Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 53.


__ADS_3

Di luar Cafe, laki-laki itu langsung bergunam lirih.


" Akhirnya aku menemukanmu."


Laki-laki itu langsung berjalan menyusuri jalan itu kan berbelok ke arah gang menuju ke sebuah perkampungan kumuh.


" Aku menemukan Dya!" katanya kepada seorang wanita yang menyambutnya dari sebuah kontrakan di tempat yang begitu padat penduduk.


" Oh ya? Dya mengenalimu?"


" Tidak, aku belum bertemu langsung dengan Dya."


" Jangan bilang kalau kamu menerima kerjaan yang sehubungan dengan hal-hal kriminal tapi targetnya adalah Dya?" selidik wanita itu dengan nada seperti seorang investigator handal.


" Ha ha ha lah kakakmu ini memang kriminal makanya kita bersembunyi di tempat seperti ini kan tujuannya agar kita tidak dikenali oleh orang-orang. Lalu kamu ini berharap apa? Sudahlah, kakak akan memikirkan cara bagaimana melakukan tugas kakak dengan bersih dan rapi." kata laki-laki itu dengan suaranya yang menyeramkan.


" Tapi kak.." sanggah wanita itu itu dengan cepat, namun laki-laki itu kembali memotong perkataannya dan berlalu dari situ membuat wanita itu hanya bisa menggeleng karena kesal dengan tingkah laku kakaknya yang tidak pernah mau mendengarkan apa yang menjadi di pemikirannya.


" Dasar kakak laki-laki yang aneh, Makanya kamu hanya bisa jadi jomblo tua karena tidak ada seorangpun yang mau dengan kamu. Mana ada orang yang mau dengan laki-laki yang menyeramkan, ngeselin dan pekerjaannya sebagai kriminal." sungut wanita muda itu sambil berlalu juga mengikuti kakaknya masuk ke dalam rumah.


***


Keesokan harinya Vallen dan Anin yang sementara itu tinggal di rumah sakit agar bisa memantau kondisi dari Ayah Valen pun merasa lega karena ternyata kondisi Ayah Vallen berangsur-angsur membaik dan bahkan hari itu juga Ayah Vallen diizinkan untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


Tentu saja terjadi sedikit drama di mana Ayah Vallen memohon kepada pasangan suami istri itu untuk bisa pulang ke rumah besar milik Ayah Vallen.


" Ayolah nak! Sudah sejak lama, Ayah kepingin banget bisa se rumah bareng-bareng sama kamu apalagi kalau nantinya kamu akan memiliki anak yang berarti ayah akan mendapatkan cucu secepatnya,pasti ayah akan merasa bahagia." wajah Anindia bersemu merah karena dia malu dengan ungkapan vulgar yang diucapkan oleh ayah Vallen.


Tentu saja Ayah Vallen mengharapkan seseorang cucu, bagaimanapun juga mereka sudah menikah selama 1 tahun lebih, maka Willy Weston ingin memiliki cucu sebagai keturunan dari Weston Group.


" Ayah, cucu yang Ayah minta sedang dalam proses, Emang ayah pikir Vallen bikin adonan kue donat yang hari ini dibikin besok jadi. Semuanya itu butuh proses, doakan saja pekerjaan Vallen di honeymoon colongan waktu di Singapura itu akan menghasilkan cucu, syukur syukur kalau bisa dapat sekaligus double." sahut Vallen tanpa malu-malu, nanti saja ini membuat Anindya semakin merona karena malu.


Anin sampai berpikir, mereka berdua ini, ayah dan anak, Kok bisa dengan kompak nya berpikir hal-hal yang jauh diluar ekspektasi si Anin sebagai ayah dan anak yang baru saja bertemu. Mungkin Anindya sudah lupa kalau ada pepatah bahwa darah itu lebih kental daripada air, mungkin itulah perumpamaan yang tepat menggambarkan hubungan ayah dan anak yang baru saja bertemu ini. Mereka terlihat kompak, saling menyayangi, tanpa terlihat begitu lebay.


" Aduh!!" sebenarnya Anin mencubit pinggang suaminya itu dengan pelan tetapi dengan lebaynya suaminya itu malah berteriak kesakitan begitu keras sehingga menarik perhatian Revan dan juga Ayah Valen yang masih ada di ruangan yang sama dengan mereka.


" Ada apa sih tuan? Apa ada kecoa? Teriaknya itu loh kok lebay amat!" Revan mengumpat karena kesal dengan tampilan Kemesraan Ini yang dilakukan oleh Vallen dan Anindya, dia kesal bukannya karena apa-apa tapi karena sudah beberapa hari ini dia tidak pulang ke rumah sehingga tidak bisa mendapatkan kemesraan yang sama dari istri dan anak-anaknya.


" Gak iri tuan, saya sih masih punya Kalau yang begituan di rumah, Tapi kasihan dong sama ayahnya sendiri masa ayahnya jomblo ditunjukin hal-hal yang mesra-mesraan begitu nanti kalau sampai ayahnya kepingin gimana? Mau sama siapa coba pelampiasannya?" tanya Revan yang kemudian langsung dibalas dengan jitakan di kepala oleh ayah Vallen. Memang Revan ini kesannya berani dengan Tuan besarnya karena Tuhan besarnya juga menganggap dia bukan lagi sebagai asisten atau bawahan tapi sudah menganggapnya sebagai anak sendiri jadi begitulah kelakuan Revan di hadapan Tuhan besar saat tidak ada orang lain beserta mereka. Sebenarnya, kalau Revan bersama Tuan besarnya itu dihadapan banyak orang atau pejabat yang lainnya, Revan akan bertindak sopan dan memanggil tuan besar yaitu dengan sopan.


" Ya ampun, tuan. Saya kan cuman membela Tuan saja di depan nih tuan muda, supaya tuan muda tidak bertindak sembrono dengan menunjukkan dan memamerkan kemesraan tanpa memikirkan kepada anda efek apa yang akan tuan besar dapatkan ketika melihat kemesraan yang lebay seperti itu."sungut Revan.


" Sudah segera kamu urus administrasi aku selama di rumah sakit ini dan aku ingin segera pulang menikmati masakan Mbok Siti yang sangat enak dan lezat, dibandingkan dengan masakan rumah sakit yang menjijikan itu." kata Tuan Willy Weston dengan suaranya yang berat itu.


" Baik tuan!" Revan langsung berangkat untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh tuannya, dia memang memegang kendali seluruh keuangan dan Diberi Kuasa atas keuangan yang dimiliki oleh ayahnya Vallen.


" Ayah, sebetulnya kalau dibandingkan dengan masakan Mbok Siti yang pernah Vallen nikmati beberapa waktu yang lalu, masakan Anin jauh lebih enak daripada itu." kata Vallen memberikan promosi kepada ayahnya dengan mengunggulkan istrinya yang cantik itu.

__ADS_1


Memang tidak dapat dipungkiri selain Anin cantik, baik, dan pintar, Anindya itu memiliki kelebihan lain. Dia pandai memasak, dia pandai bekerja di kantor dan dia juga pandai melayani Vallen. Aargh, Vallen jadi teringat dengan kejadian honeymoon colongan di Singapura kemarin. Hari ini dia ingin mewujudkan yang iya iya dengan istrinya supaya cepat bisa mewujudkan keinginan ayahnya mendapatkan cucu.


" Lha kalau gitu hari ini Anin nginep di rumah besar kita saja, nak! Ayah belum pernah merasakan masakan milik Anindya. Boleh dong sekali-sekali saat menantu idaman Ayah ini bisa memasakkan masakan yang enak dan masakan rumahan Buat Ayah." kata ayah Vallen dengan wajah yang memelas, tentu saja Anindya segera menyanggupi keinginan upaya Vallen untuk memasakkan masakan rumah buat Ayah.


Seperti yang diketahui Anindya itu orangnya tidak tegaan jadi dia melakukan apa yang dia bisa lakukan untuk orang itu.


Tentu saja Ini tidak sesuai dengan bayangan Valen. Dia berharap hari ini dia bisa melakukan sesuatu yang iya iya, keinginan untuk segera mendapatkan keturunan akan segera terwujud.


Lalu dengan Sigap Vallen menolak keinginan ayahnya agar mereka menginap di rumah besar, karena tantangan berada di sana adalah dia tidak akan bisa melakukan variasi-variasi gaya dan gerakan yang sudah dipikirkan baik-baik untuk dicoba berdua.


" Emang ayah tidak kepingin ya cepat memiliki cucu, kalau aku dan Anin di sana Berarti Anin akan lebih banyak di dapur daripada di kamar bersamaku, Lalu kapan dong aku bikin adonan supaya cucu-cucu yang Ayah minta itu jadi?" kata Valen dengan nada gusar.


Tapi Anin segera menutup mulut suaminya yang cenderung blak-blakan itu, Anin meminta dari pandangan matanya untuk menuruti keinginan Ayah Vallen. Puppy eyes milik Anindya itu membuatnya tidak sanggup menolak keinginan istrinya. Akhirnya dengan berat hati Vallen terpaksa mengikuti saja kehendak istrinya untuk tinggal sementara di rumah besar ayahnya.


.


.


.


TBC


Hai readers !! Welcome back!!

__ADS_1


Meski tubuh masih lagi ga well, karena maag kumat tapi jangan lupa untuk tetap support thor dengan like, vote dan juga spam comment! Happy reading!!🤟🏻🤟🏻


__ADS_2