
Vallen merasa bahagia tidak melindungi identitasnya. Saat ini Ia memang tidak mau kalau keluarga Bagaskara tahu tentang identitas nya. Ini akan menghalangi dirinya untuk bisa melindungi istrinya. Dan tentunya juga akan menyulitkan dirinya di kemudian hari karena Tere akan ada kemungkinan untuk mengejar-ngejar dirinya.
" Makasih ya mas karena mas sudah menolong Anin dalam membaca kontrak yang tadi harus Anin tanda tangani."
" Hati hati, Nenek cuma Mau Memanfaatkan kamu supaya dia bisa mendapatkan Kontrak 1 miliar dari mahkota horeca. karena memang tanpa kamu, nenek tidak akan pernah bisa mendapatkan kontrak itu. jadi nenek ini mendapatkan keuntungannya tapi dia tidak mau kamu memiliki kuasa yang lebih Bagaskara grup." jelas Vallen.
" Kamu kok tahu banyak tentang itu sih Mas?"
" Mas menyelidiki semuanya agar kamu bisa aman! Ayo kita segera membereskan barang-barang kita agar kita bisa segera pindah ke apartemen. Kamu tidak perlu bawa barang baju atau peralatan dirimu cukup bawa surat-surat penting dan juga berkas pekerjaan kamu saja." peringat Valen karena ia tidak ingin berurusan dengan Bgaskara.
Sesampainya mereka di rumah keluarga Bagaskara, Anin dan Vallen langsung masuk ke dalam kamar pribadi mereka dan mengambil berkas berkas dan surat-surat penting termasuk surat pernikahan dan juga barang-barang yang memang sekiranya akan dibutuhkan yang diperlukan selama mereka akan tinggal di apartemen milik Vallen.
Tingkah mereka membuat ART melaporkan tindakannya kepada Papa Eka dan mama Yuli yang saat ini ada di luar kota. Memang Apakah Eka dan mama Yuli selalu menjadikan para ART sebagai mata-mata mereka dalam menyelidiki hubungan Anin dan suaminya. Sehingga tiba-tiba Mama Yuli langsung menelepon Anin dan bertanya kenapa ia membawa koper
" Anin, emangnya kamu ada acara bisnis apa ? Sampai kamu harus keluar kota dan bawa koper? " tanya Mama Yuli ingin tahu.
" Enggak ma. Mas Vallen ngajakin Anin untuk tinggal di apartemen miliknya, supaya Mas Vallen dan Anin bisa lebih fokus lagi dengan keluarga kecil kita."
" Daripada kamu membuang-buang uang untuk membeli apartemen kecil, Apa nggak lebih baik kalau kalian itu tinggal di rumah keluarga kita?" karena mama Yuli berpikiran kalau apartemen yang akan ditempati oleh mereka berdua itu adalah apartemen yang kecil dan daripada mereka membeli untuk tinggal di apartemen kecil akan lebih baik kalau mereka tinggal bersama-sama dengan Papa dan Mama Yuli.
" Oh itu apartemen milik mas Valen kok, Anin gak bayar apa apa." kata Anin yang menutupi kenyataan bahwa Valen kan katanya menyewa dan bukan miliknya sendiri.
__ADS_1
" Hah? Bagaimana menantu tak berguna itu punya uang segitu banyaknya? Dia habis mencuri dimana?" tanya mama Yuli dengan sarkas. Mereka memang tahunya Valen itu tidak bekerja dan hanya mengekori Anin saja kesana kemari.
" Aduh mama!! Mama gak boleh gitu. Mas Valen itu menantu mama loh. Sudahlah ma, Anin harus segera balik ke Apartemen, soalnya besok Anin harus bekerja. Oh ya, harusnya mama memberi selamat kepada Anin karena anak mama ini sudah diangkat jadi direktur pelaksana." kata Anin sedikit kesal karena mamanya malah menjellek jelekan Valen.
" Wah selamat ya, nak! Berarti gaji kamu bertambah dong." kata mama Yuli dengan senang.
" Bukan hanya bertambah tapi berlipat kali ganda." kata Anin dengan senang karena bisa membuat mama dan papanya bangga, gajinya sekarang 10 kali lipat kali ganda.
" Kamu harus hemat, jangan kamu banyak memboroskan uang, apalagi untuk suamimu. Biar dia juga bekerja untuk mendapatkan hasilnya sendiri." kata mama Yuli tidak suka kalau penghasilan anaknya dinikmati Valen.
" Iya pasti Anin akan berhemat."
" Iya nanti sebagian akan Anin simpan di tempat mama." kata Anin tanpa berpikir buruk sama sekali.
" Nah bagus itu. Ya sudah kamu selesaikan pekerjaan kamu beberes, ingat kamu jangan mau kalau kamu dimintain uang sama Valen, biar dia juga brusaha,jangan cuman kamu saja yang bekerja. dan ingat kamu juga belum mentraktir papa dan mama atas keberhasilan kamu mendapatkan jabatan sebagai Direktur pelaksana . Itu sebagian juga karena doa dari orang tua kamu." kata Mama dengan kesal karena Anin terus-menerus membela suaminya yang menurut Mama sangat tidak dapat diandalkan.
" Iya ma, pasti Anin akan mengajak mama makan di restoran mahal, sebagai traktiran. Tapi Ma kamu juga salah sangka, justru tadi mas Valen yang membuat Anin ga tertipu oleh nenek dan There, dan sudahlah ma!! Jangan suka berpikir negatif tentang mas Valen. Dia banyak membantu Anin mendapatkan kontrak dengan Mahkota horeka juga loh." kata Anin lagi lagi membela Valen. Valen yang mendengarkan interaksi antara istrinya dan mertuanya itu hanya biaa tersenyum senang,Ia bangga dengan istrinya, sudah cantik, dia juga baik hati. Anin selalu ingin membuat posisinya dihargai oleh mertuanya. Sekalipun mertuanya tidak pernah menghargai dirinya.
" Halah ini paling akal-akalan mu saja supaya Mama memandang suami kamu sebagai penolong padahal suami kamu itu hanya seorang perongrong. Mana ada seorang suami malah tidak bekerja, dan membuat istrinya yang mencari uang untuk kehidupan mereka. Pokoknya mama tidak setuju Kalau Uang gajian ya nanti kamu berikan kepada suamimu, ingat itu!" kata Mama Yuli sambil menutup teleponnya dengan kasar. Amin hanya bisa mendesah dan menghela nafasnya dengan kasar. Dia sudah terbiasa dengan kelakuan mamanya yang selalu menyudutkan dirinya dan selalu ingin supaya dirinya menceraikan suaminya.
Ketika dirinya berbalik dia melihat suaminya ada di sana sedang memperhatikan dirinya. Anin jadi sedikit tidak enak karena baru saja mamanya berkata-kata menjelekkan Vallen.
__ADS_1
" Maaf mas, Mas pasti tadi mendengar apa yang dikatakan oleh mamakan? Tolong jangan masukkan ke dalam hati ya! Mas kan juga tahu kalau Papa dan Mama itu emang emang suka begitu orangnya, bukan saja sama mas, terkadang sama aku anaknya sendiri juga begitu. Suka merendahkan dan meremehkan." kata Anin dengan suara lirih.
" Mas kan sudah terbiasa mendengar Mama seperti itu, jadi Ma sudah tidak pernah memasukkan omongan mama ke dalam hati, kamu tenang saja! Selama kamu masih percaya sama Mas itu sudah cukup bagi Mas!" kata Vallen sambil mengusap rambut istrinya dengan penuh kasih sayang. Perlakuan Vallen yang seperti ini terkadang membuat Anin menjadi sedikit baper.
" Kamu sudah selesai membereskan semua barang-barang kita Mas?" tanya Anin sedikit mengalihkan perhatian, karena terus terang saja dia salah tingkah dengan perlakuan Vallen kepadanya.
" Udah, makanya Mas menyusul kamu ke sini. Yuk kita berangkat sekarang, karena kita juga harus membereskan apartemen." kata Valley mengajak Anin segera pergi dari rumah keluarga Bagaskara.
Setelah keluar dari rumah Bagaskara Anin kembali dikejutkan dengan sesuatu hal yang berkaitan dengan Vallen.
" Mas? Punya siapa ini?" tanya Anin dengan nada heran. Sedang Valen hanya tersenyum menatap Anin dengan tatapan penuh arti.
.
.
.
TBC
Apa yang membuat Anin terkejut? Spam komen dan like sebanyaknya yaaa, supaya thor langsung update lagi. Happy reading!!!
__ADS_1