Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 13.


__ADS_3

Tiba tiba tanpa ketukan dan pemberitahuan, ada seseorang yang kemudian masuk ke ruangan nenek


Arka, membuat nenek Arka kesal.


 “Kamu itu apa tidak pernah di  ajarkan sopan santun? Masuk ke ruangan nenek tanpa mengetuk


pintu.” Kata nenek dengan nada sarkas.


 “ Aduh nek!! Biasanya nenek tidak pernah memperhitungkan hal itu. Apakah ini karena nenek mau


mengangkat Anin menjadi direktur pelaksana, menggantikan aku?” tanya


There dengan nada marah, ia mendengar kabar kalau ia bakal diturunkan jabatannya


digantikan oleh anak sialan itu.


Nenek tercekat, bagaimana cucunya ini tahu tentang rencananya? Tapi sebenarnya itu adil


dan sah saja, karena Anin lah yang berhasil mendapatkan tender kontrak


dengan Mahkota Horeka kan?


“ Kamu kan seharusnya sadar kalau itu wajar nenek lakukan


karena Anin lah yang mampu mendapatkan tender kontrak 1 miliar milik Mahkota


Horeka sedangkan kamu malah yang membuat suami kamu dan keluarganya kelimpungan


karena kehilangan kontrak dengan Weston grup!” kata nenek dengan kesal, dan ini


membuat There semakin geram dengan pengaturan yang dilakukan nenek, ia bakalan


malu dengan teman temannya kalau ia sampai kalah dengan Anin, orang yang sering


ia cemooh. There melakukan itu karena Anin lebih dari dirinya, bahkan ia sadar


kalau suaminya saja dulu sangat mengidolakan Anin.


“Nenek akan menyesal melakukan itu. Nenek sudah memasukan


ular berbisa ke dalam perusahaan ini. Memang selama ini ia juga ada di dalam struktural


perusahaaan, tapi jabatannya kan tidak terlalu startegis, sedangkan dengan  memberikan Anin sebagai direktur pelaksana


akan membuat nenek tidak bisa mengontrol Anin lagi, apalagi kalau suaminya yang


bodoh dan miskin itu juga ikut ikutan pasti akan membuat nenek tidak lagi memiliki


kendali untuk melakukan segala sesuatu.” Hasut There dengan suara menggebu


gebu, ia ingin meyakinkan neneknya kalau apa yang dilakukan oleh neneknya itu


salah.


“Tapi sekarang pun kamu yang menjadi direktur pelaksana,


dan kamu pun belum bisa memberikan kontribusi apa apa.” Kata nenek dengan suara


kesal.


“ At least aku tidak pernah membantah keinginan nenek,


apapun itu kan? Beda dengan Anin dan suaminya yang miskin itu. Emang si Valen


tampan tapi kalau miskin ya buat apa?” kata  There dengan nadanya yang sombong, tapi perkataannya sanggup membuat


nenek goyah. Ia pikir benar juga, nenek takut kalau Anin jadi direktur


pelaksana nenek akan kehilangan kedudukannya dan tergeser oleh kepintaran dan


kebaikan Anin, bukannya nenek tidak tahu kalau selama ini, Anin sanggup


menebarkan pesonanya dan membuat para bawahan banyak yang mendukung Anin


ketimbang keluarga Bagaskara yang lain. Jangan jangan malah bisa bikin Anin


kudeta dong!


“Lalu apa yang menjadi rencana kamu?” tanya nenek dengan


nada penasaran. There bertepuk tangan dalam hati, emang semudah ini membohongi

__ADS_1


neneknya. Ia jelas tidak akan rela kalau jabatannya lebih rendah dari si Anin


anak sialan itu. There sangat iri dengan Anin yang selalu bisa menarik


perhatian kaum adam dibanding dengan dirinya, padahal ia merasa kalau ia lebih


cantik dan lebih segalanya dibandingkan dengan Anin.


“Gampang! Kita tidak usah memberitahukan kepada Anin!


Cukup nanti pas pelantikan ia dijadikan asisten aku saja, jadi asisten direktur


pelaksana. Gitu kan beres nek!” kata There sambil mengosok gosokan tangannya


tanda ia sangat bahagia.


“Hum, bisa dipertimbangkan.”


‘Jelas sangat bisa dipertimbangkan, ini akan menjadi win


win solution, nek! Dia tetap memegang proyek itu tapi kita tidak membiarkan


aksesnya terlalu besar untuk menangani semuanya.” Kata There dengan nada tegas,


karena tentu ada udang di balik batu, ia akan bisa menindas Anin dan ia juga


gak akan malu kalau jabatannya masih lebih tinggi dibandingkan oleh Anin.


“Oke, nenek setuju dengan kamu! Besok nenek akan


mengumumkan kalau Anin diangkat hanya sebagai asisten kamu saja, jadi kamu


masih bisa memiliki wewenang yang lebih tinggi, gitu kan?” tanya nenek dengan


santai.


“Tepat sekali, nek, aku lapar! Yuk kita cari makan di


resto ya! “ kata There sambil bermanja dengan neneknya itu.


“Baiklah! “ kata nenek tanpa membuang waktunya segera


***


Tiba di hari pesta perayaan kemenangan Bagaskara, Anin


yang sedari pagi terlihat sibuk mengatur sana sini, sudah mulai keleleahan.


Mereka emang memakai jasa EO, tapi seperti biasa Nenek dan There menyuruhnya


melakukan hal hal yang harusnya dilakukan oleh para pegawai EO. Bayangkan


pakaian yang di pakai Anin hanya pakaian kantor dengan blazer dan rok ketat


seperti professional muda, bukan seperti orang yang akan menghadiri pesta


perayaan. Valen yang tadi mengantar Anin hanya bisa berdecak kesal karena


keluarga istrinya sangat keterlaluan, tapi ia masih belum bisa banyak berbuat


apa apa. Valen pun sudah berganti dengan kemeja formal serta jas mahal yang


tampak keren dipakai olehnya, karena rencananya malam ini ia akan


memperkenalkan diri sebagai CEO Mahkota Horeka.


“Kamu sudah cek makanan dan kateringnya, Nin?” tanya


nenek mengecek list apa yang harus dilakukan.


“Sudah nek!” sahut Anin dengan segera.


“Kamu sudah pastikan kalau bu Susan dan CEO baru itu akan


datang kan?” tanya nenek dengan nada ketus, emang nenek itu gak pernah ada


manis manisnya kalau sama Anin, karena ia masih kesal, kalau dulunya kakek


sangat menyayangi Anin dan menurutnya Anin bodoh dengan menerima Valen sebagai


suaminya.

__ADS_1


“Sudah nek! Kata bu Susan CEO Mahkota Horeka bakal


datang, tapi ya ittu tergantung mereka dan Anin gak bisa maksain. Yang penting


bu Susan sudah dalam perjalanan kemari, karena ia membicarakan pasal tambahan


untuk surat perjanjian kontrak itu, nek!”


“Apakah ada masalah?” tanya nenek lagi dengan perasaan


takut kalau kesempatan kontrak itu hilang.


“Kayaknya sih tidak, ini hanya lebih ke masalah teknis


saja sih nek!” kata Anin menenangkan neneknya.


Tak lama kemudian There datang dengan gaun mahalnya. Ia


masih belum putus asa untuk keinginannya menggaet CEO Mahkota Horeka yang baru,


yang katanya adalah anak  dari tuan Willy


Weston. Jadi ia memakai gaun valentino dress yang mencapai ratusan juta rupiah,


emang karena ia menikah dnegan Allan Kusuma membuatnya memilik akses untuk mendapatkan


gaun langka berharga mahal macam seperti ini.


“Nenekk!”


“Wah cucu nenek datang dengan sangat cantik.”puji


nenek  yang bangga dengan outfit yang


dipakai oleh There, terkesan mahal dan glamour.


“Eh kamu juga sudah datang, Nin!” sapa There dengan nada


sinis, sebenarnya ia tidak sedang ingin menyapa sepupunya ini. Ia hanya kagum


melihat cincin yang melingkar di jari lentik sepupunya ini.


Bagaimana bisa Anin memakai perhiasan mahal semacam itu.


Sebagai pencinta barang barang mewah, ia tahu bahwa cincin yang dikenakan oleh Anin


adalah cincin permata dengan harga mahal sekali, ia pernah ingin membelinya


tapi karena ia tidak memiliki dana yang cukup, jadi ia tidak bisa membelinya.


Dan Anin tidak akan bisa membelinya, karena gaji Anin


hanya gak seberapa.


“Kamu dapat darimana itu cincin?” tanya There dengan raut


kesal karena iri.


“Oh ini dikasih sama mas Valen, kemarin merayakan


kesuksesan aku mendapat tender dan juga merayakan berhasilnya dia mendapat


proyek besar.” kata Anin dengan bangga, menantu yang selalu dianggap sebelah


mata bisa menyenangkannya tadi malam, dengan mengingatnya saja ia jadi tersipu


malu.


“Apa? Tidak mungkin!” teriak There tidak terima. Itu


barang mahal, pasti Valen mencurinya!!!


.


.


.


TBC


hai readers, ini crazy up ke dua ya, doakan hari ini bisa bikin crazy up ketiga ... jangan lupa untuk terus dukung thor dengan like, favorit dan juga spam komen ya, biar thor semangat update cepat. Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2