
Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!
Happy reading, guys!!
***
Di pulau, pasukan katak yang mengikuti perintah dari Valent untuk bergerak ke arah mana mulai kehilangan arah. ternyata mereka juga memakai pengacak sinyal yang berkekuatan lebih kecil daripada pengacak sinyal yang berada di di Pulau pribadi milik Tuan Wong.
Kalau pengacak sinyal dan penyembunyi koordinat GPS milik Tuan wong benar-benar bisa mengcover seluruh pulau sehingga tidak terlihat lewat pantauan GPS maupun dari sinyal satelit.
Sedangkan pengacak sinyal milik Hunter Dead, hanya mencakup lingkungan markas besar dan sekitarnya saja. Sehingga ketika pasukan katak hendak menaruh bom ke lokasi yang terdekat dengan markas besar, mereka mengalami sedikit kesulitan ke sinyal perintah Valen yang mereka terima dari earphone yang mereka pakai seperti kacau.
Sedangkan Vallen bisa melihat dengan jelas apa apa yang terjadi di sana karena dia melihat langsung dari satelit milik Tuan Wong, dia melihat bahwa pasukan katak yang diperintahkan untuk memasang bom di seputaran areal markas besar Hunter Dead mengalami kesulitan untuk mendengarkan perintahnya karena Vallen melihat dengan jelas dari pantauan satelit bahwa pasukan itu malah masuk lebih dalam ke arah markas besar.
Vallen langsung dengan cepat menghubungi pihak interpol yang masih ada di garis luar.
Dengan harapan mereka bisa menyusul dan menarik pasukan katak itu agar tidak masuk lebih dalam ke markas besar Hunter Dead.
" Komandan polisi, interpol tidak bisa menerima sinyal dengan baik sehingga dia mengabaikan perintah yang aku berikan lewat earphone yang mereka pakai." kata Vallen kepada komandan polisi Nawa yang berjaga-jaga di kapal selam saja.
Jadi hanya Tim 1 dan tim 2 yang menyusup masuk kedalam markas besar itu untuk menaruh bom.
Dengan sigap komandan polisi Nawa langsung memerintahkan salah satu anak buahnya yang paling terlatih untuk mengikuti pihak interpol dan menarik mereka keluar dari zona merah.
Untung saja anak buah ini benar-benar gesit dan dia bisa langsung menangkap interpol dan memberitahu tentang informasi yang diberikan oleh Valen tadi.
Ternyata benar, di seputaran itu ada pengacak sinyal yang membuat mereka tidak bisa mendengarkan perintah langsung dari Vallen.
__ADS_1
Tim dua yaitu dari pihak interpol sudah berhasil ditarik mundur setelah menaruh beberapa bom di Karang dekat markas besar itu.
Jadi mereka tidak masuk ke dalam zona merah.
Sedangkan salah satu pr tersulitnya adalah mereka harus bisa mencari Tim 1 yang sudah dahulu masuk areal zona merah.
Sang anak buah dari kepolisan yang teryata seorang penembak jitu langsung dengan sigap berlarian masuk ke dalam zona merah dengan sangat hati-hati. Dia menemukan salah seorang anak buah dari tim 1 itu yang dapat dia jangkau saat ini.
Tanpa berpikir panjang, dia berusaha mendekati dengan langkah hati hati. bisa jadi disana masih banyak terdapat ranjau bom atau juga jebakan-jebakan lainnya.
Krrraaaakkk!!
Tiba tiba ia melihat orang yang hendak ia dekati sedang mengamati sebuah jebakan untuk menangkap binatang. Tapi jelas tebakan itu dibuat bukan untuk menangkap binatang Tetapi lebih kearah menangkap manusia yang masuk lewat Pintu Selatan pulau pribadi itu.
Rupanya orang yang dia temui yang merupakan anggota dari tim satu itu sudah mengetahui adanya jebakan di daerah situ.
Segera dia menghampiri orang itu secara mengendap-ngendap, karena dia juga takut kalau ternyata orang itu sedang berada bersama dengan anak buah dari Hunter Dead.
Untungnya sebelum terjadi adu tembak orang itu sadar bahwa yang datang adalah temannya.
" Hampir saja aku menembakmu!" katanya sambil menarik nafas lega. Entah untuk apa dia menarik nafas lega, mungkin karena dia bertemu dengan teman, atau dia lega karena tidak jadi menembak temannya itu.
" dimana 2 orang yang lainnya?" tanya polisi yang barusan datang untuk menjemput Tim 1 itu.
" 1 orang berjalan ke arah Utara dan yang satunya dia berjalan ke arah timur mendekati markas besar. Kami benar-benar tidak bisa mendengar perintah dari tuan Vallen. Dan aku kok memiliki firasat bahwa kemungkinan ini adalah ulah dari anak buah Hunter Dead." kata orang dari tim satu itu itu dengan wajah cemas.
Dia sebenarnya mencemaskan keadaan kedua temannya yang lainnya yang tidak dapat hubungi, apalagi ia mendapati kalau banyak jebakan untuk binatang dan manusia yang menyusup ke area dekat markasnya.
__ADS_1
" Aku membawa chip yang digunakan untuk bisa terhubung dengan satelit tuan Wong. Jadi kondisi kita terpantau, aku juga sudah mengirim sinyal ke mereka kalau aku sudah mendapatkan 1 dari 3 orang yang kucari." lanjut polisi itu tadi.
"Wah baguslah kalau begitu, aku agak lega kalau kita tercover. Tapi bagaimana kita bisa mendengar tuntunan dari tuan Valen. Earphone aku benar benar tidak bisa menangkap sinyal apapun." kata orang pertama di tim 1 sambil terus berjalan ke arah markas besar. Paling tidak ia harus mendapatkan salah seorang yang lebih dekat ke areal bahaya.
" Memang tidak bisa mulai dari sekarang kita harus bersandar pada insting kita masing-masing. Cuman mereka bisa melihat pergerakan kita ke arah mana kita berada. Dan tidak bisa mengirimkan pesan tentang lokasi dimana kita ada melalui chip yang tersambung dengan satelit ini. Kita hanya bisa melihat kode morse yang dikirimkan mereka melalui sinyal lampu yang ada di chip ini." kata polisi itu menjelaskan dengan detail kepada temannya yang berada di tim 1 itu.
" Wah keren juga ya memang kita tidak bisa langsung berhubungan dengan mereka tapi bisa mengirimkan sinyal melalui kode morse itu berarti."
" Benar aku juga sudah mengirimkan sinyal ke arah rumah besar yang dijadikan markas oleh Hunter Dead itu. Mereka setuju saja asal kita tetap harus berhati-hati dan melihat kearah kode morse yang diberikan melalui sinyal lampu di kotak Chip ini." sahut polisi itu sambil tetap melihat ke arah chip yang ia pegang.
" Eh sebentar!! Kamu dengar ada suara orang minta tolong ga?" orang di tim 1 itu mendengar sesuatu rupanya.
" Mana? Aku belum mendengarnya!!" kata polisi itu.
Tiba tiba ia melihat sinyal lampu menyala dan kemudian padam membentuk kode yang bisa diterjemahkan.
" Tunggu!! Kita sembunyi di balik pohon besar itu sambil aku membaca kode yang diberikan oleh tuan Valen. Ah repotnya kita tanpa tekhnologi." katanya mengeluh dengan suara berbisik.
Tentu ia tidak berani bersuara lantang untuk menginfo teman di sebelahnya itu. Dan temannya dari tim 1 rupanya mengerti. Jadi ia hanya diam dan menuruti keinginan polisi yang sudah menemukan dirinya itu.
" Kodenya hati hati, di depan ada musuh!" katanya dengan lirih banget, sedang yang diajak ngomong hanya bisa mengangguk memberi kode kalau ia mengerti. Artinya bahaya sedang di depan mata! Mereka menyiapkan senjata dan bersembunyi serta bergerak semakin hati hati.
.
.
.
__ADS_1
TBC
sah 2 episode hari ini... Dini hari akan up 1 lagi untuk besok. Tenang ini sudah hampir akhir kok. Diusahakan end- nya happy yaaaağŸ¤! Kalau gak happy thor kasi session 2.