Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 148.


__ADS_3

Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Happy reading, guys!!


***


Tanpa berpikir panjang lagi Tuan wong langsung mengeksekusi apa yang dia inginkan sedari tadi, ya itu menyiksa Alicia dan kemudian membunuhnya secara perlahan.


Dengan langkah yang tidak sabar dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk melakukan eksekusi pertama terhadap Alicia.


Sekalipun Vallen tahu bawa Alicia itu sudah terlalu jahat dan mengkhianati orang yang sudah pernah menolongnya tetapi karena dia sendiri masih baru dalam kancah per mafia an seperti ini maka dia pun memilih untuk keluar saat Tuan wong menyuruh anak buahnya menyiksa Alicia dengan mengambili kuku dari Alicia satu-persatu sampai jari-jemari milik Alicia yang lentik itu berdarah-darah.


Vallen masih menaruh rasa iba saat melihat penderitaan dari alicia ketika anak buah Tuan wong dengan santainya mencabut kuku dari jari jemari milik Alicia.

__ADS_1


Vallen memilih keluar dan menemui anak dan istrinya yang masih tinggal di pulau pribadi milik Tuan Wong. Tapi sebelum dia masuk ke lorong rahasia milik Tuan wong tiba-tiba langkahnya dicegah oleh Revan yang kebetulan sudah berada di rumah besar milik Tuan wong itu.


Tadinya Revan berada di Pulau pribadi bersama dengan Anindya dan juga Ayah Willy. Lalu setelah dia mendapatkan kabar dari Erik dan pengawal-pengawal yang disuruh Vallen untuk membuntuti sisa dari anak buah Alicia yang berada di rumah sakit, dirinya langsung bergegas mencari Vallen.


Dan kebetulan dia menemukan Vallen di rumah besar milik Tuan Wong, karena Vallen baru saja keluar dari tempat penyiksaan milik Alicia di ruangan eksekusi di bawah rumah besar itu.


" Apa yang kamu lakukan di sini? Apakah kamu sudah berhasil mendapatkan info dari pengawal-pengawal kita yang membuntuti anak buah Alicia?" tanya Vallen dengan nada tergesa-gesa karena dia sendiri ingin tahu apa yang menjadi perkembangan dari kasus yang sudah diserahkan kepada Revan tadi sebelum dia mengikuti Tuan Wong untuk melakukan eksekusi kepada Alicia yang sudah menjadi penghianat di Kubu Tuan Wong.


" Kita sudah menemukan lokasi di mana anak buah milik Alicia balik ke sana. rupanya setelah diselidiki kembali oleh Erik melalui GPS satelit yang dia miliki, dia langsung tahu bahwa itu adalah markas milik Paman Bil. Dan kamu tahu bahwa lewat Spyware yang dipakai oleh anak buah Erik yang berada di sana mereka mengetahui bahwa ada orang yang diduga mirip dengan paman Bill berada di sana. Jadi aku asumsikan bahwa Pulau pribadi yang dimiliki oleh Hunter Dead itu sama sekali tidak ada mereka. Kemungkinan besar itu adalah jebakan!! Bagaimana menurutmu? Apakah kita harus menyerang ke markas Paman Bil atau kita memantau dulu?" desak Revan dengan nada antusias.


Revan mencubiti bibirnya tanda Dia sedang berpikir keras mengenai masalah ini. Dia tidak mungkin melepaskan keberadaan Paman Bil yang ada dan bersembunyi di markas besarnya. Dia juga tidak mungkin membiarkan ikan kakap yang menjadi tangkapannya itu lepas begitu saja. Tapi pertimbangan dari tuan wong juga tidak bisa diabaikan. karena dalam hal ini Tuan wong memiliki pengalaman yang cukup besar tentang dunia hitam seperti ini. Walaupun kemarin waktu di tempat prostitusi milik Alicia dia turut terjebak dan kehilangan orang-orang terbaiknya.


" Apa kita sebaiknya menunggu tuan wong terlebih dahulu untuk mendiskusikan masalah ini. Kita tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan, bahkan kita juga tidak bisa menghubungi interpol untuk menangkap Paman Bill karena takutnya ini juga adalah jebakan. Dan kita tidak mungkin mengorbankan orang lain untuk mengetahui bahwa ini dijebakan apa tidak." kata Revan lagi sambil mengacak-ngacak rambutnya tanda dia cukup prustasi dengan permasalahan yang dihadapi oleh mereka. Kalau tidak didatengin bikin penasaran kalau didatengin takut kalau itu jebakan. Seperti makan buah simalakama! Dimakan salah nggak dimakan juga salah! Makanya Revan dan Vallen harus menunggu Tuan wong untuk memberikan saran yang terbaik tentang harus bagaimanakah mereka saat ini.

__ADS_1


" Lalu dimanakah tuan Wong sekarang berada?" tanya Revan sambil celingukan mencari sosok Tuan wong yang tadi pergi bersama dengan Vallen.


" Tuan wong saat ini sedang bersenang-senang bersama dengan Alicia. Jadi untuk sementara waktu dia belum bisa diganggu gugat!" data Vallen dengan nada santai seperti di pantai.


" Apa?? Jadi tuan Wong masih mau berhubungan badan dengan Alicia? Sungguh terlalu!" kata Revan sambil mengutip kata-kata dari Bang Haji Rhoma Irama saat mengatakan sungguh terlalu! Perkataan Revan itu membuat Vallen menjadi tertawa terbahak-bahak karena Revan menirukan perkataan itu hampir sama persis dengan sang empunya yang sering berkata dengan kata-kata itu. Dan Revan pun turut larut dalam tawa Vallen. sungguh suatu kejadian yang sangat langka mereka tertawa Di Atas kejadian kejadian mengerikan yang terjadi di antara mereka.


" Ya Bukan begitu maksud aku. Tentu saja Tuan wong bukan berkeinginan berhubungan badan dengan Alicia tapi lebih tepatnya adalah menyiksa badan Alicia sampai Alicia memohon-mohon supaya dirinya dibunuh. Karena Tuan Wong sudah berjanji sebelum menemukan Alicia itu, kalau sampai Alicia ketemu maka dia akan menyiksa sampai Alicia mohon-mohon supaya dirinya dibunuh daripada disiksa." kata Valen sambil bergidik ngeri dengan apa yang dilakukan oleh tuan Wong tadi.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Habis ini update yang kedua ya.... jangan lupa like dan votenyaaa


__ADS_2