
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
" Hanya demi harta warisan Weston ya?" gunam Valen lirih. Dia sakit hati. Ibunya dibunuh, dirinya dibuat hampir mati dalam kecelakaan dan bahkan ayahnya pun tak luput dari kecelakaan. Sekarang anaknya pun mau dicekokin obat supaya sakit trus tidak bisa tumbuh normal dan akhirnya mati. Betapa jahatnya itu. Hanya demi warisan.
" Tuan, semua rencana dari Bill Weston sudah saya ceritakan secara jujur kepada tuan, jadi saya harap saya akan mendapatkan pengampunan. Dari awal sebetulnya bukan saya yang menginginkan hal ini terjadi." rayu Anna kepada Vallen sambil meraih kaki dari Vallen dan sujud di hadapannya.
" Erikkk!! Urus wanita yang tidak tahu malu ini dan segera cari bukti-bukti untuk menjebloskan Pamanku ke dalam penjara. Sebenarnya aku tidak ingin mereka masuk penjara lagi karena dipenjara mereka akan bisa bebas lagi. Coba kamu carikan cara supaya mereka bisa hancur." kata Vallen tanpa perasaan, sejujurnya dia ingin membunuh kedua orang itu karena sudah berani mengusik keluarganya.
" Baik bos!!" kata Erik yang langsung menyuruh anak buahnya untuk menarik wanita itu menjauh dari Vallen serta menyeretnya keluar dari tempat itu.Valen menghembuskan nafas lega setelah wanita itu tidak ada di dalam pandangannya.
" Aku tidak akan tidur di rumah, seperti biasa kamu tahu kemana kamu harus mencariku. Wanita itu kuserahkan sama kamu dan apa yang terjadi kepada nya sudah menjadi urusan kamu. Sebenarnya aku tidak menginginkan mereka masuk ke dalam penjara . Karena aku ingin mereka mendapatkan yang lebih dari itu . Kamu tahu kan maksudku?" tanya Valen sambil memegang keningnya. Erik hanya mengangguk-angguk kan kepala tanda dia menyetujui apa yang dimaksud oleh Vallen. Dia pun sudah kesal dengan mereka karena menurutnya Tere dan Paman Bill itu adalah orang yang sangat bebal.
" Aku tahu. Sekarang kamu bisa melanjutkan istirahat kamu, tanpa harus memikirkan tentang kasus ini. Tenang aja aku akan mengurus mereka sampai tuntas!" katanya sambil menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu dan mendorongnya agar dia segera pulang. Erik tahu arti pulang bagi Vallen adalah kembali ke pelukan istrinya.
Sedangkan Vallen sendiri saat ini pikirannya sedang galau, Kekecewaan akan pamannya juga akan skenario yang melibatkan Anna alias Tere yang mengakibatkan ayahnya masuk ke rumah sakit dan sekarang masih harus terapi untuk berjalan, juga pembunuhan ibunya bertahun-tahun yang lalu, serta kecelakaan yang melibatkan dirinya, semuanya berbaur menjadi satu di dalam pikirannya yang kalut.
Valen merasa bahwa dirinya membutuhkan oksigen. Bagi seorang Vallen oksigennya itu adalah Anin. Jadi Valen harus segera bisa menemui istrinya.
__ADS_1
Sesampainya di area parkir Panti Asuhan, Vallen segera masuk ke dalam ruangan di mana Anin dan juga putra-putranya tinggal. Valen melihat bahwa mereka bertiga sudah tidur ditempatnya masing-masing, Anin di kasur besar dan anaknya di 2 box kecil yang berbeda. Vallen segera membersihkan dirinya dan membaringkan dirinya di samping tubuh istrinya serta menyusupkan kepalanya di ceruk leher istrinya, berusaha menghirup aroma tubuh istrinya sepuas-puasnya. Tapi tindakannya itu malah membuat istrinya terbangun karena kegelian. Anindya pun juga heran melihat suaminya yang katanya akan tidur di rumah besar , kok malah sudah balik ke Panti lagi, didukung dengan wajah suaminya yang terlihat keruh dan butuh penghiburan.
Anindya segera membalikkan badannya menatap wajah suaminya yang tampak seperti binatang peliharaan yang perlu dibelai. Dengan senyumnya yang lembut dan perangainya yang anggun, membuat Vallen merasa nyaman. Dia bahkan merasa bahwa sebagian dari persoalannya itu terangkat.
" Kenapa?" tanya Anin dengan lembut.
Valen yang belum ingin berbicara apa-apa hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah. dia kembali mengusap-ngusap kan kepalanya ke leher istrinya, menciumi leher istrinya dengan kecupan basah, dan membelai seluruh tubuh istrinya dengan seductive.
Istrinya yang tahu bahwa Vallen sedang ada di dalam masalah yang cukup rumit, hanya bisa melayani ***** suaminya itu dengan sabar, dan memberikan sensasi **** tanpa memasukkan ke intinya, karena Anin belum selesai masa nifas.
Kata orang, **** bisa membantu menghilangkan pikiran yang membelenggu. Dan karena ia tahu suaminya sedang pikirannya kalut maka ia membantu suaminya untuk melepas stress.
Setelah puas dan lemas karena servis dari istrinya, Valen tidur di sebelah istrinya sambil mengecupi bagian tubuh atas istrinya yang masih polos.
" Sudah lega sekarang hmm? Mau cerita?" tanya Anin dengan lembut sambil mengelus wajah suaminya yang tampan yang masih naked sehabis bermain main bersamanya tadi.
" Hmmh.."
" Kalau masih belum mau ceri.."
__ADS_1
" There masih hidup.." potong Valen cepat.
Anin menatap suaminya dengan tatapan tak percaya. Bahkan dirinya tidak yakin dengan perkataan suaminya itu.
" Masa?"
" Hmm.." sahut Valen yang hanya mengangguk-anggukan kepalanya untuk meyakinkan istrinya akan kenyataan yang ada.
" Bagaimana kamu bisa tahu tentang itu?" cecar istrinya dengan nada ingin tahu. Istrinya bingung karena menurut informasi yang didapat dari ibunya mengatakan bahwa Om Dewa sudah melihat jasad dari Tere yang terbakar hangus. Bagaimana bisa There ternyata masih hidup.
" There menyamar menjadi babysitter dengan nama Anna. Dia disusupkan oleh Paman bekerja di rumah besar menjadi babysitter dari anak yang yang aku sewa untuk menggantikan anak kita. kamu pasti sudah tahu ceritanya tentang ada wanita penggoda yang masuk ke rumah besar yang ingin menggoda aku? Dialah Tere sepupu kamu! Dan tadi dia sudah memunculkan sifat aslinya dengan memberikan aku obat perangsang agar aku terjebak di dalam permainan panas bersama dengan dirinya. Untung saja Erik sudah melihat dari kamera pengintai tentang apa saja yang akan dilakukan Anna alias There kepadaku. Jadi kami bisa mengantisipasi dengan obat penetral supaya agar tidak tergoda dengan apa yang dia lakukan. bukan munafik dengan apa yang dia lakukan pada tubuh dan wajahnya yang dibuat semirip kamu melalui operasi plastik jelas pasti aku sedikit tergoda. Tapi untunglah itu semua sudah bisa diantisipasi oleh Erik melalui obat penetral juga dia sudah memperingatkan aku agar tidak tergoda karena semuanya direkam melalui kamera pengintai yang memang disiapkan Erik. Dan kamu tahu kenapa aku merasa kacau? Karena dalang dari semuanya adalah paman ku. Dan semuanya karena apa? Karena harta warisan!!" kata Valen sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil tersedu.
.
.
.
TBC
__ADS_1
tenang .. ini tidak digantung.. lgs diup lagi sambungannya... cekidot ya gengs!!