
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update.
Happy reading!!
***
" Lalu Bagaimana dengan rumah tinggal yang kamu pakai bersama-sama dulu." tanya Tuan wong kepada Vallen yang masih sibuk mengetikkan sesuatu kepada pengawal yang berada di luar dan tidak ikut mereka.
Vallen masih mengusahakan untuk menyimpan Erik terlebih dahulu agar tidak diketahui oleh Alicia. Sebetulnya Erik bisa menjaga dirinya sendiri akan tetapi karena kondisi tubuhnya masih belum Fit pasca dipukuli oleh anak buah Alicia maka Vallen harus berusaha menutupi keberadaan Erik terlebih dahulu supaya Erik tidak tertangkap oleh anak buah hunter Dead atau anak buah dari Alicia. Karena Alicia kan sudah tahu bahwa Erik itu adalah anak buah dari Vallen.
" Rumah pribadi ku aman, aku menaruh beberapa pengawal di sana. Lagian di sana tidak ada apa-apa. jadi tidak ada yang bisa sa kan kunci agar aku keluar." kata Vallen dengan nada santai.
" Tapi kita masih punya satu pekerjaan yang belum terselesaikan sampai sekarang. ya itu si penghianat Ana. kita akan urus masalah dia setelah ini selesai." kata Revan dengan nada tegas. Mata Reva nyalang karena dia masih kesal dengan kelakuan Ana begitu pula dengan Paman Bil dan juga Alicia.
" Jangan pikirkan itu dulu sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan anak-anak dan juga Anindya serta ayah. Untuk masalah Ana bisa kita bicarakan nanti kalau sudah keluar dari tempat ini. Mungkin aku mengambil cara yang sama dengan Tuan wong yaitu membunuhnya lalu mengumpankan nya pada ikan-ikan di lautan. Tapi tentunya jangan sampai Anindia tahu tentang hal ini." kata Vallen dengan suara lirih takut kalau Anindya turut mendengarkan apa yang dia katakan barusan.
Bagaimanapun Anindya adalah sepupu dari Anna, sekalipun dia juga sudah mewanti-wanti Anindya agar tidak menaruh belas kasihan terhadap sepupunya yang jahat itu. Karena sungguh sangat percuma There alias Anna ditaruh di rumah sakit jiwa maupun ditaruh di dipenjara, karena ujung-ujungnya dia bisa bebas lagi. Lebih baik dibunuh saja karena Anna alias Tere sudah mencemari populasi penduduk Indonesia.
" Siapa lagi tuh Anna?" tanya Tuan wong dengan senyumnya yang dingin.
__ADS_1
" Itu adalah sepupunya Anindya yang ingin melenyapkan sepupunya sendiri dengan cara bekerja sama dengan paman Bil Dan juga mungkin dengan Alicia." jelas Revan dengan nada kesal.
" Ha ha ha wanita seperti itu adalah wanita penghianat cocoknya adalah dijadiin satu sama Alicia ditembak bersama-sama kemudian di cemplungin ke dalam lautan yang berisi ikan hiu yang ganas." ujar kejam Tuan Wong. Jangan lupa bawa Tuan Wong itu sangat membenci tipikal seorang penghianat. Karena kalau menurut cerita Revan si Anna itu adalah pengkhianat sama seperti Alicia yang dulu pernah ditolong dijadikan wanita simpanan nya tapi kemudian malah menusuk dia dari belakang.
" Ya sudah nanti kalau kita sudah menemukan Alicia tinggal dijadiin satu aja ama si Ana, lalu ditembak dan diumpankan ke hiu-hiu yang ada di lautan lepas." kata Vallen mengaminkan apa yang diungkapkan oleh Tuan Wong. Dia juga sudah sangat jijik dengan Tere. Apalagi Tere sudah pernah meraba-raba tubuhnya. Ini semua gara-gara Erik!! pikirnya gemas.
Tok tok tok...
" Maaf tuan Wong. Tim IT yang anda panggil, sudah ada di sini."
" Baik suruh mereka masuk!"
" Perkenalkan nama kalian." perintah Tuan Wong dengan nada dingin. Mereka bertiga pun dengan penuh hormat memperkenalkan diri mereka masing-masing sambil menundukkan badannya tanda mereka menghormati orang-orang yang berada di tempat itu.
" Nama saya adalah Alki, kepala dari tim IT yang sudah bekerja selama 10 tahun di tempat ini." kata salah seorang yang berperawakan sedikit lebih pendek daripada 2 orang yang lainnya.
" Saya adalah Anthony, saya sudah bekerja selama 8 tahun di tempat ini."
" Saya adalah Victor dan saya sudah bekerja ditempat ini selama 10 tahun dan umur saya ya jauh lebih tua daripada Pak Alki"
__ADS_1
" Hmm bagus, kalian sudah bekerja lama dengan aku, jadi kalian sudah tahu bahwa aku tidak suka dengan pengkhianat. Jadi kalian tolong jelaskan kepadaku kenapa kalian harus memakan waktu lama hanya untuk mencari koordinat yang aku berikan tadi." tanya Tuan wong dengan nada kesal.
" Maaf tuan Wong kami sudah menemukan titik koordinat yang dimaksud oleh Tuan Wong. Kami akan menyampaikannya kepada kepala pengawal yang biasanya keluar masuk di tempat kami. Tapi sudah beberapa jam ini kami belum menemukan kepala pengawal yang biasa meminta data-data kami untuk diberikan kepada tuan Wong. Ini adalah hasil yang sudah kami temukan. Silakan Tuan wong memeriksa dan membacanya!" kata Alki sebagai kepala IT.
" Ini berarti sangat dekat dengan pulau ini! Termasuk gugusan pulau yang ada di Kepulauan Seribu? Benar begitu kan maksudnya?" kata Tuan Wong dengan mata yang melebar karena terkejut. Untung saja areal Pulau pribadi miliknya itu dilengkapi dengan fasilitas pengacak sinyal dan tidak bisa di lihat di GPS.
" Ya, perkiraan Tuan wong benar! Jadi koordinat itu menunjuk kepada salah satu pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Pulau ini juga merupakan sebuah pulau pribadi tetapi tempat mereka tidak dilengkapi dengan pengacak sinyal dan masih bisa dilihat dari GPS. Bahkan kita masih bisa memantaunya lewat satelit yang kita miliki. Dan inilah penampakan pulau yang tertera di titik koordinat yang tuan berikan kepada kami. Kami bahkan sempat memfoto beberapa Spot yang kami duga adalah tempat persembunyian dari pelarian yang dicari oleh Tuan. Ini adalah foto-foto yang kami tangkap melalui satelit yang kita miliki. Disitu ada semacam Hotel atau tempat penginapan dan rumah rumah yang seperti bungalow. Silakan Tuan cek terlebih dahulu foto-foto yang berhasil kita tangkap dari satelit yang kita miliki. Bahkan kita juga sudah bisa melihat beberapa penjaga yang ada di tempat itu hanya difasilitasi dengan peralatan yang standarnya masih di bawah peralatan yang kita miliki." kata kepala pengembangan teknologi yang dimiliki oleh Tuan Wong. Tuan Wong lantas menggosok-gosokkan kedua belah tangannya dengan antusias karena dia ingin melihat apa yang ditangkap oleh satelit yang dia miliki. Wajahnya langsung berubah cerah ketika melihat bahwa mereka bisa menangkap seluruh bagian dari pulau dan fasilitas umum yang yang meliputi tempat-tempat atau pos-pos keamanan yang dimiliki oleh Hunter Dead.
" Kerja bagus!!" kata Tuan Wong dengan mimik muka bahagia.
.
.
.
TBC
Pembaca yang terkasih, autor hari ini hanya up dua kali dulu ya. Karena auto harus menulis untuk karya tema berbagi cinta dengan judul pengkhianatan. Jangan lupa untuk like dan baca di sana juga ya! Masih ditunggu yang mau kasih gift, like dan juga votenya. Terima kasih!!
__ADS_1