Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 43.


__ADS_3

Valen dan Anin sudah tiba di ruangan kamar rawat inap Nenek. Setelah sempat berada di UGD, nyawa nenek masih bisa diselamatkan, walaupun sebuah kenyataan yang harus diterima oleh nenek kalau dirinya harus mengalami kelumpuhan di tubuh sebelah kanannya.


" Anin, rupanya kamu sudah datang! " kata nenek dengan suara lirih, Untung saja kelumpuhan itu hanya sampai di tubuh nya saja tidak sampai ke wajah, sehingga nenek masih bisa berbicara dengan lancar tanpa terdengar pelo.


" Iya nek." kata Anin sambil menghambur ke arah ranjang Rumah Sakit nenek, sedangkan Vallen hanya mengikuti Anin dari belakang dan terlihat tenang tanpa kelihatan bahwa Vallen khawatir dengan kondisi nenek.


" Anin, maafkan nenek!" kata nenek sambil menghembuskan nafasnya dengan kesal, ternyata apa yang dilakukan di masa lampau itu tidak membuahkan hasil yang baik malah nenek harus menerima karma dengan kelumpuhan yang saat ini dia derita.


" Nek.." Anin sedih karena melihat kondisi nenek yang menyedihkan.


" Aldy Tolong berikan berkas-berkas kepemilikan Bagaskara grup kepada Anin. " kata nenek sambil menyuruh Aldi untuk mempersiapkan semua surat-surat kepemilikan Bagaskara grup kepada Anindya Bagaskara, karena rencananya nenek akan memberikan seluruh kuasa Bagaskara grup kepada Anin sehingga dia bisa lepas tangan terhadap kebangkrutan yang ada di depan pintu.


Valen hanya berdecih kesal karena dia bisa membaca seluruh pergerakan dari nenek tapi dia tidak mau membuat Anin menjadi down. Karenanya dia berniat membantu Anindya supaya semua harta Bagaskara itu akan jatuh dan bener benar dimiliki oleh Anin.


Pergerakan dari nenek ini sudah dia dan Revan prediksi dengan baik, dia tahu bahwa nenek akan cuci tangan terhadap olengnya Bagaskara grup sehingga kalau nantinya Bagaskara benar-benar bangkrut maka yang disalahkan adalah Anindya karena tidak bisa mengurus Bagaskara, tapi nenek tidak pernah memperhitungkan kalau mungkin Anindya bakal bisa sukses membangun kembali Bagaskara. Karena disitu akan ada campur tangan Vallen dan mahkota horeca sehingga Bagaskara akan diambil diganti namanya menjadi mahkota horeka Group.


Aldy langsung saja menyerahkan semua berkas-berkas itu kepada Anindya dan juga Vallen untuk diteliti kemudian mereka menandatanganinya bersama nenek sehingga mulai dari hari itu Anindya resmi menjadi CEO dari Bagaskara grup.


Vallen sudah mengatur semuanya dengan baik, di sini dia akan menyuruh mahkota horeka melakukan merger bersama Bagaskara grup dan lagi semua saham-saham yang orang-orang juali pasti sudah ditangani dengan baik oleh Revan sehingga Weston juga memiliki bagian saham senilai 40% dan dia sudah membeli juga saham dari kakek Arga senilai 30%, jadi tentunya pemegang saham tertinggi adalah Weston Group.


Tanpa banyak bicara Anin langsung menandatangani semua yang menjadi keinginannya ini begitu pula dengan nenek yang mengukuhkan memakai cap jarinya juga.

__ADS_1


" Aldy, Berarti mulai hari ini, kamu menjadi asisten tetap dari Anin, sedangkan mulai Hari ini saya sudah tidak bertugas sebagai CEO Bagaskara grup, sekarang posisi saya hanyalah sebagai pengawas dan pemilik saham saja." kata nenek dengan nada Lirih, paling tidak sekarang dia sudah tidak lagi memikirkan masalah Bagaskara grup dan tinggal tenang menerima profit setiap bulannya saja.


" Baik, nyonya!" kata Aldy dengan nada tenang.


" Baik kalau sudah tidak ada urusan yang lain, kami pamit dulu." kata Valen dengan nada tegas.


" Aldy, kamu ikut saya sebentar, ada yang mau saya bicarakan." kata Valen kemudian kepada Aldy, sedangkan nenek malah semakin bingung kenapa Vallen yang mengurus semuanya?


Tapi setelah mereka izin dengan nenek, Valen, Aldi, juga Anin, langsung bergegas keluar dari kamar rawat inap nenek. Nenek yang ditinggalkan dengan seorang perawat saja jadi kesal karena Sekarang dia sudah tidak lagi dilibatkan apa-apa.


Sesampainya di luar ruangan mereka kemudian bertiga duduk di depan ruangan VIP milik nenek.


" Aldy, sekarang kan kamu menjadi asisten dari Anindya. Aku harap kamu bisa loyal terhadap siapa yang kamu layani saat ini. karena kamu tahu semua kekacauan yang saat ini terjadi di Bagaskara grup Itu semua adalah ulah dari nenek dan There. Kita harus membangunnya dari awal." kata Valen mewakili Anin.


" Aku akan mengatur kan supaya Bagaskara grup bisa dimerger dengan mahkota horeca. Di situ Anindya akan tetap sebagai CEO, sedangkan Weston dan mahkota horeca sebagai pemegang saham tertinggi."


" Bagaimana bisa ini terkait dengan Weston grup dan juga dengan mahkota horeca?" tanya Aldi dengan nada heran.


" Karena Akulah pewaris tunggal dari Weston dan CEO dari mahkota horeca. Dan aku memang akan menyerahkan kepemimpinan di Mahkota horeca Group pada Anindya sebagai istriku. Jadi setelah Bagaskara dimerger dengan mahkota horeca maka namanya akan menjadi mahkota horeca Group. Sedangkan Aku Yang Akan menolong Anindya untuk bisa menjadi CEO baru di Mahkota horeca Group." jelas Vallen kepada Aldi secara terang-terangan.


Dia pikir Aldi perlu tahu tentang hal ini karena bagaimanapun juga Aldi akan menjadi asisten dari Anindya, istrinya. Valen sangat percaya dengan kinerja dari Aldi karena dulu pun Kakek sangat mempercayai Aldi.

__ADS_1


" Sungguh luar biasa, Tuan! Saya tidak menyangka bahwa Tuhan adalah pewaris dari Weston Group. Tentunya Ini adalah sebuah berita besar, yang apabila keluarga Bagaskara tahu tentang ini pasti akan menjadi heboh." kata Aldi dengan nada yang sangat antusias.


" Saya pikir kita tidak perlu membagi tentang kabar ini kepada mereka, Biarlah mereka yang nantinya akan tahu sendiri setelah semuanya terungkap. Untuk saat ini saya lebih nyaman bekerja sebagai Valendra bukan sebagai pewaris tunggal dari Weston Group. Dan saya harap kamu bisa menjaga rahasia ini. dan juga saya minta kamu bisa mencadangkan untuk anime karena dia akan menemani aku aku ke luar negeri." kata Vallen langkah menceritakan apa apa lagi, langsung Vallen menarik tubuh istrinya untuk mengikuti dirinya karena Vallen rasa apa yang perlu disampaikan kepada Aldi sudah selesai dan tidak ada lagi yang hendak disampaikan kepada Aldi.


Anin mengikuti suaminya walau sebenarnya dia hendak protes kenapa dia harus menjadi boneka Valen di mahkota horeka Group saat mahkota akan di merger dengan Bagaskara.


"Anin sayang, aku tahu kalau kamu bakalan protes tapi kamu tidak perlu cemas, aku mengutus kamu disana karena kamu bisa banyak belajar dengan ibu Susan walau jabatan kamu lebih tinggi darinya. Aku tahu kamu sangat pintar dan pasti kmu akan bisa banyak belajar dari wakil CEO mahkota horeka." pikirannya yang sudah dapat ditebak oleh Vallen membuat Anin sedikit karena kemampuan yang dimiliki oleh suaminya itu. Jadi selama 1 tahun ini, Valen bener bener menahan diri untuk tidak menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.


" Jadi kapan kita berangkat ke luar negri?" tanya Anin dengan pasrah.


" Malam ini!"


" Apa?"


.


.


.


TBC

__ADS_1


hai readers, hari ini coba 2x up buat memuaskan hati kalian. Ditunggu ya up selanjutnya. Muach. Happy Reading!!


__ADS_2