Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Valen murka


__ADS_3

Liam, Lios dan juga Valen bergegas masuk ke dalam mobil.


Sembari mereka pulang ke rumah Liam langsung membuka laptopnya untuk mengecek CCTV yang ada di dalam rumah besar mereka. Liam menggerakkan kursor laptopnya untuk mencari di CCTV tentang apa yang sudah terjadi di rumah besar miliknya itu bagaimana pengawal-pengawal kepercayaan ayahnya itu bisa melakukan tindakan yang menurutnya konyol, meminum minuman yang berisi obat pencahar sehingga mereka terkena diare berjamaah.


Tiba-tiba matanya membulat karena terkejut membuat Vallen dan juga adiknya sempat heran karena dia kemudian berteriak seperti orang kesetanan.


" Ada apa? Kenapa kamu berteriak-teriak seperti orang gila! Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya ayah Vallen dengan nada datar Karena dia sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya menghadapi masalah yang saat ini terjadi. dia menganggap bahwa orang-orang yang ada di dalam rumahnya tidak sanggup menjaga keamanan dari Anindya istrinya dan juga anak perempuan satu-satunya. Valen sangat khawatir apabila ini berkaitan dengan anak perempuan satu-satunya pengingat keesokan harinya mereka akan merayakan ulang tahun dari Baby Ly yang ke 18.


" Aku tahu siapa yang menaruh obat pencahar di minuman para pengawal. dan itulah yang membuat aku menjadi sangat kesal! ini pasti ada sebuah skenario yang melibatkan adik perempuan kita sendiri." kata Liam dengan suara marah.


Liam sering sekali mendengar bahwa adik perempuannya itu tidak betah di Dalam kungkungan Sangkar Emas Ayah Vallen. Dirinya selalu ada di dalam kawalan pengawal-pengawal yang berjaga kemanapun dirinya pergi. Bahkan baru-baru ini Liam menambah jumlah pengawal untuk mengawal adik perempuan satu-satunya itu dengan pengawal wanita, agar pengawal itu bisa mengawal adik perempuannya itu selama ada di bilik toilet wanita.


" Siapa?" tanya ayah Vallen dengan nada geram, dirinya sangat yakin bahwa itu adalah ulah dari musuh hutan Mereka atau bisa jadi musuh lain yang berkaitan dengan dunia bisnis. Ayah Vallen sama sekali tidak menduga kalau nggak semuanya itu dilakukan oleh anak perempuannya sendiri.


Bahkan anak perempuannya ini rela menjadi pelayan hanya karena dia ingin menikmati udara bebas. terkadang orang biasa tidak akan mengerti apa yang dialami oleh Nana karena mereka berpikir bahwa menjadi tuan putri Di Dalam Sangkar Emas itu pasti perkara yang membahagiakan.


Namun tidak begitu dengan Nana dia merasa tersiksa dan berharap bisa menjadi orang biasa seminggu saja sebagai kado ulang tahun bagi dirinya yang beranjak dewasa di usia 18 tahun.


" Wilhelmina Chalyondra Weston!" sahut Liam dengan nada datar, tapi perkataannya itu membuat Ayah Vallen yang sedang menyupir menghentikan laju mobilnya dengan mendadak, sehingga membuat kedua anaknya sedikit terpental.


Untung saja mereka sudah terbiasa dengan latihan fisik membuat refleks dari kedua anak laki-lakinya itu pun cukup Lumayan bisa meminimalisasi cedera yang diakibatkan oleh rem mendadak yang dilakukan oleh ayah Vallen.

__ADS_1


" Baby Ly? Anak kesayangan ayah itu?" tanya Lios dengan nada sedikit sarkas karena bagaimana pun dia tahu kalau adik perempuannya satu-satunya itu mendapatkan kasih sayang yang lebih besar daripada mereka berdua.


Bukannya iri namun Lios sudah berpikir bahwa kemanjaan adik perempuannya itu bisa mengakibatkan kesusahan buat mereka di kemudian hari.


" Kenapa adik perempuan mu itu malah berlaku demikian? Sekarang kamu coba telepon ke ibumu, apakah adikmu itu ada di rumah?" perintah ayah Vallen dengan nada dingin.


Dia tidak mengerti kenapa anak perempuan satu-satunya ini merasa tidak suka berada di dalam kemanjaan kedua orang tuanya dan juga kakak-kakaknya.


Bukannya sekali dua kali anak perempuannya ini menginginkan agar dirinya tidak dikawal dengan pengawal begitu rupa.


Namun trauma yang dialami oleh Vallen dan juga Anindya membuat mereka itu tidak bisa melepaskan begitu saja anak perempuannya yang paling bungsu.


Walaupun dia sudah diberikan latihan fisik dan juga martial.art yang begitu tinggi namun tidak bisa membuat Vallen dan Anindya merasa lega saat melepaskan anak perempuannya itu seorang diri berpergian di luar rumah.


Ayah Valen sama rasa sangat marah dengan anak perempuannya itu karena dia membuat ulah yang yang mengorbankan pengawal setianya sehingga mereka merasakan sakit perut berjamaah. Ini adalah tindakan menyiksa orang lain demi kepentingan pribadi dan Vallen tidak bisa diam saja melihat anaknya melakukan hal yang tidak benar.


Sekalipun Dia sangat menyayangi anak perempuan satu-satunya itu, karena selain Nana itu adalah anak bungsu dia juga anak perempuan satu-satunya membuat Ayah Vallen jatuh hati karena memang dia mendambakan memiliki anak perempuan yang bisa dia manja.


Liam menelepon Ibunya dan ibunya memberikan informasi bahwa dari sejak sarapan tadi dia tidak melihat anak perempuannya turun ke bawah.


Bahkan ketika Dia mengetuk pintu di ruangan tidur anak perempuannya itu, Nana sama sekali tidak memberikan respon apa-apa.

__ADS_1


Awalnya justru gara-gara itulah Anindya merasa curiga dan turun ke bawah untuk mengecek pengawal yang ada di bawah dan mendapati kenyataan bahwa pengawal Mereka pun dikerjain oleh orang dari dalam rumah besar keluarga Weston.


Perasaan Vallen auto tidak enak begitu pula dengan kedua anak laki-lakinya. Mereka merasa bahwa ini semua ada hubungannya dengan kerjaan baby Ly alias Nana yang memasukkan obat pencahar di dalam minuman para pengawal yang berjaga-jaga di rumah besarnya.


Mereka bertiga saling pandang dan kemudian Vallen langsung memutuskan untuk menelepon Erik meminta bantuannya untuk melihat CCTV di gerbang Perumahan miliknya. Siapa tahu para satpam disana melihat anak perempuannya keluar dari rumah tanpa izin dari Anindya sebagai ibunya yang ada di rumah.


Saat Erik dan Vallen berbincang di telepon, Liam mencari data teman-teman dari adik perempuannya itu dan mendapati bahwa Emma Watson adalah salah satu sahabat yang dikenal oleh adik perempuannya itu dengan sangat baik.


Tentu saja sebagai orang yang sangat cerdas Liam sadar bahwa pastii adeknya itu keluar dengan pertolongan seseorang yang dikenalnya dengan baik dan juga bisa dipercaya oleh adiknya.


Melihat track record persahabatan dari Ema dan juga adiknya, Liam sadar bahwa Ema lah yang memiliki kesempatan tinggi untuk membantu adik perempuannya itu melarikan diri dari rumah.


Lios yang kebetulan duduk di depan melihat gelagat buruk Liam yang masih mencari-cari sesuatu di laptopnya, Dia merasa bahwa kakanya pasti menemukan sesuatu yang berkaitan dengan adik perempuannya itu.


Lios menoleh kebelakang dan menatap dengan Intens Kakak laki-laki kembarnya itu dan memperhatikan perubahan ekspresi wajah ketika dia melihat ke arah laptopnya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2