
Hai hai Readersku sayang!!! Welcome back!!! Ini adalah update pertama. Eits, ini emang sedikit terlambat tapi ini karena kemarin Thor ada tugas ke luar kota , tapi masih seputaran jabodetabek sih, jadi masih bisa naik KRL. Ternyata kalau minggu itu malah berjubel, dan alhasil thor ga mungkin bisa up sambil berdiri kan? Ha ha ha . Akhirnya karena pulang udah lemes, ga jadi up deh!! Wk wkw kw, doain hari ini bisa update yang banyakkk... Jangan lupa untuk tetap like, vote dan juga memberikan gift yang banyak, supaya autornya semakin bersemangat dalam mengupdate cerita. Oh ya sembari menunggu update-an cerita ini bisa cek karya-karya author yang lain.
Hari ini hari vote di Mangatoon ya!! Jadi jangan lupa untuk keep vote thor ya.Muachhh!!
Ditunggu like, share, vote dan giftnya. Happy reading!!
***
Di lain tempat, di dalam sebuah ruangan mewah berwarna putih, seorang gadis terbangun sambil mengerutkan keningnya.
"Sudah bangun?" tanya seorang laki laki paruh baya yang tampan dengan nada datar.
"Huum, siapa kamu? Dan dimana aku?" tanya gadis itu dengan tampang kesakitan, enath kenapa saat bangun dia merasa penig di kepalanya tambah menjadi jadi.
"Anggap saja aku penolong kamu. Kamu sudah tidak sadar selama 3 hari."kata laki laki itu dengan nada acuh.
"Aku kenapa?" kata gadis itu sambil menghela nafas agar bisa menghela rasa sakit di kepalanya yang membuncah.
"Kamu pingsan dan ditambah bius yang kusuntikan membuat kamu tidak sadarkan diri selama 3 hari. Untung saja kamu tidak mati, kalau mati bisa hancur rencanaku." kata laki laki ini sambil terkekeh menyeramkan, gadis itu sedikit bergidik, lalu berusaha meraba wajahnya.
"Kenapa dengan wajah aku?" tanya gadis itu sambil meraba wajahnya yang diperban.
"Kebakaran itu menimbulkan sedikit kecelakaan kecil gara gara kebodohan anak buahku. That's my bad!! Jadi aku ganti wajahmu sekalian dengan yang disukai oleh Valen." kata laki laki itu menyeringai.
Ya benar!! Gadis itu emang There yang selamat dari tragedi kebakaran di rutan. Lalu siapa gadis yang meninggal? Tentunya Bill Weston sudah menyiapkan rencana ini dengan rapi. Dia berencana membuat There sebagai pion yang bisa digunakan untuk menghancurkan Valen dan kakaknya.
" Apa maksud kamu?" tanya There dengan bingung.
Laki laki paruh baya itu, yang There belum tahu namanya masih saja tidak berekspresi. Meski dia adalah keluarga Weston, tapi kakek dan ayahnya tidak mengakuinya dalam keluarga. Yah, karena keluarga Weston adalah keluarga baik baik, mereka merasa Bill adalah si itik buruk rupa yang dari dulu kerjaannya adalah menjadi biang kerok dan trouble maker di mana mana, mencemarkan nama keluarga Weston yang harum.
__ADS_1
"Kamu harus mengikuti semua rencana ku."katanya dengan suara dingin dan lirih, seakan tidak terganggu dengan pandangan There yang ,menganggapnya gila.
"Lalu kamu siapa?" tanya There dengan nada kepo.
"Aku adalah paman dari Valen.Namaku Bill Weston Karena aku yang menjadi penolong kamu Kamu harus mau jadi anak buahku untuk mreghancurkan mereka, lagipula kamu juga dendam padanya bukan?" selama di penjara sebenarnya There sudah tidak pernah memikirkan itu lagi, tapi ia merasa hari ini adalah kesempatannya untuk membalas, jadi kenapa tidak?
"Baiklah aku setuju!" kata There dengan tegas.
Bill sudah membayangkan kalau There bakal bisa menjadi pion dan anak buah yang terbaik, didukung dengan kelicikan yang dimiliki oleh There ini akan menjadi hal yang mudah.
"Oh satu lagi sayang! " potong Baill dengan sunyum dingin di wajahnya.
"Kita sedang bermain main dengan singa jantan kecil, so kamu harus tahu kalau gak ada yang bisa jamin kalau kamu bisa selamat melawan dia. Kamu kan tahu siapa Valen kan? Kalau kamu ketangkap, kamu bisa dihabisin olehnya !! Gimana ? Kamu tetep mau join?" tanyanya sambil menyeringai. There berpikir di dalam pun dia seumur hidup bakal ada di penjara. Mungkin udara luar akan buat dia tetep waras.
"Lagipula aku sudah memalsukan data data kamu, sehingga orang kepolisisan tahunya kamu sudah mati!" lanjut Bill dengan nada dinginnya, There hanya bisa mengangguk tanda ia mengerti situasinya.
"Aku masuk! Tenang saja!" tanpa ragu There menjawab dengan sepenuh jiwanya.
***
Kepindahan Tuan Willy dilakukan secara rahasia, bahkan Valen sengaja meng clear up RSPI tempat dimana sementara ayahnya itu dirawat.
Valen tidak mungkin mau gegabah mengingat orang yang ia hadapi adalah orang kejam yang pernah ada di masa lalunya. Orang yang sudah dengan kejam ingin membunuh dirinya dan orang yang memisahkan dirinya dengan keluarganya.
Valen takut kalau Bill akan menyuruh anak buahnya menghabisi ayahnya di rumah sakit, seperti cara Bill memberikannya obat obatan penghilang ingatan.
Valen menyilangkan tangannya, ia berdiri di depan layar layar penampil rekaman CCTV. Karena lokasi tempat ayah Willy kecelakaan CCTV sudah dirusak , sehingga Valen dan team IT nya harus bekerja keras untuk mengembalikan rekaman CCTV di tempat terjelas. Saat ini mereka berusaha mengambil CCTV jalan raya yang dimiliki oleh oleh pihak kepolisian, Kamera yang dipasang Erik di mobil ayah sedang di usahakan untuk membuka black boxnya.
Inspektur Vijay sedang mengurus CCTV yang ada di tiang tiang, dekat TKP, tiba tiba salah seorang polisi yang bertugas me replay rekaman itu berteriak.
__ADS_1
"Pak inspektur, kami sudah menemukan kejanggalan."
"Kejanggalan apa?"
"Ada orang yang mendekati truk itu, setelah kecelakaan terjadi. Truk tidak mengalami kerusakan berarti dan lihat, pengemudi truk itu ternyata masih hidup saat selesai menabrak tuan Willy."
" Coba kamu tolong di zoom in kan .. siapa yang ada di sana.."
"Lihat pak! Benar dugaan kita, dia menyuntikan sesuatu di tubuh supir itu." katanya sambil menunjukan rekaman gambar CCTV itu.
"Bagaimana ini bisa kelolosan? Bukankah orang ini sudah mengantisipasi dengan merusak rekaman CCTV yang di TKP? Bagaimana dia bisa melawatkan CCTV yang ini?"tanya inspektur Vijay bingung. Ceroboh sekali eksekutor ini, atau mereka sengaja untuk memancing sesuatu, karena wajah mereka juga tidak kelihatan.
" Dia memang ingin memancing kita dan membritahukan keberadaannya." kata Valen memeberikan kesimpulan. Dia merasa kalau akan ada hal besar yang menghantui keluarganya. Ia memang belum tahu apakah itu, tapi ia mengira kalau sang paman juga akan mengincar keturunannya. Ini tidak bisa dibiarkan.
Valen harus menemukan cara untuk membuat keturunannya tidak tersentuh oleh pamannya itu.
Valen rasa ini sudah saatnya bagi dirinya untuk menghabisi Bill dan antek anteknya, agar dirinya bsia hidup dengan tenang.
Brakk!!
"Aku menemukan sesuatu di rekaman black box yang bisa digunakan sebagai bukti keterlibatan paman kamu."
"Bagaimana bisa? Apa kelihatan wajahnya?" teriak Valen dengan sumringah.
"Ehm, ga seperti itu juga sih. Tapi aku menemukan ada sebuah mobilo yang janggal parkir di sana, dan setelah aku selidiki, ternyata pemilik no pol mobil tersebut adalah Paman Bill!!!" serunya antusias.
.
.
__ADS_1
.
TBC