Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 83.


__ADS_3

Hai hai Readersku sayang!!! Welcome back!!! Ini adalah update pertama di hari ini. Dijamin pasti puas kan karena author hari ini updatenya 2 kalii. Eits!! Jangan lupa untuk tetap like, vote dan juga memberikan gift yang banyak, supaya autornya semakin bersemangat dalam mengupdate cerita. Oh ya sembari menunggu update-an cerita ini bisa cek karya-karya author yang lain.


Ditunggu like, share, vote dan giftnya. Happy reading!!


***


Vallen langsung menaruh telinganya ke ponsel milik pengawalnya itu, dan ketika Revan menjawab dan menceritakan kejadian penting yang harus disampaikan kepadanya, Vallen bak tersengat petir di siang bolong serta tidak menyangka.


" Apa? Kecelakaan??" seru Valen dengan suara keras menggelegar. Suaranya yang keras membuat Anindya yang ada di dalam kamar mandi pun mendengar, Anindya sedikit panik mendengar Vallen mengatakan tentang kecelakaan. di dalam pikirannya adalah orang-orang yang terdekat dengan dirinya mengalami kecelakaan didukung dengan perkataan Vallen yang terdengar shock dengan berita itu.


" Bagaimana bisa ayah kecelakaan, bukannya dia selalu memakai driver?" tanya Valen dengan nada menyelidik.


Kemudian Revan mungkin menjelaskan segala sesuatunya kepada Valen. Valen manggut manggut mendengarkan secara seksama. Panik juga tetap melanda Valen. Buktinya dia kerap mengacak acak rambutnya yang masih basah. Romansa yang dirasakaan bersama istrinya beberapa saat yang lalu susah hilang ditelan kepanikan dan kecemasan.


"Oke aku akan segera kesana." kata Vallen dengan tergesa-gesa memasuki kamar, dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menolong istrinya yang masih ada di dalam bath tube.


" Siapa yang kecelakaan mas?" tanya Anindya dengan nada menyelidik. Tapi Vallen yang sudah berjanji untuk tidak menyembunyikan apa-apa apa. Jadi ia menceritakan secara singkat apa yang dikatakan oleh Revan kepada Anindya, istrinya.


" Astaga, mas! Ayo kita segera kembali. Aku mau jagain ayah di rumah sakit." kata Anin sambil segera menata seluruh koper dan baju-baju yang belum sempat ia keluarkan. Hanya mengambil baju yang ia akan pakai dan suaminya sekarang saja.

__ADS_1


" Kamu ga usah jaga ayah. Kamu gak boleh kecapean. Ingat kan HPL mu udah dekat." kata Valen membantu istrinya memakai baju. Valen ini sangat mengerti kebutuhan istrinya yang sudah mendekati hari hari melahirkan. Permintaan Vallen kepada istrinya itu adalah supaya istrinya bisa melakukan operasi sesar saja untuk melahirkan. Karena melahirkan kembar itu sangat riskan.


" Hanya jaga saja loh mas! Kan ga ngapa ngapain." sungut istrinya itu kesal karena suaminya ini sering sekali melarang-larang dia untuk melakukan kegiatan-kegiatan.


" Nanti saja hal itu bisa dibicarakan saat kita sampai di Jakarta, ayo cepat kita berangkat karena aku berjanji sama Revan untuk cepat datang mengingat kondisi ayah agak mengkhawatirkan." kata Valen sambil menggandeng istrinya, sedang barang-barang yang sudah dikemas dengan rapi oleh Anindya serta peralatan-peralatan juga tas yang dia bawa sudah dibawakan oleh para pengawalnya yang segera mengatur barang-barang bawaan Anindya juga Vallen.


Mereka semua naik helicopter yang telah tersedia di sana, sedang para pengawal yang lain memang sengaja ditinggal dulu di Resort untuk membereskan barang-barang yang seyogianya tadi mau dibuat untuk dinner romantis. Tapi semuanya harus gagal karena Valen dan Anindya jelas lebih mementingkan keselamatan dari ayahnya.


sesampainya mereka di bandara soekarno-hatta Jakarta, Vallen dan Anindya langsung dijemput oleh driver yang disuruh oleh Revan agar mereka bisa sampai ke rumah sakit Pondok Indah. di sana adalah tempat dimana Ayah Vallen sedang dilakukan tindakan. Karena kecelakaan itu terjadi di dekat rumah sakit itu sehingga Ayah Vallen segera dilarikan ke rumah sakit terdekat bukan ke rumah sakit milik keluarga Weston.


Valen dengan hati-hati masih menggandeng Anindya yang kepayahan dengan perutnya yang sudah besar itu, tapi kondisinya Anindya juga tidak mau ditinggal sendirian. Vallen sendiri merasakan kejanggalan atas Kecelakaan yang dialami oleh ayahnya itu sehingga dia tidak berani menitipkan Anindya di rumah atau meninggalkan Anindya sendiri bersama pengawalnya untuk pulang ke rumah.


" Sekarang Jelaskan secara mendetail Bagaimana kronologi kecelakaan yang terjadi kepada ayah." pInta Valen kepada Revan setelah mendudukkan Anindya di kursi ruang tunggu depan UGD itu.


Revan sebenarnya tampak gugup dan acak-acakan entah karena apa, sehingga Vallen sendiri merasa curiga dengan kondisi yang ada di hadapannya itu. Perkiraan sementara dirinya adalah kecelakaan ayahnya itu disebabkan oleh orang yang tidak suka dengan keberadaan mereka. Entah untuk memperingatkan dirinya atau bahkan untuk memperingatkan ayahnya.


" Kecelakaan ini memang tepat seperti tebakan kamu, semuanya adalah rekayasa dari seseorang. Tapi kami masih belum mendapatkan siapa pelaku sebenarnya?"


" Bagaimana dengan rekaman CCTV Jalan tempat kejadian perkara?" tanya Vallen dengan nada geram.

__ADS_1


Dia kesal karena rasanya keluarganya selalu mendapatkan musibah, seperti waktu dirinya tertimpa kecelakaan sehingga bertemu dengan kakek Arka. Sekarang ayahnya yang ketimpa musibah dengan kecelakaan yang hampir mirip dengan kejadian yang menimpanya dulu.


Sekalipun Vallen belum mengingat secara jelas kejadian sewaktu di dalam mobil waktu dia kecelakaan, tapi dia tahu bahwa orang yang ada di mobil itu itu adalah orang yang dekat dengan dirinya. Bayang-bayang itu memang belum jelas dia ingat karena obat yang pernah diberikan waktu pertama kali dia kecelakaan merupakan obat yang bisa menghilangkan ingatan, tapi berkat terapi dan obat-obatan yang rutin dikonsumsi sedikit demi sedikit potongan-potongan gambar itu mulai menyerupai sebuah gambar utuh.


" Lita masih sedang mengusahakan laporan rekaman CCTV yang ada di tempat kejadian perkara, mudah-mudahan belum ada orang yang mengintervensi dan menghilangkan secara acak rekaman tersebut. Tapi begitu ada kecelakaan tadi aku langsung menginstruksikan kepada anak-anak untuk segera mengambil laporan rekaman CCTV jalan di mana tempat kejadian perkara berada. Eric sendiri juga sudah bergerak memantau truk yang tiba-tiba menabrak mobil ayah. Tapi sayangnya sopir truk yang menabrak mobil Ayah itu meninggal di tempat." jelas Revan dengan wajah kuyu serta rambut acak-acakan karena sedari tadi dia memang menyugar rambutnya sebab frustasi dengan apa yang sekarang dihadapi.


" Jadi kita sudah kehilangan saksi kunci tentang tabrakan itu, karena pengemudi truk yang menabrak meninggal di tempat? Sebenarnya ini agak sedikit janggal kalau kita merunut nya dari kejadian per kejadian. Biasanya karena truk itu besar kemungkinan untuk pengemudi truk nya meninggal di tempat akan sangat kecil." kata Valen sambil mengacak-acak rambutnya karena dia kesal dengan kenyataan yang ada.


" Memang, apalagi setelah di visum ternyata pengemudi truk itu memang dalam kondisi mabuk. Semakin tidak masuk akal karena sebenarnya itu truk tidak terguling bahkan tidak terbakar. Bagaimana dia bisa meninggal di tempat? Itulah kenapa tadi aku curiga bahwa peristiwa ini sebenarnya adalah settingan dari seseorang yang memang menginginkan kematian dari ayah Willy. Atau ingin memperingatkan kamu akan satu kejadian. dan aku lebih berpikir kalau dia ingin memperingatkan kamu tentang kejadian kecelakaan yang pernah menimpa kamu beberapa tahun yang lalu, dan parahnya aku kok merasa bahwa ini ada hubungannya dengan kematian There karena kebakaran waktu di penjara. Semua permasalahan yang saat ini kita hadapi ini ada hubungannya dengan itu semua." kata Revan dengan suara lirih. Ia tidak ingin Anin menjadi cemas dengan kondisi Valen. Karena ini pasti berkaitan dengan Valen.


.


.


.


TBC


tunggu next update.. jangan lupa like like dan gift gift... vote juga ditungguuu.

__ADS_1


__ADS_2