Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 7.


__ADS_3

Anin berjalan keluar menemui suaminya yang sudah siap di


dalam mobil, Valen akan mengantar Anin menjemput tender kontrak 1 miliar


Mahkota Horeka. Valen yang sudah memberitahu ibu Susan untuk memenangkan tender


kontrak milik istrinya itu. Valen berharap supaya kontrak kerjasama itu akan


membuat istrinya itu tidak dianggap remeh oleh keluarganya. Bahkan Valen juga


sudah menyuruh ibu Susan untuk mengundang media agar saat penandatanganan


kontrak disaksikan oleh semua media termasuk media cetak dan media online.


Valen tampak bahagia, selama ini Anin sudah banyak susah dan diremehkan karena


menikah dengannya. Ini saatnya membuat istrinya dipandang oleh keluarganya.


Tapi berbeda dengan Anindiya, ia tampak cemas dan tidak percaya diri. Ia merasa


benar juga apa yang dikatakan oleh keluarganya, tanpa campur tangan dan koneksi


dari orang yang mengenal Mahkota Horeka apakah ia bisa mendapatkan kontrak


miliaran rupiah milik Mahkota Horeka. Ia menghela nafasnya dengan kasar,


membuat Valen yang sedang konsen menyupir jadi memperhatikan Anin yang dalam


kondisi resah.


“Kenapa wajah kamu kok kelihatan sedih?” tanya Valen


sambil mengulurkan tangannya menyentuh lengan istrinya, karena istrinya tampak


sedih dan sedang melamun, entah apa yang sedang ia pikirkan.


“Ehm sebenernya aku agak kurang yakin bisa mendapatkan


tender ini mas! Kan aku sama sekali tidak mengenal orang orang di Mahkota


Horeka loh mas!” jelas Anin dengan terbuka.


“Kamu tidak usah cemas, pasti semuanya akan ada jalan


keluarnya, dan mas sangat yakin kalau kamu pasti bisa mendapatkan tender


kontrak itu. Bahkan tidak akan perlu menunggu lama, kamu pasti langsung dapat


hasilnya hari ini juga.” Kata Valen dengan yakin.


“Kamu bisa yakin gitu ya sama aku, padahal aku aja gak


yakin sama diriku sendiri!” kata Anin sambil tersenyum.


“Pasti, kamu pasti bisa, jadi kamu yang semangat dong!”


kata Valen menyemangati istrinya, ia tahu kalau Anin pasti down karena


perkataan kedua orang tuanya  tadi


sewaktu mereka di meja makan,mereka selalu membuat anaknya menjadi rendah diri.


“Iya, iya aku sudah semangat nih! Makasih ya, ini semua


gara gara kamu mas! Nanti pas aku datang enaknya aku kemana ya? Nemuin siapa


gitu!” tanya Anin kepada Valen.


“Kamu ke receptionist, lalu kamu bilang kalau kamu


Anindiya Bagaskara dari hotel Bagaskara yang akan menyerahkan tender kontrak


kerjasana dengan Mahkota Horeka, nanti receptionist yang akan mengarahkan kamu


ketemu sama siapa!” kata Valen mengarahkan. Valen melihat istrinya mengangguk


bersemangat, tentu Valen bisa menjamin 100 persen kalau istrinya bakalan


mendapatkan kontrak, menandatanganinya saat itu juga. Tentunya Mahkota Horeka


melalui media online serta media cetak akan  segera merilisnya hari itu juga.


***


Setelah ia turun dari mobil, Anindiya Bagaskara melangkah


penuh dengan kepercayaan diri, walau awalnya ia ragu, entah kenapa ia jadi agak


sedikit semangat saat mendengar apa yang diucapkan suaminya.


Anin langsung menuju ke meja reception yang ada di tengah

__ADS_1


lobby kantor mewah itu.


“Maaf mbak, saya Anindiya Bagaskara, dari Hotel Bagaskara,


saya ingin menyerahkan tender kontrak kerjasama dengan Mahkota Horeka, untuk


itu saya harus menemui siapa ya?” tanya Anin dengan sopan. Receptionis yang


bertugas langsung menelepon ke sekretaris direksi yang tadi sudah memberinya


perintah kalau nanti ada seorang wanita yang bernama Anindiya Bagaskara disuruh


langsung menelepon ke dirinya, karena sekretaris direksi sudah diberi perintah


oleh wakil CEO langsung yaitu ibu Susan selaku kepala pelaksana harian di


Mahkota Horeka.


“Sebentar ya!” kata reception dengan sopan karena


sekretaris direksi belum menjawab panggilan darinya.


“ Oh ya, enggak apa apa, mbak!” sahut Anin dengan sopan.


Tapi sesaat kemudian reception sudah mendapatkan jawaban dari atas untuk


mengantar Anin ke kantor wakil CEO.


“Mari, bu! Biar saya antar ibu ke kantor wakil CEO kami!


Karena kepala CEO kami sedang tidak ada di tempat!” kata receptionist itu


dengan sopan, lalu ia membawa Anin menuju lift direksi khusus untuk pejabat


direksi dan juga tamu tamu agung untuk pejabat direksi termasuk Kepala dan


wakil CEO.


Anin hanya terbengong melihat kemewahan ruang Lift khusus


itu, ia juga sedikit tercengang  bagaimana hal yang ia hadapi ini begitu mudah, seperti seakan dirinya


itu memiliki link orang dalam yang berpengaruh di Mahkota Horeka.


“Silahkan bu, untuk masuk ke dalam, ini adalah ruangan


wakil CEO kami.” kata wanita itu sambil mengetuk ruangan wakil CEO terlebih


sendirian.


“ Selamat pagi. Ada yang bisa dibantu?” tanya wakil CEO,


ibu Susan dengan sopan, ia sudah menerima mandat dari pemilik perusahaan ini


agar dirinya membantu istrinya mendapatkan kontrak kerjasama itu dan jangan


sampai diketahui oleh istrinya kalau sebenarnya Valendra lah CEO dari Mahkota


Horeka.


“Permisi Bu! Saya Anindiya Bagaskara, maaf saya


mengganggu waktu ibu, karena kami dari keluarga Bagaskara hendak mengikuti


tender..”Belum selesai Anin berbicara, ucapannya langsung dipotong oleh wakil


CEO Mahkota Horeka itu.


“Oh ya, CEO kami sudah memberitahukan kepada saya secara


pribadi untuk menerima kontrak yang ditawarkan oleh ibu Anin, dan untuk


langsung melakukan penandatangan kerjasama kita, mari kita pindah ke ruang


meeting karena kita sudah ditunggu oleh para awak media yang akan menyiarkan penandatanganan


kontrak ini.


“ Hah? Berarti tawaran kontrak dari Bagaskara hotel


diterima?”


“Anda nyonya Anindiya Bagaskara kan? “ tanya bu Susan


meyakinkan.


“Iya.” Jawan Anin ragu.


“Kalau begitu kita segra pindah ke ruangan meeting,


karena kita ditunggu oleh pihak legal kami dan juga media massa yang akan

__ADS_1


meliput penandatanganan kontrak kerjasama kita.” Kata bu Susan sambil


mmepersilahkan Anin untuk berdiri dan mengikutinya ke ruangan meeting.


Anin merasa belum percaya apakah ini benar benar terjadi.


Ia sampai mencubit lengannya  dan


merasakan sakit, jadi mestinya ini bukan mimpi.


***


Penandatanganan kontrak pun usai, Anin masih merasa


gamang, keluar dari kantor Mahkota Horeka dengan wajah yang pias karena belum


mempercayai apa yang terjadi. Untungnya ia percaya dengan Valen, suaminya.


Karena emang semudah itu mendapatkan kontraknya.


Valen yang menunggu didalam mobil merasa keheranan


melihat wajah pucat istrinya, setahunya penandatanganan berjalan dengan lancar


karena bu Susan juga sudah mengabarinya lewat telepon baru saja. Tapi kenapa


wajah istrinya tampak pias?


“Ada masalah dengan kontraknya?” tanya Valen tidak


yakin.Anin hanya menggeleng lemah.


“Antar aku ke Bagaskara hotel, aku harus memberi tahukan


kepada nenek kalau kita berhasil!!” teriak Anin yang sudha masuk ke dalam


mobil.


“Wah selamat ya, istriku!! Kamu emang hebat.” Kata Valen


sambil mengacungkan kedua jempolnya untuk mengapresiasi Anin.


Sesampainya di Bagaskara, mimpi disanjung oleh nenek arka


hanyalah tinggal mimpi, karena hasutan There, nenek tidak percaya dengan apa


yang disampaikan oleh Anin.


“Anin! Kamu ga usah bohong sama nenek. Kamu hanya


memanipulasi kertas surat perjanjian kontrak kerjasama ini kan supaya kamu


tidak kami usir?”  tuduh There, yang


membuat nenek malah percaya dengan There.


“ Tapi, Anin benar mendapatkan kontrak itu, kalau tidak


percaya kalian bisa cek di web resmi Mahkota Horeka.” Jelas Valen membela


istrinya yang sudah menangis karena dituduh  berbohong.


“Pergi deh kamu, mulai detik ini kamu bukan lagi bagian


dari Bagaskara!” bentak nenek dengan nada dingin. Ia kecewa dengan Anin yang


tidak bisa mendapatkan kontrak itu, padahal itu hanya perkataan There saja.


“Lagian gak mau dinikahkan sama Andrew yang jelas jelas


bisa bantu ya nek!” kata There mengompori nenek untuk marah dengan Anin. Membuat


Anin berlari keluar diikuti oleh Valen yang khawatir dengan kondisi istrinya.


Tiba tiba Allan, suaminya menelepon There yang membuat


There berteriak lantang.


“Apa??”


.


.


.


TBC


Kira kira apa yang membuat There teriak teriak???


Spam komen dan like yang banyak biar thor semangat yaa.

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2