Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 121.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Maaf kalau kadang hanya bisa up sedikit sedikit alias cuman 1 episode aja sehari. Karena kadang thor juga bingung dikasi crazy update juga like, gift dan juga votenya gak banyak. Tapi tuntutan update banyak. Tolong dong timbal baliknya jadi jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya.


Satu lagi, ada yang bilang ini bertele tele. Lhah luculah kalau Weston grup orang terkaya saja dulu belum bisa menangkap Bill yang licin kayak belut, apalagi Valen yang anak baru. Harusnya Bill ini emang lawan yang tangguh dong!! Kalau gampang tertangkap ga mungkin ayah Willy gak bisa beresin sampai istri terbunuh dan anaknya hilang. So kalau mau baca, bacalah. Kasi komen semangat. Jangan ikutan mikir gimana endingnya.


Dan daripada komen toxic, lebih baik cerita ini di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , maaf curcol btw makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!


***


Revan harus segera bertindak. Dia akan menghubungi Valen dan Komandan polisi yang masih di tempat maksiat itu, supaya bisa mengejar pasukan yang mengacau tempat prostitusi itu.


Sedangkan di tengah korban baku tembak di area prostitusi Alicia, Valen melihat mayat anak buah Alicia dan anak buak Geng Fox. Tapi Ia tidak melihat Alicia dan paman Billnya. Valen mendesah kesal karena ini berarti ia tidak bisa mengeluarkan istri dan anaknya , terutama lagi ia juga tidak bisa menyenangkan ayah Willy karena masih harus terkungkung di dalam pavilion Panti Asuhan.


" Mr, Wong sebenarnya apa yang terjadi?" Valen melihat darah di sekujur tubuh mr Wong. Valen mengira kalau mr Wong terluka parah. Tapi ternyata mr Wong bisa duduk dengan tenang.


" Paman mu ternyata sidah menyusun plan B. Jadi ketika dia tahu kalau dirinya tertangkap ia lamgsung memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan dirinya. Anak buahnya adalah pasukan pembunuh bayaran yang memang dibayar mahal untuk bisa membunuh orang. Untung aku sudah terbiasa menghadapi hal ini. Tapibtetap saja yang menjafi korban adalah anak buah yang setia dan terpercaya. " Mr. Wong hanya bisa memandang mayat anak buahnya yang terbujur kaku di sebelah pintu bunker dengan tatapan dingin dan menakutkan.


Rupanya ia masih menyimpan rasa kesal dan amarah di dalam hatinya karena ia gagal mengeksekusi Bill dan Alicia. Tangannya mengepal memperlihatkan buku buku jarinya yang memutih.


Tiba tiba sebelum Valen bisa berdiskuai dengan mr Wong tentang langkah selanjutnya. Pihak kepolisian menemukan bukti sebuah lambang lencana yang tertinggal.di dekat mayat mayat yang terserak.


Mr Wong bergeags mendatangi komandan polisi Nawa dan melihat lencana yang dimaksud. Ternyata mayat yang ditemukan bersama lencana itu bukan anak buahnya maupun anak buah Alicia di tempat prostitusinya itu.

__ADS_1


" Hunter dead!" desis Mr. Wong yang membuat komandan polisi Nawa dan Valen langsung menoleh ke arah mr Wong yang sudah dalam mode amarah tingkat tinggi. Wajahnya yang tampak gelap membuat Komandan dan Valen saling bersitatap. Mereka berdua awam dengan dunia permafiaan macam begini. Apalagi Valen. Dia sama sekali tidak bisa meraba siapakah hunter dead tadi.


" Mr Wong?" sapa komandan denga nada tegas.


" Aku mengenalnya. Kalian bukan lawan seimbang dengan mereka. Ini adalah organisasi pembunuh bayaran internasional. Korban korbannya adalah pejabat dan orang orang dengan pangkat tinggi, seperti presiden dan orang orang penting. Ini organisasi yang sudah sangat tua. Mereka mendidik prajuritnya itu sejak bayi. Jadi mereka tidak ada keinginan lain selain mati dalam tugas dan berhasil bersama dengan tuannya. Kalian bukan tandingannya. Mereka adalah pembunuh sejak kecil. Bahkan dalam usia yang masih muda mereka sudah bisa memainkan senjata dan membidiknya dengan tepat. Para anak buahku ini semuanya memakai rompi anti peluru. Lihat, mereka membidik tepat di bagian vital. Aku adalah orang yang berintung karena pengawalku yang setia. Aku bisa sembunyi dibalik tubuh mereka sehingga aku selamat dari peluru. Tapi, seandainya tadi mereka memeriksa satu per satu maka dapat dipastikan aku biaa mati juga. " jelas mr Wong dengan tatapan jauh. Ia menerawang ke arah laim. Tatapannnya nenar benar kosong. Ia membayangkan kejadian tadi. Sangat mencekam. Untung pasukan.itu langsung keluar karena ada perintah lain yang mungkin lebih penting.


" Kalau mereka begitu hebat kenapa mereka membebaskan kami? Mestinya dia bisa dengan mudah memghabisi kami?" cecar Valen dengan nada tinggi. Dia harus bisa memecahkan misteri ini, supaya ia bisa memgalahkan pasukan itu kan?


" Karena kamu belum menjadi targetnya. Coba kamu pikirkan, target apa yang hendak diraih paman kamu?" tanya mr Wong balik.


" Harta Weston grup?" tanya Valen sangsi.


Sebelum Valen bisa membahas lebih jauh tentang hal ini dengan komandan dan juga mr Wong, pengawal Erik mengkode dirinya untuk menerima telepon dari Revan. Valen sudah dalam kondisi cemas. Ia cemas kalau Revan mengabari kalau Erik dalam kondisi gawat.


Tapi ternyata apa yang diungkapkan oleh Revan jauh membuat Valen shock. Sampai ia hampir pingsan. Tapi ia tidak boleh pingsan. Ia harus tetap sadar dan segera pergi dari tempat ini karena ada nyawa anak anak, istri dan juga ayahnya yang saat ini diburu oleh Hunter Dead.


Valen segera berbalik ke arah komandan polisi dan juga mr Wong, karena saat menerima telepon Revan ia sengaja menjauh dari Komandan dan.juga mr Wong.


Melihat wajah Valen yang sama dengan wajah mr Wong tadi membuat komandan langUng merasa kalau ada yang tidak beres.


" Kenapa...?" belum komndan selesai berkata kata. Langsung saja dipotong oleh Valen.

__ADS_1


" Aku tahu siapa yang mereka incar!" kata Valen dengan suara marah.


" Siapa?" tanya mereka.berdua dengan kompak.


" Ayahku! Entah bagaimana mereka tahu kalau ayah aku masih hidup." kata Valen bergegas keluar dari tempat itu. Tentunya komandan polisi beserta mr Wong tidak mengijinkan Valen pergi hanya dengan anak buahnya saja. Terlalu beresiko. Valen seperti hanya mengantar nyawa saja.


" Tunggu!! Kita harus buat strategi..."


" Tidak bisa!! Anak istri serta anakku tidak bisa menunggu. Mereka dikejar hendak dibunuh!!" teriak Valen kesal karena bahunya ditarik oleh mr Wong.


" Aku.akan ikut kamu. Aku.akan membawa anak buahku juga." kata mr Wong sambil mengikuti Valen.


" Heiiii!!! Kalian.tidak bisa pergi begitu saja!! " Komandan berteriak karena Valen dan mr Wong dan anak buah mereka sudah melangkah pergi. Lalu Komandan berdecak kesal dan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk tetap tinggal disana sedang ia dan sebagian pasukan akan mengiringi Valen.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2