Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 132.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya semua yang komen sudah aku baca, aku mau berterimakasih sama yang selalu komen positif dan memacu aku untuk bisa selalu update  dan memberi yang terbaik, yang bilang ini kurang seru , lha emang ini belum saatnya yang seru kok, Tapi semua saran dan kritik aku terima dengan lapang dada kok. 


Maaf aku ga langsung uo, karena kondisi tubuh tepar, mau tidur dulu. Mudah2an bezok bisa up banyak. Happy reading!!


***


Sesampainya mereka di rumah milik Mister Wong, mereka dibuat takjub dengan bentuk rumah yang sangat elegan seperti istana.


Bentuknya sangat menjorok ke dalam sehingga area depan itu dibuat taman dan juga hutan kecil tempat binatang-binatang liar ditaruh di sana.


Revan bahkan melihat ada Harimau dan juga singa yang dibiarkan bebas di taman dekat hutan mini itu.


" Kamu memelihara singa dan juga Harimau? Kamu tidak takut kalau seandainya singa dan juga harimau itu lepas dan menyerang kamu!" tanya Revan dengan nada heran. Tapi Mr Wong hanya tersenyum seraya menjawab.


" Singa dan Harimau itu aku pelihara sejak mereka masih bayi. Jadi binatang itu tahu bahwa akulah tuannya. Binatang buas seperti itu saja mengerti siapa tuannya tapi aku heran dengan yang namanya Alicia. Padahal aku menemukannya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan tapi lihatlah dia dengan tega mengkhianati aku seperti ini. itu membuktikan bahwa manusia itu lebih rendah daripada binatang buas sekalipun." jelas Mister wong dengan nada sarkas. Revan dan Vallen hanya bisa menganggukan kepalanya, mereka setuju dengan ungkapan yang diberikan oleh Mister Wong. Manusia seringkali tidak bisa berterima kasih akan jasa baik apa yang sudah diberikan oleh manusia yang lainnya. Contohnya seperti Paman Bill dan juga Alicia.

__ADS_1


" Mas.." panggil Anindya dengan mata yang masih sayu karena baru saja bangun tidur sambil menggendong Lios yang tampak menggeliat.


" Sini anak ganteng .. uhhh !!" kata Valen sambil mengulurkan tangannya ingin menggendong anaknya itu, tapi kemudian Mister Wong meminta izin kepada Vallen untuk boleh menggendong anaknya. Lios dan Liam adalah anak-anak yang tidak pernah rewel bahkan digendong siapa saja mereka tidak pernah protes.


" Anak kamu ini benar-benar tampan dan lucu. Melihatnya membuatku kepingin punya anak." kata Mister Wong dengan tatapan bahagia.


" Cari istri dulu saja kamu baru mikir punya anak! Lalu kita tinggal di rumah kamu ini atau di pulau kamu jadinya?" tanya Valen sambil menatap ke sekitar tempat itu. tempat yang indah, mewah dan sangat elegan. Kemungkinan kalau di sini keamanannya masih bisa lebih baik dibandingkan di rumah besar Vallen atau di apartemen. Tingkat keamanan tempat ini sangat luar biasa selain dijaga oleh para pengawal milik Mister Wong juga dilengkapi dengan alat-alat modern yang canggih untuk mendukung keamanan markas mereka itu.


" Tidak kalian tidak akan tinggal di tempat ini kemungkinan besar sekarang juga kita langsung berangkat ke pulau. Aku hanya ingin sedikit memamerkan markas tempat aku dulu Lagian kita nanti ke pulau lewat rumah ini, jadi lewat jalan darat kok!" kata Mister Wong sambil menyerahkan anak Valen ke gedongan Anindya. Mereka hendak diberi susu terlebih dahulu oleh para perawat yang sudah siap di samping bosnya.


" Apa? Jangan bercanda kamu!" kata Revan keheranan.


Tapi bagaimana logikanya mereka bisa memiliki jalan untuk ke pulau terdekat? Memang mafia seperti mereka itu pasti memiliki berbagai macam cara untuk lepas dari jeratan orang-orang yang hendak menyerangnya. Mereka harus memiliki banyak jalan supaya mereka bisa melarikan diri ketika dikepung oleh musuh. Mungkin saja ini adalah salah satu cara Mister Wong aku untuk bisa melarikan diri dari kejaran polisi atau musuh-musuh mereka.


" Wow, luar biasa sekali." decak kagum dari Revan.membuat Mr Womg senang.

__ADS_1


Mr Wong senang sekali bisa memamerkan kecanggihan dan juga kemewahan yang dia miliki. Vallen sudah bisa memperkirakan bahwa mereka mungkin membangun sesuatu yang berada di bawah tanah sehingga mereka bisa mencapai ke pulau itu dengan jalan darat tapi tidak diketahui oleh orang lain.


" Ayo, sebentar kita akan kesana. Aku harap kalian bisa menghormati kepercayaan ku dan bisa menjaganya karena jalan ini memang benar-benar dibuat hanya untuk anggotaku saja, selain orang-orang ku tidak ada satupun yang bisa masuk ke dalam sana. Ini khusus untuk kalian yang sudah aku anggap sebagai saudara. Jadi kalian bisa masuk ke dalam situ itu secara bebas."kata Mr Wong yang dianggukin olleh Revan dan Valen sedang Anin hanya bisa menatap takjub rumah dan taman itu.Sayangnya anaknya masih kecil, jadi mereka belum tahu tempat.


" Kita makan dulu di taman belakang, kemudian kita langsung masuk ke lorong rahasia. Pulau itu tidak ada penghuni dan juga pengunjungnya. Mungkin agak sedikit membosankan disana. Tapi jangan khawatir, semua perlengkapan disana sangat komplit dan modern. Besok setiap pagi, aku akan mengirimkan supply bahan pokok dan juga makanan untuk kalian sehari hari. " kata Mr Wong sambil mengajak mereka ke taman besar di bagian belakang rumah,dimana disitu ada canopy besar tembus cahaya sehingga kalau musim hujan pun mereka tidak akan kehujanan. Dibawah kanopy besar itu ada sebuah kolam renang dan sebuah jacuzi kecil di sampingnya. Lalu disebelahnya ada sebuah bar kecil dan tempat makan yang vukup besar, sehingga mereka bisa makan sambil menatap keindahan kolam renang dan taman yang berpadu indah.


" Wow, anda benar benar menikmati hidup." kata Revan sambil berdecak kagum.


" Secara pribadi, aku tidak pernah menikmati tempat ini. Paling kalau pas pamer pamer sama orang lain saja, aku bisa melihat dan menikmati tempat ini. " katanya sedikit sendu. Bagaimana pun mahalnya suatu tempat tanpa adanya sahabat atau keluarga yang dimiliki tentu akan sangat hampa rasanya. Begitu pula yang dirasakan oleh Mister Wong. Dia merasa kesepian tanpa adanya orang yang dekat dan juga keluarga yang dimiliki olehnya.


Saat itu Valen merasa sedikit beruntung karena dirinya memiliki Anindya dan juga anak-anaknya, karena memang benar tanpa adanya keluarga rasanya pasti akan sangat hampa.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2