
Hai readers, i am back!! Maaf kalau hanya bisa up sedikit sedikit alias cuman 1 episode aja sehari. Karena kadang thor juga bingung dikasi crazy update juga like, gift dan juga votenya gak banyak. Tapi tuntutan update banyak. Padahal thor juga punya keluarga yang juga harus diurus dan butuh beli pulsa untuk update. Tolong dong timbal baliknya jadi jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
" Kamu sudah menghubungi Erik atau Revan atau mungkin buat Vallen?" tanya ayah mertua kepada pengawal itu dengan nada bijaksana.
" Justru tadi saya disuruh kemari karena kami sama sekali tidak bisa menghubungi Tuan Erik, Tuan Revan, atau bahkan Tuan Bos Vallen. Kami kebingungan karena kami tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari ketiga bos kami itu. Tapi dari pihak pengawal yang berada di Lingkar luar sudah diperintahkan untuk mengawasi lebih ketat orang-orang atau pasukan yang masuk itu."
jelas pengawal itu dengan detil, ayah mertua Anindya hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya. dia tidak bisa berbuat apa-apa karena melihat dari apa yang saat ini terjadi pada dirinya, dia tidak berdaya.
Anindya berusaha mengambil alih, dia berusaha untuk menelepon Erik Revan atau Vallen. Tapi respon yang sama didapatkan juga oleh Anindya.
Anindya mencoba menghubungi rumah besar Siapa tahu kalian beristirahat di sana. Tapi ternyata Valen juga tidak ada di rumah besar. Karena status Anindya adalah orang yang sudah meninggal maka tidak berani untuk terang-terangan mendesak Mbok Siti dan memperkenalkan identitasnya yang sekarang. Mbok.Siti sendiri adalah orang yang tidak diberitahu oleh Valen tentang status Anindya anak-anaknya dan juga Ayah mertuanya.
Anindya merasa tidak tenang karena ini sudah diluar rencana semula. Pengawal yang barusan masuk itu kembali mendapatkan pesan singkat dari teman-temannya yang ada di luar lingkaran panti asuhan. Mereka mengabarkan bahwa terjadi baku tembak di antara mereka. Jadi Sudah dapat dipastikan bahwa orang yang masuk tadi membawa pasukan adalah orang-orang jahat yang ingin menemukan jejak Anindya dan juga Ayah mertuanya.
Untung saja Panti Asuhan sedang tidak ada bayi yang masih tersisa karena semua bayi yang ada sudah di adopsi. Jadi mereka tidak usah menyelamatkan bayi bayi yang tidak berdosa. Akan tetapi Anindya masih memiliki pekerjaan yaitu menyelamatkan Ayah mertuanya beserta kedua anak kembarnya.
Anindya pembawa semua masakan yang sudah dibuat dan memasukkannya ke dalam box box tertutup dimasukan ke dalam ransel agat bisa dibawa oleh mereka keluar dari tempat tinggi menuju hutan hutan yang ada di belakang paviliun Panti Asuhan ini. Anggap aja itu bekalnya melarikan diri.
__ADS_1
Sedangkan perawat tuan Willy langsung menyiapkan semua semua peralatan yang ada agar biaa mbawa ayah mertua Valen i,tu dengan selamat.
sedangkan Anindya langsung hubungi kedua perawat yang membawa anaknya agar segera packing dan membawa peralatan peralatan lainnya serta membawa anaknya ke areal dapur yang berbatasan dengan taman dan juga kolam renang. Karena dri situlah nanti mereka berkumpul sebelum melarikan diri ke areal hutan di belakang paviliun panti asuhan ini.
Sedangkan pengawal yang tadinya masuk untuk memberitahukan kondisi diluar, langsung mengkode teman-temannya yang ada di Lingkar Dalam dan berjaga di depan pintu Panti Asuhan untuk segera melarikan diri semua beserta tuan mereka yang perlu mereka lindungi lewat hutan-hutan di belakang Paviliun panti asuhan.
Setelah berkumpul semua di ruang dapur, Anindya langsung memerintahkan mereka para pengawal untuk mengunci semua pintu depan, pintu kamar dan juga gerbang gerbang depan. Dan setelah selesai, mereka semua berjalan menuju hutan belakang.
Tadi Anin sudah memerintahkan 2 pengawal dan juga perawat ayah untuk berjalan dulu pelan pelan ke hutan belakang lalu kemudian mereka akan menyusul. Kloter kedua yang diberangkatkan oleh Anindya adalah anak-anaknya, dia juga me minta perawat perawat anaknya untuk segera berangkat menyusul rombongan Ayah Vallen. Dan setelah meneliti semuanya, kloter ketiga adalah dirinya sendiri beserta pengawal-pengawal yang sudah menutup semua pintu dan akses-akses untuk bisa menembus bagian Paviliun.
Pengawal yang tadi menginfo Anindya mengikuti Anin untuk sehera melarikan diri. Karena info terakhir mereka usdah tidak sanggup menahan pasukan itu.
Walaupun pasukan yang datang menyerbu itu jumlahnya juga sudah berkurang karena banyak ditembaki oleh pengawal-pengawal Erik yang ada di barisan lingkar luar, tapi sudah ada beberapa orang juga yang lolos dari kepungan pengawal Erik.
Paling tidak nantinya akan ada pertolongan. Sebetulnya area belakang itu bukan cuman hutan tapi juga ada pemukiman penduduk dari arah utara. Tapi panti asuhan itu hanya bisa di jangkau dari pemukiman penduduk bagian selatan.
Anin juga sudah berkali kali menelepon Valen. Agar ada bbantuan dari suaminya itu. Tapi rupanya belum ada jawaban, teleponnya di luar service area. Bahkan pesan singkat melalui aplikasi whatsapp juga hanya centang 1 pertanda ponsel Valen dalam kondisi mati.
" Nyonya, tuan Revan menelepon balik. " kata pengawal tadi sambil menyerahkan ponsel yng ia bawa.
__ADS_1
" Halo, kak Revan.tolong kami." kata Anin dengn suara tergesa dan juga sedikit terengah, karena ia berusaha untuk berjalan lebih cepat agar bisa menemukan rombongan 1 dan 2.
"..."
" Ada pasukan yang menyerang desa di area lingkar luar. Tolong!!" katanya sambil terbata. Jalannya yang super cepat membuatnya hampir mendekati lokasi tempat ayah mertua dan anak anaknya berada.
Rupanya Revan mengerti kegentingan yang terjadi, sehingga ia meminta Anin untuk memberikan ponsel itu ke pengawal tadi. Setidaknya pengawal itu emang orang yang sudah terbiasa melewati hal beginian. Berbeda dengan Anin yang dalam kondisi terpaksa harus memimpin rombongan ayah dan anak anaknya beserta para pegawainya itu.
Revan segera memerintah para pengawal itu untuk membawa mereka ke base rumah penduduk di area utara. Memang mereka tidak memiliki orang orang di sana. Tapi ia akan mengirimkan orang dan bala bantuan ke arah utara. Tempat yang akan dituju oleh Anin beserta yang lainnya.
Pengawal juga menceritakan kalau nyonyanya juga cemas karena Valen belum bisa dihubungi sama sekali, dan Revan yang tahu posisi Valen saat ini langsung saja menjanjikan bahwa Valen baik baik saja dan akan memimpin evakuasi Anindya, Ayahnya dan si kembar.
Status keberadaan Anin dan ayah Valen harus tetap rahasia. Mungkin pasukan itu baru mengira saja. Jadi belum ada bukti kuat kalau sebenarnya Anin dan ayah Valen masih hidup.
Revan harus segera bertindak. Dia akan menghubungi Valen dan Komandan polisi yang masih di tempat maksiat itu, supaya bisa mengejar pasukan yang mengacau tempat prostitusi itu.
.
.
__ADS_1
.
TBC