Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 139.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update.


Happy reading!!


***


" Oke kalau begitu kita beristirahat dulu sembari menunggu laporan dari pengawal yang ada di rumah besar dan juga yang memeriksa di area lorong dan pantai." kata tuan wong sambil mengajak tamunya untuk duduk di areal ruang makan. Di sana sudah disediakan makanan yang dimasak langsung oleh pengawal-pengawal terpercaya dari tuan Wong. Mereka memang sangat berhati-hati untuk masalah makanan dan juga alat alat penyadap.


" Lalu di mana Tuan Vallen berada kok tidak ada disini? " tanya Tuan wong yang mengedarkan pandangannya keseluruh tempat itu dan tidak menemukan vallen-disana.


" Dia lagi memeriksa istrinya Apakah ikut disadap atau tidak!" sahut Revan dengan nada kesal sedangkan Ayah Wili hanya tersenyum-senyum saja.


" Hah ?Apakah istrinya itu juga dipasangi alat penyadap oleh Hunter Dead?" tanya Mister Wong dengan nada bingung.


" Kamu soalnya belum punya istri. Jadi belum tahu bahwa sang istri itu biasanya dibawain panyadap di tubuhnya." kata Revan sambil terkekeh geli melihat reaksi dari tuan wong yang masih kebingungan dengan apa yang dimaksud oleh Revan tadi.


" Dasar Revan geblek!! Udah jangan diurusin apa yang dikatakan oleh Revan Itu semua hanya buah dari kelakuannya yang konyol." kata ayah Willy sambil menoyor kepala anak angkatnya yang suka mengganggu dan bersikap usil itu. Tuan Wong hanya tersenyum simpul ketika sadar apa yang dimaksud oleh Revan.


***


Sementara itu di dalam kamar Vallen membantu Anindya yang sedang menyusui kedua anaknya. Karena perawat dari Liam dan Lios sedang diinterogasi oleh pengawal tuan Wong dan yang satunya udah di lenyapkan oleh Valen, maka Anin harus mengurus kedua buah hatinya seorang diri.

__ADS_1


" Sayang kamu kecapean ya?" tanya Valen dengan rasa memuja.Me lihat wajah Anindya yang keletihan membuat Vallen menjadi Iba. Apalagi harus mengurus kedua buah hatinya yang kalau minum ASI mesti bersamaan. Ini saja Valen harus turut menggendong kan salah satu dari anaknya supaya tidak rewel saat Anindya menyusui yang satunya. Karena harus mengerjakan semuanya sendiri maka Anindya belum sempat memanasi botol susu yang berisi ASI perahannya yang diambil dari freezer.


"Gak apa apa mas! Kalau aku itu yang paling penting adalah kalian semua selamat masalah kecapean bagi seorang wanita itu sudah biasa. Lalu gimana dengan perawat yang satunya apakah dia juga termasuk mata-mata yang dimasukkan oleh Paman kamu?" tanya Anindya dengan nada Lirih. Dia ingin sekali beristirahat, Oleh karena itu dia harus lirih ngomongnya supaya anaknya tidak terbangun.


" Mas, sih masih belum tahu apakah perawat yang kamu miliki itu benar-benar bersih ataukah dia juga menjadi salah satu penyusup yang dimasukkan oleh Hunter Dead melalui perantaraan dari Paman Bill!" jelas Valen kepada istrinya itu.


" Lalu bagaimana dengan anak-anak ya Mas kita membutuhkan seorang lagi untuk menolong saat seperti ini loh!" kata Anindya sambil menidurkan Liam dan mulai menggendong Lios supaya Lios juga cepat bisa tertidur seperti Liam.


Setelah meletakkan kedua anaknya ke box bayi Anindya langsung membereskan bajunya yang terbuka akibat menyusui kedua anaknya tadi. Sejujurnya Vallen bergairah melihat istrinya yang pakaiannya sedang berantakan. Saat menyusui pun tentunya Valen juga melihat kedua aset besar yang dimiliki oleh istrinya.


Tetapi Vallen tidak mau melakukannya sekarang, dia tahu bahwa saat ini dirinya juga masih ditunggu teman-temannya beserta ayahnya.


Terpaksa Vallen harus menelan salivanya dengan kasar saat melihat tubuh bagian atas milik istrinya itu terpampang nyata di depan mata.


" Mas, kamu kenapa sih?" Anindya sendiri tanpa sadar melakukan hal itu, seakan tubuhnya ingin menggoda suami nya. Padahal sebenarnya Anindya tidak punya keinginan untuk menggoda suaminya. Dia juga sadar keadaanya saat ini sangat genting Jadi tidak mungkin kan kalau dia ingin menggoda suami nya.


Tiba-tiba Valen menarik tubuh istrinya mendekat kepadanya dan memeluknya dengan erat. Anindya yang kebingungan hanya membiarkan suaminya melakukan apa yang ingin suaminya lakukan. Tapi Vallen hanya memeluk tubuh istrinya saja sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya serta mencium aroma yang sangat menenangkan dari tubuh istrinya itu.


" Kenapa sih mas?" tanya Anin sambil membelai punggung suaminya.


" Biarkan begini saja dulu, sayang. Mas lagi berusaha me recharge kekuatan mas melalui kamu." katanya sambil masih memeluk tubuh istrinya.

__ADS_1


Anindya hanya mendesah dan masih membelai punggung suaminya dengan sayang. Dia tahu persis bahwa beban di pundak suaminya itu sangat berat. Makanya dia berusaha untuk meringankan nya dengan cara tidak banyak mengeluh dan selalu melayani apa yang menjadi keinginan Vallen atas dirinya.


Tetapi Vallen Memang benar-benar mencintai istrinya itu sepenuh hati, karena dia tahu bahwa Anindya selain cantik juga memiliki kebaikan hati yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita lain yang ia kenal.


Rupanya Vallen sudah merasa tenang jadi dia melepaskan pelukannya dan memandangi wajah istrinya yang meneduhkan.


" Sayang, kemungkinan Mas ditunggu oleh teman-teman dan juga Ayah. Kamu tidak apa-apa kan kalau aku tinggal?" tanya Vallen dengan nada sayang.


" Ya ampun Mas ini kan masih satu rumah. Kalaupun kamu keluar, kan paling kamu juga ke ruang meeting kayak tadi. Jadi nggak pa pa kalau kamu tinggal. Lagian di sini banyak banget orang yang bisa aku panggil untuk menolong pekerjaanku nantinya. Memang mungkin kayak ART yang dimiliki oleh Tuan Wong belum sepenuhnya bisa membantu aku tapi tidak mengapa paling aku cuman menyuruh mereka untuk memanaskan air susu yang sudah aku bawa di dalam kantong pendingin itu." kata Anindya sembari menenangkan suaminya itu.


Valen kemudian sadar benar juga ya toh Mereka ada di rumah yang sama Jadi seandainya Anindya ada sesuatu yang penting, dia bisa menyuruh pengawal untuk memanggil ya di ruangan meeting tempat ia mengintrogasi orang-orang.


" Baiklah Mas akan pergi dulu ke ruangan meeting menemui teman-teman dan ayah, kalau kamu ada sesuatu yang diperlukan kamu jangan sungkan untuk memanggil pengawal di depan pintu ini supaya memanggil kan mas agar bisa menolong kamu mengurus anak-anak." kata Vallen sambil meninggalkan Anindya sendiri di dalam kamar menemani anak-anaknya. Vallen segera memanggil pengawal untuk berjaga di depan ruangan tidur anak-anaknya itu dan memanggil ART milik Mister Wong untuk membawakan makanan dan minuman buat Anindya karena paling yakin bahwa Anindya pasti lapar setelah menyusui kedua anaknya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2