
Hai hai Readersku sayang!!! Welcome back!!! Ini adalah update pertama di hari ini. Dijamin pasti puas kan karena author hari ini akan update sebanyak 2 kalii. Eits!! Jangan lupa untuk tetap like, vote dan juga memberikan gift yang banyak, supaya autornya semakin bersemangat dalam mengupdate cerita. Oh ya sembari menunggu update-an cerita ini bisa cek karya-karya author yang lain.
Ditunggu like, share, vote dan giftnya. Happy reading!!
***
" Hmmm.."
Valen menatap istrinya itu dengan tatapan aneh yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.
"Are you Anindya Bagaskara Weston?"
"Yes I am, hubby!"
" Tapi kenapa kamu humming kayak Nissa Sabyan? Kukira kamu tadi Nissa... argh aduh sakit sayang!" kata Valen menjerit gara gara dicubit perutnya yang berotot.
" Rasain!!"
" Jadi gimana?"
" Oke!" kata Anindya sambil mengacungkan jempol tangannya tanda dia menyetujui apa yang menjadi rencana Valen dan Erik.
Tak terkira perasaan Vallen saat ini karena dia akan berpisah cukup lama dengan anak dan istrinya, walaupun dia masih bisa sembunyi-sembunyi datang ke rumah Panti Asuhan itu untuk menemui istri dan anak anaknya. Dia sedih sekaligus bahagia dia karena dia bisa menyembunyikan keberadaan istrinya itu sehingga pamannya tidak dapat menyakiti keluarganya lagi.
" Jangan ganjen saat ga ada aku!" kata Anin menasehati. Kayaknya Anin belum memahami suaminya dengan benar, dia lupa kalau saat tidak ada dirinya Valen itu selalu menjadi laki-laki dengan wajah yang juga dingin bahkan kepada orang-orang yang terdekat dengannya.
__ADS_1
" Jadi kapan dibuat oleh Erik ini akan dilaksanakan?" tanya Anindya sambil mengelus lengan suaminya yang melingkar di perutnya yang buncit.
" Setelah kamu melahirkan kedua jagoan kita. Drama akan segera dimulai. Kamu harus ingat kita harus benar-benar berhati-hati takutnya tembok-tembok disini bisa berbicara, jadi kamu juga harus berhati-hati dengan orang-orang yang baru dan usahakan agar kamu tidak menemui siapapun disana. Kemungkinan orang tua kamu pun akan kita kelabui agar mereka tidak berbicara macam-macam kepada Om Dewa takutnya om Dewa masih ada hubungan dengan anaknya." Jelas Valen kepada istri nya sambil mengelus anak anak yang ada di dalam perut buncit istrinya itu.
" Aku mengerti.."
" Aku tahu kalau kamu itu memiliki hati yang baik tapi ingat ini kejadian sudah keterlaluan, mereka sudah membunuh Ibuku, mencelakai Ayahku dan kini mereka akan mencelakai kamu dan anak anak. Jangan lagi memandang mereka dengan pengampunan seluas samudra yang kamu miliki. Apabila nantinya aku bisa menangkap mereka kamu jangan menghalangi aku untuk menghabisi mereka, karena mereka benar-benar sudah tidak dapat lagi diberikan kesempatan dan pengampunan lagi. Aku todak bisa memberikan toleransi ketika mereka menyentuh ranah keluarga apalagi kalau menyangkut anak-anak kita." kata Valen dengan suara datar.
Dia tidak mau lagi terprovokasi oleh kebaikan hati istrinya dan pada akhirnya mengampuni There dan paman Bill.
Anindya hanya bisa mendesah kasar dan ia juga sadar kalau kelakuan dari Paman Bill juga There udah keterlaluan banget.
" Iya iya, Aku tidak akan ikut campur lagi masalah hukuman buat There dan juga Paman Bill. " kata Anin dengan pasrah, lalu Valrn mengecupi bahu dan lehernya dengan gemas.
" Bodo!"
" Ha ha ha iya iya, mas yang bakalan kangen sama kamu. Sini!" kata Valen sambil.menarik tubuh istrinya mendekat tanpa jarak, dan entah bagaimana tangan Valen yang lihai itu bisa melucuti daster yang dipakai oleh istrinya tanpa disadari oleh Anin sama sekali.
Dan tentunya Valen tidak mau rugi, karena penantian yang bakal lama, ia harus merapel jatahnya sekarang.
Sampai tanpa sadar, Anin kelelahan dengan aktifitas panas yang dilakukan oleh suaminya. Padahal kan ia harus beristirahat sebelum acara operasinya besok siang. Tapi mau bagaimana lagi memenuhi kewajiban adalah salah satu tugasnya sebagai istri, bukan?
***
" Sudah kamu siapkan semua keperluan buat hari ini?" kata Valen dengan nada datar kepada Erik. Mereka masih ada di selasar rumah sakit. Valen menyempatkan keluar karena Anin sedang bersama.dokter kandungan beserta suster yang sudah di seleksi secara ketat, dan mereka benar benar orang pilihan.
__ADS_1
Erik hanya bisa mendesah kesal karena improvisasi yang dilakukan oleh Valen itu begitu banyak sehingga dia harus mengulang semua rencananya agar bisa berjalan dengan baik.
" Ya gara gara kamu memodifikasi terlalu banyak jadi aku harus mencari bayi beserta babysitter nya agar kelihatan nyata bahwa kamu baru saja mendapatkan seorang anak." kata Erik sambil memutar bola matanya dengan kesal karena dia berarti harus menambah kerjaannya untuk mencari seorang bayi yang baru lahir dan hal itu bukan hal yang mudah.
" Kenapa ya aku tidak merasa kasihan dengan bertambahnya pekerjaan kamu? Rasa-rasanya aku malah senang kalau kamu pekerjaannya jadi bertambah gara-gara modifikasi rencana yang aku lakukan kepada rencanamu semula." kata Vallen sambil terkekeh geli.
Tiba-tiba dokter Prayogo keluar untuk menemui Vallen dan mengabarkan sesuatu yang akan membuat orang lain merasa bahagia.
" Val, ada kabar bagus yang harus kamu dengar sekarang, Ayah kamu mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan segera sadar. Karena tadi ada seorang suster yang mengatakan bahwa jari-jemari Ayah kamu mulai bergerak-gerak seperti Ingin menggapai sesuatu, memang matanya belum terbuka tapi ini aku segera memanggil dokter Nugroho sebagai dokter ahli saraf yang akan menangani Ayah kamu kamu untuk masalah saraf dan kelistrikan di dalam tubuhnya." kata dokter Prayogo dengan nada gembira, perkataan dokter Prayogo tadi membuat dirinya dan lebih bersemangat lagi untuk menjalankan rancangan yang sudah disusunnya bersama dengan Erik dan juga Revan.
" Kamu harus sudah mengecek latar belakang dari dokter Nugroho itu apakah dia orang yang aman untuk mengatasi penyakit dari ayah, jangan sampai dokter Nugroho itu malah membuat Ayah semakin sakit karena ada obat yang diganti oleh dirinya." Valen mengingatkan dengan keras dokter Prayogo untuk tetap berjaga-jaga terhadap segala macam kemungkinan, karena dirinya pernah ada di dalam situasi tersebut.
" Tenang saja aku selalu mengecek bersama-sama dengan dokter-dokter yang aku suruh untuk menolong Ayah kamu. Semua obat-obatan yang akan masuk ke dalam tubuh Ayah kamu sudah melewati cek dan Ricek dari aku secara pribadi bahkan suster-suster pun tidak berhak untuk menyuntikkan apa-apa ke infus maupun ke obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Ayah kamu. Memang dokter Nugroho ini akan bekerjasama dengan aku agar aku bisa mendapatkan saran terbaik untuk kesembuhan Ayah kamu, tapi untuk obat-obatan dan sebagainya tetap aku yang akan bekerja menyuntikkan dan memasukkan serta membuat resepnya secara pribadi." kata dokter Prayogo meyakinkan.
.
.
.
TBC
Jadi gak sabar dengan apa yang dilakukan oleh uncle Bill ya? Sama!!!
Jangan lupa votenya dong kakak!!!
__ADS_1