
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya aku update jam 11 malam, kalau langsung di acc berarti langsung masuk hari ini ya. Kira kira ini bakalan end di 150an episode, thor ga suka bikin terlalu panjang lagian thor mau langsung cuzz ke tema berbagi cinta, ditunggu ajah ya. Oleh karena itu kok kelihatananya thor rajin update supaya rasa penasaran kalian terpuaskan....Happy reading!!
***
Langit dengan awan hitam yang menggelayut membuat setiap hati orang yang melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka menjadi sendu.
Namun hujan yang dinantikan belum ingin turun, mungkin mereka ingin mempersilahkan bumi menyimpan dua sosok tubuh rapuh di dalam tanah yang kering sebelum nantinya akan membasahi nya dengan kelebatan amarah hujan.
Bukan hanya itu saja, liang yang menganga itu ada 2, karena semuanya pergi bersamaaan menyimpan duka yang mendalam bagi semua orang yang ditinggalkan.
Wajah Valen yang mendung, membuat tak ada seorang pun yang berani mendekati, karena ia siap untuk menerkam semua yang mendekatinya. Revan dan Erik yang ada disana pun hanya bisa berdiri dibelakang tuan mudanya yang tampak tak ingin diusik.
Seorang laki laki paruh baya mendekati Valen dan menepuk bahunya serta membisikan sesuatu yang herannya hanya diangguki dengan penuh hormat olehnya.
2 buah peti mati berwarna putih sudah datang, semua awak media yang datang sudah mengular hendak meminta kejelasan kenapa tuan Willy, dan menantu bisa meninggal bersamaan.
Mereka memang mendengar kalau tuan Willy sebagai pemilik Weston grup meninggal karena kecelakaan tabrakan dengan sebuah truk dan pengemudi truknya pun dikabarkan meninggal di tempat. Untuk masalah menantunya dikabarkan meninggal dunia seusai melahirkan anaknya. Mereka emmang tidak mengetahui kabar sebenarnya, maka dari itu meskipun ditengah kedukaan para awak media cetak dan media televisi tetap saja mengejarnya.
Tapi tidak akan ada press conference dalam bentuk apapun, bahkan pengawal berjas hitam dan berkaca mata hitam membuat barikade anatar Valen dan awak media. Seakan tak ingin disentuh, Valen hanya menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya dengan kaca mata hitam yang membingkai mata elangnya.
__ADS_1
Tidak ada keistimewaan dari pemakaman kedua orang yang sangat berarti bagi Valen, karena ia harus kehilangan ayah dan istrinya dalam waktu yang bersamaan, seakan bumi tidak ingin ia bahagia ditengah kelahiran anaknya disitulah kematian istri dan ayahnya pun harus ia hadapi.
Pemakaman pun dilaksanakan seperti kilat, pemuka agama yang ditunjuk hanya menghantarkan peti kedalam liang dan menguburnya dengan tanah kering yang menggunung setelah sebelumnya taburan bunga dari para pelayat dan juga pihak keluarga.
Hujan yang tak jadi turun seakan emang tak ingin membuat air mata yang turun menjadi lebih banyak lagi.Tak ada satupun yang memacarkan rona bahagia disana. Tak ada jiwa yang bahagia disana. Hanya hitam dan kelabu yang menghantar seseorang ke kehidupan selanjutnya setelah kematian.
Valen yang memakai baju serba hitam itu dari tadi menyembunyikan wajahnya, mungkin ia tidak ingin terlihat oleh awak media kalau ia sedang bersedih. Sorot matanya yang aneh memancarkan kebencian dan kemarahan disana. Isak tangis dari papa dan mama mertuanya dan om tante dari mendiang istrinya terdengar memilukan, Entahlah apakah itu tulus atau hanya sekedar drama yang tersaji di sebuah pemakaman.
Oh Tuhan kenapa orang sebaik Anindya haus pergi, bahkan Tuhan tetap membuatnya mengalami kesakitan saat roh itu Kau jemput . Mudah mudahan Kau akan menaruhnya di haribaannya yang suci, tempat malaikat dan anak anak kecil bersukacita sehingga tidak ada lagi kesakitan dan yang ada hanyalah damai sejahtera, Kasak kusuk itu yang terdengar di area pemakaman, bahkan orang orang yang pernah menyukai istrinya bisa dihitung ada disana semua, Valen jadi berpikir bagaimana kalau dirinya yang berpulang dahulu, bisa di pastikan kalau yang menantikan janda istrinya kan mengular di sepanjang area pemakaman itu membuat dirinya terserang sesak cemburu kalau mengingatnya.
Ada pula yang mengatakan kalau itu sebuah keadilanyang sudah ditetapkan dan Tuhan terlalu sayang dengan orang baik supaya ia tidak lagi tersiksa dengan rasa sakit, namun bagi Valen kehilangannya membuat dirinya merasakan sakit dan ia tidak bisa menerima. Karena pada akhirnya bumi yang kembali merengut orang yang dia cintai di dalam pelukannya.
Revan yang berdiri di samping kanan dan Erik yang berdiri di samping kiri hanya bisa mendesah kasar melihat teman sekaligus saudara angkatnya hanya menatap kosong dua gundukan tanah itu, bahkan satu per satu dari mereka pun sudah pergi, menangisi kepergian dua orang yang berharga di kehidupan mereka.
Tak satupun awak media disana. Hanya ada Revan, Valen Erik dan bodyguard mereka.
Valen mendekati gundukan baru yang baru saja selesai ditaburi dengan bunga bunga yang berwarna warni. Bahkan kesegarannya masih tercium dengan kuatnya tanda bunga itu baru saja dipetik. Valen menghela nafasnya dan mengisinya dengan oksigen sebanyak banyaknya.
"Rik, aku memodifikasi rencana kamu."
__ADS_1
Erik hanya menganggukan kepalanya dan kemudian berkata... "Sejauh itu tidak menghilangkan esensi sebenarnya aku rasa masih bisa diterima dengan akal sehat." katanya dengan ambigu, tapi Revan dan Valen hanya bisa tersenyum kecil melihat sedikit kekesalan di wajah Erik.
" Apakah ini bisa berjalan dengan baik?" kata Valen sedikit tidak yakin.
"Tentu, kita akan lihat kejutan di hari esok! Mereka akan segera datang, siapkan saja diri kamu." kata Erik dengan nada yakin.
"Seyakin itukah kamu?" tanya Valen dengan nada sinis.
"C'mon bro! Jangan bilang kamu tidak melihat pattern yang mereka lakukan? Saat kamu kecelakaan apa yang dia lakukan ?NOthing!! Dia akan menunggu celah yang tepat, dan inilah saatnya. Kita buka celah itu! Rencana kita yang buka celah jebakan agar mereka masuk kesana." kata Erik dengan suara lirih, seakan mereka hanya sedang memarahi Valen yang sedang bersedih.
"Kita lihat saja besok! Arrghhh aku rindu kamu sayang!!"
.
.
.
TBC
__ADS_1
Maafkan terlalu banyak narasinya ya? Soalnya thor pingin kalian masuk di dalam permainan Valen. Ayo dong like dan gift serta votenya, langsung thor up lagi nih!!