Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 158.


__ADS_3

Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Happy reading, guys!!


***


Valen berjalan mondar mandir di dalam ruangan pengembangan tekhnologi milik tuan Wong. Dia masih sangat cemas mendengar bahwa ada yang hilang dari control mereka. Yaitu tim 1.


Sementara ia sedang cemas menanti kabar orang tim 1 yang lost kontak, ia menerima chat WA dari Erik kalau ia akan menyusul ke tempat markas besar paman Bill yang tadinya emnag sudah ia rencanakan sebelum berbincang dnegan tuan Wong.


Dan sialnya ia lupa memberitahukan final decision antara Revan, Valen dan tuan Wong kepada Erik. Erik yang menunggu lama memutuskan untuk    ke TKP, karena beberapa anak buahnya juga belum kembali dari tempat paman Bill.


Valen langsung bergegas menelepon Erik dan kemungkinan karena Erik itu sedang ada di wilayah paman Bill jadi ia tidak mengangkat atau emang tidak mendapat sinyal dari sananya.


Valen tambah panic. Ia langsung memerintahkan kepala pengembangan tekhnologi miliki tuan Wong untuk segera ngehack posisi lokasi  terkini milik Erik.


Sementara kepala pengembangan teknologi bekerja, Valen pun tidak tinggal diam. Ia tetap berusaha menghubungi  Erik untuk mencegah Erik datang kesana. Valen bahkan curiga kalau ternyata mereka yang di tempat paman Bill sudha ketahuan oleh anggota paman Bill.


“Mudah mudahan mereka masih belum masuk ke perangkap pamanku, kalau tidak aku akan sangat menyesal tadi belum sempat mengabari mereka, karena aku tadi terlalu sibuk mengurus di pulau Hunter Dead.”monolog Valen dnegan nada berharap harap cemas. Ia tidak bisa membanyangkan kalau sampai itu terjadi ia pasti akna merasa bersalah banget.


Tiba tiba Valen kepikiran untuk menghubungi pengawalnya yang ada di rumah sakit. 


“Halo? Apakah Erik masih disana?” tanyanya dengan cepat kepada pengawalnya itu.


“Mungkin ada di basement, karena mereka baru saja berangkat. Mereka menunggu sinyal dari tuan muda tapi mereka tidak dapat menunggu lagi, ada sinyal SOS dari markas Bill. “


“Oh my God!! Jangan kesana itu hanya jebakan!!” katanya dengan suara keras, sampai  seluruh anggota tuan Wong menoleh ke arahnya.


“Tuan Valen, anda bisa terhubung dengan Erik di line 1.” Kata kepala pengembangan teknologi tuan wong.


“Oh sudah bisa?” kata Valen dengan senang. Ia langsung menghubungi Erik di line 1 seperti arahan dari anak buah tuan Wong. Valen langsung auto mematikan sambungan teleponnya kepada pengawalnya yang berada di rumah sakit.

__ADS_1


“Sudah tuan, ini dipencet dulu.”katanya sambil mengarahkan Valen untuk bisa terhubung dengan Erik.


Setelah sambungan tetelponnya berhasil, ia langsung berkata dengan Erik agar membatalkan kepergiannya kesana.


“Rik, itu jebakan, kamu jangan kesana!” teriaknya dnegan nada tinggi. Ia takiut kalau sambungannya kembali tidak terkoneksi.


Bahkan Valen sudah menyuruh anak buahnya yang di rumah sakit untuk berlari untuk menyusul Erik yang kemungkinan masih berada di basement rumah sakit.


“ Aku sebetulnya sudah akan  berangkat, setelah kamu bilang begini ini aku jadi berpikir ulang. Bagaimana kamu bisa tahu?’ tanya Erik dengan penasaran.


“Tuan Wong sudah menangkap Alicia, dan Alicia juga melancarkan jebakan dengan mengarahkan kami ke sarang paman Bill. Itu sebenarnya juga sudah dalam perkiraan tuan Wong, kamu juga thu kan kalau mereka berada di dunia yang sama, jadi satu server lah.” Kata Valen sambil terkekeh.


“Tapi ada sinyal SOS loh di sana! Mungkin mereka ditangkap oleh paman kamu, dan kita dipanggil untuk menjebak kita juga?” tanya Erik mempertanyakan kemungkinan ini.


“Iya aku akan menghabisi mereka sehabis menyeleesaikan misi dengan hunter Dead yang menyebalkan itu.” Kata Valen dengan geram.


“Apakah ada kemungkinan mereka akan mengirim kembali prajurit mereka ke Indonesia lagi?” tanya Erik dengan nada cemas. Ya ampun mereka harus menunggu berapa lama agar mereka bisa lepas dari hunter dead?


“Aku akan menanyakan itu kepada tuan Wong saja, kita belum tahu perkembangan selanjutnya. Kamu pantau dulu anak buah kamu disana. Nanti tetep kita saling pantau. Jangan gegabah menyerang, kalau aku belum memberi sinyal!” kata Valen kemudian.


“Tuan, ada sinyal dari pulau pribadi, mau disambungkan dulu?” tanya kepala pengembangan tekhnologi dengan nada hormat.


“Ya, sambungkan saja!” kata Valen dengan cepat.


“Ada sinyal dari tuan wong juga.” Infonya kepada Valen.


“Sambungkan Tuan Wong dalam panggilan video, bisakah?”pintanya pada anak buah tuan Wong itu karena ia ingin meminta pertimbangan kepada tuan Wong sedang sinyal pulau pribadi akan ia kirim lwat kode morse. 


“Sudah tersambung dengan tuan wong, tuan!” katanya dengan segera.


“Halo bro!” sapa Valen.

__ADS_1


“Ada apa?”


“Pamanku menyandra anak buah ku yang ada di rumah sakit, yang tadi mengikuti gerak gerik mereka. Dia memasang sinyal SOS ke rumah sakit.” Jelas Valen dengan singkat, toh tuan wong juga sudah mengerti tanpa ia harus mengatakan secara jelas.


“Jebakan?”


“ Tentu saja!! Aku juga tahu itu, Bro!” kata Valen.


“ Gini saja, kita sedang mengevakuasi orang yang di tim 1 yang sempat hilang. Notes nya, ada  2 orang yang ketemu, dan kondisi selamat. Sedangkan yang 1 nya hilang dan kemungkinan tidak selamat, karena kena bom. Kamu tahu kan bom yang dipasang sudah meledak dengan dasyat. Aku akan membawa 1 pasukan khusus nanti memakai baju APD untuk menyelidiki ke pulau itu, tapi aku akan melakukannya nanti. Soalnya sehabis dari sini kita akan mencoba memakai spyfly ware untuk mengetahui apa yang terjadi di markas Bill sana. ” Kata tuan Wong sambil memberikan solusi atas apa yang dialami oleh Valen. 


“Tapi, sinyal SOS itu berarti sedari tadi.” Kata Valen dengan nada ragu.


“Ya sudah gini, kirim salah seorang anak buahku di pengembangan tekhnologi dan bawa juga beberapa pengawal, keadaan disini sudah relatip aman. Aku akan mengontrolnya  sendiri, kamu bawalah p asukan itu ke sana.” Perintah tuan wong dengan segera, ia tahu bahwa ini juga hal yang urgent dilakukan karena menyangkut nyawa seseorang.


“ Aku akan berangkat segera kesana beserta anak buah yang akan dipilih oleh kepala pengembangan tehnologi. Aku akan berhati hati.” Kata Valen dengan wajah senang.


“Jangan lupa kamu ijin dulu dengan istrimu.”


“Arggh Bro!! Aku sudah tak sabar bisa menghancurkan paman Bill, agar keluarga aku bisa aman.”


“ Aku pun juga begitu, jangan lupa untuk terus keep in touch, kalau bisa hari ini juga kita bisa menghabisi mereka semua, deal??” 


“Oke kamu nanti urus dengan Revan dan menyusul kesana ya!”


“Tenang saja! Aku akan memback up kamu. Jangan lupa, kamu jangan menyerang sebelum kita diskusikan bersama. Aku ingin juga menjaga nyawa kamu, karena kamu masih punya Anin, Liam, Lios dan juga ayah kamu.” Kata tuan Wong sambil menyudahi sesi pembicaraanya kepada Valen.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Sebentar lagi end ya guys, jangan lupa untuk terus memberi like, vote dan gift ya. Thank you!!


__ADS_2