
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
Revan dan Vallen hanya bisa percaya saja dengan analisa yang diberikan oleh Erik karena mereka merasa bahwa Erik lebih berpengalaman di bidang ini.
" Oke, kalau begitu kami percaya saja dengan analisa yang kamu berikan. tentu saja karena kamu pasti lebih berpengalaman dalam bidang seperti ini. Kenapa kok kamu berpikiran bahwa dia pasti ada di Fox dan bukan ada di King? Kan kamu tidak memiliki orang dalam yang ada di Fox? " dalam hal ini Revan bertanya-tanya karena dia masih bingung dengan analisa yang diberikan oleh Erik sedangkan kalau Vallen Dia sedikit menangkap bahwa kalau nggak ada di King's ya berarti di Fox karena hanya 2 grup ini saja yang mungkin dimasukin oleh pamannya, menurut analisa Erik.
" Karena feelingku mengatakan begitu. Sangat kuat !!" kata Erik menunjuk dadanya yang bidang.
Kedua sahabatnya ini hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal gara-gara melihat kesombongan Erik yang menyatakan bahwa feeling-nya begitu kuat.
" Ya ya... kamu hebat! kamu emang hebat!" kata Vallen dengan nada sarkas.
Sedangkan Erik hanya terbahak-bahak melihat reaksi dari kedua temannya itu. Sebenarnya memang 90% dari kesimpulan tadi itu yaitu berdasarkan feeling. sedangkan 10% lainnya adalah teknik probabilitas dimana dia berpikir temannya ini adalah orang dalam yang cukup memiliki kedudukan sehingga dia pasti tahu seluk beluk dari orang yang datang sekitar tahun sekian sampai tahun sekian. Apalagi data yang diberikan oleh Erik itu sangat jelas. kalau temannya ini berkata bahwa dia tidak pernah melihat orang dengan ciri-ciri seperti Bill di Kings berarti itu adalah kenyataan sebenarnya.
" Sudahlah kita tidak usah membicarakan masalah Bagaimana aku bisa memiliki perasaan yang sangat kuat kalau pamannya Vallen tidak berada di Kings. Intinya aku sudah punya cara masuk ke dalam Fox!" kata Erik riang.
" Yang bener?" sahut Vallen dengan nada tidak percaya.
__ADS_1
" Hu um. Seperti biasa aku akan menyamar untuk bisa masuk kedalam Geng itu. Gampang kan?" kata Erik dengan nada senang. Baginya menyamar dan menginvestigasi adalah hobinya. Dia sangat senang kalau disuruh untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan bahaya.
Akan tetapi Revan Dan Valen tidak setuju mereka menggeleng-gelengkan kepalanya tanda mereka tidak ingin kalau Erik mengambil resiko terlalu besar untuk masuk ke dalam geng Fox yang sangat berbahaya itu.
Karena taruhannya adalah nyawa. sekalipun mereka tahu bahwa Erik itu sangat berpengalaman di bidang nyamar menyamar, akan tetapi mereka tidak rela kalau sampai Erik masuk ke gang Fox dan kemudian tertangkap basah. Bisa-bisa nyawa Erik itu bisa melayang.
" No, sudah banyak nya wa yang sudah dikurbankan di dalam kasus ini! Aku tidak mau menambah deretan orang yang dekat denganku yang mati di tangan mereka. Sudah cukuplah orang-orang yang sudah berkorban termasuk ibuku yang meninggal di tangan Paman Bill. Jangan lagi ada yang harus berkorban nyawa di sini." kata paling sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Erik. begitu pula dengan Revan yang tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Erik.
" Kali ini aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Valen. Jangan kamu yang masuk ke sana. Kalau memang kamu tidak memiliki link ke sana, Aku harap orang lain saja yang menyusup ke sana. Atau anak buah kita yang memata-matai gerak-gerik dari kelompok ini. jadi kita bisa tahu apakah Bill ada di sana atau tidak." kata Revan menambahkan apa yang dikatakan oleh Valen.
" Tenang, kukira ini adalah sebuah keberuntungan di pihak kita. Aku kenal dunia hitam bukan hanya penjahat saja. Tapi juga dunia prostituai..."
" Jangan bilang kamu masih pada kebiasaan lama kamu suka jajan?" potong Revan dwngan raut kesal yang tidak dibuat buat.
" Hei aku cuman bercanda! Kalian jangan emosi seperti itu. Tenang, ini hanya sekedar intermezo saja." kata Erik yang tiba-tiba ciut gara-gara ditatap dengan Tatapan yang seperti sinar laser oleh kedua sahabatnya itu.
" Teruskan apa yang hendak kamu ceritakan." putus Vallen dengan nada yang masih tetap datar dan tatapan yang dingin.
" He he he jadi aku bertemu dengan salah seorang wanita yang sekarang menggeluti bidang prostitusi milik Fox geng. Jadi dia menawarkan kepadaku untuk menjadi semacam pelindung atau bisa dikatakan Bodyguard di rumah prostitusi itu. Nah !! Rencananya aku mau akan menyusup lewat sana dan mencari informasi seperti biasa di tempat seperti itu." kata Erik mengemukakan pendapatnya dan rencananya yang ia anggap bisa menyusup masuk ke dalam Fox geng.
__ADS_1
Valen dan Revan tampak berpikir keras mereka tidak ingin mengorbankan sahabatnya itu untuk sekedar mencari data atau informasi dari geng yang menakutkan semacam Fox. Akan tetapi memang cara yang akan dilakukan oleh Erik itu relatif lebih aman dibandingkan kalau kemudian terus menyusup langsung ke tempat markas dari Fox.
" Gimana? Ideku luar biasa kan? Kalau aku bisa menyusup lewat rumah prostitusi milik teman aku itu aku akan bisa mendapatkan informasi lebih banyak dan caranya lebih simpel serta lebih aman." kata berusaha meyakinkan kedua sahabatnya itu bahwa jalan yang dia pakai itu jauh lebih aman untuk bisa segera mendapatkan lokasi di mana Bil ada.
Vallen dan Revan saling bertatapan, kemudian saling memberikan kode siapa yang akan mengungkapkan pendapatnya dahulu. Lalu Vallen memutuskan untuk berkata lebih dahulu tentang pendapatnya.
" Yup, Aku pikir acara ini mungkin jauh lebih aman daripada kalau dia harus merujuk langsung ke markas besarnya Fox. Ide ini masih bisa aku terima dengan nalarku. Jadi jawaban Aku adalah ya! Kalau menurutmu gimana, Van?" tanya Valen kepada Revan.
Namun Revan tidak menambahkan apa-apa dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Vallen. jadi Vallen memutuskan untuk kembali bertanya kepada Erik tentang rencana apa yang akan dilakukan selanjutnya.
" Lalu, siapa nama teman kamu yang punya tempat prostitusi itu? " tanya Valen kemudian.
" Namanya adalah Alicia. Lengkapnya adalah Alicia Keys. Dia itu juga wanita simpanan dari mr. Wong Fox alias mr. WF. Jadi, kurasa infonya bakal menarik." kata Erik sambil menggosok gosokkan tanda ia excited. Ide rancangannya disetujui kedua sahabatnya.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Gila ya!! Hari ini thor sibuk nulis terus. Jangan lupa readers untuk pencet like dan juga vote.. serta berikan gift untuk thor agar author semangat nulis terus. Walau dah malam dan begadang pun thor tetap nulis!! 🤣🤣