Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 9.


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Anin berangkat ke kantor untuk


menemui nenek membicarakan masalah acara pesta perayaan Bagaskara grup, Valen


tidak ikut serta mengantar istrinya ke kantor. Valen memiliki rencana untuk


memberi kejutan kepada istrinya.


Sebuah cincin berlian yang termahal dipilih Valen untuk


menggantikan cincin pernikahan mereka yang dulu disediakan oleh kakek Arka. Ia


ingin melamar dan menikahi Anin dengan semestinya.


Tanpa menunggu lagi, Valen langsung memesan ojek online untuk


mengantarnya ke Mahkota Horeka terlebih dahulu, karena Revan dan bu Susan


memintanya menandatangani berkas dan setelah jam 10 siang, Valen langsung minta


diantar oleh Revan ke mall terdekat, dan menyuruh Revan untuk meninggalkannya


saja, kalau ia sudah selesai, ia akan menelepon Revan lagi, tapi Revan mendesak


untuk menunggu di parkiran mall saja, kalau Valen tidak ingin diantar.


Valen tidak lagi memaksa, ia langsung turun dan berjalan


menuju Blue Diamond, sebuah toko berlian dan perhiasan yang sangat terkenal di


Jakarta sebagai toko berlian berlisensi dan menyajikan perhiasan dengan


kualitas grade A yang sering menjadi langganan para borjuis dan selebritis.


“Mbak, saya mau lihat cincin pernikahan yang ini dong!”


kata Valen sambil menunjuk sebuah cincin dengan batu permata yang cukup besar.


Berwarna pink dengan permata kecil kecil diseputaran berlian besar itu.


Pramuniaga yang diajak berbicara oleh Valen, melihat ke arah pakaian yang dikenakan oleh Valen. Walau Valen tetap tampak tampan dan menarik dengan kemeja dan celana bahan khas pegawai kantoran biasa. tapi pramuniaga


itu memandang Valen sebelah mata karena cincin yang ditunjuk oleh Valen itu


seharga 7,2 miliar, dengan outfit Valen yang biasa biasa saja dianggapnya tidak


akan mampu untuk membayar berlian tersebut.


“Mas, yang itu mahal banget, mas nya pasti tidak akan


mampu membeli berlian itu. “ katanya sedikit acuh, karena pengalaman


membuktikan kalau orang yang seperti Valen gitu tidak memiliki uang, hanya


mencoba coba saja,. Adalagi yang lebih ditakuti oleh pramuniaga itu kalau


ternyata Valen adalah seorang pencuri gimana dong nasibnya?


“Mbak, saya ini kan pembeli. Tentu saja saya sudah


persiapan dananya dong!” kata Valen dengan kesal, ia sering sekali dianggap


tidak mampu, padahal sekarang dirinya sangat mampu untuk membeli cincin


tersebut.


“Mas, sudah deh! Jangan sampai saya memanggil sekuriti


buat mas  karena dianggap sudah


mengacaukan toko ini ya,” kata pramuniaga itu kekeh, karena ia takut kalau


Valen ini ternyata adalah komplotan pencuri berlian dengan dalih ingin membelinya.


“Hei, ada apakah ini?” tanya manager karena mendengar


keributan pembeli dengan pegawainya.


“Ini loh pak, masnya ini ingin saya mengeluarkan berlian


yang mahal itu, katanya ia ingin membelinya. Tapi saya takut kalau masnya ini


ternyata komplotan pencuri yang sekarang lagi marak itu, berdalih ingin membeli


padahal ia sebenarnya ingin mencuri.” Kata pramuniaga itu dengan takut takut.

__ADS_1


Manager toko menatap penampilan Valen yang biasa biasa


saja, menarik kesimpulan yang sama dengan  pegawainya kalau Valen tidak akan sanggup membeli berlian itu, tapi


karena ia lebih berpendidikan maka cara menolaknya lebih halus, tapi Valen


tetep kukuh ingin membeli cincin yang menyita perhatiannya sejak dia masuk ke


dalam toko  itu.


“ Maaf mas! Masih ada model model yang lain yang mungkin


bisa dilihat, selain cincin itu, karena memang yang itu harganya mahal sekitar


8 miliar rupiah.” Kata manager itu dengan sopan dan halus.


“Tapi saya ingin membeli yang itu,.” Kata Valen sambil


mengeluarkan kartu kredit yang diberikan Revan kepadanya.


“ Maaf pak! Kami tidak menerima kartu kredit.” Tolak


manager itu dengan sopan. Valen langsung mengeluarkan  kartu debit yang berisi 20 miliar yang pernah


diberikan kepadanya dan meletakan itu di meja kasir.


“Kalau kartu debit juga tidak bisa?” tanya Valen dengan


nada ketus, ia tahu kesulitan yang ia hadapi adalah karena mereka menganggap


kalau Valen tidak akan mampu membayar.


“ Tapi mas, ini nilainya 8miliar loh! Apakah mas memiliki


uang sebanyak itu di kartu debitnya?” tanya pramuniaga itu dnegan nada


mencemooh.


“Emangnya harus pakai uang tunai supaya kalian percaya?”


tanya Valen menantang, ia bukannya sombong, tapi ia ingin memberi pelajaran


kepada pramuniaga yang menatapnya sebelah mata.


itu hanya berdiam melihat Valen dihina oleh pegawainya.


Valen yang sudah murka langsung menelepon Revan untuk


menyediakan uang tunai senilai 8 miliar untuk membeli cincin itu.


Tak butuh waktu lama bagi Revan untuk melakukan tugasnya,


karena tuan Willy sudah membebaskan akses Valen sehingga ia bisa mengambil uang


sebanyak yang ia mau.


“ Tuan muda, saya sudah membawa yang tuan muda minta.”


Kata Revan sambil menyerahkan koper berisi uang sebanyak 8 miliar rupiah. Tapi


pramniaga itu masih nyinyir juga.


“Wah jangan jangan uangnya palsu tuh, pak manager!” kata


pramuniaga yang tidak mengenali Revan sebagai tangan kanan tuan Willy pemilik


Weston grup.


“Panggil pemilik toko ini.” Kata Revan dengan nada berat,


membuat manager merasakan bahwa Revan ini pasti bukan orang biasa.


“Pemilik toko ini sedang ada di luar negeri, pak! Bapak


bisa langsung bertransaksi dengan saya saja.” Kata manager itu dengan nada


takut takut, sebenernya ia berbohong, karena owner toko itu sedang ada di sana.


Revan tidak menanggapi manager itu dan langsung menelepon seseorang, dan dalam


waktu semenit owner toko itu keluar dengan tergopoh gopoh.


“Tuan Revan, apa yang membawa tuan kemari? Apakah tuan


Willy memerlukan perhiasan?” tanya Owner Blue Diamond sambil menyeka

__ADS_1


keringatnya karena ia terburu buru keluar dari kantornya saat dipanggil oleh


Revan, membuat manager dan pegawainya sontak berkeringat dingin, karena


ownernya begitu hormat dengan Revan, apalagi dengan tuan muda yang dihormati


oleh tuan Revan itu dong!


“Kamu bisa mendidik anak buah kamu atau tidak?” tanya


Revan dengan suara datar kepada sang owner, membuat owner itu kebingungan


karena ia tidak tahu apa apa, ia langsung menatap pegawainya minta penjelasan,


kemudian managernya langsung membisikan sesuatu menjelaskan tentang kondisi tadi.


“Kamu!! Saya pecat!! Dan juga kamu, manager bodoh, kamu


akan saya mutasikan karena kecerobohan kamu.” Kata sang owner langsung tanpa basa


basi, kepada manager dan pegawai yang sombong tadi.


“Tapi pak..”kata pegawai itu berusaha menawar.


“Tidak ada tapi, kamu keluar sekarang!!” kata owner itu


kepada pegawainya, sedangkan Valen dan Revan menatap drama itu dengan muka


datar.


“Tuan, biar saya saja yang melayani kalian. Tuan mau


cincin yang mana, biar saya akan kasih diskon sebagai pernyataan maaf saya.”


Kata sang owner dengan nada manis dan lembut kepada Valen.


“Saya ingin cincin yang ini, kamu tidak perlu memberi


harga diskon, saya sanggup membayar dengan harga penuh!” kata Valen dengan


tegas, ia tidak mau memberi Anin dengan cincin diskonan.


“Baik baik tuan! Saya akan segera membungkusnya buat


tuan!” katanya sambil memerintahkan pegawainya yang lain untuk membungkus


barang yang diminta oleh Valen dengan segera sambil terus membungkuk dan


meminta maaf kepada Revan dan Valen. Revan langsung membayarnya dengan   uang


tunai yang dibawa oleh Revan, sedangkan Revan langsung mengawal Valen yang


segera pulang setelah membeli cincin yang ia inginkan. Banyak orang yang


melihat kejadian itu dan merekamnya dengan kamera ponselnya tapi tentu saja


pengawal dan Revan sudah mengantisipasi supaya rekaman itu tidak akan tayang,


karena Valen tetap ingin identitasnya aman.


Sampainya ke dalam mobil, Valen menerima telepon dari bu


Susan yang menanyakan kesediaan Valen untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh


Bagaskara. Karena tadi si Anin menghubungi bu Susan dan memberikan undangan


kepada bu Susan dan juga CEO baru Mahkota Horeka untuk menghadiri pesta di


hotel Bagaskara,


Tentu saja Valen bersedia untuk datang, karena ia tahu


kalau sampai ia menolak, pasti lagi lagi istrinya yang akan kena masalah.


.


.


.


TBC


Hay readers,


Cerita ini bakal stabil update setiap hari jam 15.00, dan bakalan crazy up... so ditunggu like, fav dan komennya yaa, makasih!!

__ADS_1


__ADS_2