Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Hari bahagia 2


__ADS_3

" Oh, salam kenal Tuan dan Nyonya Wijaya Hadi." kata Anin sambil memberikan hormat. Membuat opa Hadi dan oma Hellen langsung menyukai calon ibu mertua dari cucunya ini. Perangainya halus dan juga tutur katanya anggun.


" Ha ha ha jangan terlalu sungkan seperti itu Nyonya Weston. nantinya kita juga akan menjadi sebuah keluarga Karena terikat pernikahan dari Gustav dan juga Wilhelmina. ngomong-ngomong Apakah kita kepagian datang kemari?" tanya Oma Helen dengan nada ramah dan juga bijaksana.


" Oh tentu tidak! Kami semua sudah bersiap-siap tentunya minus Wilhelmina pribadi karena memang sampai sekarang pun dia belum tahu kalau akan dilamar oleh Gustav. Mungkin tuan dan nyonya Wijaya sudah tahu tentang kisah pertemuan Gustav dan juga Wilhelmina?" kata Anindya dengan sedikit malu karena kisah Wilhelmina sungguh sedikit memalukan dirinya.


" Tolong Nyonya Weston jangan memanggil kami tuan dan nyonya Wijaya, panggil saja kami Oma Helen dan juga Opa Hadi! Kemarin Gustav sedikit bercerita tentang hal itu." jelas Oma dengan nada ramahnya, Tentu saja Ini membuat Anindya menjadi sedikit jengah karena mereka ingin dipanggil Oma dan Opa saja namun tetap memanggil dirinya Nyonya Weston.


" Kalau begitu tolong Oma Helen memanggil saya dengan nama Anin saja. Saya pikir, saya bisa dianggap sebagai putri dari keluarga Wijaya, bukankah begitu? Dan maafkan kelakuan putri saya yang memberi kesan mungkin sedikit tidak baik dihadapan Opa dan Oma." Jelas Anindya dengan nada ingin tahu karena dirinya juga belum menyelidiki silsilah dari keluarga Wijaya namun suaminya kemarin sudah mengatakan bahwa usia dari ayah Gustav kurang lebih sama dengan usia dari dirinya jadi tebakan Anindya kalau ia seumuran dengan anak Wijaya mungkin kurang lebih tepat.


" Ha ha ha namanya juga anak mida. Hmm boleh saja kalau Anin mau jadi anak kami, karena sebenarnya putri kami itu lahir di masa tua kami jadi dia baru saja menikah, bahkan ia hanya 8 tahun lebih tua dari Gustav, dan berjodoh dengan pemuda dari New Zealand yang juga jauh usianya dari dirinya, mendekati 55th." kata oma Helen yang ramah dan trbuka, sedangkan opa Hadi hanya menanggapinya dengan senyum.di wajahnya. Anin juga menyukai senyum dari Oppa hati yang terlihat tulus dan juga sabar serta ramah.


" Selamat pagi." suara Bariton dari Vallen menyela perkenalan yang dilakukan Anindya Bagaskara kepada keluarga Wijaya Hadi yang notabene adalah kakek dan nenek pihak ayah kandung dari Gustav Alexandro Dimitri.


" Ah tuan Valendra Weston yang melegenda!" sahut opa Hadi dengan senhyum ramah yang tak lepas dari wajahnya.


" Maaf tua saya tadi masih di dalam dan belum menyambut." kata Valen datar sambil menyalami opa dan oma.


" Ayah mertua." sapa Gustav dengan nada senang ditanggapi dengan anggukan singkat Valen.


" Sayang kenapa kamu tidak memanggil aku dan juga anak-anak dan mengatakan bahwa mereka sudah datang! Bukankah perjamuan juga sudah disiapkan kan jadi mereka bisa sekalian sarapan di rumah kita!" kata valendra dengan alis yang dinaikkan satu tanda dia tidak mengerti mengapa Anindya tidak memanggil mereka padahal keluarga dari Gustav sudah datang. Memang Vallen juga sedikit terkejut melihat bahwa ada laki-laki paruh baya yang menyapanya dengan ramah.


Setahu dirinya kemarin Gustav mengatakan bahwa Iya sudah tidak memiliki orang yang dituakan yang bisa melamar baby dengan cara yang biasa.


Namun ternyata pagi hari ini Vallen terkejut melihat ada laki-laki paruh baya yang dia kenali sebagai keluarga Widjaja.

__ADS_1


" Ayah mertua, kenalkan kalau ini adalah Opa Hadi dan juga Oma Helen yang masih termasuk kakek dan nenek kandung Gustav dari pihak ayah." kata Gustav sambil memperkenalkan kakek dan neneknya itu kepada calon Ayah mertuanya.


" Kita sudah termasuk keluarga jadi kamu bisa memanggil kami sebagai ayah dan ibu saja tidak usah terlalu formal dengan embel-embel mertua atau tidak karena bagi kami begitu kamu masuk ke dalam keluarga kami berarti kamu adalah keluarga besar dari Weston family." kata Anindya Bagaskara memotong perkataan dari Gustav yang masih terkesan sangat formal dan terlalu hormat.


" Baiklah ibu. Ini Gustav juga membawa oleh-oleh khusus buat ibu yaitu set AntVia kalung dan seprangkatnya yang terbuat dari emas dan juga batu hitam obsidian, dan Gustav juga membawa seserahan yang menggantikan seserahan yang kemarin." kata Gustav sambil menyerahkan kadonya buat Anin, yang membuat Valen malah kesal.


"Sebenarnya yang kamu lamar itu Wilhelmina Weston atau Anindya Weston? Kenapa kamu malah memberikan kalung kepada istriku Memangnya kamu ingin melamar istriku?" kata Vallen dengan nada posesif yang seperti biasa ya yang ganti aja sama anak laki-lakinya begitu iri dan cemburu kalau udah mulai dekat-dekat dengan alinea apalagi dengan calon menantunya. Gustav hanya bisa geleng-geleng kepala dan juga menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal sedangkan Anindya sibuk mencubit Vallen yang terlihat posesif dan over protektif begitu menyangkut masalah Anindya.


" Malu!" bisik Anin kepada Valen yang tampak tak tahu malunya menunjukan kecemburuannya, sampai opa Hadi dan oma Hellen menyembunyikan senyumnya melihat Valen yang terlihat posesif kepada Anin.


" Ayah, itu hanya sekedar hadiah. Punya baby Ly lebih besar dan lebih komplit dari itu. Juga mahar pulau permata buat ayah juga sudah Gustav siapkan." lanjut Gustav mengingatkan bahwa untuk Valen pun ia menyiapkan kado. Jadi bukan khusus ibu saja. Dasar ayah Valen saja yang cemburuan.


" Wah udah pada datang ya? Maaf kami baru tahu, soalnya ga ada yang kode kami sih!"kata si kembar yang muncul bersamaan. Sedangkan yang ditunggu tunggu kayaknya masih di kamar merenungi kesalahan.


" Ah, untung kalian sudah turun duluan, kamu segera panggilkan baby Ly dan suruh berpakaian serta memakai make up yang rapi supaya nanti dia nggak turun ke bawah hanya dengan pakai piyama dan juga sendal tidur dengan muka kucel ala bangun tidur!" perintah Anin yang langsung dilaksanakan oleh kedua kakak kembar dari Baby Ly.


" Kenapa sih kak? Ini masih pagi loh!" kata baby dengan nada kesal.


" Kamu disuruh ibu untuk ganti baju yang paling bagus dan make up yang cakeppppppp. Katanya ibu mau kenalin kamu sama cowok ganteng yang semi bule." kata Lios mengerjain adiknya yang masih manyun gara gara tingkah upin ipin yang mengesalkan.


" Gak mau!"


" Kalau gak mau kata ayah, hukuman kamu bakal diperpanjang, dan kamu juga akan dicarikan Bodyguard lebih banyak lagi supaya kamu merasa tidak nyaman." kata Lios dengn nada menggoda. Baby Ly hampir saja menangis karena sedih mendengar kalau hukumannya malah ditambah. Tapi dia tidak mau dikenalin ama orang lain selain Gustav, karena ia tidak mau kalau menikah dengan orang lain selain Gustav.


" Ganti pakaian dan make uplah yang cantik. Ada orang di bawah yang mau ketemu sama kamu. Cepat!!" kata Liam dengan tegas tanpa nada menggoda tapi memakai nada perintah.

__ADS_1


" Baik..baik!!" kata baby Ly pasrah.


" Kami tunggu disini. Cepat!!"


"Untung saja aku udah mandi tinggal ganti baju dan dandan saja." gunam Baby kesal.


Setelah beberapa saat, baby sudah siap. Ia dandan minimalis banget, karena dasarnya udah cantik jadi ya tetap cantik.



Lalu mereka bertiga turun kebawah dan menuju ke ruang tamu.


Tiba tiba Baby Ly terkejut karena ia melihat barang barang seserahan yang seperti dibawa Gustav kemarin. Perasaan baby Ly tidak enak, ia merasa kalau ada yang melamarnya. Ia berjalan mundur ingin melarikan diri.


.


.


.


TBC


wkwkw kira kira melarikan diri apa gak ya?


Gak digantung deh swear!! Cuman reviewnya beda jam aja..

__ADS_1


Jangan lupa like, gift dan.votenya yaaa...Happy reading!!


__ADS_2