Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 89.


__ADS_3

Hai readers, welcome back. Aku up ini jam 11 malam, wkw kw kw  jadi kalau di acc sekarang yang bisa masuk hari rabu kalau gak berarti masuk hari berikutnya. Tapi jangan khawatir thor berusaha untuk up sebnayaknya hari ini. Semangatin thor dengan like, gift dan vote yang banyak dong...


Thor ingatkan sekali lagi tombol like harus di pencet langsung ya sehabis baca dan gift itu ngasihnya yang banyak, ha ha ha ... vote juga buat thor lohhh!! Happy reading.


***


Valen menggamit Anin ke arah sofa bed yang dipakai untuk tidur mereka berdua malam ini. Sebenarnya Valen ingin memesan satu kamar tersendiri, tapi kemudian ia mengurungkan niatnya. Trauma akan dokter yang mengganti obat membuat ia ingin menjaga ayahnya tersendiri. Dia juga mengumpulkan Anin di dalam kamar yang sama dengan ayahnya supaya mudah memantaunya.


"Tunggu, mas! Aku tahu kamu belum makan, oleh karena itu sekarang kamu makan dulu ya? Mbok sitti sudah membawakan makanan kesukaan kamu mas! Empal daging sapi manis sama sambal tomat. " kata Anin segera maendekati meja yang terletak di pojok. Karena kamar VVIP itu dikhusukan untuk keluarga Valen saja jadi kamarnya itu snagat luas, kamar mandi dalam yang setara dengan kamar mandi hotel bintang 5, belum lagi ada ruang tamu yang dipisahkan dengan dinding pemisah jadi ruang tidur mereka itu menjorok ke dalam. Belum lagi ada pantri untuk menghangatkan makanan berserta microwave juga. Belum lagi kulkas dan juga TV LED ada dikamar itu.


"Mas, aku bawa nasinya ke situ ya? Kita makan bareng?"


Tak disangka, Valen langsung mendekati istrinya., mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh istrinya itu dan menggandeng istrinya untuk duduk ke sofa bed yang akan mereka buat untuk tidur.


"Aku sebenarnya bisa bawa itu sendiri loh mas!" kata Anin sambil manyun.


" Aku ingin melayani kamu!" katanya sambil menyuapkan makana yang ada di tangannya itu kepada istrinya, lalu Anin menerimanya dnegan mulut terbuka.


"Sekarang gantian kamu ya.." kata Anin sambil merebut sendok yang ada di tangan Valen dan menyodorkan ke mulut suaminya, tapi tak disangka dan tak diduga, dia memalingkan wajahnya kesamping,. Bukankah itu berarti penolakan yang terlalu terang terangan, membuat Anin manejdi kesal sendiri.


Anin membuang nafasnya dan tetap mengejar bibir suaminya yang bak bocah bayi yang lagi malas makan.

__ADS_1


"Aku tuh ngajakin kamu makan loh , mas! BUkan maksa kamu untuk sunat lagi!" kata Anin dengan kesal, perkataannya  membuat Valen menjadi tertawa saking lucu pernyataan istrinya itu.


Akhirnya Valen membuka mulutnya untuk menerima suapan adri istrinya yang sudah mulai kesal itu, emang Valen sengaja ingin menggoda istrinya yang cantik itu. Semakin cemberut akan semakin cantik menurutnya.


"Aduh!!" teriak Anin sambil berteriak dengan suara tertahan sambil memegangi perutnya yang buncit, membuat Valen menjadi cemas.melihat kesakitan yang terbayang di wajah istrinya.


"Sayang? Apa yang terjadi? Kan belum masuk HPL kan?" tanya Valen bertubi tubi. UNtung saja posisi sekarang mereka berada di rumah sakit, sehingga Valen tidak perlu cemas berlebih.


" Aku gak apa apa!"


"Perut kamu masih sakit?" tanya Valen sambil mengelus perut Anin dengan sayang. Dan ia merasakan kalau anak anaknya bertindak sangat agresif didalam sana.


"Mereka bergerak, sayang!" katanya dengan takjub, meski ini bukan peristiwa pertamanya, tapi ia selalu takjub karena peristiwa ajaib yang di lakukan oleh anak anaknya.


Sedangkan Valen sudah menaruh tubuhnya yang lelah ke atas sofa bed yang nyaman, meski tak senyaman di rumah tapi ini sudah lebih dari cukup buat dirinya dan Anin, istrinya, apalagi ia tahu kalau istrinya itu tidak neko neko.


Anin kemudian berbaring di samping suaminya itu. Karena Valen membaringkan diri membelakanginya, maka ia pun tidur membelakangi suaminya, susah kalau harus memeluk suaminya dari belakang, mengingat perutnya sudah kayak bawa tambur gede. Seperti biasa, dia berdoa dalaam hati sebelum tidurnya, tiba tiba ia merasakan kalau ada tangan yang menyusup ke pinggangnya dan melingkari perutnya yang besar. Valen memeluknya dari belakang sekaligus menyurukan wajahnya di tengkuk Anin sehingga istrinya itu menggeliat geli, lagian Anin juga jengah dengan posisi seintim ini. Kalau Valen belum sadar, mereka saat ini tidur bertiga dengan ayah mertuanya. Posisi ini terlalu intim baginya.


"Aku gak bisa tidur, sayang!" rengek Valen dengan nada manja. Saat saat seperti ini itu, Valen emang sangat berbeda dengan kalau dia ada di kantor atau bertemu orang lain. Dia bisa sangat manja dengan Anindya dan hanya dengan istrinya saja ia bisa melepaskan topeng datar dan dinginnya.


Ya, Anindya juga paham, betapa shocknya suaminya mendengar ayahnya yang kecelakaan dan hampir mati, di ambang kritis dan kemudian seperti sekarang ini. Tidak ada seorang anak pun yang rela ayahnya begini, tak terkecuali juga Valen. Lebih aneh kalau dia bisa terlelap tenang setelah apa yang menimpanya.

__ADS_1


"Tapi kamu harus tidur, mas!" kata Anin sambil menepuk nepuk tangan dan lengan  kekar yang melingkari perutnya itu, sebuah sentuhan yang menenangkan perasaan Valen yang kalut saat ini.


"Aku tahu mas, kalau apa yang kamu lewati saat ini emang sangat berat, tapi kamu bukan super hero. Kamu perlu tidur untuk memulihkan daya tahan dan kekautan kamu."


"Tapi mas gak bisa tidur betulan." katanya sambil merengek, membuat Anin yang sedang membelakangi suaminya hanya bisa mengerang kesal.


"Kamu pasti bisa tidur, sini biar aku yang kelonin!" kata Anin sambil membalikan badannya dnegan susah payah, membuat Valen hanya bisa meringis melihat istrinya yang kelihatan kepayahan hanya karena ingin mengeloni dirinya.


"Udah gausah, gini aja asal aku bisa mencium leher kamu dan menghirup aroma kamu, aku sudah tenang." rayunya  sambil menahan tubuh istrinya agar tidak membalikan badannya, takut kalau anak anaknya kegencet kalau Valen nekat dikelonin Anin.


"Yang penting kamu jangan mesum ya sayang, aku lagi ga minat." kata Valen sambil meremas bongkahan dada istrinya yang membesar saat hamil tua begini, membuat Anin mendecak kesal karena kelakuan suaminya yang menjengkelkan.


"Aku bilang tidur, mas!" bentaknya dengan nada tertahan, ia ga ingin bikin heboh di rumah sakit, ia tahu kalau di depan kamarnya itu berjaga sekumpulan bodyguard suruhan suaminya, dan juga di ruangan yang sama ada mertuanya juga meski sedang koma, tapi ia takut pas bangun eh malah ada kejadian heboh kan gak lucu?


 


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2