
Ketika Vallen dan Anin dipanggil oleh Aldi lewat telepon, yang mengatakan bahwa nenek kembali kritis dan masuk ke rumah sakit, sebenarnya Vallen merasa kesal. Karena Vallen juga berpikir bahwa ini masalah tentang Bagaskara grup. Dan menurutnya ini bisa dibereskan besok.Ada hal yang lain yang perlu ia bereskan dulu sekarang. Sampai-sampai Vallen mengucapkan kata-kata...
" Aku kan tadi sudah bilang kepadamu bahwa aku akan membantu kamu untuk menyelesaikan masalah yang ada di Bagaskara grup, pastinya kamu tidak usah langsung menyampaikan berita buruk itu kepada nenek." kata Vallen dengan nada yang sangat datar dia bahkan memandang lawan bicaranya dengan raut dingin. Entah apa yang sedang ada di dalam pikiran Vallen saat ini sehingga dia kelihatan sangat kesal dengan apa yang Aldy dilakukan.
Tapi sebenarnya ada cerita di balik kesalnya Vallen, karena saat dia ditelepon oleh Aldi sebenarnya Vallen dan Anin sudah tiba di apartemen.
Awalnya mereka berdua ingin menyelesaikan masalah kesalahpahaman yang terjadi di Bagaskara grup setelah rapat pemegang saham dan setelah kejadian chaos di ruang perjamuan, Anin menampilkan kecemburuannya saat Valen dipeluk-peluk oleh There.
flashback
" Emang kamu cemburu, Kalau Mas dipegang-pegang atau dipeluk-peluk sama There?" tanya Vallen dengan nada menggoda.
" Tidak!!" sahut Anin ketus.
" Lalu?"
" Kesel aja!"
Tanpa banyak kata Vallen langsung memeluk tubuh istrinya yang mungil dan menaruh kepala Anin di dadanya.
" Kamu dengar debaran jantung mas ga?" tanyanya dengan lembut. Anin menikmati pelukan yang nyaman itu dan hanya menganggukkan kepalanya dengan lembut. Sementara Valen kembali melancarkan rayuannya kepada Anin, istrinya itu.
" Hanya sama kamu saja debaran itu begitu menggila, bahkan Mas tidak tahu bagaimana cara menghentikannya." kata Vallen sambil mengelus kepala Anin dengan nada lirih. Anin semakin berdebar. Ia bak anak ABG yang jatuh cinta. Ia merasakan debaran yang sama. Ia merasakan rasa cinta buat suaminya. Gak salah juga sih kalau Anin sampai baper di rayu oleh suami sahnya.
" Mas sudah pernah bilang, kalau hati Mas hanya terisi sama kamu saja. Dulu waktu mau dijodohin sama kamu, Mas Seneng banget karena memang itulah yang menjadi perasaan Mas kepada kamu. Sekali lagi kalau mas sebelum meminta hak mas itu karena mas memang belum bisa memberikan kewajiban yang harus mas berikan sama kamu, tapi sekarang setelah mas memiliki pekerjaan dan bisa menafkahi kamu dengan baik, maukah kamu menjadi istri mas yang sesungguhnya?" tanya Valen dengan sungguh sungguh, sambil menatap ke netra Anin yang indah itu. Anin yang malu-malu dengan ungkapan cinta yang diberikan oleh Vallen hanya bisa mengangguk anggukan kepalanya saja, pipinya sudah merah merona karena malu tapi mau. Anin.sudah berpikiran jauh, kalau Valen paati ingin meminta haknya.
__ADS_1
" Jadi..?" Anin mau bertanya kepada suaminya apakah saat ini lah saat yang tepat untuk belah duren? Tapi jujur dia malu sekali, Dia hanya bisa menunduk setelah mengatakan kata-kata tadi karena dia tidak berani meneruskan apa yang menjadi pemikirannya saat ini.
Valen hanya bisa mengernyitkan keningnya karena dia bingung apa yang yang Anin maksud kan kepadanya. Tapi melihat wajah Anin yang berubah menjadi merah semerah tomat dia jadi sadar mungkin yang dimaksudkan adalah apakah Vallen hendak mengambil haknya sekarang setelah dia bisa mencukupi kebutuhan finansial dari istrinya itu.
" Emang kamu mau kalau Mas melakukannya sekarang?" goda Valen sambil menaikan dagu istrinya. Sejujurnya Anin ingin berkata iya tapi masa dia seperti wanita yang memulainya duluan. Gengsi Dong!! Sejujurnya dia menantikan saat Vallen meminta hak -nya kepada Anin. Sekalipun dia takut untuk memulainya saat pertama kali karena kabarnya sakit tapi dia juga penasaran? Seperti apakah rasanya??Banyak yang bilang kalau saat pertama itu pasti sakit. Karena Anin memang belum pernah melakukan hubungan intim dengan laki-laki. Jadi dia tak ada pengalaman tentang hal itu. Anin sangat ingin mencobanya.
Valen memang ingin menggoda istrinya itu. Sejujurnya ini juga kali yang pertama buat Vallen, tapi bagi laki-laki ini adalah hal yang mudah tinggal menuruti saja hasratnya pasti akan ketemu jalannya.
Jadi setelah mendapatkan lampu hijau dari istrinya tentu saja Valen tidak akan menyia-nyiakan kesempatan memulai belah duren untuk yang pertama kali.
Valen semakin mendekatkan wajahnya ke wajah istri nya yang tampak halus dan cantik. Valen langsung saja mencium bibir merah Anindya yang melambai lambai, mengeksplornya dan merasakan manisnya bibir istrinya yang belum pernah ia cicip dari dulu. Valen merasakan ada rasa yang berbeda saat mencumbui bibir istrinya, dan merasakan bahwa istrinya pun menikmati gairah yang sama dengan nya.
Dengan ijin istrinya, dia pun melakukan hal yang lebih dalam, sehingga Valen sudah merasakan hasrat yang meletup letup, begitupula dengan Anin yang dari tadi pasrah kepada suaminya, kemana suami membimbingnya, ia pun mengalir sesuai dengan ritme yang Valen perintahkan.
Sampai suasana di dalam kamar tidur pribadi mereka ini sangat panas, pendingin ruangan yang mereka pasang pun tidak bisa membuat mereka merasakkan dingin karena tubuh mereka memanas dengan cepat.
Saat Valen sudah menanjak untuk meminta haknya kepada Anin, istrinya. Tiba tiba dering ponsel Anin berbunyi dengan keras.
Awalnya mereka berdua tidak menghiraukan ponsel yang berteriak teriak minta diangkat. Tapi suaranya yang kencang ditambah dengan getarannya yang menggangu membuat mereka berdua menghentikan keintimannya sejenak. Dengan tubuh masih penuh peluh dan nafas yang masih tersengal sengal akibat ciuman dan hebatnya intensitas gerakan, Valen mengkode dengan dagunya menanyakan siapa yang menelepon. Anin hanya menunjukan id caller peneleponnya.
Ternyata id callernya adalah Aldy si biang kerok, pengganggu kemesraan mereka berdua. Valen berdecak kesal setelah Anin menunjukan siapa yang menelepon. Keinginannya adalah supaya Anin menolak telepon dari Aldy, tapi ternyata Anin sudah terburu menerima telepon dari Aldy, Valen hanya bisa menatap dan mengelus punggung istrinya yang sudah polos akibat permainan panas yang mereka brdua lakukan.
" Halo.." Anin terganggu dengan pergerakan yang dilakukan oleh Valen. Suaminya ini masih setia menikmati punggungnya dan membelai tubuhnya yang tanpa ada penghalang sehelaipun.
" ... "
__ADS_1
" Apa? Nenek kritis dan sekarang ada di rumah sakit? " tanya Anin dengan suara tegang. Sedang Valen yang merasakan tubuh istrinya menegang, hanya merasakan kesal, karena ia berati bakalan kentang karena gagal melakukan acara belah duren bersama dengan istrinya.
"... "
" Nenek minta kita datang? Kenapa?" tanya Anin dengan isak tangis yang menyusul. Valen hanya bisa memeluk tubuh istrinya yang polos tanpa bisa melanjutkan kegiatan ena enanya tadi. Sialllll!!! runtuk Valen penuh dendam dengan nenek yang seringkali membuat drama. Heran dirinya dengan istrinya yang baik ini, terbuat dari apakah istrinya ini, ia selalu bisa memaafkan keluarganya dengan lapang dada.
Benar saja, Anin langsung memunguti pakaiannya dan memakainya lagi, membuat Valen hanya bisa memijit keningnya yang tetiba pusing karena kegagalannya melakukan acara belah duren padahal dirinya sudah diambang pintu. Sial sial sial!!!
" Mas, nenek minta kita datang ke rumah sakit, dia kritis mas!" kata Anin dengan nada sendu, ia masih saja mengusap pipinya.
" Hmmh." sahut Valen sambil menuju ke kamar mandi membereskan kekentangannya.
.
.
.
TBC
Wk wk wk karena like yang kurang mendukung Valen untuk belah duren,jadi Thor buat mereka gagal belah duren.
Kenapa nenek pingin ketemu mereka? Next episode ya...
Jangan lupa like dan giftnyaaaa🤣
__ADS_1
Kentang\= kondisi nanggung bagi orang yang sudah bergairah ingin melakukan hubungan se*s tapi tak tertuntaskan.