuan Victor.."
Sebenarnya Gustav sedikit merasa kesal dengan Tuan Victor yang terburu-buru ingin membacakan surat wasiat yang dimiliki oleh kakeknya itu.
Toh ini kan juga masih masa berkabung nya kakek.
Bahkan baru saja kakeknya dimakamkan jadi rasanya tidak etis kalau dirinya sudah bisa mendengar surat wasiat dari kakeknya
Paling tidak tuan Victor bisa menunggu sampai satu minggu dari jarak pemakaman kakeknya itu, pikir Gustav dengan sedikit kesal.
" Tuan muda Gustav, sepulang saya tadi dari pemakaman Tuan besar Alexander Noxa Dimitri, saya langsung harus melaksanakan tugas yang dibebankan dan amanah yang diberikan oleh tuan besar. Maaf kalau Kesannya ini ini terlalu cepat tapi begitulah Amanah yang diberikan kepada saya oleh tuan besar Alexander noxa Dimitri. Jadi saya harap tuan muda tidak marah dan kesal karena hal ini memang harus segera saya selesaikan secepat-cepatnya. Terutama yang harus saya berikan saat ini adalah kotak hadiah yang harusnya diberikan kepada anda sewaktu Anda ulang tahun seminggu lagi. Tapi rupanya tuan besar sudah merasa bahwa dirinya tidak akan sanggup untuk menunggu ulang tahun Anda yang ke-31 genap. Maka dia menyerahkan hadiah ini saat Saya menjenguk dirinya di rumah sakit waktu lalu." katanya sambil menjeda kalimatnya, seakan menunggu oksigen penuh di paru-parunya karena apa yang akan dia sampaikan itu mungkin akan menyakiti hati Tuan mudanya itu.
Tiba-tiba Gustav merasa kan perasaan yang tidak enak muncul dari gerak-gerik yang diberikan kepada pengacaranya kepadanya. Rasa-rasanya kakeknya sedang merancangkan sesuatu yang aneh.
Dalam hatinya, jantungnya berdebar-debar dengan kencang karena dia tahu pasti ada sesuatu yang akan membuatnya terkejut nanti.
Pasti kakeknya memiliki permintaan yang aneh dan tidak biasa. Oleh karena itu dia sedang mempersiapkan hatinya untuk bisa menerima apa yang menjadi keinginan terakhir kakeknya yang akan disampaikan oleh Tuan Victor selaku pengacara dari kakeknya itu.
Dia memijat keningnya dengan keras supaya bisa meredakan rasa sakit di kepalanya yang tiba-tiba muncul gara-gara sinyal men Tuan Victor yang mengarah pada surat wasiat yang akan diberikan kakeknya kepadanya.
Tuan Victor berdehem dengan sangat keras supaya menarik perhatian orang yang ada di dalam ruangan kerja kakek karena selain dirinya dan juga Gustav, masih ada asisten Ken dan juga asisten Ryu.
" Pertama kali, saya akan memberikan kado yang dititipkan oleh tuan besar Alexander noxa Dimitri kepada cucu kesayangannya yaitu Gustav Alexandro Dimitri. Saya tidak menerima pesan apa-apa untuk waktu pembukaan kado ini tapi saya rasa lebih baik kado ini dibuka setelah anda merayakan hari ulang tahun anda yang ke-31, tuan muda" tuan Viktor segera menyerahkan sebuah kotak yang cukup lumayan besar dengan pita warna merah di tengah-tengah kotak besar itu. Gustav hanya bisa menerima tanpa apa ada mood untuk sekedar ingin tahu dengan apa yang ada di dalam kotak besar yang tampak cantik dengan pita warna merah yang besar itu.
__ADS_1
" Maaf tuan Victor rasanya saya sudah tidak ada mood untuk merayakan hari ulang tahun saya yang ke 31, tapi kalau menurut anda lebih baik saya membukanya pada hari itu maka saya akan membukanya pada hari ulang tahun saya itu. Tapi tentunya tanpa ada perayaan apa-apa untuk ulang tahun saya itu." sahut Gustaf dengan nada datar namun dia masih menjaga kesopanan dan rasa hormat kepada Tuan Victor sebagai orang kepercayaan dari kakeknya itu.
" Baiklah tuan muda saya akan melanjutkan untuk membacakan surat wasiat yang diberikan kakek seminggu sebelum dia wafat."
" Jadi kakek mengganti surat wasiat nya satu minggu sebelum dia meninggal? Bukankah surat wasiat itu sudah jadi sebelum itu?" tanya Gustav dengan nada heran. Rasanya kakek memang punya rencana yang sangat besar untuk dirinya, karena pada buktinya kakek bahkan mengganti surat wasiat itu tepat di saat 1 minggu sebelum kakeknya meninggal.
" Benar, memang ada penggantian surat wasiat satu minggu sebelum tuan besar Alexander Dimitri meninggal. Ini sebenarnya berhubungan dengan 1 surat yang tiba-tiba ditemukan oleh Kakek anda itu di lemari besi penyimpanan surat berharga termasuk surat terakhir yang ditulis oleh ibu anda yaitu Tiara Alexa Dimitri. Dan surat itulah yang mendasari penggantian surat wasiat itu." kata tuan Victor yang Berusaha menjelaskan dengan sabar, padahal tuan muda Gustav itu berkali-kali menginterupsi saat dia mau membacakan surat wasiat yang dimaksud.
" Apakah saya bisa melihat surat yang yang ditinggalkan oleh ibu saya itu?" katanya Gustav dengan hati-hati.
Sebagai seorang anak yang belum pernah melihat ibunya dari sejak dirinya lahir tentu dia memiliki Kerinduan tersendiri untuk memeluk bahkan kalau saja hanya memeluk sebuah foto dan sebuah surat tulisan tangan dari ibunya sendiri.
Semuanya itu sudah cukup untuk membuat dirinya melepas rasa rindu karena tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu seperti anak-anak yang lainnya.
" Akan saya bacakan terlebih dahulu semua isi dari surat wasiat milik Tuan Alexander noxa Dimitri lalu kemudian setelah ditandatangani oleh semua pihak dan saksi-saksi, maka surat-surat itu semua akan menjadi milik anda, tuan muda! Oh ya semua kunci brankas, semua rekening-rekening yang dimiliki oleh tuan besar Alexander noxa Dimitri akan sah menjadi milik anda Karena tuan besar sudah mengurus semua surat-surat dan berkas penting menjadi atas nama Gustav Alexandro Dimitri." sahut Tuan Victor dengan suara tenang, padahal sedari tadi Gustav selalu menginterupsi perkataan dari Tuan viktor sehingga sampai sekarang pun Tuan viktor belum sempat membacakan surat wasiat milik kakek.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Tuan muda gustaf ini emang sangat aneh, mau dibacain surat wasiat kok malah ditunda-tunda. Mudah-mudahan episode berikut sudah ada keputusan dari surat wasiat kakek. Up ke dua udah sah yaaa🤭🤭